
Setelah bertemu Hanum Arian berjalan keluar dari restoran tak sengaja bertubrukan dengan seorang lelaki bertopi dan mengenakan masker.
"Maaf Mas"ucap Lelaki itu.
"Oh....tidak apa-apa"ucap Arian.
Arian kemudian melanjutkan berjalan keluar dari restoran, tak sengaja bertemu Somat.
"Somat"ucap Arian.
"Bos"ucap Somat.
"Kamu ngapain disini?"tanya Arian.
"Saya disuruh menyusul Bos untuk memberikan berkas ini"ucap Somat memberikan Arian berkas itu.
"Oya, makasih ya"ucap Arian.
"Bos mumpung direstoran gak neraktir saya makan, bisa kurus nih udah naik motor butut mati bolak balik kaya foto copy"ucap Somat.
"Ayo ku traktir makan"ucap Arian.
Arian mentraktir Somat makan. Ampun deh itu meja penuh semua makanan, mentang-mentang ditraktir gak kira-kira, emang sih Somat gemuk dan doyan makan. Tapi inget ini kamu minta traktir Bos, biasanyakan jin tomang yang neraktir Bos ini kebalik. Maklum musim corona melanda sampai dilampu ajaib juga. Para jin kabur dari lampu ajaib, ngikut manusia ngantri divaksin corona.
"Bos piringnya kok gede amet isinya sedikit, gak bikin kenyang nih, coba piringnya bisa dimakan juga"ucap Somat.
"Udah makan aja"ucap Arian.
"Bos nasinya kurang nih, biasanya saya makan dua bakul sekaligus"ucap Somat.
"Tidak ada nambah ya Somat"ucap Arian.
"Bos kepitingnya kurang gede, udangnya kurang banyak, gak bisa tuker tambah apa sama motor bututku didepan"ucap Somat.
"Kau bawa motor bututmu kesini tadi?"tanya Arian.
"Iya Bos, mau naik angkot, pintu angkotnya gak muat buat masuk saya Bos"ucap Somat.
"Kenapa gak naik bus aja"ucap Arian.
"Nah itu dia masalahnya Bos, saya mesti bayar tiga kursi sekaligus. Kalau cuma satu kursi, seperempat bokong saya yang bisa duduk, sisanya tak kasat mata Bos"ucap Somat.
"Kenapa gak nebeng Jono, tadi dia kesini juga nganter berkas"ucap Arian.
"Nah itu dia Bos, setiap nebeng Jono motornya pasti jungkir balik, bannya kempes langsung, joknya copot"ucap Somat.
"Pantas kalau kamu nebeng Jono, motornya pasti ke UGD langsung"ucap Arian.
"Jono sampai nangis Bos, motor di UGD bengkel selama seminggu gara-gara saya, yaudah saya bawain tuh motor miniaturnya, eh dia malah pingsan gara-gara kangen motornya yang masih dirawat"ucap Somat.
"Somat, makanannya udah habis semua, kamu kuat juga makannya, udah kenyangkan?"tanya Arian.
"Ini baru cuci mulut doang Bos, ada yang lain gak yang bikin kenyang"ucap Somat.
"Ampun kamu udah makan semeja penuh belum kenyang"ucap Arian.
"Emak saya aja kalau masak nasi 10 kilo buat makan saya seharian Bos"ucap Somat.
"Itu nasi buat Se RT Somat, udah kaya vacum cleaner aja kamu Somat"ucap Arian.
"Nanti kalau saya gak makan banyak bisa sakit dan terdampar dipulang kapuk gak bangun-bangun Bos"ucap Somat.
"Yaudah, sudah selesai makannya kita balik kantor"ucap Arian.
Arian dan Somat menuju parkiran mobil.
"Bos saya naik motor butut saya aja"ucap Somat.
"Naik mobil aja tar kesiangan balik kantornya"ucap Arian.
Somat akhirnya ikut Arian naik mobil tapi......
"Bos pintu mobilnya gak muat nih, baru kepala sama setengah badan saya yang masuk, sisanya tertinggal diluar"ucap Somat.
"Gimana nih Somat? aku dorong deh biar masuk"ucap Arian.
Nah lo Arian Somat kecepit pintu mobilmu yang mewah itu. Bingung deh Somat, mau masuk gak muat, mau keluar gak bisa. Diem aja sampai kapan penderitaan ini berakhir.
"Tenang Somat, ini saya dorong kuat-kuat"ucap Arian.
"Bos mana saya mau BAB nih"ucap Somat.
"Pantas saja dari tadi bau banget"ucap Arian.
