
Kenan dan Renata terpaksa dinikahkan penghulu yang tidak lain Pak RT sendiri. Mereka mau tak mau menikah dadakan dari pada digebukin warga apalagi diarak keliling lapangan sepak bola. Udah nikah dadakan paling aman. Toh gak rugi juga, soal cinta belakangan. Tapi masalahnya Kenan kepikiran harus jadi suami pencuri plus si pelit satu ini belum lagi ponakannya segambreng kaya mau pawai obor aja. Cukup gak tuh gaji buat ngempanin ponakan. Kira-kira kalau punya anak kebagian gak.
"Ampun, nikahin dia. Ponakannya se RT gimana gue ngurusnya," batin Kenan.
"Pak RT udah boleh pulang? saya bisa masuk angin nih, baju kurang bahan," ucap Renata.
"Boleh, kalau mau malam pertamaan jangan lupa baca doa makan ya," ucap Pak RT.
"Salah lah Pak RT, baca doa turun hujan."
"Ngawur, baca doa sebelum tayamum."
"Nah ini pada gak ngaji, malah main handphone jadi hafalan doanya kebelinger, baca doa mimpi buruk ya dek kalau mau malam pertamaan."
Mereka semua pada ngawur untuk ada ponakan Renata yang bener.
"Baca doa sebelum berhubungan suami istrilah bapak-bapak."
"Loh kok bocah ngerti?"
"Saya nonton film dewasa Pak," ucap salah satu ponakan Renata.
"Kalau suami selingkuh, direbut pelakor tinggal minta talak Pak." Tambah salah satu ponakan Renata lainnya.
"Astagfirullah, zaman memang udah mulai gak bener, bocah piyik nonton film dewasa," sahut Pak RT.
Kenan dan Renata kembali ke rumah Renata. Mereka terlihat canggung. Apalagi ponakan Renata banyak, ramai banget kaya mau dibagi uang kaget.
"Pencuri balikkin koper, dompet, dan bajuku," ucap Kenan.
"Enak aja, kamu sendiri tuh yang teledor, aku hanya mengambil," ucap Renata.
"Pokoknya balikin, aku mau pulang," ucap Kenan.
"Gak mau," ucap Renata.
"Sial, kenapa juga aku terjebak denganmu, mana nikah lagi," ucap Kenan.
"Aku juga males tuh jadi istrimu," ucap Renata.
Krucuk...krucuk...krucuk...
"Aduh laper lagi," batin Kenan.
"Om laper ya, nih." Ponakan Renata memberi Kenan roti.
Kenan mengambil roti pemberian ponakan Renata. Dia langsung memakan roti itu.
"Itu roti jamuran, perutmu gak sakit?" Tanya Renata.
__ADS_1
"Jamuran?" Kenan terkejut.
"Iya Om, tadi nemu ditong sampah."
"Paling sakit perutkan? gak mungkin mati, iyakan?" Ucap Kenan yang mulutnya masih penuh roti jamuran.
"Kalau Om mati, tante jadi janda kaya, alhamdulillah."
"Mesti syukuran ini kalau Om mati."
"Kita sedekahkan kekayaan Om sebagian, biar siksa kubur Om ringan."
"Sekalian bayarin pajak dan utang Om, biar gak ditagih dialam kubur."
"Astagfirullah, ponakannya sama liciknya ma tantenya. Oh hidup kenapa jadi begini," ucap Kenan.
Kenan pusing, hidupnya seperti jatuh ke neraka belum sempat ngumpulan amalan. Terpaksa check in dineraka gak keluar-keluar malah jadi member tetap.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
Egi dan Gista sedang makan bersama dengan anak-anaknya. Hampir setiap pagi mereka sarapan pagi bersama. Gista selalu memasak sendiri sarapan untuk keluarga tercintanya. Apalagi suaminya Egi yang lebih menyukai masakan istrinya.
"Randi nanti temani Mama ke butik mengambil gaun untuk pergi ke ulang tahun anak temen Mama ya," ucap Gista.
"Iya Ma, kebetulan aku lagi cuti," jawab Randi.
"Anak temen Mama yang mana?" Tanya Egi.
"Berarti Papa ikut ke pesta dong," ucap Egi.
"Aku mau ngajak Rendi," ucap Gista.
Egi mulai paham arah pembicaraan istrinya. Dia tahu ini usaha Gista agar Randi move on dari Elina.
