
"Tenang Selly, aku akan berusaha menolongmu dan teman-temanmu" ucap Rafka.
"Makasih Kak Rafka, Kak Azura" ucap Selly.
Rafka dan Azura mengangguk. Mereka berjanji akan menolong Selly. Hanya mereka harapan untuk Selly dan teman-temannya bebas dari cengkraman Mami Desi.
Satu minggu kemudian
Rafka dan Azura melapor polisi. Rafka juga menyewa pengawal bayaran untuk mendatangi rumah bordil itu. Semua gadis yang terperangkap dirumah bordil itu dibebaskan. Polisi juga mengepung rumah bordil itu dan menangkap semua orang yang terlibat. Mami Desti hendak kabur, dia berlari keluar dari rumah bordil. Dijalan dia malah tertabrak mobil truk hingga terlindas sampai tak berwujud lagi. Selly dan teman-temannya berkumpul dihalaman rumah bordil itu. Rafka menyampaikan pesan untuk mereka.
"Kalian semua sekarang sudah bebas, jangan pernah menjual diri lagi, dimanapun tempatnya. Sejatinya kehormatan seorang wanita itu untuk suaminya. Jadikan harga diri kalian adalah hal berharga yang harus dijaga. Kalian akan dipulangkan ke daerah kalian masing-masing. Tenang, saya akan memberi modal usaha untuk kalian semua. Jadi dikampung nanti kalian bisa membuka usaha. Mencari uang dengan cara halal hasilnya berkah dan membuang kita bangga" ucap Rafka.
"Terimakasih kak" ucap Semuanya.
Rafka dan Azura membagi mereka semua dengan sebuah kantung yang berisi yang untuk modal usaha. Masing-masing kantung berisi uang 20 juta. Rafka memang sengaja memberi uang mereka, agar bisa dipakai untuk membantu perekonomian keluarga dan untuk modal usaha.
Baginya uang yang dibagikan itu tak seberapa. Harta yang dia miliki bukan hanya miliknya sendiri ada hak orang lain yang harus diberikan agar harta kita bersih dan berkah. Mereka semua tersenyum nendapatkan modal usaha dari Rafka dan Azura. Polisi membawa mereka semua naik ke dalam bus yang sudah disediakan pihak kepolisian. Mereka akan dipulangkan ke kampung halaman mereka masing-masing.
*************
Lima tahun kemudian
Rafka kini bahagia hidup bersama istri dan anak-anaknya. Kini Rafka memiliki tiga orang anak. Anak pertamanya bernama Atnan Biru Alexsandro, anak keduanya Jingga Asifa Maharani, dan anak ketiganya Kenan Mahesa Alexsandro. Rafka dan Azura sedang menemani anak-anak mereka piknik di pantai. Mereka asyik bermain ditepi pantai. Sementara Rafka dan Azura duduk ditepi pantai menyaksikan ketiga anak mereka bermain. Azura bersandar dibahu Rafka sambil tersenyum bahagia.
"Mas Rafka mereka asyik bermain" ucap Azura.
"Iya sayang, mereka tahu kedua orangtuanya butuh waktu berduaan" ucap Rafka.
Azura meletakkan tangannya didada Rafka sambil mengelus dada suaminya itu.
"Terimakasih ya Mas, sudah memberiku kebahagiaan selama ini. Aku bahagia Mas" ucap Azura.
"Iya sayangku, aku juga bahagia hidup bersamamu. Kau tahu tidak ada kebahagiaan yang lebih indah dari ini. Kau dan anak-anak membuat hidupku sempurna. Aku mencintaimu Azura" ucap Rafka.
Cup
Satu ciuman mendarat dikening Azura tanda kasih sayangnya untuk istri tercintanya.
"Waktu berputar begitu cepat, mungkin lusa kita akan tua dan memiliki menantu" ucap Azura.
Rafka memeluk Azura dan menciumnya.
"Kita akan menua bersama, menyaksikan tumbuh berkembangnya cucu-cucu kita" ucap Rafka.
"Iya Mas" ucap Azura sambil meneteskan air matanya.
Rafka mengusap air mata yang menetes dipipi istrinya.
"Jangan ada air mata, kita sudah bahagia sekarang, aku akan berusaha membahagiakanmu lagi dan lagi. Sampai menutup mata dan bertemu disurganya Allah, amin" ucap Rafka.
__ADS_1
"Amin" ucap Azura.
Rafka dan Azura berdiri. Mereka menghampiri ketiga anaknya dan ikut bermain air bersama anak-anak mereka. Rafka membopong Azura kedalam air laut dan menjatuhkannya bersamanya.
Byuuuur...
"Mas, kau nakal" ucap Azura.
"Jadi inget saat bulan madu ya sayang" ucap Rafka.
"Mas malu didenger anak-anak nanti" ucap Azura.
"Mereka ditepi pantai ini" ucap Rafka.
Ketiga anaknya tahu-tahu nongol dari dalam air laut.
"Siapa bilang" ucap Ketiga anak-anaknya.
"Loh kalian kok nongol disini?" tanya Rafka.
