DUDA JANDA HOT

DUDA JANDA HOT
Bertarung Dan Rencana Busuk


__ADS_3

Maya dan Remon berjalan ditepi jalan. Setelah semua hartanya dikuras Andika, kini mereka hanya menjadi gembel dijalanan. Maya tak percaya Andika begitu tega padanya. Selama ini Maya sudah memberinya harta dan kekuasaan tapi dia malah serakah dan malah merebut semua harta yang dimiliki Maya.


"Mama Remon capek"ucap Remon mengeluh.


"Sabar ya sayang kita akan mencari tempat tinggal"ucap Maya.


"Remon haus dan lapar Ma"ucap Remon.


"Aku tidak punya uang ataupun apapun lagi, Andika benar-benar kejam. Dia membuatku kehilangan semuanya. Bahkan aku tidak bisa membawa apapun saat keluar dari rumahku sendiri"batin Maya.


"Mama aku pusing"ucap Remon.


"Sayang kita istirahat dikursi itu dulu"ucap Maya pada anaknya.


"Iya Ma"ucap Remon.


Maya dan Remon duduk dikursi tepi jalan itu.


"Ma Remon lapar, haus"ucap Remon.


"Sabar ya nak"ucap Maya.


Remon memegangi perutnya karena lapar.


"Aku harus mencari makanan untuk Remon"batin Maya.


"Remon Mama beli makanan dulu, kau disini dulu ya, jangan kemana-mana"ucap Maya.


"Iya Ma"ucap Remon.


Maya berjalan meninggalkan Remon ditepi jalan itu. Dia tak punya uang untuk membeli makanan. Maya akhirnya menuju ke sebuah toko yang ramai pembeli. Dia mengambil satu bungkus biskuit, lalu berjalan meninggalkan toko itu perlahan. Ternyata anak pemilik toko itu mengetahuinya. Dia langsung berteriak.


"Maling.......maling.......maling......."teriak anak pemilik toko itu.


Maya langsung berlari membawa sebungkus biskuit itu. Dia dikejar-kejar masa karena disebut maling. Maya terjatuh dan dikepung masa.


"Dasar maling, kenapa cuma maling biskuit kurang kreatif"ucap Andi.


"Maling sekarang tampangnya cantik-cantik, mending jadi istri kelima saya gimana?"ucap Seno.


"Udah unyel-unyel aja kok aku yang gemes"ucap Sari.


"Cobekanku masih perawan boleh nih belah duren disini"ucap Niken.


"Sandal jepitku udah usang, bisa bagi duit"ucap Yoyok.


"Tunggu para warga dilarang menghakimi sendiri, negara kita negara hukum"ucap Somat.


"Huh......."ucap Para warga.


"Tenang ini adalah kesalahfahaman semata. Wanita ini istri saya, dia gila setelah kesetrum dilampu merah"ucap Somat.


"Kasian........"ucap Para warga.


"Gak, aku bukan istrinya"ucap Maya.


"Tuh kan Bapak-bapak dan Ibu-ibu, istri saya saja tak ingat dengan saya ini berarti dia benar-benar gila"ucap Somat.


"Mas obat rematik ada gak?"tanya Toni.


"Segala obat ada baik rematik, pegal linu, asam urat, kesemutan, numbuh gigi dan korban baper"ucap Somat.


"Oh masnya jualan obat juga, bilang dong"ucap Seno.


"Saya mau obat numbuhin bulu ketek dong mas"ucap Sari.


"Iiiiiw..........."ucap Warga lainnya.


"Saya obat anti miskin boleh"ucap Toni.


"Saya punya solusi obat anti miskin"ucap Somat.


"Apa?"tanya semua warga.


"Jadi orang kaya"ucap Somat.


"Huh......."ucap Warga.


"Mas obat cantik dengan modal dengkul ada gak?"tanya Rara.


"Ada, diedit aja mukanya dihandphone, kalau mau awet pakai borak aja"ucap Somat.


"Cu, ada obat supaya nenek gak ngompol dikasur?"tanya Nenek Nono.


"Ada nek, pakai pempes aja"ucap Somat.


"Dek, istri saya banyak, ada obat buat nambah istri lagi gak?"tanya Yusril.


"Huh........"ucap Semua warga.


"Ada, nikahin aja orang gila Pak masih banyak yang jomblo"ucap Somat.


"Mas obat bau mulut dan bau ketut ada gak?" tanya Riri.


"Iiiiiw............"ucap Semua warga.


"Somat punya segala solusi, mohon sawerannya dulu"ucap Somat.


Para warga menyawet Somat sebagai ikon dikala gabut dan kurang faedah ini.


