DUDA JANDA HOT

DUDA JANDA HOT
Ancaman


__ADS_3

"Apa kau gila minta benihku"ucap Arian.


"Iya, biarpun aku tidak bisa memilikimu paling tidak aku bisa memiliki keturunan darimu"ucap Hanum.


"Hanum kau bisa mendapatkan lelaki yang lebih baik dariku"ucap Arian.


"Tidak, aku cuma ingin benih darimu ku mohon" ucap Hanum.


"Kau gila Hanum, aku tahu kau pintar, pakai logikamu"ucap Arian.


"Logikaku hilang saat kau mengkhianatiku Arian"ucap Hanum.


"Aku tidak akan menuruti kemauanmu Hanum, aku hanya mencintai Freya"ucap Arian.


"Kenapa harus Freya? jelas-jelas aku lebih baik dari Freya. Aku masih perawan, aku pintar, kaya dan juga setia padamu sampai sekarang"ucap Hanum.


"Hanum cinta tidak bisa dipaksakan, aku hanya mencintai Freya tak perlu alasan apapun, dihatiku hanya dipenuhi Freya"ucap Arian.


"Dia janda Arian, bekas orang, bahkan dia hanya wanita miskin, cerewet dan galak"ucap Hanum.


"Aku suka semua yang ada pada Freya tak peduli dia janda satu kali atau sepuluh kalipun, aku sudah mentok dengan Freya"ucap Arian.


"Kenapa harus Freya yang mendapat cintamu? kenapa tidak aku yang dari dulu berkorban untukmu, kok bisa wanita seperti Freya jadi orang yang dicintai playboy sepertimu"ucap Hanum


"Hanum hati manusia tidak bisa ditentukan harus mencintai siapa? tapi Freya istimewa untukku, saat bersamanya aku bahagia dan nyaman bahkan tak terbersit sedikitpun untuk melirik wanita lain saat bersama Freya"ucap Arian.


"Jadi kau mau bilang Freya itu obat untukmu" ucap Hanum.


"Iya, dia obat untuk hatiku"ucap Arian.


Hanum menghampiri Arian dan memeluknya.


"Arian, satu kali saja biar aku merasakannya"ucap Hanum.


"Gila, lepaskan aku"ucap Arian.


"Arian ku mohon, aku ingin jangan buatku penasaran"ucap Hanum.


Arian melepas tangan Hanum dan mendorongnya.


"Hanum kau jangan melampaui batasmu, aku ini suami Freya"ucap Arian


"Aku tidak peduli, aku cuma ingin benihmu"ucap Hanum.


"Aku mau pulang, berpikirlah yang jernih"ucap Arian.


Arian mau membuka pintu rumah itu tapi tidak bisa, pintunya dikunci. Hanum mendekati Arian tanpa sehelai benang.


"Hanum jangan gila"ucap Arian kaget melihat Hanum.


Hanum memeluk Arian dan melakukan pemanasan padanya.


"Lepas"ucap Arian.


"Dulu kau melakukan ini padaku Arian"ucap Hanum.


"Itu dulu, sekarang aku hanya akan melakukannya pada Freyaku"ucap Arian.


"Aku tidak peduli, aku mau yang sekarang"ucap Hanum.


"Aku jadi jijik padamu"ucap Arian.


"Arian apa kau tak tergoda, aku masih gadis, lebih menantang"ucap Hanum.


Arian melepas tangan Hanum dan berlari meninggalkannya. Hanum mengejar Arian kesana kemari.


"Ya ampun kenapa wanita ini menggila, apa dia rabies belum divaksin"ucap Arian berlari.


"Arian kemarilah, aku mau itu"ucap Hanum.


Arian naik ke lantai atas tapi Hanum masih mengejarnya.


"Ampun rasa-rasanya kaya dikejar anjing gila, kencangkan sabuk pengaman dan celana jangan sampai dia merenggut keperkasaanku yang hanya untuk Freya"ucap Arian.


"Arian kemarilah, aku sudah kepanasan butuh belaian"ucap Hanum.


"Kok bisa dia jadi sedeng gini"ucap Arian.


Arian berlari ke ruang tamu lantai atas.


"Arian kau tidak bisa kabur dari sini, apa susahnya sekali saja"ucap Hanum.


"Aku takkan menodai cintaku bersama Freya"ucap Arian.


"Tapi kau sudah tidak bisa apa-apa selain menuruti kemauanku"ucap Hanum.


"Hanum coba ma tukang baso aja kesepian duda hot loh"ucap Arian.


