DUDA JANDA HOT

DUDA JANDA HOT
Generation 2 : Makan Malam Bersama


__ADS_3

"Sama dong dengan Rafka, dia juga masih sendiri"ucap Freya.


"Rafka ya Tante"ucap Manda.


"Kamu masih ingat Rafkakan?"tanya Freya.


"Aku sudah lupa Tante, maklum saat itu aku masih lima tahun"ucap Manda.


"Oh iya, kamu masih kecil ya waktu itu"ucap Freya.


"Tante es jeruknya sudah jadi"ucap Manda.


"Makasih ya Manda"ucap Freya.


"Sama-sama Tante"ucap Manda.


Selesai membuat es jeruk, Manda kembali ke ruang keluarga. Dia menghampiri Emaknya dan duduk di karpet bersamanya.


"Biasa duduk di karpet kalau dirumah, disini mesti duduk di sofa"ucap Emak Eni.


"Memang kenapa Nyak, empukkan duduk di sofa"ucap Manda.


"Empuk sih tapi pantat Enyak udah biasa jadi orang miskin duduk di karpet"ucap Emak Eni.


Manda langsung merangkul Emaknya.


"Nyak nanti kalau Manda jadi orang sukses, Manda beliin sofa yang bagus dan empuk buat di taruh dirumah. Sekalian spring bed yang mahal biar Enyak betah kalau tidur"ucap Manda.


"Amin, makanya Manda bersikaplah yang manis biar dapet jodoh yang baik"ucap Emak Eni.


"Iya Nyak"ucap Manda.


"Kalau Nyak punya jodoh buatmu, apa kau mau gak?"tanya Emak Eni.


"Siapa emangnya Nyak?"tanya Manda.


"Nanti kamu juga akan tahu"ucap Emak Eni.


Manda penasaran dengan ucapan Emaknya. Selama ini Emaknya tak pernah menyembunyikan rahasia padanya. Tapi kali ini penuh dengan kemisteriusan. Dia tidak tahu siapa lelaki yang dimaksud Emaknya. Dia berpikir mungkin Emaknya sedang berusaha menjodohkannya dengan seseorang.


Arian dan Freya duduk di karpet untuk berkumpul diruangan itu. Mereka berempat mengobrol sambil menunggu Rafka pulang. Tak lama suara salam terdengar nyaring.


"Assalamu'alaikum"ucap Rafka.


"Wa'alaikumsallam"ucap Semua orang diruangan itu.


Rafka menghampiri mereka semua diruangan itu.


Dia dan Manda terkejut satu sama lain saat saling menandang.


"Bukannya dia, cowok yang menyerempetku"batin Manda.


"Wanita ini yang marah-marah waktu itu"batin Rafka.


"Rafka kemarilah duduk disamping Mami"ucap Freya.


"Iya Mi"ucap Rafka.


Rafka berjalan menghampiri Freya dan duduk disampingnya. Dia tidak tahu wanita yang marah padanya dulu akan dijodohkan padanya.


"Rafka, ini Emak Eni dan putrinya Manda"ucap

__ADS_1


"Iya Mi"ucap Rafka.


"Senang bertemu dengan Emak Eni dan Maya" ucap Rafka.


"Enyak juga senang banget melihatmu"ucap Emak Eni.


"Kalau begitu saya undur diri dulu untuk mandi"ucap Rafka


"Iya nak"ucap Arian dan Freya.


Rafka naik ke lantai atas berjalan menuju kamarnya. Dia masuk ke kamarnya untuk mandi, sholat dan berdoa.


"Ya Allah ku serahkan jodohku padamu, Engkau yang lebih tahu yang terbaik untukku. Hamba ikhlas menjalani semua kehendakmu, amin"ucap Rafka dalam doanya.


Setelah itu Rafka keluar dari kamarnya, dia berjalan ke lantai bawah. Dia berjalan melewati mushola kecil di lantai bawah itu. Manda terlihat sedang berdoa sambil menangis. Dia memohon pada Allah SWT agar diberikan jodoh yang terbaik. Air matanya terus mengalir di pipinya.


"Wanita itu ternyata bisa menangis juga walaupun galak"batin Rafka.


Rafka meninggalkan mushola itu berjalan menuju ruang makan. Disana semua anggota keluarganya sudah duduk menunggunya. Dia duduk di kursi dekat kursi kosong. Tak lama Manda masuk ke ruang makan itu, dia duduk di kursi kosong dekat Rafka. Tahu-tahu Radhitya pindah duduk di samping Manda juga. Jadi Manda duduk di apit dua kakak beradik itu.


