
Radhitya menghampiri Manda yang sedang beristirahat dikursi santainya. Manda baru saja menyelesaikan syutingnya. Dia mendapatkan waktu istirahat selama satu jam. Radhitya membawa buah dan kue untuk Manda.
"Makasih ya Radit" ucap Manda.
"Iya Manda sayang" ucap Radhitya.
Beberapa teman artis membicarakan mereka berdua.
"Lihat Radit nempel terus ma Manda" ucap Siska.
"Paling cuma penasaran doang" ucap Caca.
"Penasaran? maksudnya apa?" tanya Siska.
"Manda itukan janda, wajarkan kalau Radhitya penasaran pengen masuk gawang juga" ucap Caca.
"Janda biasanya haus belaian, apalagi kalau janda miskin kaya Manda" ucap Siska.
Teman-teman artis menghina Manda. Mereka tidak suka Radhitya dekat dengannya. Manda digosipkan ini itu tidak sesuai dengan kenyataannya.
"Aku punya ide" ucap Siska.
"Ide apa?" tanya Caca.
"Artis figuran belagu kaya dia harus disingkirkan jangan sampai mendekati Radit" ucap Siska.
"Kau benar, artis miskin kok mau numpang tenar" ucap Caca.
Mereka ingin menghancurkan karir Manda. Siska memfoto Radhitya dan Manda. Lalu mengunggahnya dimedia sosial.
"Caption : Janda genit mengejar aktor tampan Radhitya" ucap Siska mengupload foto Manda dan Radhitya yang sedang duduk bersama.
"Kita lihat, apa yang terjadi setelah ini" ucap Caca.
Tak lama foto itu diunggah. Banyak komentar yang bermunculan. Kebanyakkan komentar pedas dan menusuk hati. Para netizen termakan tulisan Siska. Mereka tidak suka idolanya bersanding dengan janda. Mereka menghujat Manda yang dibilang tak tahu malu mengejar Radhitya.
Radhitya dan Manda berjalan menuju parkiran mobil. Tiba-tiba wartawan begitu banyak dan mengerumuni Radhitya dan Manda.
"Benarkah Radhitya pacaran dengan Nona Manda?"
"Apa benar Nona Manda seorang figuran?"
"Gosip yang beredar mengatakan Nona Manda seorang Janda, benarkah?"
"Apa benar mantan suami Nona Manda adalah Egi Darmawan, anak pertama dari keluarga Darmawan?"
"Menurut gosip yang beredar Nona Manda diceraikan pada malam pertama kalian, benarkah?"
__ADS_1
"Egi Darmawan menceraikan Nona Manda karena berselingkuh, apa itu benar?"
Radhitya menarik lengan Manda keluar dari kerumunan wartawan. Mereka masuk mobil lalu meninggalkan tempat itu. Sepanjang jalan Manda menangis. Dia tak menyangka masa lalunya dengan Egi tersebar luas sampai semua wartawan mengetahuinya. Dan tak menutup kemungkinan berita itu akan diketahui semua orang dan menjadi konsumsi publik. Padahal semuanya tidak seperti itu. Radhitya coba untuk menenangkan Manda.
"Kau tak apa-apa sayang?" tanya Radhitya.
"Hik hik hik, sekarang masa laluku jadi konsumsi publik, gimana nanti Enyak?" ucap Manda.
"Aku juga tidak tahu kenapa jadi begini, padahal hubungan kita sangat dirahasiakan" ucap Radhitya.
Manda terus menangis. Sedangkan Radhitya mengecek perkembangan gosip itu dimedia sosial.
"Kenapa gosipnya jadi seperti ini, bahkan pernikahan Manda sebelumnya dibahas. Manda juga difitnah berselingkuh dan menjadi istri tak tau diuntung, sebaiknya aku tidak memberitahu gosip ini pada Manda, aku khawatir dia semakin down" batin Radhitya.
*************
Perusahaan Darmawan Group milik keluarga Darmawan. Egi Darmawan jadi pemimpin perusahaan itu. Dia sedang duduk dikursi kerja sambil mengerjakan pekerjaannya. Ibu Sasa masuk ke dalam ruangan kerja Egi. Dia masuk begitu saja.
"Egi, mantan istrimu itu benar-benar tak tahu malu" ucap Ibu Sasa.
"Mantan istriku? maksud ibu, Manda?" tanya Egi.
"Iya, siapa lagi kalau bukan Manda. Coba kau lihat gosip dimedia sosial. Membuat keluarga Darmawan malu saja" ucap Ibu Sasa.
"Gosip apaan Bu?" tanya Egi.
