
Arian berbaring diranjang bersama Freya. Mereka sedang bercerita sebelum tidur. Freya tidur didada Arian sambil terus mengelus dagu Arian.
Sementara Arian memeluk Freya dalam dekapannya.
"Sayang Papa dan Mamamu meninggal karena apa?" tanya Arian.
"Mereka meninggal karena ketabrak mobil" ucap Freya.
"Lalu yang menabrak tanggungjawab tidak atau udah dipenjara?" tanya Arian.
Freya mengingat kembali peristiwa dimasa lalu.
Dia teringat peristiwa menyayat hati itu. Dalam semalam Freya dan Fina kehilangan ayah dan ibunya.
"Tidak, mobil itu pergi begitu saja" ucap Freya.
"Tega sekali yang menabrak orangtuamu" ucap Arian.
"Saat itu aku dan Fina hanya bisa menangis, melihat ayah dan ibuku berlumur darah, aku berpikir mungkin akan terjadi sesuatu pada ayah dan ibuku, ternyata benar malam itu juga mereka pergi untuk selama-lamanya" ucap Freya.
Arian mencium kening Freya. Dia kasihan pada istrinya yang sudah jadi yatim piatu dari masih kecil.
"Aku akan membahagiakanmu sayang" ucap Arian.
"Makasih sayang" ucap Freya.
Arian mencium Freya. Mereka melakukan hal romantis dimalam yang sunyi dan sepi itu. Hanya mereka berdua yang menikmati indahnya malam yang indah itu bersama. Arian bersyukur memiliki wanita yang menerimanya apa adanya. Kini malam-malamnya tak kesepian dan sendirian lagi.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
Arian dan Freya sedang duduk diruangan depan. Arian menghampiri istrinya yang sedang menjahit kancing baju Arian.
"Sayang ikut aku pulang ke rumah orangtuaku"ucap Arian.
"Sayang aku belum siap, bagaimana kalau mereka tahu aku ini hanya anak yatim piatu yang miskin"ucap Freya.
"Sayang keluargaku tidak pernah memandang orang dari kaya atau miskin, dimata mereka semuanya sama"ucap Arian.
"Tapi apa aku pantas jadi istrimu?"tanya Freya.
"Sayang kau itukan memang istriku,kau harus dapat pengakuan dari keluargaku"ucap Arian.
"Sayang aku....... "ucap Freya.
"Sayang percayalah,kau akan diterima dengan baik oleh keluargaku"ucap Arian.
"Baiklah aku ikut, tapi jangan bilang dulu kalau aku istrimu, beri aku waktu sayang"ucap Freya.
"Baiklah sayang"ucap Arian.
__ADS_1
"Jadi kau maukan pergi ke rumah orangtuaku?" tanya Arian lagi.
"Iya,tapi kau jangan macam-macam disana, aku malu"ucap Freya.
"Iya sayang"ucap Arian.
Akhirnya Freya mau juga. Dia berganti pakaian dan berdandan. Freya berusaha sebaik mungkin mungkin untuk bertemu mertua dan keluarga Arian.
Sampai dirumah besar orangtuanya, Arian dan Freya masuk ke rumah besar itu.Arian sudah disambut Ibunya dan gadis cantik disamping Ibunya.
"Arian"ucap Mama Ruri.
"Mama"ucap Arian.
"Arian siapa gadis disampingmu itu?"tanya Mama Ruri.
"Dia Is...."ucap Arian terhenti saat melihat tatapan tajam Freya padanya.
"Saya Manajer Akunting dikantor tempat Arian bekerja"ucap Freya.
"Oo...kamu karyawan Papanya Arian"ucap Mami Ruri.
"Kak Arian masih inget aku gak ya?"tanya Karin.
"Susah ingat cewek lain semenjak sama Freya"
ucap Arian dalam hatinya.
"Ini Karin,Arian.Temen kamu waktu kecil dulu"
ucap Mama Ruri.