"Maklum Bos, tiga hari saya belum BAB, masih ngungsi Si kuningnya diperut, betah belum bisa berpisah dari temannya sesama kuning"ucap Somat.
"Tahan kentut Somat, saya tarik nih"ucap Arian.
"Oke Bos, asalkan jangan disuruh nahan nafas" ucap Somat.
"Satu....dua....tiga....."ucap Arian.
Sreeeeek..............
"Gimana Bos, saya masih nyangkut aja nih"ucap Somat.
"Iya, maaf ya Somat celanamu robek semua"ucap Arian.
"Yah ketahuan dong Bos, daleman saya warna pink"ucap Somat.
"Tenang Somat belum sobek semua, masih ada sisa-sisanya"ucap Arian.
"Bos gimana nih dah gak kuat pengen BAB"ucap Arian.
"Somat tenangkan pikiran, tarik nafas dalam-dalam keluarkan perlahan, lalu mengedanlah biar bayinya keluar"ucap Arian.
"Bos saya tidak sedang mau melahirkan, saya mau BAB Bos"ucap Somat.
"Kalau gitu saya setelkan musik klasik biar pikiranmu tenang"ucap Arian.
Arian menyetel musik klasik untuk Somat.
"Gimana Somat, apa pikiranmu dan Si kuning sudah tenang dialamnya?"tanya Arian.
"Bos kok malah makin pengen, gimana nih Bos" ucap Somat.
"Tenang aku nyalakan AC mobil deh"ucap Arian.
Arian menyetelkan AC mobil sampai dingin.
"Bos, saya benter lagi beku tapi setengah badannya doang, sisanya kepanasan kena sinar matahari"ucap Somat.
__ADS_1
"Tenang Somat, saya kipasin deh pantatmu"ucap Arian.
Arian mengipasi pantat Somat.
"Bos bokong saya berasa dipantai, tapi kok jadi gak pengen BAB lagi"ucap Somat.
"Iya sih, tapi dari tadi saya mengipasi bokongmu sampai pakai helm loh, soalnya kamu kentut terus"ucap Arian.
"Kayanya saya masuk angin Bos"ucap Somat.
Setelah sekian lama penderitaan dan berbagai teori dan cara dari yang biasa sampai aneh sekalipun dicoba. Sampai memakai cara menghidangkan makanan dimeja agar Somat tertarik dan berusaha keluar sendiri dan juga mengusap lampu ajaib kali aja Somat mengecil dan kembali ke asalnya didalam lampu ajaib.
Akhirnya Somat bisa dikeluarkan. Karena peristiwa traumatika itu Somat memutuskan naik motor bututnya yang sekarang dan bunyinya bak mainan anak-anak tok....tok....tok................
Arian cus kembali ke perusahaan, dia langsung menemui Freya diruangan akunting mumpung jam istirahat, staf pada cabut ke kantin. Sementara Freya masih sibuk mengurus laporan keuangan.
"Sayang, kau lapar gak? aku bawa jus dan kebab nih"ucap Arian.
"Makasih sayang, aku laper tapi kerjaan numpuk" ucap Freya.
Arian mendekati Freya dan langsung menciumnya.
"Ar....."ucap Freya langsung terdiam saat Arian menciumnya.
"Sayang makan dulu baru ngerjain pekerjaannya ya"ucap Arian setelah berciuman.
"Iya sayang"ucap Freya.
Freya memperhatikan kemeja didalam jas Arian, ada bekas lipstik berbentuk bibir, seperti bekas ciuman.
"Sayang kau dari mana?"tanya Freya.
"Dari meeting dengan klien"ucap Arian.
"Kliennya cewek atau cowok?"tanya Freya.
"Cewek"ucap Arian.
"Kau kenal dengan dia?"tanya Freya.
"Kok kamu tahu sayang?"tanya Arian balik.
"Siapa orangnya?"tanya Freya kembali.
"Itu sayang....dia mantan pacarku yang kuselingkuhi dulu"ucap Arian.
"Mantan pacarmu, beneran?"tanya Freya.
"Beneran"ucap Arian.
"Kau tidak CLBK kan?"tanya Freya.
"Sayang kau cemburu?"tanya Arian.
"Itu bekas lipstik dikemejamu punya siapa?"tanya Freya.
"Bekas lipstik"ucap Arian melihat ke bajunya.
"Loh kok ada bekas lipstik gini"ucap Arian.
"Kau yakin hanya bertemu biasa?"tanya Freya.
"Suer sayang, aku hanya meeting biasa gak ada yang aneh-aneh. Aku juga gak tahu bekas lipstik ini dari mana"ucap Arian.
"Gak sayang, aku cuma cinta sama kamu"ucap Arian.
"Sini"ucap Freya.
