DUDA JANDA HOT

DUDA JANDA HOT
Direktur Baru


__ADS_3

Mba TK B coba mendekati kakek-kakek yang sendirian terlihat mapan dengan barang-barang branded yang dikenakan.


"Hallo Kek boleh saya temenin duduk"ucap Mba TK B.


"Boleh, silahkan"ucap Kakek Sugino.


"Sendirian aja Kek"ucap Mba TK B.


"Habis istri saya baru saja meninggal"ucap Kakek Sugino.


"Pasti kesepian ya tanpa istri"ucap Mba TK B.


"Iya, berasa banget istri saya gak ada, gak ada yang gantiin pakai pempes, gak ada yang dorong kursi roda, gak ada yang ngunyahin makanan yang keras, gak ada nemenin ke WC, sama gak ada yang megangin ember kalau saya pengen muntah"ucap Kakek Sugino.


"Iiiw...kirain kenapa sedihnya, gak tahunya bininya pembokat, back list aja aku juga gak sanggup"batin Mba TK B.


"Sedih juga ya Kek"ucap Mba TK B.


"Neng saya mau muntah, tolong pegangin plastik ini"ucap Kakek Sugino memberi Mba TK B plastik.


"Iya Kek"ucap Mba TK B.


"Alamak resiko kalau kencan ma kakek-kakek. Kesihir barang branded, kok malah jadi baby sister"batin Mba TK B.


"Ooooeek.....oooooeeek......oooooeeekk..."ucap Kakek Sugino muntah.


"Iiiiw.......gak doyan makan tar nih"batin Mba TK B.


"Makasih ya, kamu mau gak jadi istri saya, kalau mau sore ini kita nikah biar malam ada yang gantiin saya pakai pampes"ucap Kakek Sugino.


"Maaf Kek, saya harus undur diri, bus menanti keburu berangkat. Cabuuuuut......."ucap Mba TK B.


Buruan Mba TK B kabuuur....., tapi ngapain kantong plastik isi muntahan masih dibawa juga.


"Alamak ini plastik muntahan ikut kabur juga, sial banget nih"ucap Mba TK B.


Mba TK B melempar plastik isi muntahan itu begitu saja mengudara bebas melayang kemana saja sampai.......


Pluuuuuuk...........


"ih.....ini apaan dikepalaku?"ucap Andika yang lagi duduk ditikar bersama Maya dan Remon anaknya.


"Andika dikepalamu itu bubur kayanya tapi bau ih" ucap Maya.


Andika coba memegang bubur itu.


"Ini kok kaya muntahan ya"ucap Andika.


"Ih.....kamu bau, kotor lagi, mandi sana ditoilet, jangan deket-deket aku"ucap Maya.


"Iya sayang, aku mandi dulu"ucap Andika.


"Cebokin Remon sekalian dia pup"ucap Maya.


"Tapi sayang...."ucap Andika.


"Jangan membantah, kalau gak, menggembel sana"ucap Maya membentak.


"Iya sayang maaf"ucap Andika.


Andika akhirnya membawa Remon bersamanya mandi dan mengganti popoknya.


Freya dan Arian bermesraan dibawah pohon yang rindang mumpung Rafka bobo syantik.


"Sayang enak ya, berduaan dibawah pohon gini"ucap Arian.


"Iya sayang, tapi meluknya jangan lama-lama, gak enak kalau ada yang ngelihat"ucap Freya.


"Sayang biarin aja toh kita dah nikah"ucap Arian.


"Tapi yang ngelihat belum tentu udah nikah"ucap Freya.


"Iya ya sayang"ucap Arian.


Arian melepas pelukannya dari Freya.


"Makan yuk sayang, ada semur jengkol nih"ucap Arian.


"Ayo, aku juga laper"ucap Freya.


Arian dan Freya akhirnya makan berdua dibawah pohon itu. Mereka saling menyuapi, jalan-jalan kali ini benar-benar membuat mereka semakin dekat dan romantis.


