DUDA JANDA HOT

DUDA JANDA HOT
Generation 3 : Bulan Madu


__ADS_3

Kenan dan pelayan hotel itu masih mengejar Renata hingga ke sebuah perumahan padat penduduk. Mereka melewati selumpulan anak kecil yang sedang nongkrong.


"Om kalau mau lewat bayar, kalau gak kita timpukin pakai tai kambing loh"


"Bos anak-anak disini kejam, apa kita terbang aja kaya superman"


"Maunya, tapi gak punya jubah buat terbang" ucap Kenan.


"Kalau gitu kita naik karpet terbang kaya Aladin aja Bos"


"Nah itu dia, belum sempat pesan lampu ajaib" ucap Kenan.


Anak-anak itu mengeroyok Kenan dan pelayan hotel dengan menimpuki mereka dengan tai kambing.


"Aw...aw...aw..." Kenan dan pelayan hotel itu kesakitan.


"Damai, Om beliin permen ya" ucap Kenan.


"Kita bukan anak kecil lagi, bagi duitnya minimal 50 ribu peranak"


"Ini bocah-bocah gak diajarin etika apa?" ucap Kenan.


"Mungkin Etika ijin sakit Bos, jadi gak ngajar"


Kenan semakin pusing dengan bau menyengat dari tai kambing.


pluuuuk...


Satu tai kambing masuk ke mulut Kenan saat asyik ngobrol dengan pelayan hotelnya.


"Ternyata begini ya rasanya tai kambing" ujar Kenan.


"Enakkan tai ikan lele Bos, dijual dionline mau pesen Bos?"


"Oh tai bisa dimakan ya, apa tai kambing ini juga bisa dimakan?" tanya Kenan.


"Sepanjang sejarah, mungkin Bos salah satu yang memakan tai kambing, masuk rekor terbaru Bos kalau memakannya"


"Oh gitu, perasaan kuliah diluar negeri kok bego ya makan tai kambing" ujar Kenan.


Tak lama anak-anak itu semakin marah, mau tak mau Kenan membagi mereka uang. Barulah mereka semua bubar tanpa pamit. Habis manis sepah dibuang.


"Bos ini masih mau ngejar cewek itu? perasaan nasib kita ngenes dari tadi"


"Kalau tidak ditangkap nanti dia akan berbuat ulah seenaknya lagi, tangkap dan adili" ujar Kenan terkekeh.


"Siap Bos"


Kenan dan pelayan hotel itu kembali mencari Renata. Dia melihat Renata sedang berjualan barang-barang hotel ditepi sungai.


"Bos itu cewek yang tadi" pelayan hotel menunjukkan keberadaan Renata.


"Iya betul" ucap Kenan.


Kenan dan pelayan hotel itu menghampiri Renata yang sedang dikerumuni ibu-ibu.


"Ayo Bu dibeli, murah loh setengah harga. Masih bagus lagi" ucap Renata.


"Bisa gak dicicil gopek-gopek perbulan?"


"Bisa tapi ambil barangnya dialam kubur ya Bu, secara lunasnya sampai ibu mati" ucap Renata.


"Kalau dipinjem dulu sehari buat diuji coba, bisa gak?"


"Bisa, pinjemin juga saya uang buat sehari uji coba, impaskan" ucap Renata.


"Bisa gak dituker rongsokan? dirumah banyak"


"Bisa, tuker sama rongsokan duit seratus ribuan ya ibu" ucap Renata.


"Hei kamu" ucap Kenan menatap Renata.


"Ibu-ibu dia ini artis terkenal dari luar negeri, banyak duitnya dan suka bagi-bagi, silahkan ya mengantri" ucap Renata.


"Wah beneran?"


Ibu-ibu itu langsung mengerumuni Kenan dan pelayan hotel sedangkan Renata kabur lagi. Kenan habis kena cubit dan pegang sana sini sama ibu-ibu haus duit.


"Bos kalau seandainya ini cewek muda yang cantik sih Dudung rela, malah seneng banget tapi kenyataannya mereka ibu-ibu gragas dan gembrot"


"Sabar Dung, saya juga bingung ini kok ditarik tambang sana sini" ucap Kenan.