"Gak mau"ucap Hanum.


"Kalau gitu sama tukang cireng, pikirannya jorok dijamin mantap"ucap Arian.


"Gak sudi"ucap Hanum.


"Sama gendruwo aja, nanti anakmu hidup didua alam"ucap Arian.


"Gak mau"ucap Hanum.


"Sama Somat aja gimana, dia jomblo sekarang, kamu gak perlu kasur lagi, dia multifungsi"ucap Arian.


"Gak mau, aku maunya kamu Arian"ucap Hanum.


"Sorry, punyaku udah digembok sama Freya, kuncinya dibuang ke laut merah"ucap Arian.


"Nanti aku minta orang nyelem ke laut merah"ucap Hanum.


"Benar-benar maju tak gentar menarik kolor abang"ucap Arian.


"Arian lihat menantang kan"ucap Hanum memuji tubuhnya.


"Aku tidak bernafsu sorry, aku cuma mau Freya seorang"ucap Arian.


Hanum mendekati Arian, tapi Arian ngabur ke pintu menuju ke balkon. Dia berdiri ditepi balkon.


"Arian, ayolah aku dah gak tahan"ucap Hanum.


"Gila, sorry Hanum kabur dulu......."ucap Arian.


Arian turun lewat tanaman merambat yang merambat dari teras ke lantai atas balkon itu.


"Arian......"teriak Hanum.


"Dah Hanum......"ucap Arian.


Arian langsung masuk ke mobilnya dan mengendarai mobilnya keluar dari rumah Hanum.


"Untung selamat juga aku dari wanita rabies itu, hampir saja"ucap Arian.


Arian langsung pulang ke rumahnya. Dia mencari Freya. Ternyata Freya baru aja keluar dari toilet, dia baru selesai mandi. Arian langsung membopong Freya.


"Sayang ada apa?"tanya Freya.


"Sayang kita nanem singkong dikebun Pak Amat yuk"ucap Arian.

__ADS_1


"Kamukan baru pulang sayang"ucap Freya.


"Selamatkan yang ini dulu dari kekejaman anjing rabies itu"ucap Arian.


"Anjing rabies?"ucap Freya bingung.


Arian langsung menerkam Freya ditempat terindah dikamar itu. Freya bingung kenapa Arian tiba-tiba menerkamnya dengan buas. Ya pasti tadi sudah melihat iklan dilarang keras jadi Arian butuh penjernihan pikiran agar tak tercemar dari limbah setan.


"Sayang kau kenapa sih?"tanya Freya dalam pelukan Arian.


"Aku hampir diperkosa anjing gila"ucap Arian.


"Lempar aja pakai batu sayang"ucap Freya.


"Ini gak mempan dilempar pakai batu, udah rabies"ucap Arian.


"Itu pasti karena belum divaksin"ucap Freya.


Arian tersenyum mendengar ucapan Freya yang tidak tahu maksudnya. Ya author sih paham Hanum itulah yang menggila, untung Arian pakai jurus Tarzan kabur dari hutan. Emak.....Tarzan pulang.....


Arian terus menciumi kening Freya seakan dia tak ingin jauh dari Freya.


"Sayang tadi kamu ngapain aja?"tanya Arian.


"Nemenin Rafka imunisasi"ucap Freya.


"Oya aku lupa, maaf ya sayang tadi aku harus membereskan anjing rabies itu"ucap Arian.


"Gak papa sayang, Dokternya aku undang ke rumah kok, jadi gak perlu ke rumah sakit"ucap Freya.


"Oh gitu, besok-besok aku akan mengantarmu ke rumah sakit untuk imunisasi Rafka"ucap Arian.


"Iya sayang"ucap Freya.


Berebut cowok udah biasa pada zaman dimana cowok sudah langka. Apalagi ketika cowok yang diperebutkan berkualitas kelas atas. Tapi heran kok gak ada yang memperebutkan masuk penjara duluan gitu. Pasti pada ngabur, mana ada yang mau masuk penjara meski gratis tempat tinggal, makan dan ke toilet. Ada yang bilang sesuatu yang diperebutkan itu lebih menarik. Tapi jarang ada yang memperebutkan orang gila dijalanan. Padahal mereka kesepian dan butuh belaian kasih sayang.


Pagi itu Henry sampai diperusahaannya. Dia turun dari mobil berjalan masuk ke dalam perusahaan. Henry naik lift menuju ke lantai atas didalam lift sudah ada Beby yang berdiri disampingnya.


"Hai, Pak Henry selamat pagi"ucap Beby.


