
Seketika Freya mendorong tubuh Arian. Dia kembali berdiri.
"Pergilah, jangan dekati aku hik hik hik" ucap Freya yang terus menangis.
"Kamu kenapa sayang?" tanya Arian
Arian beranjak dari duduk, dia berdiri dan hendak memegang lengan Freya tapi Freya berusaha menangkisnya.
"Lepaskan, kita tak seharusnya bersama, keluargamu sudah mengambil kebahagiaan keluargaku" ucap Freya.
Arian tidak tahu maksud perkataan Freya.
"Kau bicara apa sayang?" tanya Arian.
"Aku tak menyangka menikah dengan anak seorang pembunuh orangtuaku" ucap Freya.
"Pembunuh orangtuamu?" ucap Arian terkejut memikirkan ucapan Freya.
"Ayahmu orang yang telah menabrak orangtuaku" ucap Freya.
Arian terdiam, dia sangat terkejut dengan ucapan Freya kalau ayahnya yang menabrak orangtua Freya. Bagaikan mimpi saat mendengarnya. Arian bahkan tak mampu berkata apapun. Tubuhnya terasa berat, langkahnya terhenti dan mulutnya terkunci.
"Aku tak menyangka selama ini aku hidup bersama musuhku sendiri, aku pikir mungkin akan ada kebahagiaan tapi kebahagian macam apa yang dimulai dari rasa sakit yang sudah ditorehkan dengan jelas. Bayang-bayang kematian orangtuaku akan terus ada selama aku bersamamu hik hik hik" ucap Freya sambil menangis.
Arian hanya terdiam. Dia tahu apa yang dirasakan Freya. Dia tak berani menyela ucapan Freya yang masih emosional.
"Aku tidak bisa lagi bersama satu atap dengan anak pembunuh orangtuaku hik hik hik" ucap Freya.
"Selamat tinggal, kita akan bertemu dipersidangan nanti" ucap Freya.
Freya meninggalkan Arian. Dia terus berjalan ditepi jalan sambil menangis. Langkah kakinya menuju jalan diseberangnya, Dia yang sedang kalut tak menyadari ada sebuah mobil yang melaju dari arah kanan.
"Freyaaaaaaa" teriak Arian melihat Freya ditengah jalan.
Arian berlari secepat mungkin dia mendorong Freya hingga Freya terjatuh ditepi jalan sedangkan Arian tertabrak mobil itu.
"Ariaaaaan" teriak Freya.
Freya terbangun, dia melihat sedang berada dikamar lama Arian dirumah besarnya. Ada Arian sedang duduk disampingnya. Arian terlihat baik-baik saja. Freya langsung memeluknya.
"Arian jangan tinggalkan aku" ucap Freya.
Arian membalas pelukan Freya.
"Mana mungkin aku meninggalkan cintaku" ucap Arian.
Freya melepas pelukannya lalu mencium Arian.
Mereka berciuman sesaat, lalu melakukan hal romantis itu. Arian dan Freya benar-benar saling mencintai. Meskipun banyak rintangan tapi cinta mereka tulus. Mereka berbaring diranjang setelah lelah. Arian terus memeluk Freya, tak ingin istri tercintanya itu pergi lagi dari hidupnya.
"Sayang aku tadi sudah bertanya pada Papa tentang kejadian yang terjadi pada orangtuamu" ucap Arian.
"Maafkan aku, bagiku kini yang penting ada kau disisiku" ucap Freya.
"Kau mau dengar tidak?" tanya Arian.
Freya mengangguk dengan pertanyaan Arian.
"Bukan Papaku yang menabrak orangtuamu" ucap Arian.
Freya mendengarkan penuturan Arian.
"Malam itu supir Papaku izin keluar membawa mobil milik Papaku, dia mabuk-mabuk disebuah club malam lalu pulang dan mungkin menabrak kedua orangtuamu, setelah menabrak orangtuamu dia juga kecelakaan malam itu juga. Dia mati ditempat seketika. Karena mobil itu itu mobil pertama milik Papaku jadi Papaku tetap merawat mobil itu hingga sekarang meskipun pernah tabrakan" ucap Arian.