__ADS_1


"Bos awas kena ciuman, saya khawatir mereka belum divaksin"


"Rabies dong, nasib" ucap Kenan.


Kenan terpaksa bagi-bagi duit untuk menenangkan ibu-ibu yang menggila dan mendemo tanpa ampun. Dari pada babak belur dan rabies, lebih baik berbagi.


"Bos masih mau ngejar dia?"


"Sudah, menyerah saja kita. Tak tau didepan nanti tantangannya apalagi. Kau kita selamat, kau kita gugur gimana?" ucap Kenan.


Akhirnya Kenan dan pelayan hotel kembali dengan kekecewaan. Mereka tak bisa menangkap si pelit Renata.


*************


Elina sedang membereskan meja untuk makan sore itu. Meskipun dia tidak boleh masak-masakan untuk Atnan, tapi dia berusaha membantu pelayan membawakan masakan itu ke meja makan. Dia sudah melupakan kejadian kemarin saat Atnan marah padanya. Elina tahu Atnan marah karena Elina masuk ke kamarnya.


Atnan baru saja tiba dirumah besar itu. Elina bergegas menyambutnya. Hari ini Atnan terlihat lebih hangat dari biasanya. Dia tersenyum pada Elina. Elina hanya senyum dan menunjukkan wajah yang bahagia pada Atnan.


Elina merasa suasana hati Atnan mungkin sedang baik jadi dia sangat hangat. Atnan naik ke kamarnya ,Elina berusaha membuntutinya untuk memberitahu kalau makanan sudah dihidangkan untuk makan Atnan.


Tuk....tuk....tuk....


"Atnan nanti kalau sudah selesai, makanannya sudah siap di meja makan ya"ucap Elina.


Setelah mengatakan itu Elina bergegas pergi. Karena Elina sudah makan dia hanya membaca buku dikamarnya sambil bersantai. Elina tidak menyangka tiba-tiba Atnan masuk ke kamarnya.


"Elina aku ingin bicara"ucap Atnan.


"Ya, silahkan"ucap Elina.


"Besok kita berangkat bulan madu ke pulau pribadi milik papa"ucap Atnan.


"Begitu ya"ucap Elina.


"Dengar, ini hanya karena papa dan mama, jadi kita akan ikuti permintaan mereka"ucap Atnan.


"Baik"ucap Elina.


"Elina aku minta maaf untuk yang kemarin" ucap Atnan.


Elina berdiri dan menghampiri Atnan. Dia meraih wajahnya, mencium Atnan. Seketika Atnan membalas ciuman itu. Elina tak menyangka Atnan mau membalas ciuman darinya.


Setelah berciuman, Atnan langsung keluar dari keluar dari kamar. Elina hanya tersenyum, mungkin rencana bulan madu ini bisa membuatnya dekat dengan Atnan. Elina tahu Atnan sangat tidak suka rencana ini. Dia pasti terpaksa karena orangtuanya. Tapi dari sikapnya tadi tidak menutup kemungkinan Atnan akan menerimanya.


Pagi itu Atnan dan Elina bersiap untuk berangkat bulan madu.Mereka berangkat menuju pelabuhan.Pulau itu sangat kecil jadi harus naik kapal jika ingin pergi ke pulau itu.Atnan dan Elina naik kapal pribadi yang sudah disiapkan orangtua Atnan.Kapal mulai berlayar,perjalanan mereka cukup jauh.Elina melihat pemandangan laut yang begitu indah terlihat dari atas kapal.Dia melihat ke arah Atnan.Sepertinya Atnan tidak menyukai laut.Sebenarnya dulu Atnan sering pergi ke laut bersama Davina.Davina sangat menyukai laut karena merasa bebas dan lepas jika berada di laut.Karena itu Atnan terlihat tidak suka dengan perjalanan ini.


