DUDA JANDA HOT

DUDA JANDA HOT
Generation 3 : Malam Panjang


__ADS_3

Atnan berjalan menuju ranjang. Dia berdiri tepat disamping ranjang melihat Elina yang sudah tertidur lelap. Dia naik ke atas ranjang dan berbaring disamping Elina. Tangannya hendak meraba pipi Elina tapi ragu.


"Apa yang harus kulakukan? apa Elina akan mau setelah aku campakan?" batin Atnan.


Atnan memberanikan diri menyentuh pipi Elina dengan tangannya, sentuhan lembut dipipinya membuat Elina langsung kaget dan terbangun.


"Atnan, mau ngapain?"tanya Elina.


Atnan terdiam. Dia memikirkan jawaban untuk Elina.


"Elina aku..."ucap Atnan.


Tanpa basa basi Atnan mencium istrinya. Elina terkejut mendapatkan ciuman dadakan dari suaminya. Atnan mulai melakukan tahapan demi tahapan cinta yang semakin menggelora. Sikapnya yang dingin berubah mengikuti insting laki-lakinya. Elina hanya berusaha menikmati kehangatan Atnan yang jarang dia rasakan. Cintanya sudah tumbuh untuk Atnan sejak bulan madu itu. Saat ini dia begitu dimabuk asmara dalam dekap kehangatan Atnan. Malam itu Atnan seperti tidak kelelahan dan terus menerus melakukannya tanpa jeda. Elina melihat Atnan begitu tampan dan mempesona membuatnya melupakan rasa sakit pertama saat melakukan malam penuh cinta itu. Mereka melakukan semua itu begitu sungguh-sungguh dan cinta mereka begitu membara sehingga tidak ingin secepat mungkin mengakhirinya.


"Elina" panggil Atnan disaat cinta mulai dia rasakan.


"Atnan" ucap Elina yang sudah terbuai cinta.


Setelah kelelahan, Atnan bebaring dengan memeluk Elina dalam dekapannya. Elina tersenyum kini dia sudah menjadi milik suaminya seutuhnya.


************


Suara adzan subuh berkumandang. Atnan dan Elina masih tidur. Kamar yang agak sedikit acak-acakkan karena aktifitas romantis semalam terlihat jelas. Baju berserakan dimana-mana, bantal dan guling beberapa berada dilantai. Atnan dan Elina masih lelap tertidur diranjang mereka. Sepertinya semalaman mereka terjaga dengan penuh cinta sehingga mereka begitu kelelahan dan masih mengantuk dipagi harinya. Elina masih tidur dalam pelukan Atnan. Mereka berada dalam selimut yang sama. Ini pertama kalinya mereka melewati malam bersama. Dan pertama kalinya juga menjalankan kewajibannya sebagai suami istri yang sah.


Elina terbangun lebih dulu dari Atnan, dia melihat Atnan yang masih tertidur memeluknya. Elina tersenyum dan memeluk erat Atnan. Dia tidak ingin kemesraan ini cepat berlalu. Malam yang begitu indah dilaluinya bersama Atnan. Malam itu mereka begitu menikmatinya satu sama lain bahkan mereka melakukannya semalaman. Seandainya waktu bisa diulang Elina ingin bisa kembali bersama Atnan melewati malam-malam indah itu.


Atnan mulai terbangun dari tidurnya,dia baru sadar semalam menghabiskan malam indah bersama Elina. Bahkan masih terbayang dipikirannya kejadian semalam.


"Elina apa semalam sakit?" tanya Atnan.


"Sedikit" ucap Elina.


"Terimakasih Elina, semalam kau mau melakukannya denganku" ujar Atnan.


Elina memeluk erat Atnan. Dia benar-benar mencintai suaminya.


"Sudah menjadi kewajibanku melayanimu" ucap Elina.


"Elina..." ucap Atnan ragu mengutarakan keinginannya. Tapi Elina tahu keinginan Atnan. Dia mencium Atnan duluan, mendapat ciuman dari Elina, Atnan membalas ciuman itu hingga berlanjut ke tahap lebih dalam. Mereka merajut cinta kembali dipagi hari itu. Sepertinya Atnan mulai ketagihan. Dia tak tahu ternyata begitu manis merajut cinta dengan Elina. Selesai merajut cinta mereka mandi dan sholat subuh berjamaah. Elina memcium tangan Atnan seusai sholat subuh.


"Atnan, bolehkah aku memanggilmu Mas?" tanya Elina.


"Apa saja yang penting kau suka" ucap Atnan.

__ADS_1


Elina senang Atnan terlihat terbuka dan mau menjawab pertanyaan Elina dengan baik.


"Kau lelah Elina?" tanya Atnan.


Elina mengangguk. Atnan dan Elina kembali berbaring diranjang. Mereka tidur bersama, Atnan memeluk Elina dengan senyuman dibibirnya.