"Alhamdulillah kita semua bisa berkumpul bersama di ruangan ini untuk makan malam bersama. Sebelum makan mari kita berdoa dulu" ucap Arian.


Mereka semua mulai makan bersama di meja makan itu.


"Manda tolong ambilkan piring untuk Rafka"ucap Freya.


"Iya Tante"ucap Manda.


"Gak usah Mi, aku bisa sendiri"ucap Rafka.


"Gak papa, biasanya kan Mami, tapi Manda lebih deket jadi Manda aja ya"ucap Freya.


"Iya Mi"ucap Rafka.


Manda mengambilkan piring untuk Rafka, dia meletakkan piring itu di dekat Rafka.


"Aku ambilin juga dong peramal"bisik Radhitya meminta tong Manda untuk mengambilkannya piring.


"Playboy, minta tolonglah ma cewekmu yang banyak sana"bisik Manda pada Radhitya.


Manda hendak menaruh nasi dipiringnya, tiba-tiba Radhitya menarik piring miliknya.


"Kau mau nyari masalah denganku"bisik Manda.


"Aku suka bermasalah denganmu"bisik Radhitya.


Melihat piring Manda diambil Radhitya, Rafka memberikan piring pada Manda begitu saja tanpa memberitahu Manda terlebih dahulu.


"Loh kok ada piring ini"batin Manda.


Manda melihat ke sampingnya Rafka, tidak ada piring di depan mejanya. Itu menandakan Rafka memberikan piring untuknya .


"Dia baik juga, padahal waktu itu aku marah-marah padanya di jalan raya"batin Manda.


Manda akhirnya mengambilkan Rafka piring lagi untuknya.


"Terimakasih"ucap Rafka.


Manda hanya mengangguk dengan ucapan Rafka. Kemudian mereka semua mulai sibuk makan dan mengambil lauk pauk dan sayuran.


Radhitya usil di menaruh udang di piring Manda.

__ADS_1


"Apa sih nih maunya playboy ini?"batin Manda.


"Makan"bisik Radhitya.


"Aku harus membalasnya"batin Manda.


Manda menaruh ikan di piring Radhitya.


"Makasih sayang, romantis banget sih"bisik Radhitya pada Manda.


"Sial dia malah ngira aku romantis"batin Manda.


Radhitya menaruh ayam panggang di piring Manda.


"Ngapain lagi nih, udah mau kenyang ditambahin lagi"batin Manda.


Manda membalas perbuatan Radhitya, dia meletakkan kepiting di piring Radhitya.


"Kamu tahu aja aku suka kepiting"bisik Radhitya pada Manda.


"Iiih......malah ngira aku tahu makanan kesukaannya"batin Manda.


Radithya kembali menaruh perkedel di piring Manda.


"Aku udah kenyang, ngapain sih?"batin Manda.


Manda membalas dengan menaruh tempe mendoan di piring Radhitya.


"Favoritku nyemil mendoan"bisik Radhitya pada Manda.


"Tobat...playboy ini gak bisa dikalahin"batin Manda.


Akhirnya Manda memakan semua makanan di piringnya yang penuh itu hingga dia kenyang. Radhitya hanya tersenyum melihat Manda menghabiskan makanannya.


Setelah selesai makan semua orang meninggalkan meja makan tinggal Manda yang membereskan meja makan itu. Tiba-tiba Rafka masuk ke ruang makan itu, dia menghampiri Manda.


"Biar ku bantu"ucap Rafka.


"Gak usah ini pekerjaan wanita"ucap Manda.


"Tidak apa-apa"ucap Rafka.


"Terserah kamu"ucap Manda.


Rafka membantu Manda membereskan meja makan itu. Dia melihat Manda terlihat cemberut.


"Kau kenapa?"tanya Rafka.


"Aku kekenyangan"ucap Manda.


"Beristirahatlah, biar aku yang menyelesaikan semuanya"ucap Rafka.


"Aku masih bisa ger....."ucap Manda.


Tak lama Manda tepar di meja, dia langsung ngorok.


Kroook.......krooook.........krooook.......kroook........


"Ha...ha.....cewek kok ngoroknya ngalahin cowok, ***** lagi"ucap Rafka.


Setelah selesai membereskan ruang makan Rafka keluar dari ruangan itu. Masuklah Radhitya ke ruang makan itu. Dia melihat Manda mengorok dan ngiler di meja.

__ADS_1


"Gue kerjain boleh juga"ucap Radhitya.


.


__ADS_2