"Bang obat ketempelan jin apa ya?"tanya Ambar.


"Pakai koyo aja kelar"ucap Somat.


"Mas nomor berapa?"Bendi.


"Nomor 3"ucap Somat.


"Nanti saya coblos, asal jurdil ya"ucap Bendi.


"Oh ini kampanye"ucap Semua warga.


"Kok belum ada pembagian kaos gratis"ucap Sari.


"Biasanya beserta sembako gratis"ucap Niken.


"Kalau pemimpinnya gendut gini kok ragu"ucap Seno.


"Kira-kira ngabisin berapa kilo beras sehari"ucap Rido.


"Mending kabur, situasi tak bersahabat"batin Somat.


Somat menarik lengan Maya lalu diajak keluar dari kerumunan warga yang asyik memikirkan pemilihan umum.


"Aku gak mau ikut kamu"ucap Maya.


"Udah ikut aja, dari pada babak belur sama warga"ucap Somat.


"Anakku masih ketinggalan"ucap Maya.


"Yaudah kita jemput anakmu"ucap Somat.


Somat mengantar Maya menghampiri anaknya.


"Mama...."ucap Remon.


"Remon...."ucap Maya.


"Ayo ikut saya, nanti warga masih mencarimu bahaya"ucap Somat.


"Oke"ucap Maya.


Maya ikut Somat ke rumahnya. Disana ada ibunya Somat yang sedang duduk diteras.


"Siapa Mat?"tanya Emak Ino.

__ADS_1


"Calon istri berhadiah anak Mak"ucap Somat.


"Aku buk....."ucap Maya langsung ditutup mulutnya sama Somat.


"Udah bilang aja iya"bisik Somat.


Somat melepas tangannya dari mulut Maya.


"Iya...."ucap Maya.


"Anakmu cepet juga gedenya, kamu nanem dimana, pakai pupuk kandang jadi cepet gede ya"ucap Emak Ino.


"Emakku sedikit pikun dan gajebo jadi begini"bisik Somat.


"Oh ......."ucap Maya.


"Yaudah Mat bawa masuk calon binimu, ada semur jengkol ma ikan asin bakar, makan sana"ucap Emak Ino.


"Oke Mak"ucap Somat.


Somat membawa Maya masuk ke rumahnya.


"Maaf ya rumah Somat ya begini"ucap Somat.


"Gak papa, makasih ya Somat"ucap Maya.


"Ayo makan, tadi anakmu bilang lapar"ucap Somat.


Maya mengangguk, Somat mengajak Maya makan diruang makan. Remon makan dengan lahap meski makan ikan asin dan semur jengkol.


Begitupun dengan Maya yang dulu sombong sekarang mau makan ikan asin dan semur jengkol.


**********


Arian masuk ke ruangan kerjanya. Dia duduk dikursi kerjanya. Saat dia melihat meja kerjanya ada foto Freya dan Andika yang sedang bermesraan. Arian langsung mengambil foto itu dan membuangnya ke tempat sampah.


"Siapa yang menaruh foto ini dimejaku?"ucap Arian.


"Pasti ini sengaja dilakukan seseorang untuk membuatku cemburu"ucap Arian.


Tak lama masuk Andika ke ruangannya bersama Sekretaris Beby.


"Maaf Bos, Pak Andika memaksa masuk ke ruangan Anda"ucap Beby.


"Tidak apa-apa, kau boleh keluar"ucap Arian.


Sekretaris Beby keluar dari ruangan itu.


"Apa maumu Andika?"tanya Arian.


"Serahkan Freya padaku"ucap Andika.


"Apa? aku tidak akan pernah menyerahkan Freya pada siapapun"ucap Arian.


"Kau tahu aku dan Freya dulu saling mencintai, bahkan kami begitu intim"ucap Andika.


"Itu dulukan, hanya masa lalu tak ada artinya sekarang"ucap Arian.


"Aku akan mengambil Freya dengan caraku jika kau tak mau menyerahkannya dengan baik-baik"ucap Andika.


"Andika dulu kau membuangnya sekarang kau ingin memungutnya kembali, sungguh memalukan"ucap Arian.


"Arian dari dulu sampai sekarang Freya itu milikku, mau ku buang atau ku pungut kembali" ucap Andika.


Dug.............


Arian langsung memukul pipi Andika dengan tangannya.


"Freya bukan barang yang seenaknya kau permainkan"ucap Arian.


"Ternyata kau begitu mencintai mantan istriku, eh bukan tapi tepatnya bekasku"ucap Andika.


Arian kembali memukul Andika.


Dug...............