"Yaudah deh, happan ya," ucap Egi.
"Iya dong Pa," sahut Gista.
"Ma, Steven aja yang nemenin," ucap Randi.
"Gak bisa kak, aku ada kelas hari ini," ucap Steven.
"Tuh, Steven gak bisa, kamu harus temenin Mama ya," pinta Gista.
"Oke," jawab Randi.
Gista senang anaknya setuju. Dia ingin mengenalkan Randi pada Aura anak temannya.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
__ADS_1
Atnan harus pergi ke luar kota kembali, perusahaan cabangnya diluar kota sedang ada masalah. Mau tak mau dia harus pergi kesana untuk beberapa hari. Atnan malam itu menemani Elina, karena besok dia akan keluar kota lagi.
"Elina besok aku keluar kota, jaga dirimu dan buah hati kita ya"ucap Atnan.
"Iya Mas," ucap Elina.
Malam itu Atnan tak enak hati harus meninggalkan Elina keluar kota disaat Elina hamil. Tapi permasalahan yang dihadapi perusahaan cabangnya tak bisa diwakilkan oleh orang lain.Atnan tetap harus pergi keluar kota.
"Elina jangan lupa makan, istirahat, minum susu Ibu hamil, vitamin dan jalan pagi ya"ucap Atnan.
"Iya Mas," ucap Atnan.
"Setelah urusanku selesai, aku akan segera kembali secepatnya Elina"ucap Atnan.
"Iya, aku akan menunggumu"ucap Elina.
Setelah berbincang,Atnan mencium bibir Elina dengan penuh kemesraan,seolah dia tak ingin berpisah dengan Elina. Lalu mereka mulai melakukan hal yang romantis malam itu.Karena Elina sedang hamil, Atnan tak berani berlama-lama saat melakukan hal yang romantis itu. Dia tahu Elina juga butuh istirahat yang cukup.
"Elina sekarang kita tidur ya"ucap Atnan.
"Iya Mas"ucap Elina.
Atnan memeluk Elina dalam dekapannya saat tidur.Dia begitu menyayangi Elina saat ini. Dia ingin selalu bersama Elina didekatnya. Kepergiaannya besok terasa berat untuk Atnan.
Atnan sudah siap berangkat ke bandara,Elina mengantarkannya sampai teras depan.Atnan mencium kening dan bibir Elina.Tak lupa dia juga mencium perut Elina.Dia berbicara pada bayi didalam perut Elina.
"Dede jangan nakal ya, kau dan mamamu harus baik-baik saja, Papa akan segera pulang"ucap Atnan.
Setelah itu Atnan berangkat ke bandara. Elina sedih melihat kepergian Atnan. Rasanya disaat seperti ini, dia ingin selalu bersama Atnan. Tapi mau bagaimana lagi pekerjaan Atnan juga harus diselesaikan.
. *******
Elina sedang pergi ke alun-alun untuk jalan pagi bersama Tuti pelayan dirumahnya. Elina mengelilingi alun-alun itu, setelah itu dia beristirahat dikursi bersama Tuti.
"Nyonya haus atau lapar tidak? biar Tuti beli minuman dan makanan"ucap Tuti.
"Iya aku haus Tuti"ucap Elina.
"Yasudah, Nyonya disini. Aku akan membeli air minum untuk Nyonya"ucap Tuti.
"Iya"ucap Elina.
Keadaan dialun-alun itu mulai sepi.Elina duduk dikursi itu,sementara Tuti pergi membeli air mineral.Pak Edi dan Eros yang dari kemarin sudah memata-matai rumah besar Atnan,membuntuti Elina sampai ke alun-alun itu.Saat kondisi mulai sepi mereka mendekati Elina.
"Nona kau masih ingat dengan saya"ucap Pak Edi.
"Bapak orang yang kemarin kan"ucap Elina.
"Iya,ikut kami sekarang kalau tidak"ucap Eros sambil menodongkan pisau ke perut Elina.
__ADS_1
Elina tak punya pilihan,akhirnya mengikuti Pak Edi dan Eros masuk ke mobil mereka.Elina dibawa pergi mereka.Tuti kembali ke alun-alun itu dan tak menemukan Elina.Lalu dia menanyakan pada semua orang yang ditemuinya tapi juga tak menemukannya.Tuti berusaha mencari disekitar alun-alun tapi tak menemukan Elina juga.