*************


Seorang wanita duduk dikursi yang menghadap jendela kaca. Wajahnya tak terlihat jelas karena kursinya membelakangi meja. Ada seorang lelaki dan perempuan yang menghadap padanya.


"Bos, aku sudah meneror Freya sesuai perintah Bos"ucap Kanza.


"Bagus, lalu kamu Yuda?"tanya Wanita itu.


"Kemarin aku sudah membuat baju Arian terkena lipstik dan menakuti Freya dengan pisau"ucap Yuda.


"Bagus, Arian harus membayar semua rasa sakit hatiku"ucap Wanita itu.


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


Direktur baru diperusahaan akan datang di Perusahaan Alexsandro Group. Pagi itu Arian dan Freya berangkat bekerja. Mereka turun dari mobil menuju lobi perusahaan. Freya asyik memainkan handphone miliknya, tak sengaja dia bertubrukan dengan seorang lelaki. Dia tinggi, kekar dan tampan.


Dug................


"Maaf.........."ucap Freya.


"Gak papa, saya yang salah"ucap Henry.


"Sayang kau tidak apa-apa?"tanya Arian.


"Gak papa sayang"ucap Freya.


"Perkenalkan nama saya Henry, Direktur baru di perusahaan ini"ucap Henry.


"Saya Arian, dan ini Freya istri saya"ucap Arian.


"Suami istri bisa bekerja satu kantor ya"ucap Henry.


"Bisa, yang terpenting kita profesional"ucap Arian.


"Kau benar"ucap Henry.


"Saya ke atas dulu, permisi"ucap Arian.


"Permisi"ucap Freya.


Arian langsung menarik lengan Freya masuk ke lift khusus untuk Presdir. Didalam lift Arian cemberut.


"Sayang kau kenapa?"tanya Freya.


"Dia memang tampan dan kekar, kau pasti memikirkannyakan"ucap Arian.


"Kau cemburu sayang, akukan gak sengaja bertubrukan tadi"ucap Freya.


"Cara dia memandangmu itu"ucap Arian.


"Baiklah, sekarang aku akan memandangmu" ucap Freya.


Freya terus memandang Arian.


"Sayang aku tampankan?"tanya Arian.


"Bukan itu"ucap Freya.


"Oh jadi Henry lebih tampan"ucap Arian jeles.


"Dimatamu...."ucap Freya.


"Dimataku ada kamu iyakan"ucap Arian.

__ADS_1


"Bukan itu"ucap Freya.


"Oh jadi mata Henry lebih bagus dariku"ucap Arian.


"Ada sesuatu"ucap Freya.


"Ya pasti sesuatu itu kamu sayang"ucap Arian.


"Bukan itu"ucap Freya.


"Pasti Henry sesuatu yang baru membuatmu terpesona"ucap Arian.


"Arian dimatamu ada tai mata gede banget, aku buang ya"ucap Freya.


"Malu banget, padahal tadi dah mandi sayang, harusnya aku tadi cek la....."ucap Arian terhenti saat Freya menciumnya.


Arian membalas ciuman Freya dengan penuh kelembutan.


"Sayang kau bohongkan tadi bilang ada tai mata" ucap Arian usai berciuman.


"Iya, habis gemes melihatmu jeles tadi"ucap Freya.


"Ke ruanganku yuk, ada kebun Pak Amatnya"ucap Arian.


"Nanti siang aja jam istirahat ya, aku banyak kerjaan pagi ini, laporan keuangan bulanan belum selesaiku cek"ucap Freya.


"Tapi jangan mangkir siang nanti"ucap Arian.


"Oke sayang"ucap Freya.


Pintu lift terbuka, Arian dan Freya masuk ke ruangan kerja masing-masing. Arian memasuki ruangan kerjanya. Dia duduk dikursi barunya sebagai Presiden Direktur diperusahaan itu. Tak lama Sekretaris barunya masuk ke ruangan kerjanya.