"Iya sayang"ucap Arian.
Arian mendekatkan dirinya pada Freya. Kemudian Freya menghapus bekas lipstik itu dengan tisu.
"Sayang I Love You"ucap Arian memastikan Freya tak marah padanya.
Freya hanya diam, Arian cemas Freya akan marah gara-gara noda lipstik yang entah dari mana asalnya. Tapi justru Freya malah mencium Arian.
"I Love You Too Arian"ucap Freya.
"Makasih sayang, kau percaya padaku"ucap Arian.
"Sayang aku punya kabar gembira"ucap Arian.
"Kabar gembira apa?"tanya Freya.
"Aku sekarang Presiden Direktur disini"ucap Arian.
"Bukannya Papamu ya sayang"ucap Freya.
"Papaku pensiun, beliau memintaku memimpin perusahaan"ucap Arian.
"Alhamdulillah, selamat ya sayang"ucap Freya memeluk Arian.
"Iya sayang, ini semua karena rejekimu dan Rafka"ucap Arian.
Setelah bel masuk, Arian balik ke ruangannya. Freya kembali mengecek data dilaptopnya. Tiba-tiba ada pesan masuk ke handphonenya. Freya membaca pesan itu.
Dari MR. BLACK
Kau suka hadiahku tadi
Itu hanya pemanis saja untukmu
Mungkin besok lebih dari itu
Semakin seru permainan ini bersiaplah
Freya langsung terdiam memikirkan pesan itu.
Dia yakin noda lipstik itu sengaja dikirim MR. BLACK untuknya agar dia cemburu pada Arian.
MR. BLACK kenapa tak mengirim sandal jepit saja, lagi butuh nih saat musim hujan. Atau kirimin masker lagi mahal soalnya. Sekalian kirimin sembako gratis lagi banyak PHK nih. Dari pada neror gak jelas bikin dosa aja.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
Sepulang bekerja Freya meminta Arian mengantarnya bertemu Tiva teman semasa SMA nya. Kebetulan sudah lama Freya belum bertemu Tiva. Mereka bertemu disebuah cafe. Arian mengantar Freya sampai parkiran cafe itu.
"Sayang kau yakin bertemu dengan Tiva?"tanya Arian.
"Yakin sayang, dah lama aku belum ketemu sama dia"ucap Freya.
"Nanti pulang aku jemput ya"ucap Arian.
__ADS_1
"Aku naik taksi aja sayang"ucap Freya.
"Kalau gitu pulangnya jangan malam-malam ya"ucap Arian.
"Iya sayang"ucap Freya.
"Sayang pulangnya nanem singkong dikebun Pak Amat ya"ucap Arian.
"Oke sayang"ucap Freya.
Setelah Arian mengantar Freya sampai parkiran restoran itu, kemudian Arian mengendarai mobilnya pulang ke rumah. Sementara Freya menemui Tiva disudut restoran itu.
"Tiva"ucap Freya.
"Freya"ucap Tiva.
"Duduk"ucap Tiva
"Oke"ucap Freya.
Freya duduk dibangku kosong sekolah eh....bukan ini restoran, settingan tempatnya ya duduk didepan Tiva, ingat author ini bukan novel horor tar pada kabur reader kalau muncul kuyang dibangku kosong....ih......serem....
"Freya dah lama ya kita gak nongkrong gini"ucap Tiva.
"Iya Tiva, biasa dulu jajan bohlor, cireng, otak-otak ma cimol bareng diwarung Mpok Mumun"ucap Freya.
"Sampai aku ngutang tuh sama Mpok Mumun, hutangku aja setebel novel, bacanya aja kaya pidato gak ada habisnya"ucap Tiva.
"Terus dah kamu bayarkan hutangnya?"tanya Freya.
"Nah itu dia Freya, habis lulus aku belum punya duit juga buat bayarnya, eh tahu-tahu aku dapat surat wasiat dari Mpok Mumun"ucap Tiva.
"Surat wasiat apaan?"tanya Freya.
"Surat wasiat hutang yang diturunkan pada anaknya Mpok Munun, jadi aku mesti bayar ke Mpok Munun"ucap Tiva.
"Jadi Mpok Mumun dah meninggal ya"ucap Freya.
"Iya, mana sebelum meninggal katanya sempet bilang ke anaknya kalau ada novel hutangku yang mesti dibaca anaknya. Terus selama tiga harian anaknya baca novel hutangku itu"ucap Tiva.
"Ya ampun, itu hutang masih legend aja, makanya Tiva udahan ngutangnya"ucap Freya.
"Itu dia masalahnya aku ngajak kamu ketemuan Freya, aku pinjem uang dong 5 juta aja"ucap Tiva.
