DUDA JANDA HOT

DUDA JANDA HOT
Dikurung


__ADS_3

Arian menunggu Freya pulang. Katanya cuma pergi ke rumah Fina tapi sampai mba kunti mau ganti sip pagi kok belum pulang juga. Padahal burung hantu mau tidur mesti nungguin Freya pulang dulu. Arian mulai mencemaskan Freya.


"Freya kok belum pulang sih"ucap Arian.


"Ini dah malam banget, masa iya ke rumah Fina jam segini belum pulang juga"ucap Arian.


Arian bolak balik kanan kiri mikirin Freya. Akhirnya Arian berpikir untuk menelpon Freya.


"Maaf nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif"suara layanan telpon itu.


"Nomornya gak aktif, apa aku telpon Fina aja?" ucap Arian.


Arian coba menelpon ke nomor telpon Fina.


"Assalamu'alaikum"ucap Arian.


"Wa'alaikumsallam"ucap Arian.


"Hallo Fina"ucap Arian.


"Hallo Kak Arian"ucap Fina.


"Fina, apa Freya sudah pulang?"tanya Arian.


"Udah Kak dari tadi, katanya mau naik taksi"ucap Fina.


"Dari jam berapa?"tanya Arian.


"Dari jam tujuh Kak"ucap Fina.


.


"Jam tujuh?"ucap Arian kaget.


"Memangnya ada apa Kak?"tanya Fina.


"Freya belum nyampai rumah sampai sekarang" ucap Arian.


"Masa sih Kak, inikan dah jam 1 malam, masa Kak Freya belum pulang"ucap Fina.


"Belum"ucap Arian.


"Apa Kak Freyanya udah ditelpon?"tanya Fina.


"Udah, tapi nomornya gak aktif"ucap Arian.


"Nanti aku bantu nyariin Kak Freya ya Kak"ucap Fina.


"Makasih ya Fina, nanti aku juga nyari Freya dulu"ucap Arian.


"Iya Kak"ucap Fina.


Arian langsung menutup telponnya. Dia sangat mencemaskan Freya. Sudah larut malam Freya tak ada kabar dan belum juga pulang.


"Freya kamu kemana? jam segini kok belum pulang"ucap Arian.


Wah Arian jangan berpikir Freya lagi kencan dikuburan, udah pasti itu mah kunti lagi pacaran sama pocong. Eh pocong selingkuh sama si manis jembatan ancol, tak selamanya selingkuh itu indah.


"Aku coba nyari keluar dulu deh"ucap Arian.


Ueeeek.....ueeeek......ueeeek.......


Arian menghampiri Rafka yang menangis diranjang bayinya.


"Rafka rewel lagi, mana stok susunya tinggal dikit dikulkas"ucap Arian.


Arian menghangatkan susu dari kulkas dan memberikan pada Rafka sambil menggendongnya.


"Rafka sayang jangan rewel ya, Papa mau nyari Mama dulu ya sayang"ucap Arian.


Setelah menyusu susu dibotol susunya, Rafka tidur.


Arian menyelimuti Rafka dan mencium keningnya. Dia tahu Rafka ingin menyusu ke Freya. Biasanya sebelum tidur Rafka nyusu sambil dikelonin sama Freya.


"Untung Rafka tidur, aku harus mencari Freyaku" ucap Arian.


Arian menitipkan Rafka pada Mba TK B, sementara Arian pergi mengendarai mobilnya menuju ke jalan raya.


"Freya sayang kau ada dimana?"ucap Arian.


Arian mengendarai mobilnya kesana sini sampai lelah tapi belum juga menemukan Freya. Dia akhirnya memutuskan untuk pulang ke rumah dulu. Sampai dirumah Arian masuk ke kamar dan duduk diranjang kamarnya. Dia memikirkan sesuatu.


"Pria yang tadi siang itu mencurigakan, siapa dia?"ucap Arian.


Arian coba menelpon ke nomor telpon Pak Nugi.