"Selamat pagi Bos"ucap Beby.


"Pagi"ucap Arian.


"Saya Beby, Sekretaris plus plus Bos"ucap Beby.


"Plus plus?"ucap Arian.


"Plus bikinin kopi, plus menfoto copy berkas, dan plus tempat curhat Bos"Beby.


"Oh...."ucap Arian.


"Bos Direktur baru mau masuk nih, boleh?"tanya Beby.


"Suruh masuk"ucap Arian.


"Siap Bos"ucap Beby.


Beby keluar dari ruangan kerja Arian, dia mau menyuruh Henry masuk ke ruangan Arian.


"Aw.....gantengnya Direktur itu"batin Beby saat melihat Henry yang sedang duduk diruangan tamu.


Beby menggampiri Henry yang sedang duduk.


"Maaaas, udah punya pacar belum?"tanya Beby.


"Belum tapi tutup pintu hati buat cewek genit"ucap Henry.


"Yah back list dong gue, baru juga mau gatelin kirain bakal digarukin"batin Beby.


"Maaaas, mau dibikinin kopi"m?"tanya Beby.


"Bisa kena maag kalau minum kopi, gak perlu repot-repot"ucap Henry.


"Iiiiiw.....susah banget digoda"batin Beby.


"Maaas, Bos menyuruhmu masuk ke ruangannya, mau diantar?"tanya Beby.


"Gak usah"ucap Henry.


"Boleh ngintil?"tanya Beby masih usaha.


"Apa? aku dibilang setan pengintil"batin Beby.


"Kalau gitu mau ku tunjukan jalannya?"tanya Beby.


"Nanti tanya sama yang waras aja"ucap Henry.


"Apa? nanya sama yang waras aja? jadi gue  masuk kategori gak waras dong"batin Beby.


"Mas mau dikasih kisi-kisi untuk bertemu Bos, biar kesan pertama bagus?"tanya Beby.


"Saya gak perlu nyontek kisi-kisi, udah tau caranya ngadepin Bos"ucap Henry.


"Huh.....sombongnya tapi ganteng"batin Beby.


Henry meninggalkan ruangan itu menuju ke ruangan kerja Arian. Dia masuk ke ruangan itu.


"Selamat pagi Bos"ucap Henry.


"Pagi"ucap Arian membalikkan kursinya.


Henry kaget saat tahu Arian Bosnya.


"Anda Bos disini?"tanya Henry seakan tak percaya.


"Bukan, saya OB kebetulan jadi Bos aja"ucap Arian.


"Maafkan sikap saya yang tadi pagi, saya tidak tahu kalau Anda Bos disini"ucap Henry.


"Oke, mulai hari ini kau mulai bekerja disini sebagai Direktur. Saya harap kau bekerja dengan benar dan profesional"ucap Arian.


"Baik Bos"ucap Henry.


Setelah itu Henry keluar dari ruangan kerja Arian.


Dia masuk ke ruangan Direktur, ruangan milik Arian saat masih jadi Direktur. Henry melihat-lihat ruangannya.


"Loh kok ada kasur segala diruanganku, buat apaan nih????ucap Henry.


Otak polos Henry membayangkan kasur itu.


"Ayang sini yuk, muah"ucap Beby.


"Oke sayang"ucap Henry.


"Bisa gak yang?"tanya Beby.


"Bisa dikit lagi masuk, ngos-ngosan nih masukinya"ucap Henry.


"Makanya jarumnya yang gedean biar gampang benangnya masuk ke lubang jarumnya"ucap Beby.


"Ini juga jarum yang gede, tapi jarumnya belum masuk"ucap Henry.


"Isi dulu kapuknya baru jahit dari tepi ke tepi"ucap Beby.


"Oke"ucap Henry.


"Ah...ah....ah....."ucap Beby.


"Yang kamu kenapa?"tanya Henry.


"Kepanasan kamu jahit aku didalam kasurnya" ucap Beby.


