DUDA JANDA HOT

DUDA JANDA HOT
Maafkan Aku


__ADS_3

"Begini, sekolah ini kekurangan guru pengajar. Hanya ada 4 guru untuk 6 kelas. Jadi waktu mengajarnya harus bergantian"ucap Ibu Hasnah.


"Oh....pantas saja anak-anak ada diluar"ucap Freya.


"Kami selaku pihak sekolah sudah membuka lowongan untuk guru pengajar tapi sampai sekarang kami belum mendapatkan orang yang mau menjadi guru pengajar"ucap Ibu Hasnah.


".........."Freya terdiam mendengarkan Ibu Hasnah bercerita.


"Semua orang tahu gaji guru pengajar tidak seberapa. Mereka lebih tertarik bekerja menjadi karyawan swasta yang gajinya lebih besar"ucap Ibu Hasnah.


"Kasihan juga anak-anak yang sekolah disini, mereka harus belajar bergantian"ucap Freya.


"Padahal sekolah ini tempat sekolah untuk anak-anak dari keluarga tak mampu karena biaya sekolah disini terjangkau untuk mereka"ucap Ibu Hasnah.


"Untung masih ada sekolah yang biayanya terjangkau untuk keluarga yang tidak mampu"ucap Freya.


"Iya, tapi kurangnya dari pihak sekolah adalah guru pengajar. Belum ada yang mau mengajar disini dengan gaji yang sangat kecil"ucap Ibu Hasnah.


"Semoga ada yang tergerak hatinya untuk mengajar disini Bu, kasihan anak-anak itu"ucap Freya.


"Amin, terimakasih"ucap Ibu Hasnah.


"Sama-sama"ucap Freya.


"Oya dari tadi ngobrol, saya belum tahu siapa namamu?"tanya Ibu Hasnah.


"Saya Freya"ucap Freya.


Setelah berbincang dengan Ibu Hasnah Freya berangkat ke kantor. Dia kesingan karena itu. Freya berlari mengejar bus yang berjalan. Dia berhenti karena busnya tidak berhenti juga. Nafasnya tersengal-sengal kelelahan.


Hah.....hah....hah.........


Sebuah mobil mewah berhenti didekatnya. Seseorang keluar dari mobil itu. Dia ternyata Dokter Haris.


"Freya"ucap Dokter Haris.


"Mas Haris"ucap Freya.


"Ayo bareng, biar ku antar sampai kantormu"ucap Dokter Haris.


"Tapi......, saya mau naik bus saja"ucap Freya.


"Didalam mobil ada ibuku, kita tidak hanya berdua"ucap Dokter Haris.


"Baiklah"ucap Freya.

__ADS_1


Dokter Haris membukakan pintu mobil belakangnya. Freya masuk ke dalam mobil itu.


"Assalamu'alaiku"ucap Freya.


"Wa'alaikumsallam, kemarilah nak duduk disamping Ibu"ucap Ibu Risa.


"Iya Bu"ucap Freya.


Freya duduk disamping Ibu Risa dikursi belakang mobil. Dokter Haris masuk ke mobil dan mulai mengendarainya. Sementara Freya dan Ibu Risa mengobrol bersama.


"Freya apa kau sudah sarapan?"tanya Ibu Risa.


"Sudah Bu"ucap Freya.


"Ibu membuat bento spesial, maukah kau membawanya untuk makan siangmu?"tanya Ibu Risa.


"Boleh, terimakasih ya Bu"ucap Freya.


"Iya"ucap Ibu Risa.


Freya menerima bento spesial dari Ibu Risa.


"Freya, Haris itu orangnya sabar, penyayang dan baik hati. Insya Allah kau akan bahagia bersamanya"ucap Ibu Risa.


Freya hanya mengangguk dengan ucapan Ibu Risa.


Freya tersenyum dengan ucapan Ibu Risa. Tak lama mobil itu sampai depan lobi perusahaan. Freya turun dari mobil kemudian masuk ke dalam perusahaan.


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


Siang itu Freya duduk dikursi kerjanya,dia tidak beristirahat untuk pergi ke kantin perusahaan. Freya hanya memegangi kepalanya.Arian masuk ke ruangan akunting dan mendekati Freya yang sedang memegangi kepalanya.


"Freya kamu kenapa?"tanya Arian.


"Badanku gak enak,kepalaku pusing dan perutku mual"ucap Freya.


"Kau mau pulang?"tanya Arian.


"Tidak"ucap Freya.


"Aku ambilkan minyak angin ya"ucap Arian.


"Boleh"ucap Freya.


Arian mengambilkan Freya minyak angin.

__ADS_1


"Nih minyak anginnya"ucap Arian.


"Makasih ya Arian"ucap Freya.


"Iya sama-sama"ucap Arian.


Arian duduk disamping Freya sambil melihatnya mengoles minyak angin.


"Freya akhir-akhir ini sikapmu jadi manis padaku, apa kau juga mencintaiku?"tanya Arian.


"Siapa yang mau mencintaimu, kitakan musuh bukannya"ucap Freya.


"Freya tidakkah musuh jadi cinta, bisakah kita bersama?"tanya Arian.


"Ha....ha.....lucu. Kita bukannya sering berdebat bahkan tidak bisa akur"ucap Freya.


"Aku serius, tolong jawab pertanyaanku, apa kau juga mencintaiku?"tanya Arian.


"..........."Freya terdiam.


"Jika tidak, aku ikhlas melepasmu"ucap Arian.


"............."Freya masih terdiam.


"Aku ingin mendengarnya dari mulutmu sendiri" ucap Arian.


"............"Freya tetap terdiam.


"Aku tidak ingin pergi dengan rasa penasaranku" ucap Arian.


Freya memikirkan ucapan Arian.


"Tolong jawab aku ku mohon"ucap Arian.


"Aku......aku akan menikah dengan Dokter Haris" ucap Freya.


"Oh.....selamat ya, semoga kau bahagia"ucap Arian.


Arian berdiri dari tempat duduknya, dia berjalan keluar dari ruangan akunting. Freya hanya menangisi ucapan yang terlontar dari mulutnya.


"Maafkan aku Arian.....hik....hik.....hik....."ucap Freya menangis.


Arian masuk ke ruangan kosong disamping ruangan akunting. Dia menonjok tembok didepannya.


Dug.................

__ADS_1


"Astagfirullah......., apa memang aku tak berjodoh dengannya, ikhlas Arian.....ikhlas"ucap Arian.


Arian berusaha mengikhlaskan semuanya.Dia percaya jodoh ditangan Allah SWT.


__ADS_2