Sampai dipulau itu mereka turun,kapal yang mengantar mereka kembali lagi ke pelabuhan.Atnan dan Elina heran,tidak ada satupun rumah,villa,atau penginapan disana.Hanya pemandangan yang indah dan masih alami.Rafka sengaja mengirim Atnan dan Elina kesana supaya mereka lebih dekat.Dipulau itu memang tidak berpenghuni dan tidak ada tempat tinggal.


Atnan merasa ini pasti kesengajaan papanya,mengirimnya ke pulau ini.Elina membuka ransel yang diberikan petugas kapal itu.Ternyata didalamnya ada tenda dan perlengkapan memasak.Mungkin maksud Rafka agar Atnan dan Elina berkemah ditepi pantai.Maksud yang romantis disiapkan oleh Rafka.


Elina tidak bisa memasang tenda,berkali-kali dia berusaha memasangnya tapi tidak bisa juga.Atnan hanya diam tidak memperdulikan Elina yang kesulitan.Karena Elina tidak bisa memasang tenda,dia memutuskan untuk mencari bahan makanan yang bisa dimasak ditepi pantai itu.Elina terus berjalan mengikuti arah tepi pantai itu.Sampai disebuah batu karang besar,Elina naik ke atas batu karang itu.Dia melihat ada cekungan air dibatu karang itu dan ada banyak ikannya.Elina yang melihat itu langsung kegirangan dan berusaha menangkap ikan itu.Tapi Elina tidak hati-hati sehingga Elina terpeleset dan jatuh ke dalam laut.Elina berusaha berenang tapi karena datang ombak besar Elina terbawa arus dan hampir tenggelam.


"Tolong....tolong...Atnan"ucap Elina mulai lemas.


Atnan hanya diam didekat tenda yang tidak berhasil dipasangkan oleh Elina.Entah kenapa dia mencemaskan Elina,dia merasa Elina memanggil namanya.


"Atnan...Atnan...."itu suara yang terasa terdengar ditelinganya.


Atnan langsung berlari mencari Elina.Dia berlari kesana kemari mencari Elina.Sampai pada akhirnya dia melihat Elina hampir tenggelam dan terbawa arus.Atnan langsung melompat masuk ke dalam laut berusaha menyelamatkan Elina.Atnan memeluk tubuh Elina dengan satu tangannya erat-erat.Atnan berusaha berenang ke tepi dengan membawa Elina.


Sampai ditepi pantai,Atnan berusaha mengeluarkan air laut yang sudah terminum oleh Elina.Berkali-kali dia menekan-nekan perut Elina,sampai air laut itu keluar dari mulut Elina.Atnan juga memberikan nafas buatan untuk Elina dengan mulutnya.Ini pertama kalinya Atnan begitu dekat dan bersentuhan dengan Elina.Tak lama Elina mulai sadar,Elina didudukkan oleh Atnan.


"Atnan kau menolongku"ucap Elina.


"Ya,kalau kau mati papa akan marah padaku"ucap Atnan


"Terimakasih"ucap Elina.


"........"Atnan hanya diam.


Atnan dan Elina kembali ke tempat tadi.Elina berusaha kembali memasang tendanya.Baru dia memegang tenda itu,Atnan langsung mengambilnya dari tangan Elina.


"Biar aku yang pasang"ucap Atnan.


"Baik"ucap Elina.


Atnan langsung memasang tenda itu.Tak lama tenda itu terpasang dengan benar dan rapi.Elina membereskan barang-barang bawaannya dan memasukkan ke dalam tenda.Setelah itu Elina berjalan menuju hutan dipulau itu.


"Mau kemana kau?"tanya Atnan.


"Mencari bahan makanan yang bisa dimasak"ucap Elina.

__ADS_1


"Kau akan mati,jika sendirian"ucap Atnan.


"Lalu aku harus pergi dengan siapa?"tanya Elina.


"........"Atnan hanya diam dan menuju ke arah Elina kemudian menarik lengannya berjalan menuju kedalam hutan dipulau itu.


"Atnan,kenapa menarik tanganku?"tanya Elina.


"Tadi kau bilang mau cari bahan makanankan"ucap Atnan.


"Iya"ucap Elina.


"Jangan salahfaham,aku hanya menemanimu karena aku tidak ingin kejadian tadi terulang lagi"ucap Atnan.