"Eh iya, maaf aku salah yang"ucap Henry.


Henry tersadar dari lamunannya lalu kembali menghayal.


"Sayang rumah kita kebanjiran, biar irit gak usah ke hotel, tidur aja diruanganmu tinggal bawa kasur"ucap Beby.


"Boleh juga yang, terus kalau mau mojok gimana?"tanya Henry.


"Udah dibelakang meja gelar kasur disitu dijamin hot"ucap Beby.

__ADS_1


"Yang gimana hot gak?"tanya Henry.


"Gimana mau hot, kamu ngapain naroh laptop segala diantara kita?"tanya Beby.


"Sorry sayang disambil lembur, kerjaan masih numpuk nih"ucap Henry.


"Iya, tapi ini cangkir kopi ngapain diperutku juga"ucap Beby.


"Biar gak ngantuk yang, menanam jagung  sekalian ngerjain laporan keuangan"ucap Henry.


"Kalau gitu sekalian aja aku gosok baju biar gak numpuk setrikaan"ucap Beby.


"Eh iya sayang"ucap Henry.


Henry kembali ke dunia normal yang tidak halu tanpa si genit Beby yang menggoda tiada mati.


"Mungkin seperti itu fungsi kasur ini"ucap Henry.


Henry membuka-buka lemari diruangan itu.


"Kok ada Bra, CD dan pengaman segala mana sekardus gini"ucap Henry.


"Ini ruang kantor atau......."ucap Henry kembali melamun.


Cus ke dunia halu ya Henry gara-gara Arian dan Freya yang selalu menanam singkong dikebun Pak Amat.


"Ayo dibeli-dibeli mumpung promo, diskon habis-habisan Beli Bra dan CD berhadiah pengaman dari kehujanan dan kesepian dijamin harga anjlok total"ucap Henry.


"Maaas, beli dong tapi mau dicobain dulu sama Maas boleh gak?"ucap Beby.


"Saya mau dong, tapi bisa diukurin dulu gak ke dada saya"ucap Ica.


"Saya juga mau bisa gak difoto pas makenya, kan lucu CD gambar ayam"ucap Rara.


Udah Henry jangan dilamunin nanti pikiran polosmu tercemar. Masih singlekan repot kalau pengen gak ada lawan. Ada sih Si genit Beby tapi kamu yakin mau sama dia????


"Udah ah ngapain aku malah mikirin yang aneh-aneh"ucap Henry.


Henry membereskan semua berkas-berkas diruangan itu. Tak lama Sekretaris Karisa masuk ke ruangannya.


"Selamat pagi Pak Direktur"ucap Karisa.


"Pagi"ucap Henry.


"Perkenalkan saya Karisa, Sekretaris Anda"ucap Karisa.


"Saya Henry, senang berkenalan denganmu"ucap Henry.


"Ganteng, single, mapan harus dipantengin terus nih. Pak Arian gak dapet, ini juga boleh lebih menantang masih perjaka"batin Karisa.


"Saya juga senang berkenalan dengan Pak Direktur. Kalau butuh apa-apa panggil saya ya"ucap Karisa.


"Oke, kamu boleh keluar sekarang"ucap Henry.


"Mau kopi Pak Direktur?"tanya Karisa.


"Gak usah"ucap Henry.


"Mau....."ucap Karisa.


"Tolong keluar dari ruanganku"ucap Henry.


"Oke"ucap Karisa.


Karisa keluar dari ruangan Henry. Dia penasaran untuk mendekati Henry yang dingin itu.


**********


Freya pergi ke ruangan Arian saat jam istirahat. Baru masuk sudah disambut seikat bunga mawar merah dari Arian. Freya langsung kesemsem menerima seikat bunga mawar merah tanpa ulet. Inget ulet jangan berduaan didalam bunga, kalian sudah tidak dibutuhkan diepisode ini, pacarannya nanti aja kalau udah jadi kupu-kupu biar gak terpisahkan. Masih ulet mah fokus aja gemukin badan biar cepet jadi kepompong eh digoreng deh sama Mpok Mumun gak jadi deh ketemu pacar, malah berakhir didalam perut.