"Senyuman itu sekarang untukku" batin Elina sambil memeluk Atnan.


***************


Sinar matahari merambah memasuki ruang kamar itu.Suara burung-burung mulai bersiul dipagi hari. Elina bangun lebih dulu, dia mencium dahi Atnan lalu turun kebawah dari kamarnya ke dapur membantu ibu Atnan dan pelayan memasak.


"Elina sudah bangun"ucap sapa Azura.


"Iya ibu, aku ingin membantu memasak"ucap Elina.


"Ayo kemari, ibu sedang memasak makanan kesukaan Atnan"ucap Azura.


Elina berjalan ke arah Azura lalu dia terjatuh lemas. Azura mendekati Elina. Dia melihat dileher dan dada Elina penuh tanda cinta yang ditinggalkan Atnan semalam. Dia tersenyum rencananya sukses. Azura langsung membantu Elina berdiri.


"Elina sebaiknya kamu istirahat"ucap Azura.


"Tidak Ma, Elina ingin membantu"ucap Elina.


"Iya tapi......."ucap Elina belum selesai bicara langsung pingsan.


"Atnan...Atnan...kemari"ucap Azura.


"Iya ma, ada apa?"ucap Atnan masuk ke dapur melihat Elina dalam pelukan Ibunya.


"Elina kenapa?" tanya Atnan khawatir.


"Elina pingsan" ucap Azura.


Atnan menggendong Elina naik ke kamarnya. Sementara Azura memanggil dokter pribadinya.Elina dibaringkan diranjangnya oleh Atnan. Azura dan Dokter pribadi keluarganya datang ke kamar Atnan.


"Biar saya periksa dulu"ucap Dokter.


Selesai memeriksa dokter mengajak Azura bicara berdua.Sementara Atnan tetap dikamar menjaga Elina yang belum siuman.


"Dokter gimana kondisi Elina?"tanya Ibu Sintia.


"Elina baik-baik saja, mungkin kelelahan" ucap Dokter.

__ADS_1


"Ooo....saya paham dok"ucap Azura.


Dokter meninggalkan rumah besar itu, Azura membawa sarapan ke kamar Atnan.Dia meminta Atnan memberikan sarapan itu pada Elina jika sudah siuman. Azura lalu pergi dari kamar Atnan.


Atnan duduk disamping sofa menunggu Elina siuman.Dia melihat wajah Elina yang begitu tenang saat dia tidur.Atnan merasa apa dia terlalu keras pada Elina padahal Elina juga terpaksa menikah dengan Atnan.Situasi ini pasti membuat Elina juga tertekan.Tapi ego Atnan terlalu tinggi untuk mengakui kesalahannya dan berbaik hati memperlakukan Elina.Elina mulai siuman,dia melihat Atnan didepannya sedang menunggu Elina.


"Atnan"ucap Elina.


"Kau sudah siuman,ayo sarapan jangan sampai sakit"ucap Atnan.


Atnan mengambil sarapan yang sudah disiapkan Azura diatas meja.Dia menyuapi Elina dengan penuh kesabaran dan ketelatenan. Dia mulai merasa sangat menyayangi Elina.


"Elina ayo makanlah"ucap Atnan menyodorkan sendok berisi makanan ke mulut Elina.


Elina memakan makanan yang disuapi oleh Atnan.Mereka canggung satu sama lain karena kejadian semalam.Selesai menyuapi Elina sarapan Atnan pergi ke melihat kondisi Rafka.


"Pa,papa sudah enakkan? " tanya Atnan


"Sudah mendingan,kamu sudah sarapan Atnan?"tanya Rafka


"Nanti gampang"ucap Atnan.


"Atnan,papa ingin segera mengendong cucu,papa ini sudah tua sampai kapan bisa melihat cucu papa.Ingin sekali bisa mendengar suara kecil memanggil papa kakek"ucap Rafkaa..


"Iya pa"ucap Atnan.


"Sayangi dan cintailah istrimu, dia itu bidadari yang Allah kirim untuk kita, jangan disia-siakan. Karena kau akan menyesal nantinya" ujar Rafka.


"Baik pa"ucap Atnan.


Setelah bicara dengan papanya, Atnan keluar dari kamar papanya. Azura masuk ke kamarnya setelah melihat Atnan pergi.Dia hendak memberi kabar baik pada suaminya.


"Pa rencana kita sukses"ucap Azura


"Mama memang hebat"ucap Rafka.


"Ya dong......,kita tinggal menunggu hasilnya, semoga Allah segera memberi kita cucu" ucap Azura.


"Amin, semoga rumah ini dipenuhi tawa anak-anak" ucap Rafka.


"Iya Pa" ucap Azura.


Azura lalu menyuapi suaminya sarapan supaya sandiwaranya semakin sukses. Mereka melakukan ini demi kebaikan Atnan dan juga mereka ingin segera memiliki cucu.

__ADS_1


                            


__ADS_2