Pukulan Arian lebih keras dari sebelumnya. Lalu mereka saling berkelahi didalam ruangan itu. Arian menghajar Andika hingga babak belur. Andika terjatuh. Arian menghampirinya lalu menarik kerah bajunya.


"Andika aku bisa membuatmu berhenti bicara, agar kau tidak lagi menghina istriku"ucap Arian.


"Arian akulah yang sudah mengambil keperawanan Freya, kau...hanya dapat sisaku"ucap Andika.


Arian semakin emosi, dia begitu marah pada Andika.


Dug.....dug.....dug......


Berkali-kali Arian memukul Andika.


"Ha...ha.....kau hanya bisa menyesal karena mendapat barang bekasku"ucap Andika.


"Andi....."ucap Arian sudah sangat emosi.


Freya yang baru masuk ruangan Arian, langsung memeluk Arian dari belakang.


"Sayang hentikan...."ucap Freya.


"Biar aku menghajar lelaki ini sampai mati"ucap Arian.


Freya mencium pipi Arian.


Cup


Andika bengong melihat Freya mencium pipi Arian didepan matanya.


"I Love You"ucap Freya.


"I Love You Too"ucap Arian.


"Kalian beraninya pamer kemesraan didepanku" ucap Andika.


"Iya, itu karena kau sudah keterlaluan Andika"ucap Freya.


"Iya sayang, biar dia semakin menyesal telah membuangmu"ucap Arian.


"Kalian membuatku kesal"ucap Andika.


Andika berdiri lalu berjalan keluar dari ruangan itu.


"Sayang kau tak apa?"tanya Freya.


"Tidak, aku benar-benar harus memberi Andika pelajaran"ucap Arian.


"Sayang terimakasih"ucap Freya memeluk kembali Arian.


"Untuk apa?"tanya Arian.


"Karena kau sudah menjadikanku istrimu"ucap Freya.


"Sayang kau harus tahu aku tidak peduli dengan masa lalumu, bagiku aku hanya mencintaimu"ucap Arian.


"Iya sayang"ucap Freya.


"Aku obati ya lukamu"ucap Freya.


"Mau yang lain"ucap Arian.


Arian langsung membopong Freya ke sofa diruangan itu. Mereka melakukan hal romantis itu. Cinta yang begitu membara membuat ruangan itu terasa hangat dan nyaring. Arian begitu mencintai Freya tak peduli dia mantan Andika. Baginya Freya wanita yang istimewa dimatanya.


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


Andika menemui Hanum dikediamannya. Mereka hendak membicarakan rencana baru mereka untuk memisahkan Arian dan Freya. Rencana sebelumnya belum ada yang berhasil. Mereka mau menggunakan rencana yang baru. Andika dan Hanum berada di ruang keluarga. Mereka duduk di sofa.


"Hanum Aku punya rencana baru yang lebih jitu"ucap Andika.


"Rencana apa?"tanya Hanum.

__ADS_1


"Bukankah besok akan berulang tahun?"tanya Andika.


Andika menatap Hanum dengan tatapan yang penuh dengan siasat. Hanum hanya memperhatikan cara menetap Andika padanya.


"Aku tahu Kau pasti punya rencana kan"ucap Hanum.


"Sepertinya aku tidak perlu basa-basi"ucap Andika.


"Untuk apa basa-basi denganku bukankah tujuan kita sama"ucap Hanum.


"Kau benar"ucap Andika.


"Aku harus mendapatkan Freya"ucap Andika.


"Dan aku harus mendapatkan Arian"ucap Hanum.


"Mari kita bicarakan tentang rencana kita"ucap Andika.


Macam2 mulai membicarakan rencana untuk memisahkan Arian dan Freya.


"Aku sudah tak sabar ingin segera menjalankan rencana ini"ucap Hanum.


"Ingat rencanain harus kita lakukan dengan rapi" ucap Andika.


"Pasti, semoga rencana ini menjadi rencana yang terakhir"ucap Hanum.


Andika dan Hanum tersenyum licik memikirkan rencana mereka. Mereka yakin rencananya akan berjalan dengan sukses.


************


Arian dan Freya naik mobil menuju kantor. Sampai dikantor Arian mengantar Freya ke ruangannya. Meski satu kantor Arian sulit berpisah dengan sang pujaan hatinya.


"Sayang aku ngantor disini saja ya"ucap Arian.


"Gak bisa sayang, sekarangkan kau pemimpin perusahaan ini"ucap Freya.


"Iya sayang"ucap Arian.


"Sini ku beri booster"ucap Freya.


Arian mendekatkan dirinya pada Freya.


Cup


Freya mencium kening Arian, tapi Arian malah membalas mencium Freya.


"Sayang masih pagi kau sudah buas"ucap Freya.