"Sayang makasih ya bunganya, harum"ucap Freya sambil menghirup aroma bunga itu.


"Iya dong sayang, bunga ini untuk istriku tercinta"ucap Arian.


"Sayang nanem singkong disini yuk"ucap Arian.


Freya mengangguk, Arian membopong Freya menuju kamar diruangannya. Betah deh Pak Bos punya ruangan kerja plus kamar pribadi buat nanem singkong dikebun Pak Amat. Arian dan Freya berbagi cinta dan kasih sayang dalam kemesraan yang terjalin indah. Suara-suara merdu menghiasi ruangan itu. Menari balet, akrobat hingga nari reog dijalani biar kebersamaan mereka terjalin dengan sempurna. Hingga mereka kelelahan dan berbaring diranjang itu.


"Sayang, akhir-akhir ini aku mendapat pesan kaleng itu lagi"ucap Freya.


"Gak usahndipikirin sayang , paling orang kurang kerjaan yang mau nipu"ucap Arian.


"Tapi waktu itu dia mengancamku dengan pisau" ucap Freya.


"Mungkin itu begal sayang"ucap Arian.


"Tapi lipstik dibajumu dan pesan setelahnya yang masuk itu gimana?"tanya Freya.


"Betul juga ya, padahal aku gak tahu kenapa bajuku ada noda lipstik"ucap


"Dia mengancamku untuk meninggalkanmu"ucap


Freya.


"Sayang jangan tinggalkan aku ya"ucap Arian memeluk Freya erat-erat.


"Gak akan sayang, kita akan terus bersama membesarkan Rafka"ucap Freya.


"Gadis keras kepala aku mencintamu"ucap Arian.


"Pria arogan menyebalkan aku juga mencintaimu" ucap Freya.


"Lagi yuk sayang"ucap Arian.


"Bentar lagi masuk, aku laper"ucap Freya.


"Aku dah pesenin makanan untuk kita"ucap Arian.


"Makasih sayang"ucap Freya.


Arian dan Freya duduk disofa, mereka bersiap memakan makanan yang dipesan Arian. Saat Freya membuka makananannya ternyata muncul banyak kecoak dari dalam kotak makan itu.


"Aaaaa..............."teriak Freya langsung lompat ke pangkuan Arian.


"Sayang kok banyak kecoak dikotak makanmu" ucap Arian.


"Iya sayang, gak tahu. Aku geli, takut kecoaknya" ucap Freya.


Arian langsung menggendong Freya menjauh dari meja itu.


"Sayang kau masih rakut?"tanya Arian.


"Sedikit"ucap Freya.


Freya turun dari gendongan Arian.


"Arian ini pasti kiriman MR. BLACK"ucap Freya.


"Sudah, gak usah dipikirin nanti kita pesan makanan yang lain"ucap Arian.


"Iya"ucap Freya.


"Kalau ada apa-apa kamu harus cerita sama aku ya sayang"ucap Arian.


"Iya sayang"ucap Freya.


"Kayanya dia terus mengganggu ketenangan kita, aku rasa ini bukan ancaman kaleng"ucap Arian.


"Kau benar sayang, dia seperti sengaja melakukan ini untuk menakutiku"ucap Freya.


"Kau tidak usah khawatir, kita akan melaluinya bersama-sama, hal seperti ini tidak akan memisahkan kita"ucap Arian.


"Iya sayang"ucap Freya.


Kebayang mesti makan tuh kecoak. Pasti gak mau diem tuh dimulut ngerayap kesana kemari. Pasti MR. BLACK punya peternakan kecoak nihmakanya dia bagi-bagi nasi kotak gratis berisi sekilo kecoak gurih dan fresh dimakan hidup-hidup.

__ADS_1


__ADS_2