
Arian mengenakan baju pengantin miliknya. Dia terlihat tampan dan gagah mengenakan baju pengantin itu. Dia melihat ke cermin. Hari ini hari pernikahannya bersama Ayu tapi dia terlihat murung. Dia tidak bisa membohongi perasaannya sendiri. Cintanya hanya untuk Freya, janda cantik disamping kontrakkannya. Arian keluar dari rumahnya lewat balkon. Dia mengendarai mobilnya keluar dari area rumah besar orangtuanya.
Danau Teratai Merah
Arian duduk ditepi danau dengan mengenakan baju pengantin lengkap. Dia menunggu Freya ditepi danau itu. Dia berharap Freya akan datang.
"Apa Freya akan datang.....?"ucap Arian penuh tanya.
"Aku akan tetap menunggu"ucap Arian.
Arian terus menunggu dengan kepercayaan dihatinya. Dia yakin Freya akan datang menemuinya.
**************
Freya sudah selesai dirias dan mengenakan gaun pengantin. Dia duduk menunggu dijemput Fina.
Freya melihat jam dihandphonenya. Dia teringat ucapan Arian untuk bertemu di Danau Teratai Merah.
"Haruskah aku datang?"ucap Freya.
"Tapi jika aku datang berarti aku mencintainya"ucap Freya.
Freya keluar dari ruangan rias pengantin. Dia memakai blazer untuk menutupi gaun pengantinnya. Freya naik taksi menuju danau itu. Tapi ternyata jalanan macet parah.
"Pak gak ada jalur alternatif yang tidak macet ya?"tanya Freya.
"Semuanya macet Nona"ucap Pak Sarimun supir taksi online itu.
"Sampai kapan akan sampai kalau begini"batin Freya.
Freya turun dari taksi, berlari ditepi jalan sambil meneteskan air matanya. Dia terus berlari sepanjang jalanan macet itu sambil kedua tangannya memegang gaun pengantin itu.
"Aku harus bertemu Arian, walaupun itu yang terakhir. Aku tidak ingin semuanya terpendam, paling tidak ini ucapan perpisahan"batin Freya.
Freya terjatuh karena terpeleset kena gaun pengantinnya sendiri.
Bluuug...........
__ADS_1
Freya terjatuh ditepi jalan itu hingga tepi bibirnya berdarah dan pipinya baret.
"Aw........."ucap Freya.
"Aku tidak boleh menyerah, Arian menungguku disana"ucap Freya.
Freya terus berlari hingga jalannya tidak macet, Freya naik ojeg.
**************
Arian masih menunggu Freya ditepi danau. Dia terus memegang keyakinannya Freya akan datang. Walaupun mungkin saja Freya tak akan datang. Arian tetap berharap dan berharap. Langkah kaki berlari ke arahnya. Arian menengok ke belakang. Freya mengenakan gaun pengantin terlihat cantik dan anggun berjalan menghampirinya.
"Arian.........an......an......."teriak Freya.
"Freya.....a....a........"teriak Arian.
Arian berdiri dan berlari menghampiri Freya. Mereka bertemu pada satu titik.
"Freya kenapa bibirmu dan pipimu berdarah?"tanya Arian.
"Tidak apa-apa, yang penting aku bisa kesini"ucap Freya.
Air mata Freya terus menetes dipipinya.
"Iya, aku mencintaimu Arian"ucap Freya.
Mereka berdua sama-sama meneteskan air matanya.
"Kau cantik mengenakan gaun pengantin itu"ucap Arian.
"Kau juga tampan mengenakan baju pengantin itu Arian"ucap Freya.
"Ayo kita bicara ditepi danau itu"ucap Arian.
Freya mengangguk dan duduk ditepi danau bersama Arian.
"Freya, semoga kau bahagia bersama suamimu nantinya, aku ikhlas melepasmu karena Allah"ucap Arian.
__ADS_1
"Semoga kau juga bahagia bersama istrimu nantinya, aku ikhlas melepasmu karena Allah"ucap Freya.
"Jangan menangis dan tersenyumlah, aku yakin rencana Allah lebih indah untuk kita"ucap Arian.
"Kau benar rencana Allah pasti indah. Semuanya sudah diatur olehNya"ucap Freya.
"Kau ingat saat pertama kita bertemu?"tanya Arian.
"Ya, aku ingat. Saat itu kau menyerobot antrian menyewa gedung pernikahan"ucap Freya.
"Kau memanggilku pria arogan menyebalkan bukan?"tanya Arian.
"Iya, sampai sekarang bukannya kau masih menyebalkan, betul tidak?"tanya Freya.
"Iya, menyebalkan tapi membuat kita jatuh cinta"ucap Arian.
"Arian, lupakan rasa cinta ini. Jangan sampai menjadi beban untuk kita menjalani kehidupan baru bersama pasangan kita masing-masing hik....hik...." ucap Freya.
"Aku juga berpikir seperti ini. Cinta ini harus dilupakan dan hidup bersama pasangan masing-masing"ucap Arian.
"Ayo pulang acara pernikahan akan dimulai"ucap Freya.
"Iya ayo"ucap Arian.
Arian dan Freya berjalan bersamaan menuju jalan yang berbeda.
"Freya jika berjodoh kita akan bersama lagi"ucap Arian.
"Biarlah jalan jodoh yang mempertemukan kita, jika memang kita ditakdirkan bersama"ucap Freya.
"Jika didunia kita tidak berjodoh, aku akan menunggumu diakhirat Freya"ucap Arian.
"Aku juga akan menunggumu diakhirat, jika didunia ini kita tidak berjodoh"ucap Freya.
Arian belok ke kanan sementara Freya belok ke kiri.
"Selamat tinggal kekasihku, semoga Allah menjagamu"ucap Arian sambil berjalan ke kanan.
__ADS_1
"Selamat tinggal kekasihku, semoga Allah selalu bersamamu"ucap Freya berkiri.
Mereka berdua berjalan dengan tersenyum lebar. Mengikhlaskan semuanya karena Allah. Tidak ada yang lebih baik selain rencana yang sudah ditetapkanNya. Rejeki, mati dan jodoh sudah ditentukan Allah SWT. Jalani semuanya dengan ikhlas mengharapkan ridhoNya.