"Kalau dekat denganmu aku bawaannya nyetrum sayang"ucap Arian.


"Sayang nanti malam lagi ya romantisannya, kerjaanku numpuk"ucap Freya.


"Yaudah aku balik ke ruanganku ya, I Love You"ucap Arian.


"I Love You Too"ucap Freya.


Meski berat meninggalkan ruangan akunting tapi Arian tetap harus tetap menyelesaikan pekerjaannya hari ini. Kalau deket-deket saya terus aduh bisa mepet sawah gak habis-habis. Berpisah untuk sementara cara paling ampuh menghindari kesetrum tiang listrik dikala hujan mendera.


Baru jalan beberapa langkah keluar dari ruangan akunting, sudah disambut kecentilan tiada akhir Karisa. Ampun gak Henry, Arianpun juga masih jadi target incaran padahal dia sudah tahu kalau Arian sudah memiliki Freya.


"Selamat pagi Pak Arian"ucap Karisa.


"Pagi"ucap Arian.


"Mau kopi nggak Pak?"tanya Karisa.


"Nggak usah"ucap Arian.


"Apa mau susu yang anget apa yang dingin"ucap Karisa.


"Sudah minum di rumah"ucap Arian.


"Susu yang ini lain lho Pak rasanya"ucap Karisa.


Arian merasa Karisa mulai mengerogoti pagar betisnya. Jika dibiarkan bisa berlanjut ke pagar-pagar yang lain. Pertahanan Bisa saja tergoyahkan tapi hati tetap Freya seorang.


"Ini yang dinamakan sarapan pagi mematikan"batin Arian.


"Ulet bulu yang belum punya pemilik harus segera ditertibkan"batin Arian.


"Karisa Pak Henry mencarimu, katanya dia butuh susu yang lain"ucap Arian.


"Tapi saya maunya menghidang susu untuk Anda"ucap Karisa.


Dari arah lain terlihat Beby yang berjalan menghampiri mereka berdua. Beby melihat gerak-gerik Karisa si ulet bulu minta dielus sampe pules.


"Selamat Pagi Bos"ucap Beby.


"Pagi"ucap Arian.


"Bos saya sudah menaruh berkas yang harus ditandatangani di meja Anda"ucap Beby.


"Baik, terima kasih Beby"ucap Arian.


"Karisa ada yang ingin aku bicarakan"ucap Beby.


Beby langsung menarik lengan Karisa. Dia membawa Karisa masuk ke ruangannya. Baby langsung marah pada Karisa.


"Ulet bulu gak usah godain Bos gue ya"ucap Beby.


"Siapa yang godain aku cuma menawarkan sesuatu yang menyenangkan di pagi hari"ucap Karisa.


"Enggak Pak Hendry, Bos juga. Kamu itu malak banget sih jadi orang"ucap Beby.


"Ya namanya juga ikhtiar"ucap Beby.


"Tahu diri dong Bos kan sudah punya istri"ucap Beby.


"Kan aku juga bisa jadi istri keduanya"ucap Karisa.


"Dasar ya ulat bulu nggak punya malu, mau dipecat dari tempat ini"ucap Beby.


"Apa salahnya sih kalau cuma menggoda, kan aku gak ngerebut"ucap Karisa.


"Yang salah itu kamu menggoda suami orang ngerti nggak"ucap Beby.


"Kalau aku jadi kamu udah jadi sekretarisnya aku pepet terus"ucap Karisa.


"Aku lebih suka lelaki yang single, enggak perlu sengketa sana-sini"ucap Beby.


"Munafik, paling juga kamu sama kaya aku"ucap Karisa.


"Sorry ya aku enggak kayak kamu"ucap Beby.


"Terus kamu sering ke restoran sama Bos ngapain?"tanya Karisa.


"Heh Karisa, aku pergi ke restoran sama bos itu karena meeting sama klien"ucap Beby.


"Ya kali aja nyempetin check-in ke hotel"ucap Karisa.


"Lama-lama kamu tuh bikin aku kesel banget ya"ucap Beby.


Baby langsung menjambak rambut Karisa. Mereka jambak menjambak. Sampai tarik-menarik baju.


"Eh jangan kasar dong ini baju belum lunas tahu"ucap Karisa.


"Kamu juga nih narik bajuku sampai sobek"ucap Beby.


"Aduh rokku jadi sobek nih"ucap Karisa.


"Rokku udah sobek dari tadi"ucap Beby.


Mereka terus saling tarik menarik baju, tiba-tiba Pak Henry masuk ke ruangan Beby.


"Kalian lagi apa?"tanya Pak Henry.

__ADS_1


"Kami......."ucap Beby dan Karisa.


__ADS_2