"Assalamu'alaikum"ucap Arian.


"Wa'alaikumsallam"ucap Pak Nugi.


"Hallo Pak Nugi"ucap Arian.


"Hallo Arian"ucap Pak Nugi.


"Pak Nugi saya mau tanya, hari ini perusahaan kita kedatangan tamu penting, siapa ya?"tanya Arian.


"Elang Prayoga"ucap Pak Nugi.


"Oh...,terimakasih ya Pak Nugi"ucap Arian.


"Iya sama-sama Arian"ucap Pak Nugi.


Arian menutup telponnya setelah berbicara dengan Pak Nugi.


"Elang Prayoga, sepertinya dia mengenal Freya dan Freya juga mengenalnya"ucap Arian.


Karena Rafka rewel, Arian akhirnya menjaga Rafka sampai pagi.


*************


Pagi itu Freya membuka jendela kamar itu. Dia berpikir untuk kabur. Freya menyambung seprai dan hordeng untuk turun dari kamar itu lewat balkon. Freya mengikat kain sambungan itu dengan tiang kemudian dia berusaha turun dari balkon kamarnya.


"Akhirnya bisa turun juga, aku harus kabur dari sini"ucap Freya.


Freya berjalan menuju ke halaman depan, baru melangkah beberapa langkah, Elang ada dibelakangnya.


"Mau kemana Freya?"tanya Elang.


"Aku mau pulang, suami dan anakku pasti menungguku"ucap Freya.


"Kau takkan bisa kemana-mana Freya selama aku masih hidup"ucap Elang.


"Elang ku mohon biarkan aku pulang"ucap Freya.


Elang menarik lengan Freya memaksanya masuk ke rumah besarnya. Freya dimasukkan ke dalam gudang.


"Freya aku sudah baik hati menempatkanmu dikamar yang nyaman tapi kau malah kabur dan membuatku harus menempatkanmu ditempat ini" ucap Elang.


"Kau gila"ucap Freya.

__ADS_1


Plaaaaak............


Elang menampar Freya dengan tangan kanannya.


"Freya itu belum seberapa, aku akan benar-benar membunuhmu jika kau pergi dariku"ucap Elang.


"Kau gila Elang, aku mau pulang"ucap Freya.


"Kita akan menikah sebentar lagi setelah aku mengajukan surat perceraian untuk Arian"ucap Elang.


"Kau gila Elang"ucap Freya.


"Ha....ha....Freya ini semua karena rasa cintaku untukmu"ucap Elang.


"Cinta ini lebih mirip obsesimu, kalau kau mencintaiku seharusnya kau merelakanku bahagia bersama Arian"ucap Freya.


"Jangan mimpi Freya, aku akan membunuhmu atau membunuh Arian jika kalian ingin tetap ingin bersama"ucap Elang.


"Kau jahat, kenapa kau melakukan ini padaku Elang, cinta seharusnya mengasihi tapi kau malah ingin menyakiti"ucap Freya.


"Freya tanda tangani surat perceraian ini"ucap Elang sambil memberikan surat permohonan cerai pada Freya.


"Aku gak akan menandatanganinya"ucap Freya.


"Kalau begitu kau ingin Rafka mati"ucap Elang.


"Tidak...., jangan Elang, ku mohon"ucap Freya.


"Aku akan menunggu surat ini ditanda tangani sampai besok, kalau belum juga kau tanggung akibatnya"ucap Elang.


Elang keluar dari gudang itu. Lemas rasanya Freya melihat surat permohonan cerai itu. Dia tidak tahu apa yang harus dipilihnya. Dua-duanya pilihan yang sulit. Dia takut terjadi sesuatu padanya dan keluarga kecilnya.


"Ya Allah tolonglah hambamu yang lemah ini. Hamba sedang dikurung sedangkan diluarsana mungkin suami dan anak hamba merindukan hamba, bebaskan hamba dari tempat ini hik....hik....."ucap Freya dalam doanya.


