DUDA JANDA HOT

DUDA JANDA HOT
Kebaikan Bude Roro


__ADS_3

Ayu membuatkan Arian susu jahe untuknya. Dia meracik sendiri susu jahe itu. Bude Roro datang menghampiri Ayu didapur yang sedang meracik susu jahe untuk Arian.


"Ayu"ucap Bude Roro.


"Iya Bude"ucap Ayu.


"Arian itu anaknya baik, semoga kau benar-benar berjodoh denganmu. Biar Ibu lega ninggalin kamu nndok"ucap Bude Roro.


"Bu jangan bicara seperti itu, ayu jadi sedih"ucap Ayu.


"Dokter bilang sakit jantung Ibu sudah parah, sewaktu-waktu mungkin ibu bisa pergi jauh"ucap Bude Roro.


"Astagfirullah Bu, jangan mendahului Allah"ucap Ayu.


"Iya ndok, semoga Ibu bisa menyaksikan pernikahanmu"ucap Bude Roro.


Ayu langsung memeluk Bude Roro sambil menangis.


"Mungkin Ibu bukan Ibu kandung Ayu tapi Ibu selalu menyayangi Ayu seperti anak kandung sendiri. Kalau gak ada Ibu siapa yang akan merawat anak yatim piatu seperti Ayu hik.....hik....."ucap Ayu menangis.


"Ibu sayang sama kamu ndok. Bukan karena kamu anak yatim piatu, tapi karena Allah, Ibu ingin menyayangimu sepenuh hati"ucap Bude Roro.


"Jangan tinggalkan Ayu Bu hik....hik......"ucap Ayu.


"Insya Allah nak, Ibu akan menemanimu"ucap Bude Roro.


Bude Roro melepas pelukannya dari Ayu.


"Antarkan susu jahe ini untuk Arian"ucap Bude Roro.


"Iya Bu"ucap Ayu.


Ayu membawa susu jahe ke lantai atas. Dia berjalan menuju ke kamar Arian. Ayu mengetuk pintu kamar Arian.


Tuk.......tuk.......tuk...........


"Assalamu'alaikum Kak Arian"ucap Ayu.


Arian membuka pintu kamarnya.


"Ayu, ada apa?"tanya Arian.


"Ini susu jahe untuk Kak Arian"ucap Ayu sambil memberikan susu jahe itu pada Arian.

__ADS_1


"Makasih ya Ayu"ucap Arian sambil menerima susu jahe itu.


"Kak Arian suka camilan apa? biar ayu buatkan sekalian memasak untuk makan malam"ucap Ayu.


"Tidak usah Ayu, aku suka apa aja"ucap Arian.


"Yaudah, nanti ayu buatkan risol ya, itukan kesukaan Kak Arian waktu kecil dulu"ucap Ayu.


"Iya, makasih ya"ucap Arian.


"Iya Kak Arian"ucap Ayu.


Ayu meninggalkan tempat itu. Dia turun ke lantai bawah. Kemudian Ibu Ruri masuk ke kamar Arian. Dia ingin bicara dengan Arian. Ibu Ruri duduk diranjang bersama Arian.


"Arian, kamukan duda ditinggal istri karena uang. Ibu sih pengennya kamu dapat istri yang bener gak sembarangan. Jelas bibit, bebet dan bobotnya" ucap Ibu Ruri.


"Ma jodoh itu ditangan Allah"ucap Arian.


"Iyaa tapi kan kamu harus berusaha mencari yang lebih baik"ucap Ibu Ruri.


"Maksud Mama apa ya?"tanya Arian.


"Menikahlah dengan Ayu anak Bude Roro"ucap Ibu Ruri.


"Tapi Ma aku sudah menganggap Ayu sebagai adikku sendiri"ucap Arian.


"Menjaga itu tidak harus menikahi kan Ma"ucap Arian.


"Arian, itu keinginan terakhir Budemu pada kita"ucap Ibu Ruri.


"Aku mempunyai seorang wanita yang kucinta Ma"ucap Arian.


"Arian, ingat dulu zaman kita susah, Bude mu lah yang memberikan modal pada Papamu"ucap Ibu Ruri.


"Iya aku tahu Ma"ucap Arian.


"Kita tidak bisa membalasnya dengan uang dia cuma ingin kau menikahi Ayu"ucap Ibu Ruri.


Arian memikirkan ucapan Ibunya.


"Tidak ada yang Mama inginkan selain melihatmu menikah dengan bahagia nak"ucap Ibu Ruri.


"Beri waktu aku untuk berpikir dulu Ma"ucap Arian.

__ADS_1


"Mama harap kamu tidak mengecewakan kami nak"ucap Ibu Ruri.


Ibu Ruri keluar dari kamar itu. Arian langsung termenung memikirkan permintaan Ibunya.


Dia mengingat semua kebaikan Bude Roro pada keluarganya.


Flash Back


Arian yang saat itu berusia enam tahun menangis melihat teman-teman jajan permen. Dia tidak bisa membeli permen karena orang tuanya tidak punya uang. Bude Roro datang menghampirinya yang sedang menangis.


"Arian ganteng ponakan Bude kok nangis sih?"tanya


Bude Roro.


"Pengen jajan permen hik...hik....tapi Papa dan Mama gak punya uang hik....hik....."ucap Arian kecil.


"Jangan menangis ponakan kesayangan Bude, nih beli yang kamu mau"ucap Bude Roro memberi Arian uang.


"Makasih Bude"ucap Arian kecil.


"Sama-sama"ucap Bude Roro.


Empat Tahun Kemudian


Arian berusia 10 tahun, malam itu dia ingin ke toilet yang berada didekat dapur. Tak sengaja dia mendengar pembicaraan kedua orangtuanya dengan Bude Roro diruang tamu. Arian kecil mendengarkan pembicaraan itu.


"Gimana ya Kak? supaya aku punya modal untuk membuat usaha kecil-kecilan dikota"ucap Pak Alex.


"Kita gak punya apapun yang bisa dijual, buat makan aja susah. Jangankan mau punya modal untuk buka usaha dikota"ucap Ibu Ruri.


"Tenang gak usah dipikirin. Nanti tak jual sawah dan perkebunanku untuk modal kalian ke kota"ucap Bude Roro.


"Gak Mba, kami malu selalu menyusahkan Mba" ucap Pak Alex.


"Gak apa-apa, inikan demi kebaikan kalian, Mba ikhlas menolong kalian"ucap Bude Roro.


"Tapi gimana kalau kita tidak bisa bayar utang kami ke Mba?"tanya Ibu Ruri.


"Utang? jangan bilang utang, kitakan saudara sudah sepatutnya saling membantu"ucap Bude Roro.


"Terimakasih Mba"ucap Pak Alex dan Ibu Ruri.


Arian kecil saat itu sudah memahami betapa baiknya Bude Roro pada keluarganya.

__ADS_1


Flash Back Off


"Ya Allah, apa yang harus ku lakukan? apa aku dan Freya tidak berjodoh?"ucap Arian.


__ADS_2