"Mantan istrimu itu gak punya malu, dulu udah selingkuh, sekarang menempel sama artis tampan Radhitya yang statusnya perjaka. Benar-benar memalukan, gak nyadar diri dia itu janda" ucap Ibu Sasa.
"Kenapa masa laluku dengan Manda tersebar luas begini, bahkan menyudutkan Manda" batin Egi.
Egi menutup layar handphonenya. Kembali meletakkan handphone miliknya dimeja. Dia kembali bekerja dengan santainya.
"Egi kenapa kau diam saja" ucap Ibu Sasa.
"Lalu aku harus berbuat apa Bu?" tanya Egi.
"Kamu omelin tuh Manda, bikin malu keluarga kita aja" ucap Ibu Sasa.
"Aku sudah tak memiliki hak untuk memarahinya. Dia bebas melakukan apa saja" ucap Egi.
"Kalau Ibu jadi kamu, sudah ku labrak wanita tak tahu malu, kegenitan dan kegatelan itu" ucap Ibu Sasa.
Ibu Sasa ngomel-ngomel terus. Sedangkan Egi fokus pada kerjaannya. Dia tak menggubris ocehan ibunya.
"Egi...Egi...kamu denger ucapan Ibu gak sih?" tanya Ibu Sasa.
"Bu aku sibuk, sebaiknya ibu pulang saja" ucap Egi.
__ADS_1
"Kau mengusir ibumu?" tanya Ibu Sasa.
"Kalau begitu, aku akan pindah ruangan saja" ucap Egi.
Egi mengambil semua perlengkapan yang dibutuhkannya, lalu berjalan meninggalkan ruangan kerjanya.
"Egi...Egi...kamu itu ya, mau aja dihina kaya gini, dipermalukan mantan istri" ucap Ibu Sasa berbicara sendiri karena Egi cuek meninggalkannya.
***************
Pagi itu Rafka dan Azura mengantar Biru dan Jingga pergi ke sekolah TK. Biru dan Jingga begitu bahagia, kini mereka bisa diantar sekolah kedua orangtuanya. Rafka dan Azura mengantar kedua anak kembarnya masuk ke ruang kelasnya.
"Nah Biru duduk bersama Jingga satu meja ya" ucap Rafka.
"Iya Pa" ucap Biru dan Jingga.
"Ini sekolah baru kalian, jadi Biru dan Jingga akan punya teman baru" ucap Azura.
"Hore" ucap Biru dan Jingga.
Rafka dan Azura memeluk kedua buah hati mereka. Ini pengalaman baru untuk Rafka. Dulu dia kehilangan anaknya yang ikut mati bersama Diana. Tapi kini dia melihat kedua buah hatinya bersekolah. Rafka bersyukur diberi kesempatan memiliki amanah yang Allah titipkan padanya.
"Papa dan Mama pulang dulu, nanti Mama akan menjemput pulang ya" ucap Rafka.
"Iya Pa" ucap Biru dan Jingga.
Rafka dan Azura berjalan meninggalkan sekolah TK itu. Mereka masuk mobil. Rafka mengantarkan Azura pergi ke toko mainan miliknya.
"Sayang aku sangat bahagia bisa mengantar Biru dan Jingga sekolah, hidupku terasa lengkap sekarang" ucap Rafka.
"Iya Mas, Allah memberi kita nikmat yang begitu besar" ucap Azura.
Sampai diparkiran Toko Mainan Biru Jingga, Rafka dan Azura turun dari mobil. Mereka masuk ke dalam toko mainan itu. Rafka mengantar Azura sampai ruangan kerjanya. Mereka berciuman mesra sebagai semangat dipagi hari.
"Rasanya pengen berduaan terus sayang" ucap Rafka.
"Mas, nanti gak kerja-kerja kalau begini" ucap Azura.
"Habis bibirmu manis" ucap Rafka.
Azura mencium suaminya sebagai penutupan.
"I Love You Mas" ucap Azura.
"I Love You Too sayang" ucap Rafka.
Kenyang berciuman, Rafka akhirnya berangkat bekerja dengan senyuman berseri-seri diwajahnya. Kini dia merasakan kebahagiaan memiliki istri dan anak.
__ADS_1
Rafka mengendarai mobilnya. Dia tak sengaja melihat mobil Gista berhenti ditengah jalan. Rafka langsung memarkirkan mobilnya ke tepi jalan. Dia turun dari mobil berjalan menuju mobil Gista yang berhenti ditengah jalan. Dia menengok ke dalam kaca. Gista terlihat tertidur dikursi mobilnya.
"Apa Gista pingsan?" ucap Rafka.