"Pagi"ucap Henry.


"Masih pagi sekali, bolehkah saya ke ruangan Anda"ucap Beby menggoda.


"Tidak terima tamu tak diundang"ucap Henry.


"Yah aku disebut tamu tak diundang"batin Beby.


"Barengan ke ruangan kerjanya ya, kan sampingan dengan Anda"ucap Beby.


"Sendiri lebih baik dari pada berduaan tapi menimbulkan gosip"ucap Henry.


"Pantang menyerah, kibarkan bendera merah"batin Beby.


"Pak Henry sudah makan?"tanya Beby.


"Sudah, gak perlu ditanya saya juga pasti makan"ucap Henry.


"Bener-bener cuek, jurus kelinci manis minta dielus gak mempan"batin Beby.


Beby dan Henry keluar dari lift. Beby terus mengintil dibelakang Henry. Tiba-tiba Karisa berpapasan dengan mereka.


"Selamat pagi Pak Henry"ucap Karisa.


"Pagi"ucap Henry.


"Siapa lagi nih penggoda hati pemikat jiwa"batin Karisa.


"Ternyata aku gak sendirian naksir Pak Henry, ada ulet bulu lainnya yang minta digarukin"batin Beby.


"Saya gak lagi butuh kehangatan"ucap Henry.


"Saya bawa sandwich, Pak Henry mau?"tanya Karisa.


"Saya dah sarapan gak perlu repot-repot"ucap Henry.


"Pak Henry mau dibikinin kopi?"tanya Karisa.


"Saya jarang minum kopi dipagi hari"ucap Henry.


Kemudian Henry meninggalkan mereka berduaan.


"Eh kamu Karisa genit banget sih pengen digarukin sama Pak Henry"ucap Beby.


"Kamu yang gatel mepet terus Pak Hery kaya perangko gak laku"ucap Karisa.


"Aku memang naksir Pak Henry dari pertama masuk memang kenapa?"ucap Beby.


"Aku juga naksir Pak Henry dari pertama dia masuk ke ruangan Direktur"ucap Karisa.


"Kaya gak ada cowok lain aja"ucap Beby.


"Kamu kaya gak ada korban lain aja"ucap Karisa.


"Dasar genit"ucap Beby.


"Dasar centil"ucap Karisa.


"Kegenitan"ucap Beby.


"Kecentilan"ucap Karisa.


"Kurang belaian"ucap Beby.


"Kurang sentuhan"ucap Karisa.


"Gak laku"ucap Beby.


"Jones"ucap Karisa.


Akhirnya Beby dan Karisa jambak-jambakan, cakar-cakaran hingga tampar-tamparan. Somat datang mendamaikan suasana.


"Tenang jangan rebutan Somat, Somat bisa adil berpoligami"ucap Somat.


"What?"ucap Beby dan Karisa.


"Somat paham jatah ranjang harus dibagi dengan jurdil"ucap Somat.


"Oh No"ucap Beby dan Karisa.


"Tiap malam dua kali juga sanggup, gantian aja" ucap Somat.


"Gila"ucap Beby dan Karisa.


"Nanti Somat buntingin semuanya jadi gak usah berantem"ucap Somat.


"Alamak"ucap Beby dan Karisa.


"Somat akan membagi duit recehan untuk kalian dengan berat yang sama"ucap Somat.


"Gak banget"ucap Beby dan Karisa.


"Gak perlu tidur dikasur tidur dada Somat muat buat dua orang, iritkan jadinya"ucap Somat.

__ADS_1


"Iiiiiw......."ucap Beby dan Karisa.


"Sabtu minggu kita jalan-jalan nonton bebek dan sapi aja biar gratis"ucap Somat.


"Amit-amit"ucap Beby dan Karisa.


"Sama Karisa aja ya Somat, kalian pasangan yang cocok"ucap Beby.


"Gak, sama Beby aja serasi deh"ucap Karisa.


"Sama Karisa aja pengen dibelai tuh, urgent"ucap Beby.


"Sama Beby aja pengen disentuh tuh, gawat"ucap Karisa.


Mereka berdua malah dorong mendorong Somat ke kanan ke kiri.


"Kok kaya gempa bumi ya"ucap Somat.


"Ambil nih Somat"ucap Beby.


"Somat punyamu"ucap Karisa.


"Apa kaya gini ya poligami yang adil"ucap Somat.


Untung ada Pak Nugi mereka berdua dibawa ke ruangannya untuk disidang paripurna dadakan selagi hangat jangan mangkir.


