
Arian berada dikamar kontrakannya,dia memandangi kemeja putih yang dicoret-coret lipstik oleh Freya.Dia merasa gadis keras kepala itu sudah mulai mengibarkan bendera perang.Arian tidak mau kalah dengan Freya,dia merasa ini awal untuk memulai peperangan sengit kedepannya.
"Freya awas saja,aku akan membalasmu nanti,gadis keras kepala itu"ucap Arian.
Arian tidak habis pikir bisa bertemu gadis keras kepala seperti Freya.Dia merasa jengkel setiap bertemu tak sedikitpun dia mau bersikap manis pada Arian.Yang ada malah emosi dan emosi.Arian merasa Freya harus dijinakkan agar tidak menggigitnya terus.
"Dia itu mirip singa yang sedang marah setiap aku bertemu dengannya"ucap Arian.
Arian ingin membuat gantungan baju,dia mengambil paku dan palu.Arian mulai meletakkan paku pada tembok lalu memukulnya dengan palu.
Dog....dog....dog.....
Suara paku yang dipukul dengan palu itu terdengar kencang sampai ke kontrakan Freya.Freya yang mendengar itu langsung berbicara dengan keras dari dalam kontrakannya.
"Hei pria arogan menyebalkan,sudah malam jangan berisik tahu, tidak sopan"ucap Freya.
Arian tidak menghiraukan kata-kata Freya.Dia tetap memukul paku itu dengan palu.Arian menambah volume kecepatannya memukul paku dengan palu.
Dog.....dog.....dog...dog....dog....
Freya kesal karena Arian tidak juga berhenti.Freya kembali berbicara dengan keras pada Arian dari dalam kontrakannya.
"Hei berhenti tidak!berisik"ucap Freya.
Arian menghentikan pukulannya,dia merasa palu itu tak cukup kuat untuk memukul paku yang berukuran sedang.Arian pergi keluar kontrakannya untuk membeli bor.Satu jam kemudian dia kembali ke kontrakkannya.Arian menggunakan bor untuk melubangi tembok itu.Arian tidak memilih dulu ukuran mata bornya.Dia langsung memakai bor saja.Tembok yang tadi sudah pada retak karena pukulan palu.Kini bertambah retak karena bor yang digunakan Arian.
Dreed....dreeed....dreeed....
Arian terus menerus membor tembok yang bersebelahan dengan kontrakan Freya.Karena tekanan yang cukup kuat dari bor itu dan bekas retakan sebelumnya tembok itu hancur membentuk lubang sebesar buku.
Blug.....
Suara puing dari dinding itu jatuh.Dari lubang itu terlihat Freya sudah tidur.Arian tidak sengaja melihat Freya yang sedang tidur disejadahnya membuat Arian melongo melihatnya.
"Gadis keras kepala itu ternyata rajin sholat ya"ucap Arian.
Arian sedikit kagum melihat Freya yang tertidur disejadahnya masih mengenakan mukena. Saat Arian mencoba mendekat ke arah lubang tembok.Freya terbangun karena haus.Freya kaget melihat Arian mengintip ke arah kamarnya.
"Eh pria arogan menyebalkan, kamu mengintipku saat sedang tidur ya"ucap Freya.
"Tidak,siapa yang mau mengintipmu lagi mengorok seperti itu"ucap Arian.
"Bohong,pasti kamu tadi mengintipku ya kan"ucap Freya.
"Lagian kalau terlihat juga aku gak sudi tuh melihatnya"ucap Arian.
Freya mendekat ke lubang tembok itu dan kembali memarahi Arian.Dia merasa pasti Arian yang menyebabkan tembok itu berlubang.
"Kalau kamu gak niat mengintipku lalu ini apa?tanya Freya menunjuk ke lubang tembok.
"Itu tadi aku gak sengaja membor sampai berlubang"ucap Arian.
"Paling juga kamu mau mengintipku,kamu kan duda"ucap Freya.
"Hei kamu juga janda paling seneng kalau diintip"ucap Arian.
__ADS_1
"Apa kamu bilang aku senang diintip, kamu tuh duda mesum"ucap Freya.
"Janda gatel"ucap Arian.
"Duda mata keranjang"ucap Freya.
"Janda bohay"ucap Arian
"Duda keren"ucap Freya.
"Janda cantik"ucap Arian.
"Duda ganteng"ucap Freya.
Mereka yang tadinya saling mengejek tanpa sadar saling memuji.Jauh direlung hati mereka sebenarnya mereka tahu kelebihannya satu sama lain selain masalah yang membuat mereka bersitegang.
"Ngapain aku muji kamu amit-amit deh"ucap Freya.
"Siapa juga yang mau muji kamu,salah denger aja"ucap Arian.
Karena mereka terus berdebat sampai membuat tetangga kontrakan lainnya terbangun.Salah satu tetangga kontrakan mendatangi mereka.
"Arian,Freya"ucap tetangga cowok itu sambil mengetuk kedua pintu kontrakan itu.
"Ya"ucap Arian dan Freya bersamaan.
Arian dan Freya menghentikan perdebatan mereka dan menuju pintu kontrakannya.Mereka bersamaan membuka pintu kontrakan mereka. Arian dan Freya menghadapi tetangga kontrakkan yang pada protes pada kebisingin yang mereka buat.
