
"Aku tidak peduli kau bertemu Randy, tapi jangan ditempat umum seperti ini. Kau harus bisa menjaga kehormatan keluargaku dan perusahaanku"ucap Atnan.
"Maaf"ucap Elina.
"Ayo pulang"ucap Atnan.
Atnan membawa Elina pulang ke rumah, tidak jadi makan bersama dengan kliennya dan Sekretaris Yama, dia malah mengantar Elina pulang. Sampai dirumah, Atnan menarik tangan Elina sampai ke kamar Elina.
"Elina aku tidak mau hal ini terulang kembali, skandalmu dengan mantanmu itu jangan sampai diketahui siapapun"ucap Atnan.
"Iya Mas" ucap Elina menundukkan kepalanya.
"Aku tidak mau kau menjalin hubungan terlarang dengannya, aku tidak suka jika istriku liar dan bermain di belakangku seperti wanita ******"ucap Atnan.
Atnan marah dan kesal. Hatinya seperti tak rela melihat Elina bertemu Randy. Dia takut Elina kembali pada Randy karena dia sudah mulai jatuh hati padanya. Eliba menghampiri Atnan dan memeluknya.
"Mas jangan marah, aku minta maaf, aku benar-benar tidak sengaja bertemu dengannya. Tadi aku ke mall untuk membeli bahan dan bumbu untuk membuat ayam betutu kesukaan Mas, tahu-tahu bertemu Randy saat aku membeli salad direstoran favoritku" ucap Elina.
Amarah Atnan menurun saat Elina memeluknya.
"Elina aku cemburu" ucap Atnan.
Elina terkejut saat Atnan mengakui cemburu. Dia justru tersenyum, hatinya begitu senang suaminya sudah mulai cemburu padanya.
"Kenapa kau malah tersenyum Elina?" tanya Atnan.
"Berarti Mas sudah jatuh cinta padaku" ucap Elina.
Atnan mendekati bibir Elina, menciumnya dengan penuh kelembutan. Elina membalas ciuman itu. Mereka berciuaman, meluapkan rasa cinta yang mulai tumbuh kuat.
"Elina kau lelah?" tanya Atnan.
Elina paham kalau Atnan sudah tanya hal itu arahnya kemana. Dia hanya menggeleng. Atnan segera menggendongnya menuju ranjang. Membaringkan Elina. Mereka merajut cinta disiang hari itu. Diluar pintu kamar itu Azura tersenyum-senyum dengan Rafka.
"Pa sepertinya pertengkaran mereka berganti cinta yang membara" ucap Azura.
"Udah falling in love Ma, wajar kalau begitu" ucap Rafka.
"Alhamdulillah, semoga semakin harmonis dan romantis ya Pa" ucap Azura.
"Iya dong Ma, semoga mereka seperti kita" ucap Rafka.
"Ah Papa" ucap Azura.
Didalam kamar Atnan memeluk Elina. Dia mulai takut kehilangannya. Ucapan Randy membuatnya khawatir.
"Mas aku..." ucap Elina.
Elina beranjak dari ranjang, dia berlari ke wastafel dikamarnya.
Hoooeeekk...hoooeeekk...hooooeeekk...
Elina muntah beberapa kali. Atnan menghampirinya dan memijat lehernya.
__ADS_1
"Elina kau sakit ya?" tanya Atnan.
Elina berdiri menatap suaminya.
"Tidak, hanya saja beberapa hari ini aku mual Mas, lem..." ucap Elina lalu pingsan.
Atnan langsung menangkap tubuh Elina yang hampir jatuh.
"Elina....Elina...bangun"ucap Atnan.
Atnan langsung menggendong Elina dan menidurkannya diranjang. Dia memanggil dokter pribadi keluarganya. Dokter itu datang ke rumah besar Atnan dan mengecek keadaan Elina.
"Atnan kemungkinan Elina sedang hamil, tapi untuk lebih jelasnya bawa Elina ke dokter kandungan dirumah sakit biar hasilnya akurat"ucap Dokter.
"Hamil"ucap Atnan.
Dokter itu tersenyum-senyum merasa rencananya, Rafka dan Azura berjalan lancar. Dokter pergi meninggalkan mereka. Atnan melihat ke arah wajah Elina yang sedang tertidur. Dia senang sekali mendengar ucapan Dokter mengenai kehamilan Elina.
"Atnan"ucap Elina.
"Elina kau sudah sadar"ucap Atnan.
"Atnan apa mungkin hamil?"ucap Elina.
"Iya sayang kau hamil" ucap Atnan.
