
Esok harinya Freya keluar dari kontrakkannya. Dia melihat Arian sudah rapi didepan kontrakkannya.
Seingatnya semalam Arian masih dirawat dirumah sakit tapi pagi itu dia terlihat sehat.
"Assalamu'alaikum"ucap Arian.
"Wa'alaikumsallam"ucap Freya.
"Kau sudah sembuh?"tanya Freya.
"Iya dong, aku hanya phobia rumah hantu saja kemarin"ucap Arian.
"Oh....kau phobia rumah hantu. Memang kenapa bisa phobia rumah hantu?"tanya Freya.
"Saat aku kecil dulu, aku diajak ke rumah hantu bersama teman-temanku. Lalu mereka mengerjaiku dengan sengaja meninggalkanku dirumah hantu itu sendirian. Aku kebingungan mencari jalan keluar hingga aku ketakutan saat bertemu para hantu yang menyeramkan. Aku sampai sakit berhari-hari karena kejadian itu"ucap Arian.
Freya mendengarkan Arian bercerita. Tak lama sebuah mobil berhenti didepan kontrakkannya.
Seorang keluar dari mobil itu. Dia ternyata Rey yang hendak mengajak Freya berangkat bersama. Rey menghampiri Freya dan Arian yang berada diteras kontrakkan itu.
"Assalamu'alaikum"ucap Rey.
"Wa'alaikumsallam"ucap Arian dan Freya.
"Freya ayo berangkat bersamaku"ucap Rey.
"Maaf Pak Frey saya naik bus saja"ucap Freya.
"Gak papa Freya kita nebeng saja mumpung tumpangan gratis"ucap Arian.
"Apa? aku belum menawarinya kenapa dia sudah nebeng padaku"batin Rey pada Arian yang kepedean mau nebeng bareng.
"Baiklah kalian berdua bisa nebeng padaku"ucap Rey.
"Sial niat berduaan malah bertiga"batin Rey.
"Maaf Pak Rey, saya naik bus"ucap Freya.
"Aku juga naik bus saja bareng Freya"ucap Arian.
"Kalau begitu aku juga naik bus biar tahu rasanya naik bus"ucap Pak Rey.
"Silahkan terserah, itukan kendaraan umum"ucap Freya.
Freya membawa kantung plastik besar berisi kerupuk kulit untuk dibagikan pada stafnya sambil berjalan dibuntuti kedua pria itu.
"Freya biar aku bawakan"ucap Rey.
"Aku bawain aja Freya lebih sterill, udah cuci tangan tiga kali"ucap Arian.
"Aku saja, sudah disemprot disinfektan sampai teler"ucap Rey.
__ADS_1
"Aku biasa fitnes jadi lebih kuat bawanya"ucap Arian.
"Aku biasa naik ke puncak gunung, jadi lebih tahan banting"ucap Rey.
"Sudah-sudah, aku bisa sendiri"ucap Freya.
Freya langsung naik ke bus disusul kedua lelaki itu.
Freya duduk dikursi sementara kedua lelaki itu berdiri ditengah-tengah bus. Rey mulai pusing dan mabuk.
"Aduh....kok pusing ya"ucap Rey.
"Pak Rey mabuk ya, sebaiknya Anda turun sebelum semakin parah"ucap Arian.
"Aku tidak mabuk hanya masuk angin"ucap Rey.
"Aduh.....berasa lagi nari balet gak ada habisnya" ucap Rey.
"Itu baru permulaan biasanya lebih dari itu, rasanya seperti dikejar anjing gila plus rabies"ucap Arian.
"Ada kantong plastik gak?"tanya Rey.
"Ada, beli kacang goreng dulu baru berhadiah plastik"ucap Arian.
"Tak tertahan......"ucap Pak Rey.
Hoooeeek.........byuuuur..............
"Bagi sedekahnya Mas, saya belum punya rumah dua"ucap Lelaki kekar itu.
"Aku satu aja belum punya, dia mau punya dua rumah", ucap Arian.
"Satu rumah sebelumnya......untuk.....ibu saya yang sudah tua hik....hik....."ucap Lelaki kekar itu menangis.
"Memuliakan seorang ibu adalah tanggungjawab saya sebagai anaknya. Tapi saya ingin punya rumah lagi hik.....hik......"ucap Lelaki kekar itu.
"Kasihan......"ucap Para penumpang itu.
"Memang untuk apa rumah keduanya"tanya Rey.
"Untuk....istri kedua saya"ucap Lelaki kekar itu.
"Huh......."ucap Para penumpang itu.
"Kirain, buat siapa"ucap Arian.
"Enak banget istrinya dua"ucap Rey.
"Siapa bilang istri saya dua"ucap Lelaki kekar itu.
"Lalu?"tanya Arian dan Rey.
__ADS_1
"Istri pertama saya sudah meninggal hik....hik......
saat itu hujan begitu deras, daun-daun berguguran, angin begitu kencang, selokan mampet, buang sampah sembarangan jadi banjir dimana-mana. Rumah penduduk terendam, semuanya mencekam....bla....bla....."ucap Lelaki kekar itu.
"Mas, udah selesai belum mendongengnya?"tanya Arian karena lelaki itu tak ada habisnya bercerita.
"Mas kalau mau bikin novel diaplikasi aja biar dapet duit"ucap Rey.
"Ini baru satu bab"ucap Lelaki kekar itu.
"Apa?"ucap Semua penumpang bus itu yang sudah hanyut baper dengan cerita lelaki kekar itu.
"Anak saya saja sampai tidur saking bosannya"ucap Ibu Eni.
"Nenek saya sampai lupa mau BAB"ucap Niken.
"Saya sampai kentut berkali-kali, sebus gak ada yang kebauan saking baper dengerin ceritanya"ucap Kosim.
"Iiiiw.........."ucap Semua penumpang itu.
"Ini bus ya bukan bioskop, silahkan yang mau turun"ucap Kenet bus itu.
Akhirnya Freya, Arian dan Rey turun dari bus itu. Rey sampai muntah berkali-kali diselokan.
"Pak Rey diselokkannya ada bangkai tikus tuh"ucap Arian.
Hoooeeek..........byuuuur..........
"Makin mabok dan eneg........"ucap Rey.
"Pak Rey mau minyak angin?"tanya Freya.
"Gak usah, paling saya pingsan, tolong angkat saya ya"ucap Rey.
"Nanti saya angkat pakai keranda Pak biar gampang gotongnya"ucap Arian.
"Kok rasa-rasanya saya kaya mayat ya"ucap Rey.
Setelah itu mereka masuk ke perusahaan. Freya membagikan semua kerupuk kulit itu ke stafnya.
"Bu Freya kerupuk kulitnya enak, beli dimana?"tanya Sari.
"Dibus yang biasa kita pulang"ucap Freya.
"Yang jualan dua anak kecil itu ya"ucap Dedi.
"Iya bener, kalian bisa beli pada mereka. Itung-itung membantu mereka juga. Mereka itu anak yatim piatu. Tidak ada salahnya kita membeli satu dua biji sekalian membantu secara tidak langsung"ucap Freya.
"Iya ya"ucap Semua staf.
Arian senang melihat Freya begitu peduli pada orang lain.
__ADS_1