"Haruskah ku tanda tangan"ucap Freya.


"Tapi aku tidak mau bercerai dengan Arian, walaupun dia menyebalkan tapi aku cinta"ucap Freya.


"Arian, Rafka, apa yang harus ku lakukan?"ucap Freya.


Freya bersedih melihat surat permohonan bercerai itu. Dia tidak ingin berpisah dengan Arian. Tapi jika dia tak menuruti Elang, anak dan suaminya dalam bahaya.


Elang-Elang mending sama jomblo-jomblo santik banyak dan seksi ini malah merebutin Freya yang jelas-jelas bini orang. Untung gak memperebutin kunti, kasihankan pocong pacarnya ilang satu. Seneng deh si manis jembatan ancol gak ada saingan.


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


Pagi itu Arian sudah berpikir matang-matang untuk mencari Freya meskipun ke lubang cacing sekalipun. Dia akan melakukan apapun yang penting Freya ketemu dan bisa pulang kembali. Arian mengendarai mobilnya menuju perusahaan, dia tahu Papanya akan bertemu dengan Elang untuk membicarakan kerjasama bisnis. Arian masuk ke ruangan kerja Papanya.


"Pa boleh aku bicara?"tanya Arian.


"Bicara apa katakan"ucap Pak Alex.


"Begini Pa, aku dengar Papa akan bertemu dengan Elang"ucap Arian.


"Iya, dari mana kau tahu?"tanya Pak Alex.


"Aku tahu dari Sekretaris Papa"ucap Arian.


"Lalu apa yang kau inginkan?"tanya Pak Alex.


"Biar aku saja yang menemui Elang"ucap Arian.


"Baiklah kalau itu maumu"ucap Pak Alex.


"Terimakasih ya Pa"ucap Arian.


"Iya"ucap Pak Alex.


"Selamat pagi"ucap Elang.


"Pagi"ucap Arian.


"Silahkan duduk"ucap Arian.


"Baik"ucap Elang.


Elang duduk satu meja dengan Arian.


"Saya menawarkan kerjasama yang akan menguntung untuk perusahaan kita"ucap Arian.


"Kerjasama apa?"tanya Elang.


"Kerjasama untuk mengembalikan istri saya yang ditawan Anda"ucap Arian langsung menuduh Elang.


"Anda sepertinya salah orang, orang terhormat sepertiku mana mungkin bersama dengan istri Anda"ucap Elang.


"Aku memang tidak bisa menunjukkan bukti bahwa Anda membawa istri saya, tapi yang jelas saya yakin istri saya ada pada Anda"ucap Arian.


"Ha....ha....ha.....kau benar, aku memang membawa istrimu. Dia akan jadi milikku secepatnya"ucap Elang.


Seenaknnya jidat kalau ngomong, Freya itu bininya Arian, udah dong mending nyari gebetan lainnya yang masih bisa dibayarin makan ketoprak dipinggir kali sambil ngelihatin sikuning berenang dengan tenang.


"Enak sekali kau bicara seperti itu, kembalikan Freya selagi aku masih bisa memaafkanmu" ucap Arian.


"Aku tak akan menyerah, Freya akan menjadi istriku"ucap Elang.


Dug..............


Arian menonjok Elang dengan keras.


"Aw........."ucap Elang.


"Itu hanya sedikit pelajaran untukmu, jika kau tak mengembalikan Freya aku benar-benar akan membunuhmu"ucap Arian.


"Heh....Freya tetap milikku"ucap Elang.


"Berani kau bicara lagi seperti itu aku akan membunuhmu"ucap Arian.


"Baik pertemuan ini cukup, aku harus bertemu Freyaku"ucap Elang.


"Kau......"ucap Arian langsung menonjok Elang.


Dug


"Aw........."ucap Elang.


Bener Arian hajar aja Elang yang gak tahu diri. Seharusnya dia tempe diri dong. Ingat mengambil sesuatu punya orang memang enak, asal jangan mengambil bon tagihan utang segala. Kesenengan tar utang setumpuk dibayarin orang.


