
Pagi itu diruangan akunting, Freya dan Arian mulai bekerja. Pak Nugi masuk ke ruangan akunting bersama seorang lelaki. Dia lelaki yang kemarin bertabrakan dengan Freya. Pak Nugi mulai memperkenalkan lelaki itu pada semua staf yang ada diruang akunting.
"Kenalkan ini Pak Rey Bastian, Direktur baru diperusahaan ini"ucap Pak Nugi.
"Selamat pagi"ucap Rey.
"Pagi"ucap Semua staf.
"Senang bisa bertemu kalian semua"ucap Rey.
"Sama-sama Pak"ucap Semua staf.
"Pak Rey ini Freya, Manager akunting diperusahaan ini"ucap Pak Nugi.
"Freya, senang berkenalan dengan Anda" ucap Freya.
"Rey, saya juga senang berkenalan dengan Nona Freya"ucap Rey.
"Apa? Nona Freya, lelaki ini sepertinya suka sama Freya"batin Arian.
"Kalau begitu mari Pak Henry kita ke ruangan lainnya"ucap Pak Nugi.
"Iya Pak Nugi"ucap Rey.
Herny keluar bersama Pak Nugi. Sementara itu Arian menghampiri Freya yang masih berdiri melihat Rey dan Pak Nugi yang keluar dari ruangan akunting.
"Baru ngelihat lelaki seperti itu saja sudah terkesima"ucap Arian.
"Biarin, suka-suka aku"ucap Freya.
"Paling dia udah punya pacar, terus mau jadiin kamu simpanannya"ujar Arian.
"Bukan urusanmu"ucap Freya.
"Sakit hati, terus nangis-nangis deh"ucap Arian.
"Hei Arian mau aku suka sama Rey atau tidak, gak ada urusannya sama kamu. Lagi pula Rey lebih baik dari pada kamu"ucap Freya.
"Dasar cewek matre"ucap Arian.
"Apa kau bilang tadi?"tanya Freya.
"Cewek Matre"ucap Arian.
"Kamu juga cowok mesum"ucap Freya.
"Cewek matre"ucap Arian.
"Cowok mesum"ucap Freya.
Arian dan Freya kembali bersitegang diruangan akunting, mereka terus perang mulut hingga dipisah oleh staf lainnya.
"Bu Freya sudah"ucap Sari.
"Pak Arian stop"ucap Dedi.
"Arian sekali lagi kamu ngomong kaya tadi, aku akan minta kau dipindahkan" ucap Freya.
"Itu karena kau takut aku mengganggumu mendekati Henry"ucap Arian.
"Arian....kau menyebalkan"ucap Freya.
"Berarti benar kau memang ingin mendekatinya"ucap Arian.
"Arian....."ucap Freya.
"Singa betina...."ucap Arian.
"Sudah-sudah Pak Arian, Bu Freya ini kantor"ucap Sari.
__ADS_1
"Iya Pak, Bu, gak enak sama karyawan lainnya"ucap Dedi.
Akhirnya Arian dan Freya duduk di kursi kerja mereka masing-masing dengan muka yang masih cemberut. Freya membuang muka dari Arian begitupun dengan Arian.
***********
Freya berdiri didepan lobi sedang mengecek handphonenya. Dia membaca beberapa pesan yang masuk dihandhonenya. Tiba-tiba handphonenya ditarik dari belakang oleh Arian. Freya langsung berbalik. Arian membawa handphone Freya kabur menjauh dari Freya.
"Arian balikin handphoneku gak"ucap Freya.
"Ambil kalau bisa singa betina"ucap Arian.
"Kau ini membuatku kesal Arian"ucap Freya.
"Ayo singa betina ambil handphonemu" ucap Arian.
"Arian ini dikantor, jangan manggil aku singa betina"ucap Freya.
"Biarin, kejar aku kalau bisa"ucap Arian.
"Arian....."ucap Freya.
Freya berlari mengejar Arian disaksikan karyawan lainnya yang masih ada dilobi bawah. Mereka seperti anak kecil yang berebut mainan. Tak ada yang mau mengalah.
"Itu Pak Arian ma Bu Freya kaya anjing dan kucing"ucap Tina.
"Udah biasa kita mah yang diakunting" ucap Sari.
"Wah, ceritain dong"ucap Tina.
"Tadi pagi aja udah berdebat gak ada abisnya, sampai kita-kita misahin mereka"ucap Sari.
"Jangan-jangan jodoh tuh tar mereka" ucap Tina.
"Dunia terbalik kalau mereka jodoh, tau sendiri perang dunia terus, gak dikantin, diruang akunting sekarang disini"ucap Sari.