Mereka masuk ke dalam hutan,disana dipenuhi berbagai jenis tanaman.Banyak tanaman umbi-umbian,pohon buah-buahan,sayuran liar,tanaman obat dan bunga-bunga yang indah.Berbagai macam kupu-kupu dan burung terbang diatasnya.Elina sangat senang melihat pemandangan itu.


"Indah sekali,bunga-bunganya cantik dan kupu-kupunya berwarna-warni"ucap Elina.


"......."Atnan hanya diam.


Elina memetik beberapa bunga disana.Setelah itu mereka berjalan lagi mencari bahan makanan.


"Atnan ini umbi-umbian,ayo kita gali tanahnya"ucap Elina.


"....."Atnan diam.


Elina bersusah payah menggali tanah itu dengan tangannya.Jari Elina berdarah terkena batuan kecil di tanah itu.


"Aw...."ucap Elina kesakitan.


"Kalau tidak bisa,diam saja.Jarimu terlukakan,sini"ucap Atnan.


Atnan mengambil jari Elina dan mengobatinya dengan obat oles yang dibawanya diranselnya.Atnan menuju pohon buah apel.Atnan memanjat pohon apel itu dan memetiknya satu per satu lalu menjatuhkannya kebawah.


"Elina tugasmu ambil apel-apel itu"ucap Atnan.


"Ya"ucap Elina.


Ini pertama kali Atnan sedikit mau bicara pada Elina.Walaupun hanya kata-kata biasa.Elina mengambili buah apel itu.Dia memasukkan buah apel itu ke dalam kantung yang dibawanya.


"Atnan sudah banyak"ucap Elina.


"........"Atnan diam.


Atnan hanya diam dan turun dari pohon apel itu.Setelah itu Atnan mengambil pisau didalam ranselnya untuk menggali ubi yang ada didalam tanah.


"Elina ambili ubinya"ucap Atnan.


"Baik"ucap Elina.


Elina mengambili umbi yang sudah dikeluarkan dari tanah oleh Atnan.Setelah selesai,mereka kembali ke tenda.Elina mulai menyalakan kompor yang sudah dibawakan petugas kapal tadi.Elina mulai merebus umbi itu didalam panci.Hari mulai sore,umbinya sudah matang.Matahari mulai terbenam,Elina langsung berdiri melihat indahnya matahari terbenam.Setelah itu Elina menyiapkan umbi itu kedalam piring.


"Atnan umbinya sudah matang,ayo kita makan"ucap Elina.


"Kau duluan saja"ucap Atnan


"Ini kuletakkan didekatmu,nanti kalau kau lapar makanlah"ucap Elina.


Elina memakan umbi itu sendirian.Atnan memakan umbi itu setelah Elina pergi ke dalam tenda.Langit mulai gelap,Atnan menyalakan lampu yang ada diransel yang dibawakan petugas kapal tadi.Elina hanya diam ditepi tenda,sementara Atnan duduk diluar tenda sambil memainkan ponsel pintarnya.


"Elina tidurlah"ucap Atnan.


"Lalu Atnan?"tanya Elina.


"Nanti aku menyusul"jawab Atnan.


"Baik"ucap Elina.


Elina tidur lebih dahulu,dia tidur didalam tenda itu.Angin berhembus sangat kencang,tendanya pontang panting mengikuti arah angin.Elina langsung keluar dari tenda itu.Angin semakin kencang sampai bagian atas tenda robek terbawa angin.


"Atnan anginnya semakin kencang"ucap Elina.


"......"Atnan diam.


"Atnan,apa ini badai?"tanya Elina.


"Bukan"jawab Atnan.


Setelah beberapa lama sudah tidak ada angin kencang lagi.Tapi tendanya sudah rusak.


"Tendanya rusak"ucap Elina.

__ADS_1


"......"Atnan hanya diam.


Elina tidur ditenda rusak itu, Atnan menghampirinya untuk menyelimutinya. Hari ini Atnan sedikit mau bicara pada Elina walaupun tetap saja dingin dan tertutup.


__ADS_2