Freya memeluk erat Arian. Suaminya memang lelaki yang dikirim Allah untuknya.
"Maafkan aku sayang" ucap Freya.
"Oke sayangku, lagi pula bila aku jadi kamu pasti aku juga akan berpikir seperti itu" ucap Arian.
"I Love You" ucap Freya.
"I Love You Too" ucap Arian.
Tak lama pintu kamar mereka diketuk dari luar.
__ADS_1
Tuk....tuk....tuk.....
Arian dan Freya kalang kabut mereka langsung berganti pakaian. Freya berbaring diranjang sedangkan Arian membuka pintu kamarnya.
"Arian Papa ingin mengajakmu bicara" ucap Ibu Ruri.
"Siap Ma" ucap Arian.
"Papa dan Mama menunggu diruang keluarga ya" ucap Ibu Ruri.
"Iya Ma" ucap Arian.
Ibu Ruri meninggalkan tempat itu. Arian langsung memberitahu Freya kalau orangtuanya mau mengajaknya bicara.
"Freya ini saatnya kita memberitahu Papa dan Mama tentang pernikahan kita" ucap Arian.
Freya mengangguk, Arian memegang tangan Freya berjalan turun ke lantai bawah. Mereka masuk ke ruang keluarga, duduk disofa bersama Pak Alex dan Ibu Ruri. Arian dan Freya ingin mengatakan status pernikahan mereka biar tidak ada lagi kesalahfahaman.
"Papa, Mama aku sudah nikah sama Freya"ucap Arian.
"Apa?....."ucap Papa Alex dan Mama Ruri.
"Waktu itu kita nikah dadakan dibalai warga"ucap Arian.
"........."Freya hanya diam karena malu.
"Selamat ya Arian, Freya Papa senang mendengarnya"ucap Papa Alex.
"Kok kamu gak ngasih tahu Papa dan Mama, jadi gak enak Mama tadi jodoh-jodohin kamu sama Karin, maaf ya Freya. Mama gak tahu soalnya" ucap Mama Ruri.
"Tidak apa-apa Tante"ucap Freya.
"Panggil Mama saja"ucap Mama Ruri.
"Ya Mama"ucap Freya.
"Arian karena kamu sudah menikah mulai besok kamu kembali ke jabatanmu sebelumnya. Papa dan Mama juga punya hadiah pernikahan untuk kalian"ucap Papa Alex.
Arian senang sekali dengan ucapan ayahnya. Sudah mendapatkan Freya yang sholeha kini jabatannya kembali dan juga akan mendapatkan hadiah dari ayahnya.
"Rumah baru untuk kalian, jadi mulai besok kalian bisa tinggal disana"ucap Papa Alex.
"Makasih Papa, tau aja kalau Arian butuh rumah"ucap Arian.
"Nanti Mama carikan pelayan untuk bekerja dirumahmu"ucap Mami Ruri.
Freya beruntung bisa nikah sama Arian, udah ganteng, tajir, terus hot lagi. Kalian memang berjodoh walaupun diawal-awal musuhan tapi akhirnya jadi teman satu ranjang. Arian dan Freya masuk kamar Arian untuk istirahat malam ini.
"Sayang aku gentle kan udah mengenalkanmu sebagai istriku didepan Papa dan Mamaku"ucap Arian.
"Sayang terimakasih sudah mau mengakuiku sebagai istrimu, padahal kita berbeda kasta"ucap Freya.
"Sayang, aku nggak peduli soal itu, bagiku kamu spesial. Aku mencintaimu sayang"ucap Arian.
"Aku juga mencintaimu sayang"ucap Freya.
"Sayang dari pertama aku melihatmu saat memakai gaun pengantin milik Eriska, saat itu aku sudah menyukaimu"ucap Arian.
"Bukannya dulu kau merasa apes ya kalau bertemu denganku"ucap Freya.
"Itu karena kau sering ngomel-ngomel, padahal kau itu cantik"ucap Arian.
"Tapi dulu kitakan musuh, iyakan?"ucap Freya.
"Malam ini saja sayang, bersikaplah manis untukku ku mohon"ucap Arian.
