DUDA JANDA HOT

DUDA JANDA HOT
Perpisahan Yang Menyakitkan


__ADS_3

Freya menangis diranjang kamarnya sambil berbaring. Semua kenangan cinta bersama Andika hancur berkeping-keping hingga tak bisa kembali utuh. Hatinya perih seakan tertusuk pisau, dan dia tak bisa mencabut pisau itu dari hatinya. Impian indahnya tentang pernikahan seakan sirna. Pengkhianatan yang dilakukan Andika sudah menghancurkan mahligai rumah tangganya.


"Andika, kenapa setelah 4 tahun ini kau mengkhianatiku. Dimana cinta yang dulu selalu kau ucapkan untukku hik...hik....."ucap Freya sambil menangis.


"Aku selalu setia menemanimu, bahkan aku mengorbankan karirku demi fokus menjadi istrimu, tapi kenapa kau membalasku dengan ini Andika hik...hik....."ucap Freya.


"Semua kenangan indah diantara kita hancur dan tak tersisa hik....hik....."ucap Freya.


Freya terus menangis hingga tertidur diranjangnya. Setelah malam hari, Andika membangunkannya.


"Freya bangun....bangun....."ucap Andika membangunkan Freya.


"Andika"ucap Freya terbangun dari tidurnya.


"Aku dan Maya mau tidur dikamar ini, jadi pindahlah ke kamar yang lain"ucap Andika.


"Apa?.....kau benar-benar membawa Maya kesini?"tanya Freya.


"Iya, memang kenapa?"tanya Andika balik.


"Kau benar-benar sudah gila, kita sudah tidur dikamar ini selama 4 tahun dan kau mau tidur dengan Maya disini"ucap Freya.


"Iya, Maya berhak mendapatkan kamar yang terbaik, dia itu orang kaya raya, dia harus mendapatkan kamar yang sesuai dengan keinginannya"ucap Andika.


"Kau membawa selingkuhanmu kesini, dan ingin mengambil kamar yang kita tempati bertahun-tahun. Andika lebih baik kau ceraikan saja aku, aku tidak sanggup hidup bersama maduku hik....hik...."ucap Freya.


"Oke, secepatnya aku akan menceraikanmu. Lagipula apa untungnya aku menikah denganmu, kau itu tidak berguna"ucap Andika.


"Cukup.....sudah cukup kau menghinaku, aku akan menunggu surat cerai darimu. Kita akan bertemu dipengadilan nanti"ucap Freya.


"Oke tidak masalah, aku sudah punya Maya yang lebih segalanya darimu"ucap Andika.

__ADS_1


"Kau benar-benar sudah dibutakan dengan harta dan kekuasaan, sampai kau melupakan cinta kita"ucap Freya.


"Cinta? apa arti cinta yang tidak bisa memberiku segalanya, dengan harta dan kekuasaan aku dihormati dan dipuji banyak orang"ucap Andika.


"Baiklah, nikmatilah harta dan kekuasaanmu itu semoga kau puas dan tidak menyesalinya dikemudian hari"ucap Freya.


Freya meninggalkan kamar itu, dia membawa semua baju dan barang miliknya keluar dari rumah Andika.


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


Eriska membereskan semua bajunya ke koper miliknya. Dia hendak meninggalkan Arian. Ketika dia membereskan bajunya, Arian langsung menghampirinya.


"Sayang kamu mau kemana?"tanya Arian.


"Mau pergilah, ngapain aku tetap tinggal dikontrakkan sempit dan panas kaya gini"ucap Eriska.


"Sayang, aku janji akan bekerja lebih keras lagi agar bisa membahagiakanmu"ucap Arian.


"Sayang ku mohon jangan pergi"ucap Arian.


"Arian, aku sudah punya kekasih baru yang bisa mencukupi semua kebutuhanku, untuk apa aku tinggal bersamamu dan harus menderita hidup miskin begini"ucap Eriska.


"Sayang, selama ini aku sudah berusaha membahagiakanmu, apa kau tidak ingat itu"ucap Arian.


"Itu dulu, sekarang? kau miskin, bahkan aku ingin keluar negeri satu bulan sekali saja kau tak mampu membayarkanku"ucap Eriska.


"Lalu gimana dengan cinta kita selama bertahun-tahun ini?"tanya Arian.


"Cinta? Arian jangan naif deh, cinta itu tumbuh jika ada uang, jika tidak ada uang untuk apa aku tetap bertahan dengan cinta yang bahkan tidak bisa dimakan"ucap Eriska.


Eriska menyeret kopernya keluar dari kontrakkannya. Didepan kontrakkan sudah ada lelaki berjas rapi berdiri didepan mobil mewahnya.

__ADS_1


"Sayang"ucap Eriska menghampiri lelaki itu.


"Sayang"ucap Jessen.


Eriska dan Jessen berpelukan didepan kontrakkan itu. Tak lama Arian keluar dari kontrakkan melihat Eriska berpelukan dengan seorang lelaki.


"Eriska......"teriak Arian.


Eriska melepas pelukannya dari Jessen.


"Eh....Arian"ucap Eriska.


"Eriska kau itu masih istriku, apa pantas kau berpelukan dengan lelaki lain"ucap Arian.


"Istri?.....sebentar lagi aku akan mengirimkan surat pengajuan ceraiku padamu, jadi jangan panggil aku istri lagi"ucap Eriska.


"Eriska, dulu aku sudah memberimu segalanya, apa ini balasan dari semua kasih sayang yang ku berikan padamu"ucap Arian.


"Arian, sudah ya. Sebaiknya kau move on dariku, jangan ngarep terus. Aku sudah tak sanggup hidup denganmu"ucap Eriska.


"Sayang ayo pulang ke rumahku"ucap Jessen.


"Ayo, dah Arian....."ucap Eriska melambaikan tangannya pada Arian.


"Eriska setelah kau melangkah keluar dari hidupku jangan harap kau akan bisa kembali lagi"ucap Arian.


"Siapa juga yang mau kembali denganmu, miskin"ucap Eriska.


Eriska meninggalkan Arian. Dia naik mobil Jessen, pergi bersamanya meninggalkan kontrakkan Arian. Tinggal Arian yang masih berdiri, terdiam didepan kontrakkannya.


"Seperti ini rasanya tidak memiliki cinta yang tulus. Ketika cinta hanya dilihat dari uang, ketika uang tak ada cinta itu juga ikut hilang. Cinta yang tulus akan tetap ada dalam suka maupun duka"ucap Arian.

__ADS_1


"Selamat tinggal Eriska, mulai sekarang aku akan melupakanmu dan menghapusmu dari hidupku"ucap Arian.


__ADS_2