"Kalian ini pacar-pacarnya Somat?"tanya Pak Nugi.


"Gak Pak"ucap Beby dan Karisa.


"Yah padahal tadi dah diraba dan disentuh ternyata PHP toh"ucap Somat.


"Oh....baru pedekate ya sama Somat"ucap Pak Nugi.


"Gak Pak"ucap Beby dan Karisa.


"Tapi tadi jaraknya deket banget, malah sempet peluk sana sini, untung sesaat palsu belaka"ucap Somat.


"Beby kamu sudah punya pacar?"tanya Pak Nugi.


"Jones Pak"ucap Beby.


"Kalau kamu Karisa?"tanya Pak Nugi.


"Sama jones Pak"ucap Karisa.


"Kalau saya Jopam Pak"ucap Somat.


"Apa Jopam?"tanya Pak Nugi.


"Jomlo penamungan, saya siap menampuan para ladies yang kesepian dan butuh belaian"ucap Somat.


"Ih......."ucap Beby dan Karisa.


"Kalian mau sama Somat mumpung Jopam?" tanya Pak Nugi.


"Mau ya, bisa adil dan beradab nih, nanti dibikin jadwal seminggu penuh hot deh"ucap Somat.


"Gak Pak kita lebih baik Jones"ucap Beby dan Karisa.


"Yah udah obral abis-abisan padahal, masih gak laku juga"ucap Somat.


"Jadi kalian berantem tadi memperebutkan tukang galon?"tanya Pak Nugi.


"Bukan Pak"ucap Beby dan Karisa.


"Lalu siapa yang kalian rebutkan?"tanya Pak Nugi.


"Pak Henry"ucap Beby dan Karisa.


"Oh.....sulit, dia sudah punya orang yang disuka diluar negeri, tipe setia tiada akhir sampai mati"ucap Pak Nugi.


"Yah......."ucap Beby dan Karisa.


"Udah sama Somat aja, gratis tanpa bayar pajak" ucap Somat.


"Ogah"ucap Beby dan Karisa.


"Yasudah bubar jalan, kembali ke ruangan kalian" ucap Pak Nugi.


"Baik Pak"ucap Beby dan Karisa.


Akhirnya musyawarah secara mufakat terselesaikan meski Somat merasa dirugikan karena belum kunjung dapat pasangan. Padahal sudah obral dan diskon besar-besaran.


***************


Freya makan dicafe dekat perusahaannya. Dia makan sendirian karena Arian ada meeting diluar bersama klien. Freya asyik makan sambil melihat-lihat foto kebersamaannya dengan Arian dan Rafka. Janda bohai ini selalu menyempatkan melihat foto Arian dan Rafka disela-sela kesibukannya. Tiba-tiba datang ratu kegelapan dari gunung kesetanan mendarat dipembuangan sampah.


"Boleh duduk disini"ucap Hanum.


"Boleh, silahkan"ucap Freya.


Hanun duduk didepan Freya dengan segudang misi yang akan membuat sakit hati.


"Namaku Hanum"ucap Hanum.


"Aku Freya"ucap Freya.


"Suamimu mana?"tanya Hanum.


"Anda kenal suamiku?"tanya Freya.


"Kenal hingga keseluk beluknya"ucap Hanum.


"Apa Anda teman suamiku?"tanya Freya.


"Lebih dari itu"ucap Hanum.


"Sahabatnya ya"ucap Freya.


"Pacarnya saat SMA"ucap Hanum.


"Oh......."ucap Freya.


"Freya apa kau percaya kalau suamimu itu setia?"tanya Hanum.


"Iya aku percaya"ucap Freya.


"Bodoh, dulu saja dia playboy mana mungkin dia bisa setia"ucap Hanum.


"Itukan dulu, sekarang Arian sudah berubah"ucap Freya.


"Kau naif"ucap Hanum.


"........."Freya hanya terdiam.


"Sekali playboy tetap playboy"ucap Hanum.


"Terimakasih, tapi aku percaya Arian"ucap Hanum.


"Oke, tapi foto ini akan merubah cara pandangmu terhadap Arian"ucap Hanum menyodorkan amplop berisi foto pada Freya.


"Tidak perlu, bawa saja kembali"ucap Freya.

__ADS_1


"Lihat saja dulu jangan terburu-buru"ucap Hanum lalu berdiri meninggalkan Freya.


Freya hanya menatap amplop itu. Dia ragu untuk membukanya. Takutnya tagihan utang Arian di Mpok Siti belum bayar sampai dibikinin sertifikat hutang seumur hidup.


__ADS_2