DUDA JANDA HOT

DUDA JANDA HOT
Freya Membela Arian


__ADS_3

Seminggu setelah kematian Bude Roro Arian kembali ke kontrakannya. Dia kembali bekerja. Pagi itu Arian berjalan bersama ditepi jalan. Dia melihat Freya berjalan didepannya. Arian menyusul Freya dan berjalan bersampiangan dengannya. Mereka mencari angkutan umum untuk berangkat ke kantor.


"Freya ayo naik bus"ucap Arian.


"Gak mau, aku mau naik ojeg aja sudah siang takut macet"ucap Freya.


"Aku ikutĀ  naik ojeg"ucap Arian.


"Arian sebaiknya kita berangkat masing-masing. Lagi pula aku sudah ta'aruf dengan seseorang"ucap Freya.


"Apa? kau sudah ta'aruf? dengan siapa?"tanya Arian.


"Seseorang"ucap Freya.


Arian terdiam dengan ucapan Freya. Harapannya semakin pupus.


"Ya Allah, apa aku tidak berjodoh dengan Freya" batin Arian.


"Baiklah, kalau itu maumu. Aku akan naik bus.Kau naik apa Freya?"tanya Arian.


"Aku naik ojeg aja lebih cepet sampai kantor"ucap Freya.


"Ayo ku carikan ojeg dulu untukmu"ucap Arian.


"Gak usah Arian, aku bisa sendiri"ucap Freya.


"Freya biarkan aku mencarikanmu ojeg"ucap Arian.


"Tapi aku bisa sendiri"ucap Freya.


"Aku hanya ingin membantumu, bisakah?"tanya Arian.


Freya mengangguk, Arian mencarikan Freya tukang ojeg. Setelah dapat, Freya naik ke ojeg itu.


"Arian aku berangkat dulu"ucap Freya.


"Hati-hati dijalan ya Freya"ucap Arian.

__ADS_1


"Iya, assalamu'alaikum"ucap Freya.


"Wa'alaikumsallam"ucap Arian.


Arian termenung memikirkan Freya yang sudah ta'aruf dengan orang lain sementara dia juga akan menikahi Ayu.


"Ya Allah jika Freya memang bukan jodohku, hapuskanlah rasa cinta dihatiku untuknya"ucap Arian.


Ojeg itu mengantarkan Freya ke kantor, sementara Arian naik bus. Arian sudah sampai dihalte bus dekat perusahaan tempat dia bekerja.Dia berjalan ditepi jalan lalu dia bertemu dengan mantan istrinya Eriska.


"Hei Arian,kita bertemu lagi,ternyata kamu masih miskin aja sih.Untung dulu aku meninggalkanmu kalau tidak aku harus hidup susah bersamamu tak sudi aku"ucap Eriska.


"Memang kenapa kalau aku miskin sekarang?"ucap Arian.


"Pasti tak ada wanita yang mau dengan laki-laki miskin sepertimu"ucap Eriska.


"Hei wanita matre ngapain kamu disini"ucap Freya yang baru datang.


"Kamu bilang apa tadi?"tanya Eriska.


"Matre,memang apa sebutan yang pantas untuk wanita yang hanya mengincar harta dari seorang laki-laki kaya,setelah dia miskin kau tinggalkan"ucap Freya.


"Aku tidak takut padamu ya,wanita yang hanya bisa menumpang hidup seperti parasit bergantung pada pria kaya,sungguh menyedihkan dan memalukan"ucap Freya.


"Freya sayang sudahlah"ucap Arian.


"Biar aku maki dulu wanita matre ini"ucap Freya.


"Kalian memang cocok,sama-sama miskin"ucap Eriska.


"Lebih baik aku miskin dari pada bisanya memoroti harta orang lain"ucap Freya.


"Kau....awas saja,aku akan membalasmu nanti"ucap Eriska.


Eriska lalu pergi setelah bicara meninggalkan Arian dan Freya.


"Freya kau tadi membelaku ya"ucap Arian.

__ADS_1


"Aku hanya tidak suka kau dihina mantan istrinya yang matre itu, dia tak punya malu sudah meninggalkanmu tapi masih juga menyakitimu" ucap Freya.


"Freya makasih ya"ucap Arian.


"Iya, sampai jumpa dikantor"ucap Freya meninggalkan Arian.


"Freya tunggu aku, bisakah kita ke kantor bersama?"tanya Arian mengejar Freya yang meninggalkan Arian.


"Arian maaf, aku tidak ingin dia salahfaham nantinya"ucap Freya.


Freya berjalan meninggalkan Arian.


"Freya aku mencintai"ucap Arian.


Freya menghentikan langkahnya dan melihat ke belakang.


"Arian tidak seharusnya kau mengatakan itu padaku, aku tidak suka bercanda seperti itu"ucap Freya.


Freya terus berjalan meninggalkan Arian.


"Aku tidak bercanda Freya, aku mencintaimu"ucap Arian.


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


Sampai diperusahaan, Freya langsung berjalan menuju ke toilet. Dia masuk ke toilet dan duduk didalam toilet itu. Freya menangis mengingat pernyataan Arian padanya. Dia tidak percaya kalau Arian mencintainya. Selama ini dia merasa Arian dan dia selalu berdebat dan bermusuhan.


"Hik.....hik....hik....apa benar dia mencintaiku? apa dia bercanda? apa dia hanya ingin membuat perdebatan lagi denganku? hik.....hik....hik....."ucap Freya.


Setelah puas menangis, Freya keluar dari toilet berjalan memasuki ruangan akunting. Didalam ruangan itu ada Arian dan staf lainnya. Freya menundukkan mukanya saat melewati meja Arian. Dia jadi merasa canggung dengannya semenjak mendenger pernyataan cinta Arian padanya. Freya duduk dikursi kerjanya, dia menyalakan laptop dan mendapatkan email pribadi dari Arian.


Dear Freya


Apa yang ku katakan padamu tadi pagi itu bukan candaan. Aku benar-benar mencintaimu. Mungkin terdengar aneh, lucu, dan bodoh. Tapi aku tidak bisa membohongi perasaanku selama ini. Aku mencintaimu Freya. Semua hal yang kita lewati membuat hatiku sedikit demi sedikit mencintaimu dan akhirnya sangat mencintaimu. Perdebatan dan permusuhan kita membuatku selalu merindukanmu.


Maafkan aku Freya telah mencintaimu


Arian

__ADS_1


Freya meneteskan air matanya membaca email dari Arian. Dia berada dalam perasaan yang membuatnya bingung.


__ADS_2