"Lucu kalau mereka tar jadian"ucap Tina.
Freya terus mengejar Arian hingga dia kelelahan dan duduk dikursi ruangan tunggu. Dia mengatur nafasnya yang tersengal-sengal.
"Dia benar-benar menyebalkan, sabar Freya"ucap Freya.
"Nih minum kau hauskan"ucap Arian memberi Freya botol air mineral.
Freya mengambil botol air mineral itu dan meminumnya sampai habis. Gadis keras kepala itu benar-benar haus setelah berlari mengejar pria arogan menyebalkan.
"Alhamdulillah"ucap Freya seusai meminum air mineral itu.
"Arian aku lelah mengejarmu kembalikan handphoneku"ucap Freya.
"Oke"ucap Arian mengeluarkan handphonenya dan memberikan pada Freya.
"Awas ya Arian kaya gini lagi"ucap Freya sambil menerima handphonenya.
"Freya kau mau pulang?"tanya Arian.
"Iya emang kenapa?"tanya Freya.
"Naik bus bareng"ucap Arian.
"Gak mau tuh berduaan lagi sama kamu, bye"ucap Freya lalu meninggalkan Arian.
"Freya tunggu..."ucap Arian.
Freya tidak menggubris ucapan Arian, dia terus berjalan hingga berpapasan dengan Rey didepan lobi.
"Manager Freya"ucap Rey.
"Direktur Rey"ucap Freya.
__ADS_1
"Mau pulang?"tanya Rey.
"Iya"ucap Freya.
"Kalau begitu maukah Manajer Freya pulang bareng sama saya?"tanya Rey..
"Maaf Pak Rey, saya naik bus saja"ucap Freya.
"Naik bus kurang nyaman dan berdesakan, lebih baik naik mobil saya"ucap Rey.
"Sekali lagi terimakasih atas tawarannya tapi saya ingin naik bus saja"ucap Freya.
"Pak Rey yang terhormat, Freya sudah memilih naik bus jadi saya mohon Anda bisa memahami itu"ucap Arian.
"Baiklah"ucap Rey.
"Saya permisi pulang dulu Pak Rey, assalamu'alaikum"ucap Freya.
"Wa'alaikumsallam"ucap Rey.
"Ayo Freya kita ke halte"ucap Arian.
Freya pergi bersama Arian dan staf lainnya naik ke bus. Sampai dikontrakkan, Arian bertemu Nindi, dia menggoda Arian.
"Kak Arian baru pulang ya?"tanya Nindi.
"Iya Nindi"ucap Arian.
"Kak Arian nonton pasar malam yuk nanti malam barengan teman lainnya ada Dadang, Susi dan Nurdin"ucap Nindi.
"Gimana ya?"ucap Arian.
Saat melihat Freya baru datang didepan pintu kontrakkannya. Arian yang berdiri didepan pintu kontrakannya bersama Nindi sengaja berbicara kencang.
"Baiklah Nindi nanti malam kita ke pasar malam rame-rame"ucap Arian.
"Yang bener Kak Arian?"tanya Nindi.
"Iya dong"ucap Arian.
"Makasih Arian, ditunggu ya"ucap Nindi.
"Hih, dasar playboy"ucap Freya kesal langsung masuk ke kontrakkannya.
Freya masuk ke dalam kontrakkannya. Didalam kontrakkan Freya sebel dengan Arian yang digoda Nindi.
"Dasar Arian Playboy seneng banget digodain Nindi kecentilan"ucap Freya.
"Lebih baik aku tidur capek banget"ucap Freya.
Freya langsung mandi dan berganti pakaian tidurnya. Dia berbaring diranjang meskipun sedikit kesal melihat Arian yang mau digodain Nindi.
************
Arian mandi dan berganti pakaian. Dia terpaksa mengiyakan keinginan Nindi untuk pergi ke pasar malam bersama teman-teman lainnya.
"Freya jadi marah deh, padahal baru mau baikkan setelah marahan terus gak ada habisnya"ucap Arian.
Arian merapikan bajunya lalu keluar dari kontrakkannya.
"Kak Arian"ucap Nindi.
Arian melihat Nindi, Dadang, Nurdin dan Susi sudah menunggunya didepan kontrakkan.
"Kalian sudah ada disini?"tanya Arian.
"Dari tadi, kita semua ada disini Kak Arian"ucap Nindi.
"Ayo buruan ke pasar malamnya Kak Arian"ucap Nindi.
__ADS_1
"Oke"ucap Arian.
Arian dan teman kontrakkan lainnya pergi ke pasar malam bersama-sama.