"Kak Arian masuk ke dalam yuk"ucap Karin menggandeng Arian masuk ke dalam rumah.
"Aduh nih Karin ngapain gandeng tanganku segala,Freya pasti marah habis ini,heelsnya pasti melayang dimukaku"ucap Arian.
Arian tidak tahu kenapa tiba-tiba ada Karin. Gadis itu centi dan genit. Arian khawatir Freya akan cemburu dan marah.
Karin sendari tadi manja didekat Arian.Mata Freya mulai memusatkan pada satu titik kemarahan didepannya.Arian kamu akan habis disembur Mbah dukun nanti.
"Arian mama mau ngajak Freya ke atas dulu"ucap Mami Ruri.
"Oke Ma"ucap Arian.
Mama Ruri sengaja membawa Freya pergi,supaya Arian bisa berduaan dengan pelakor kecentilan itu.
"Kak Arian kangen banget Karin sama Kak Arian"ucap Karin.
"Aku gak kangen tuh sama kamu,dulukan waktu kecil aku suka nenggelemin bonekamu ke comberan,apa dia gak dendam sama aku sekarang"ucap Arian dalam hatinya.
__ADS_1
"Karin aku mau ke toilet dulu,kebelet nih udah ketut terus,bau lagi.Kamu gak nyium baunya dari tadi"ucap Arian mencari alasan.
"Ih....Kak Arian jorok banget"kata Karin.
"Aku permisi ke toilet ya"ucap Arian langsung kabur.
Arian berusaha kabur dari pelakor dadakan yang bisa merusak keutuhan rumah tangganya yang baru dibangun.
Arian naik ke lantai atas mencari sang pujaan hati.Freya sedang berjalan sendiri lalu Arian menariknya ke kamar lama Arian.
"Sayang ngapain kita kesini,bukannya tadi kamu lagi bermesraan sama Karin ya"ucap Freya.
"Sayang,dia itu dulu sering ku bully saat masih kecil,dia aja yang nganggap hubunganku sama dia dekat"ucap Arian.
"Tadi kamu kesenengan tuh digandeng sama Karin"ucap Freya.
"Sayang dia itu nyosor duluan,aku belum siap mengusirnya tadi"ucap Arian.
"Arian ini kamar siapa?bagus banget"ucap Freya.
"Ini kamarku lamaku Freya"ucap Arian.
Freya berjalan melihat-lihat barang dikamar itu. Dia melihat buku catatan dimeja dekat ranjang. Dia membaca tulisan dilembar paling belakang dibuku itu.
"Kau yang menulisnya sayang?"tanya Freya.
"Iya, dulu saat kita terpisah, saat itu aku belum tahu perasaanmu yang sebenarnya padaku"ucap Arian.
Freya langsung memeluk Arian.
"Allah sudah menyatukan kita sayang, walau dipisahkan terlebih dahulu"ucap Freya.
"Iya sayang, jujur saat itu aku takut tidak bisa bersamamu lagi. Aku kesepian dan sendirian tanpamu"ucap Arian.
"Aku juga merasakan hal yang sama"ucap Freya.
"Sayang percayalah Karin itu hanya teman masa kecil, justru aku sering nenjahilinya"ucap Arian.
"Tapi bagaimana jika kau dijodohkan dengannya?" tanya Freya.
"Kita katakan saja pada orangtuaku kalau kita sudah menikah sayang"ucap Arian.
"Apa harus begitu ya?"tanya Freya.
"Iya sayang, orangtuaku akan senang jika mereka tahu aku sudah menikah"ucap Arian.
"Baiklah"ucap Freya.
"Biar Karin tahu, dan menjauh dariku"ucap Arian.
__ADS_1
Freya mengangguk, dia juga takut Arian akan dijodohkan dengan Karin. Apalagi wanita itu selalu menempel pada Arian. Bagaimana kalau sampai membuat Arian tergoda. Freya mengkhawatirkan hal itu.