"Wah ternyata kau berani juga"ucap Elang.


"Kau sudah diluar batasanmu"ucap Arian.


"Aku memang mencintai Freya dan ingin menikahinya, gak peduli dia sudah menikah atau tidak"ucap Elang.


"Kau memang benar-benar tak tahu malu"ucap Arian hendak menonjok Elang tapi tidak jadi, dia merasa percuma kalau hanya begini saja.


Arian berdiri dan berbicara sebelum meninggalkan Elang.


"Takkan ku biarkan siapapun mengambil Freya dariku"ucap Arian.

__ADS_1


Arian berjalan keluar dari restoran itu. Kemudian dia menemui Fina di rumahnya. Arian ingin tahu apa hubungan Freya dan Elang dimasa lalu.


Arian duduk diteras rumah Fina sambil berbincang dengan Fina.


"Elang itu pacar Kak Freya saat SMA, dulu mereka saling mencintai. Tapi saat mereka mau kelulusan sekolah, Elang dan Kak Freya meminta restu pada ayahnya Elang, agar direstui menikah muda tapi hubungan mereka ditentang. Elang dan Kak Freya melarikan diri saat anak buah ayahnya Elang mengejar mereka untuk memisahkan mereka. Elang dan Kak Freya bersembunyi diluar kota, Kak Freya ingin kembali dan menyudahi pelarian itu tapi Elang tidak setuju, dia tetap ingin menikah dengan Kak Freya bahkan menyiksa Kak Freya karena menganggap Kak Freya berkhianat padanya. Hingga suatu hari Elang memutuskan ingin mati bersama dengan Kak Freya, dia memaksa Kak Freya agar mau mati dengannya tapi Kak Freya tidak mau dan berhasil kabur dari Elang hingga sekarang"ucap Fina.


"Jadi Elang itu berbahaya juga, dia bisa melakukan apapun jika Freya tidak mengikuti kemauannya"ucap Arian.


"Betul Kak, aku yakin Elang akan menggila seperti dulu lagi kalau Kak Freya tidak menuruti kemauannya"ucap Fina.


"Fina makasih informasinya, aku harus segera menyelamatkan Freya dari Elang"ucap Arian.


"Iya Kak"ucap Fina.


Arian langsung cus mencari Freya. Dia tidak ingin terjadi sesuatu pada Freya yang mungkin saja ada ditangan Elang.


Benar Arian, Freya memang ada disarang Elang. Udah bawain anak ayam juga dia seneng. Asal jangan dibawain mak erot dia tambah seneng. Mbah dukun juga boleh biar disembur kali aja dia dapet jodoh dadakan. Asal jangan dibawain soal ujian sekolah pusing mikirnya, mesti nyiapin contekan dulu baru bisa.


************


Freya menangis didalam gudang, dia belum menandatangani surat permohonan cerai itu. Tapi dia takut Elang akan menyakiti Arian dan Rafka. Tiba-tiba seorang pelayang masuk ke gudang membawa makanan untuk Freya.


"Non Freya makan dulu biar tetap sehat"ucap Arian yang menyamar jadi pelayan wanita.


"Aku gak lapar"ucap Freya.


"Beneran"ucap Arian.


"Bawa lagi aja, aku gak laper"ucap Freya.


"Sayang kau harus makan sayang"ucap Arian.


"Kau? suaramu mirip?"ucap Freya teringat Arian.


"Sayang jangan menangis sayang"ucap Arian.


"Mba jangan bicara seperti itu, aku jadi teringat suamiku"ucap Freya.


"Memang Nona Freya cinta sama suaminya kok sampai inget sama dia"ucap Arian.


"Walau dia nyebelin tapi aku cinta hik...hik...."ucap Freya.


Arian mendekati Freya dan memeluknya. Freya menangis dipundak Arian. Dia begitu merindukan suaminya.