"Ini sudah malam, kalian membuat kebisingan hingga anak saya bangun kembali minta didongengin terus menerus, coba pikirkan betapa bosannya saya membaca dongeng Katak Mencari Temannya Ikan"ucap Pak Dede.
"Iya Pak, Maaf"ucap Arian dan Freya.
"Sekali lagi saya mohon maaf Pak"ucap Freya.
"Saya juga mohon maaf Pak"ucap Arian.
"Baik kami memaafkan kalian, lain kali kalau mau bikin kehebohan di balai warga aja kosong"ucap Pak Dedi.
"Baik Pak"ucap Arian dan Freya.
Freya langsung masuk ke dalam kontrakannya dan menutup pintu kontrakannya. Arian juga masuk kembali ke dalam kontrakannya.Freya langsung menutup lubang tembok itu dengan lemari bajunya yang diletakkan berdiri didepan tembok ya berlubang itu.
*********
Pagi-pagi sekali Freya sudah rapi menggunakan kemeja dan rok panjang. Hari ini Freya akan berangkat interview dibeberapa perusahaan.Freya terlihat buru-buru berjalan dari kontrakannya ke arah jalan mencari tukang ojeg.Freya melihat tukang ojeg yang menuju kearahnya.Freya langsung memanggil tukang ojeg itu.
"Bang....bang....ojeg"ucap Freya.
"Bang ojeg"ucap Arian bersamaan Freya memanggil tukang ojeg itu.
Tukang ojeg itu datang kearah mereka.Freya langsung mendekati tukang ojeg itu begitupun Arian juga mendekati tukang ojeg itu.
"Pria arogan menyebalkan ngapain kamu mau menyerobot ojegku"ucap Freya.
"Enak saja,kamu yang menyerobot duluan"ucap Arian.
__ADS_1
"Tidak gedung pernikahan sekarang ojeg juga"ucap Freya.
"Jelas-jelas aku yang lebih dulu memesan,lihat aku pakai aplikasi memesannya"ucap Arian.
"Tidak tadi abangnya datang kearahku"ucap Freya.
"Ini ojegku tahu"ucap Arian.
"Bukan ini ojegku"ucap Freya.
"Aku yang duluan,lepas"ucap Arian.
"Aku yang lebih duluan"ucap Freya.
Mereka tarik menarik si Abang tukang ojeg.Si Abang tukang ojeg sampai pusing mendengar mereka terus berdebat satu sama lain tidak mau mengalah.
"Mas,mba lebih baik naik angkutan umum saja deh,saya gak bisa"ucap Tukang ojeg itu sambil meninggalkan mereka.
"Hei bang tunggu"ucap Freya.
"Ini semua salahmu Freya"ucap Arian.
"Apa katamu,ini salahmu"ucap Freya.
"Aduh siang nih,aku harus buru-buru"ucap Arian sambil berlari ke arah jalan raya.
"Interviewku"ucap Freya sambil berlari membuntuti Arian.
Arian dan Freya berlari ke jalan raya menuju halte bus.Mereka berdua terpaksa naik busway.Didalam busway dipadati dengan penumpang.Arian dan Freya mau tidak mau harus berdiri.Freya berdiri didepan Arian.Arian grogi saat Freya ada didepannya.Jarak mereka begitu dekat sampai menempel satu sama lain karena padatnya penumpang.Ada seorang penumpang berjalan masuk ke busway itu sampai menyenggol punggung Arian.Arian terdorong sampai hampir memeluk Freya secara tidak sengaja.
"Apaan ini,kamu memanfaatkan situasi ya"ucap Freya.
"Siapa yang mau memanfaatkan situasi aku tidak sengaja"ucap Arian yang masih memeluk Freya.
"Lalu kenapa kau hampir memelukku"ucap Freya.
"Eh siapa yang mau memelukmu"ucap Arian melepas pelukannya.
Setelah beberapa lama,ada satu penumpang yang duduk turun dari busway.Arian menawarkan tempat duduk itu pada Freya.
"Gadis keras kepala kau mau duduk tidak "ucap Arian.
"Gak mau,lebih baik aku berdiri dari pada menerima tawaranmu"ucap Freya.
"Baiklah,aku yang duduk saja,memang gadis keras kepala"ucap Arian.
Arian duduk dikursi itu,sementara Freya masih berdiri dibusway itu.Perjalanan masih jauh,Freya merasa tidak nyaman berdiri dibusway itu karena ada laki-laki asing dibelakangnya. Lelaki itu hendak melecehkan Freya, melihat itu Arian langsung berdiri dan mendudukkan Freya.
"Diam, duduklah disini"ucap Arian.
Freya melihat Arian berdiri berdekatan dengan lelaki yang tadi hendak melecehkannya. Dia tersenyum melihat Arian ternyata baik juga walau menyebalkan.
Setelah setengah jam mereka berjalan keluar dari dalam busway.Setelah turun dari busway mereka masih saja berdebat.
"Kamu ngapain sih ngikutin aku terus"ucap Arian.
__ADS_1
"Siapa yang mau ngikutin kamu,Gr"ucap Freya.
Mereka lalu berpisah ditempat itu.Arian berangkat ke perusahaan tempatnya bekerja.Dan Freya pergi ke perusahaan tempat dia akan interview.