"Apa kau tidak senang mendengarnya?" tanya Elina.
"Tentu aku senang sayang, Papa dan mama pasti akan senang juga mendengarnya, jaga dirimu dan bayi kita" ucap Atnan.
"Besok kita akan pergi ke rumah sakit untuk memeriksa kehamilanmu, sekarang istirahatlah"ucap Atnan.
Atnan menemani Elina diranjang. Dia mengelus perut datar Elina dan menciumnya. Tak pernah terbayangkan olehnya akan memiliki seorang anak.
Elina senang sekali melihat Atnan antusias dengan kehamilannya.
Tak lama Rafka dan Azura masuk ke kamar mereka setelah mendengar kabar dari Dokter. Mereka mengucakan selamat pada Atnan dan Elina.
"Atnan, Elina, selamat ya. Kalian akan menjadi orangtua baru" ucap Rafka.
"Semoga Elina dan bayinya selalu sehat" ucap Azura.
"Amin, Iya Pa, Ma, makasih" ucap Atnan dan Elina.
"Atnan, istrimukan sedang hamil. Jangan pulang larut malam. Ibu hamil biasanya butuh perhatian ekstra dari suaminya" ucap Rafka.
"Iya, kasih sayang suami sangat dibutuhkan untuk psikologis sang ibu dan jabang bayi yang dikandungnya" ucap Azura.
"Siap Pa, Ma" jawab Atnan.
"Yasudah, temani Elina istirahat" ucap Rafka.
Rafka dan Azura keluar dari kamar kedua anaknya. Mereka senang kini Atnan sudah menerima Elina dan menyayanginya.
__ADS_1
************
Jingga pulang dari luar negeri. Dia membawa koper miliknya dengan menyeretnya buru-buru dibandara.
Dia berjalan seperti dikejar jadwal. Hari ini ada klien besar yang ingin bertemu dengannya. Dia tidak enak jika harus terlambat. Dia terus berjalan secepatnya meninggalkan asistennya dibelakang. Sambil menelpon salah satu timnya dibutik, dia juga berjalan buru-buru tanpa memperhatikan jalan dengan benar.
Dug...bruuuug...
Semua barang berjatuhan saat Jingga menabrak orang didepannya.
"Punya mata gak?" tanya Randy.
"Maaf, saya tidak sengaja" ucap Jingga.
"Kalau jalan jangan sambil nelpon, kau tau aturan yang baikkan?" Randy kesal karena suasana hatinya yang juga sedang kesal.
"Aku sudah minta maaf ya, tapi kau nyolot. Kau lihat barang-barangku jatuh semua" ucap Jingga terbawa kesal.
"Itu salahmu sendiri, jadi wanita harusnya teliti, bukan ceroboh" ujar Randy.
"Sial banget ya hari ini, bertemu orang ketus menyebalkan sepertimu" ucap Jingga.
"Wanita yang gak ada lembut-lembutnya pasti hanya perawan tua yang jomblo" ucap Randy.
"Kau..., kau mulai menghinaku ya. Lelaki ketus sepertimu paling baru patah hati ditinggal pacarmu nikah sama orang lain, iyakan? makanya mulutmu itu pedas kaya cabe" ucap Jingga.
"Setidaknya aku pernah punya pacar, tapi kau pasti perawan tua yang belum pernah punya pacar apalagi jatuh cinta" ucap Randy.
"Suka-suka aku ya, ini hidupku, gak ada urusannya sama kamu" ucap Jingga.
Jingga berjongkok membereskan semua barangnya. Randy melewatinya dan menginjak handpone milik Jingga.
"Hei, kau menginjak handphoneku" ucap Jingga marah besar.
"Oh...aku tidak sengaja, buru-buru. Jadi aku minta maaf" ucap Randy menyindir.
"Kau..., aku kesal" ucap Jingga.
Jingga berdiri, dia membenturkan kepalanya ke kepala Randy dengan keras.
Dug....
"Aw..." Randy kesakitan.
"Rasain, jadi orang jangan menyebalkan ya" ucap Jingga sambil tersenyum.
"Bos" panggil Dea asisten Jingga yang baru datang menghampirinya.
"Dea beresin barangku, aku buru-buru" perintah Jingga.
"Baik Bos" sahut Dea.
Randy masih kesakitan memegang kepalanya.
__ADS_1
"Kenapa hari ini bertemu setan berwujud manusia" guman Jingga sambil berjalan meninggalkan Randy. Dia terus bergumam, kesal pada lelaki yang baru ditemuinya.
"Kau yang setan, bukan aku. Aw..." ucap Randy.