"Sayang, aku disini"ucap Arian.


"Kau....."ucap Freya.


"Aku Arian, sayang"ucap Arian.


Freya memukul-mukul kecil dada Arian perlahan. Dia begitu senang dan sedih bisa bertemu Arian lagi.


"Sayang... sayang kau membuatku takut tak bisa bertemu denganmu lagi"ucap Freya.


Arian menangkap tangan Freya dan menciumnya, mereka saling meluapkan rasa rindu.


"Sayang aku sangat merindukanmu, apalagi Rafka. Dia ingin menyusu padamu"ucap Arian.


"Sayang aku juga merindukanmu dan Rafka"ucap Freya.


"Sekarang kita bisa bertemu sayang"ucap Arian.


Freya mengangguk, dia tidak peduli dengan kesedihannya tadi. Bagi Freya sekarang yang membuatnya aman dan bahagia hanya suaminya tercinta.


"Sayang kenapa kau berdandan seperti ini?"tanya Freya.


"Hanya dengan cara ini aku bisa menyusup kesini"ucap Arian.


"Sayang ini bra kok isinya balon"ucap Freya.


"Biar kelihatan montok, tadi aja aku mikir mau diisi bola basket tapi berat"ucap Arian.


"Yang ada kamu gak bisa jalan, lagian masa dada cewek segede bola basket kan aneh"ucap Freya.


"Tapi kamu senengkan sayang aku disini?"tanya Arian sambil nanem singkong dikebun Pak Amat.


"Iya, aku seneng bisa bertemu denganmu"ucap Freya.


"Seneng juga kita berduaan disaat sulit seperti ini, semoga kita bisa keluar dari tempat ini"ucap Arian.


"Iya sayang"ucap Freya.


"Sayang, aku cinta padamu"ucap Arian.


"Aku juga mencintaimu"ucap Freya.


Arian dan Freya memadu cinta ditempat itu. Mereka tidak peduli tempat itu kotor dan gelap tapi rasa cinta keduanya membuat mereka menyatu dalam indahnya kemesraan itu.


"Akhirnya"ucap Arian berbaring disamping Freya.


"Sayang Rafka gimana?"tanya Freya yang berbaring didada Arian.


"Rafka sama Mba TK B, malah anteng mainan jengkol"ucap Arian.


"Bukan itu, diakan mesti nyusu, nih punyaku sampai bengkak"ucap Freya.


"Masih ada stok asi dikulkas"ucap Arian.


"Apa Rafka rewel gak?"tanya Freya.


"Awalnya rewel tapi sekarang udah enggak gara-gara dikasih jengkol buat mainannya. Sampai digantung juga tuh jengkol diatas tempat tidur Rafka biar diem"ucap Arian.


"Emang gak bau?"tanya Freya.


"Bau tapi Rafka malah seneng tuh"ucap Arian.


"Sayang....."ucap Freya memeluk Arian.


Arian mencium kening Freya dengan mesra.


"Alhamdulillah, aku bisa bertemu denganmu lagi sayang"ucap Arian.


"Iya sayang, aku juga bersyukur karena Allah sudah mempertemukan kita lagi"ucap Freya.


"Aku pakai peralatan mba ayu dulu ya tar keburu Elang itu datang"ucap Arian.


"Nih bra nya, balonnya kempes satu"ucap Freya membantu Arian menjadi wanita lagi.


"Gampang tar ditiup lagi"ucap Arian.


"Wignya ini punyaku ya?"tanya Freya.


"Bukan sayang, boleh beli diemperan kuburan, ada nenek-nenek yang jual, katanya bekas cucunya sebelum meninggal"ucap Arian.


"Ih....serem amet punya hantu dong"ucap Freya.


"Yang penting aku bisa kesini sayang"ucap Arian.


Freya langsung mencium pipi Arian.

__ADS_1


Cup


Freya senang melihat perjuangan suaminya demi bisa bertemu dengannya.


__ADS_2