"Papa, Mama, mau berduaan ya" ucap Biru.
"Ciye...ciye...Papa, Mama" ucap Jingga.
"Berduaan itu apa kak?" tanya Kenan.
Rafka, Azura dan anak kembar mereka terkejut saat Kenan bertanya. Mereka langsung tertawa bersama. Rafka menggendong Kenan dipunggungnya. Kenan berusia 4 tahun sedangkan Biru dan Jingga berusia 9 tahun.
*************
Radhitya dan Manda memiliki satu orang anak laki-laki bernama Ranu Saputra. Manda sedang hamil anak kedua. Mereka sedang pergi ke sebuah pedesaan tempat tinggal Emak Eni sekarang. Emak Eni memilih dikampung bersama saudara-saudaranya. Dulu dia bertahan dikota karena Manda belum punya suami. Tapi setelah punya suami, Emak Eni kembali ke kampung halaman. Radhitya dan Manda sedang berada diarea persawahan. Ranu dan Radhitya sedang membantu Emak Eni menanam padi.
"Ranu itu rumput bukan padi sayang" ucap Radhitya yang melihat anaknya menanam rumput bukan benih padi.
"Kasihan rumputnya Papa, mereka juga mau punya keluarga biar bahagia" ucap Ranu yang masih polos.
"Ha ha ha" Radhitya tertawa bahagia mendengar ucapan Ranu.
"Papa itu ada uler dikaki Papa" ucap Ranu.
"Belut ini" ucap Radhitya.
Radhitya menangkap binatang yang dianggapnya belut itu. Lengannya langsung dibelit oleh binatang itu.
"Kok agresif gini, jangan-jangan bener kata Ranu ini uler" ucap Radhitya yang memperhatikan binatang itu.
"Papa kata Bu guru ular menggigit dan bisanya beracun, Papa mati dong" ucap Ranu.
"Mati? yang bener? Papa masih pengen idup nih" ucap Radhitya.
__ADS_1
Manda menghampiri suaminya yang tangannya sedang dibelit ular kecil itu.
"Papa itu ular sawah, awas gigit loh" ucap Manda.
"Iya sayang, aku buang nih ulernya" ucap Radhitya.
Radhitya mencoba mengibaskan tangannya tapi ularnya semakin kencang melilit Radhitya.
"Aduh...aduh sayang, gimana nih? ularnya udah betah. Aku bakal mati gak?" tanya Radhitya.
"Aku panggil pemadam kebakaran dulu deh" ucap Manda.
"Keburu mati duluan sayang, pemadam kebakarannya jauhkan disini, adanya dikabupaten" ucap Radhitya.
"Udah Pa, berdzikir dan berdoa dulu kata Bu guru" ucap Ranu.
"Alamak, kenapa nasibku jadi begini" ucap Radhitya.
Manda dan Ranu tertawa melihat Radhitya. Akhirnya Emak Eni yang membuang ular itu dari
lengan Radhitya. Mereka semua makan bersama digubuk dekat sawah. Udara yang sejuk, pemandangan hijau terbentang luas dan matahari pagi yang hangat menambah suasana itu semakin nyaman. Suasana pedesaan yang sekalu dirindukan. Lestarikan alam agar kita bisa selalu menikmatinya hingga anak cucu kita.
************
Egi dan Gista sedang merayakan ulang tahun anak ketiga mereka. Buah cinta Egi dan Gista. Anak ketiga mereka bernama Steven Abraham.
Ulang tahun ke empat Steven yang diadakan disebuah gedung yang disewa Egi. Kini hidup Gista begitu bahagia. Dia memiliki keluarganya sendiri dan kebahagiaannya sendiri walaupun proses panjang yang menyakitkan harus dilaluinya. Empat kali menikah, dan akhirnya berlabuh pada sosok Egi. Lelaki baik hati dan sabar. Dia selalu ada untuk Gista, membuatnya bahagia. Gista berdiri melihat Steven sedang bersama teman-temannya melihat badut yang menampilkan pertunjukan. Egi merangkul istrinya itu.
"Sayang kau bahagia?" tanya Egi.
"Iya Mas, aku sangat bahagia" ucap Gista.
"Aku juga sangat bahagia" ucap Egi.
"Terimakasih ya Mas, kau sudah memberiku begitu banyak kebahagiaan" ucap Gista.
"Iya sayang, kau dan anak-anak juga memberiku banyak kebahagiaan. I Love You" ucap Egi.
"I Love You Too Mas" ucap Gista.
Mereka berdua berdiri menyaksikan kebahigaan anak-anaknya. Egi sudah memenuhi janjinya pada Nathan. Dia sudah menjaga dan membahagiakan Gista dan anak-anaknya.
Ending.....
Lanjut season 3 ya ada diepisode berikutnya.
Menceritakan kehidupan anak-anak mereka ya.
Lebih seru dan baper. Konflik ringan seperti biasa.
__ADS_1
Silahkan melanjutkan membaca dan terimakasih untuk yang setia membaca novel Duda Janda Hot.
Author malas memecah novel karena sedang menggarap novel baru. Jadi lanjutannya disini saja ya.