"Aduh perasaanku kok jadi gak enak" ucap Freya dalam hatinya.
"Kalau udah romantis gini Freya udah jatuh ke perangkapku"ucap Arian dalam hatinya.
Tak lama ada badai datang menerjang. Ceisya masuk ke kamar Arian.
"Om, Tante Ceisya mau tidur bersama kalian"ucap Ceisya.
"Yah gatot deh malam indahku, ini tuyul ngapain kesini. Lagi romantisan malah nongol pengganggu kecil"ucap Arian dalam hatinya.
__ADS_1
"Ayo sini Ceisya deket Tante bobonya"ucap Freya.
"Gak ada harapan deh,kalau Ceisya tidur sama Freya. Papa, Mama gak tahu apa aku ini pengantin baru, masa diganggu setan kecil ini"ucap Arian dalam hatinya.
Arian kesal ponakan kecilnya mengganggu malam indahnya bersama Freya.
"Tante kok Bobo bareng Om Arian? apa lagi nyariin nyamuk sama tikus ya?"ucap Ceisya
"Ha...ha...ha...."Arian dan Freya tertawa.
Mereka bingung harus menjelaskan apa pada Ceisya.
"Gak, Tante sama Om Arian sudah menikah jadi bobonya bareng"ucap Freya.
"Om Arian itu kalau bobo suka ngorok sama ngiler Tante"ucap Ceisya.
"Abis deh nih ponakan ember banget sih mentang-mentang polos"batin Arian.
"Ceisya mau permen gak?"tanya Arian.
"Gak Om nanti giginya gigis, Ceisya maunya kalau bobo dipijetin sama Om Arian"ucap Ceisya.
Yah,mau romantisan gak jadi malah disuruh-suruh ma ratu kecil dadakan ini.
"Sayang buruan pijetin Ceisya"ucap Freya.
"Oke-oke"ucap Arian lalu memijat Ceisya.
"Tante Om Arian suka kentut sembarangan,bau lagi ya"ucap Ceisya.
"Lama-lama gue jitak juga nih Ceisya"ucap Arian dalam hatinya.
"Jorok banget sih kamu sayang"ucap Freya.
"Sayang kitakan sudah lama bersama masa kamu gak tahu"ucap Arian.
"Tante Om Arian tadi bilang Tante bawel dan galak"ucap Ceisya.
"Nih Bocil siapa yang ngajarin sih,mulutnya kelewat polos"ucap Arian dalam hatinya.
"Sayang kamu bilang begitu?"tanya Freya marah.
"Gak sayang, Ceisya salah denger"ucap Arian.
Tak lama Ceisya tertidur juga. Arian bisa romantisan dengan Freya lagi.
"Sayang I Love You"ucap Arian.
"I Love You Too sayang"ucap Freya.
"Sayang tak ku sangka kita akan bersama seperti ini" ucap Arian.
"Sayang aku juga tidak menyangka akan menikahi musuhku"ucap Freya.
"Tapi percintaan antara musuh biasanya lebih romantis" ucap Arian.
"Ih....kamu ya sayang"ucap Freya.
"Sayang, aku berharap diperutmu nanti ada buah cinta kita"ucap Arian.
"Aku tidak yakin bisa hamil sayang"ucap Freya.
"Kenapa memangnya?"tanya Arian.
"Dulu saat menikah dengan Andika saja, aku belum kunjung hamil padahal sudah lima tahun kita menikah"ucap Freya.
"Sayang kita akan berusaha setiap hari, aku senangat deh usahanya"ucap Arian.
"Itu mau-maunya kamu aja sayang"ucap Freya.
"Sayang dengan begitu kita akan segera dikaruniai keturunan"ucap Arian.
"Sayang ngantuk"ucap Freya.
"Tidurlah sayang"ucap Arian.
__ADS_1
Freya tidur dipelukan Arian. Dia senang bisa bersama Arian walaupun agak aneh dan ada aja kelakuan nyebelinnya. Tapi benci beda tipis dengan cinta. Yah begini hasilnya deh, nikahin musuh sendiri.