"Kemarin setahuku di medsos kau baru dari luar negeri, ke Mall, dan beli mobil baru"ucap Freya.
"Bohong banget, yang keluar negeri itu editan, ke Mall cuma lihat-lihat doang itupun aku pakai sandal jepit, baju cuma yang atasnya yang branded itupun boleh minjem makanya aku foto setengah badan doang, mobil baru itu punya orang ditempat nyuci mobil tempat aku nongkrong. Biasa ketenaranku hanya pemalsuaan belaka demi konten"ucap Tiva.
"Oh gitu toh, terus pacarmu ganteng-ganteng, brondong lagi"ucap Freya.
"Mereka cuma pacar bohongan, tau sendiri anak SMA tinggal diisiin pulsa ma kuota juga mau tuh ku ajak jalan terus makan nasi kucing dipinggir jalan deket got, beres"ucap Tiva.
"Ternyata hidupmu penuh kepalsuan dan booongan ya Tiva"ucap Freya.
"Bukan itu aja Freya, nih dadaku kelihatan menantang padahal isinya plastik diisi air biar kaya implan gitu, idung kelihatan mancung padahal tanam benang, aslinya mah mancung ke dalam. Pipi halus mulus padahal gradakan penuh jerawat kecil-kecil, aku make dempul yang banyak. Pengen ke mbah dukun biar cantik eh biaya per satu semburannnya mahal banget"ucap Tiva.
"Palsu semua ya"ucap Freya.
"Aku pusing pengen tenar dan terkenal tapi gak punya modal, jadi mau gak mau tapi booong triknya"ucap Tiva.
"Kenapa kamu gak kerja aja sih Tiva"ucap Freya.
"Aku cuma lulusan SMA paling jadi OB, gak cocok sama statusku selebgram. Masa iya aku jadi OB apa kata fansku nanti"ucap Tiva.
"Oya aku denger kamu sempat dikeroyok ibu-ibu gara-gara jadi pelakor, bener?"tanya Freya.
"Gak gitu ceritanya, aku cuma pengen kaya, nempel-nempel gitu sama Om-om berdasi gak tahunya supir angkot, abis deh aku dikeroyok tiga bini plus dua puluh anaknya"ucap Tiva.
"Parah banget sih nasibmu, yaudah aku pinjemin 5 juta"ucap Freya.
"Kamu memang best friendku Freya, makasih ya"ucap Tiva.
"Sama-sama"ucap Freya.
"Freya tas ma jammu branded, boleh gak aku pinjem buat foto doang"ucap Tiva.
"Boleh deh"ucap Freya.
Tiva meminjam jam dan tas branded milik Freya.
Cekrek......cekrek..........
"Caption: Nongkrong syantik diresto favorit"ucap Tiva.
Tiva mengembalikan barang Freya kembali.
"Freya bayarin ya makanan dan minumannya, dompetku tiris, isi ribuan doang buat naik angkot tar"ucap Tiva.
"Ampun, kamu sampai kere gitu Tiva"ucap Freya.
"Maklum belum dapat sponsor"ucap Tiva.
"Tiva itu dressmu bolong keteknya"ucap Freya.
"Ini dress sepuluh rebuan bekas orang mati Freya, aku nyicil bayarnya, seribu perbulan"ucap Tiva.
"Oh baju bekas yang dijual dipinggir jalan ya"ucap Freya.
"Iya betul"ucap Tiva.
"Freya sorry ya bau asem dikit, aku belum mandi habis belum bisa bayar tagihan air. Mandi ditoilet umum belum sempet"ucap Tiva.
"Ampun, kamu masih kaya dulu Tiva"ucap Freya.
"Ya gitu deh, gengsi lebih tinggi dari kemampuan yang nol"ucap Tiva.
Ini dia yang dinamakan pengen tenar tapi gak modal. Untung gak punya tuyul repot tar tiap hari Si tuyul harus muter gak ada liburnya. Padahalkan tiap tanggal merah tuyul biasa nonton film ke bioskop sama temen-temennya.
"Freya cowok dipojok ganteng berdasi dan mengenakan jas rapi, pasti orkay ya"ucap Tiva.
"Bisa"ucap Freya.
"Saatnya aku gunakan pesona kecantikan KW ku buat menggodanya"ucap Tiva.
"Jangan sembrono Tiva, kalau dah punya bini gimana?"ucap Freya.
"Kelihatannya duduk sendirian, paling masih single"ucap Tiva.
"Iya sih"ucap Freya.
"Aku beraksi dulu Freya"ucap Tiva.
__ADS_1
"Ada-ada aja kamu Tiva"ucap Freya.