
Freya dan Fina pergi ke Mall untuk berbelanja sekalian jalan-jalan.Freya ingin membeli kebutuhan pokok untuk dirumahnya. Mumpung ada Fina, jadi dia minta ditemaninya.
"Kak Freya banyak sekali yang kau beli"ucap Fina.
"Dirumah tidak ada stok makanan sama sekali"
ucap Freya.
"Memang kalian tidak berbelanja saat libur?" tanya Fina.
"Kami baru beberapa hari ini pindah ke rumah itu"
ucap Freya.
"Pantas saja kau belum memiliki asisten rumah tangga"ucap Fina.
Repot kalau punya asisten rumah tangga harus diseleksi ketat dengan ujian nasional dan ujian praktek yang benar supaya tak tercipta bibit-bibit pelakor diantara mereka secara Arian tampan dan kaya, repot kalau ada yang tergoda dan menghantui Arian kaya sunder bolong yang nyariin tukang sate.
"Kak Freya kau beli itu untuk Kak Arian?"tanya Fina.
"Iya,dia suka camilan ini"ucap Freya.
"Kau mulai mengenalnya lebih jauh"ucap Freya.
"Aku memang mulai tahu kesukaannya termasuk kebiasaan buruknya"ucap Freya.
"Suka ngorok kaya kodok ya kebiasaan buruknya"
ucap Fina.
Nah lho Fina kok tahu kalau Arian suka ngorok kaya kodok,apa dia mantengin Freya dan Arian saat tidur lewat cermin ajaib punya penyihir.
"Ngoroknya kaya kodok tapi nyaringnya kaya jangkrik"ucap Freya.
Freya sepertinya sudah menyukai Arian dari segala sudut, apapun itu baginya Arian setia dan penyayang.
"Kak,kau sudah dimabuk asmara sama Kak Arian itu, jangan-jangan dia melet kakak supaya mau nikah dengannya"ucap Fina.
"Masa sih, tapi kakak suka kalau dipelet juga. Arian itu bikin kakak inget terus sama dia"ucap Freya.
"Kak gak lagi demamkan? jangan-jangan kakak lagi ngigau bilang kaya gitu"ucap Fina.
Fina masih saja tidak percaya Freya mencintai Arian. Pikirannya kemana-mana, seakan-akan Freya dipaksa karena sesuatu.
"Kamu belum kenal dia Fina,kalau udah kenal pasti cara pandangmu berubah terhadapnya" ucap Freya.
__ADS_1
"Habis dulu kakak cerita kalau dia arogan dan menyebalkan jadi Fina masih kesel sejak saat itu"
ucap Fina.
"Dia sekarang gak gitu kok,malah hangat dan penyayang sampai kakak gak suka bubur aja jadi suka"ucap Freya.
"Kak udah belanjanya?"tanya Fina.
"Iya biar dianter lewat jasa pengiriman barang belanjaannya"ucap Freya.
"Kalau gitu ayo kita ke belanja tas,baju dan sepatu mumpung Fina lagi gajian,dah lama gak shopping Kak"ucap Fina.
"Tapi kakak kurang suka belanja seperti itu Fina"ucap Freya.
"Kak Freya sekarangkan udah jadi istri Bos,penampilan itu penting Kak Freya"ucap Fina.
Betul kata Fina,penampilan penting sekarangkan Arian Direktur dengan gaji yang besar.Ayo Freya belanjakan kasihan tuh duitnya nangis minta dikeluarkan dari penjara ATM dan kartu kredit.
"Yaudah ayo"ucap Freya.
Freya dan Fina masuk ke butik baju,tas,dan sepatu branded di Mall itu.Baru masuk udah disuguhin pemandangan sepet kaya kedondong masih cabe-cabean.Mereka ketemu Eriska dan pasangannya lagi milih-milih tas.Dengan tatapan setajam selet Eriska siap bikin malu Freya.
"Eh,orang miskin mana mampu beli tas branded kaya aku,paling cuma buat ngelihat doang gak beli"ucap Eriska.
Baru masuk udah disembur nenek lampir dateng dari gunung Merapi.Udah gak asyik lagi kali nongkrong di gunung Merapi lagi aktif soalnya jadi nongrongnya pindah ke Mall.
"Kamu ya ngomongnya gak dijaga,berani ngomong kaya gitu sama aku"ucap Eriska.
"Yang gak dijaga itu omonganmu tolong jangan seenak jidat menghina orang"ucap Freya.
"Lihat saja aku dah belanja sebanyak ini,kamu satu aja mana mampu beli sih"ucap Eriska.
"Biar beli cuma satu juga uang sendiri halal bukan hasil nempel sama orang"ucap Freya.
"Kamu berani sekali bicara seperti itu sama cewekku"ucap Jon hendak menampar Freya tapi langsung ditangkap Arian tangannya.
"Beraninya kau mau menyentuh Istriku,seujung rambut saja aku takkan membiarkan kau menyentuhnya apalagi sampai berani menamparnya,akan kuremukkan tanganmu"ucap Arian memegang tangan Jon.
"Kau suami wanita miskin ini"ucap Jon.
"Wanita miskin?....aku bahkan mampu membeli butik ini"ucap Arian.
Arian berusaha membela Freya didepan mantan istrinya yang matre itu dan kekasihnya.
"Kau besar mulut coba buktikan"ucap Jon.
__ADS_1
"Freya,Fina ambil semua yang kalian mau berapapun akan ku bayar"ucap Arian.
"Kak Freya kita ambil tas itu biar wanita sombong dan lelaki belagu itu tahu,suami kakak orang kaya"ucap Fina.
Fina menarik tangan Freya yang masih bengong liat Arian membelanya. Dia senang suaminya datang membelanya didepan orang-orang yang menghinanya.
"Kak yang ini bagus, yang itu juga, yang sana juga. Ayo ambil semuanya perintah Kak Arian"
ucap Fina sambil mengambil berbagai barang dibutik itu.
"Fina satu aja, tidak baik berlebihan"ucap Freya.
"Gak papa kak, kali ini buktikan Kak Arian mampu melindungi kakak dari hinaan mereka"ucap Fina.
"Iya Fina"ucap Freya.
Mereka pun memilih banyak tas,baju dan sepatu.
Eriska pusing dibuatnya,setahunya Arian kere tinggal dikontrakkan sempit.Tapi kok mendadak kaya lagi.Nyesel deh ninggalin Arian selingkuh sama cowok gak guna.
"Arian kamu makin ganteng"ucap Eriska mau menyentuh tangan Arina tapi langsung ditangkis sama Arian.
"Singkirkan tangan kotormu dariku,hanya Freya yang boleh menyentuhku"ucap Arian.
"Dia cuma gadis miskin gak selevel denganmu Arian"ucap Eriska.
"Dia itu punya harga diri dari pada kamu yang mengobral harga dirimu pada sembarangan pria hanya untuk uang"ucap Arian.
"Kamu kenapa sih Arian?"tanya Eriska.
"Eriska kenapa kau malah menggoda dia,ayo pulang"ucap Jon menarik lengan Eriska.
Iya betul bawa tuh cewek murahan,yang bisanya jadi parasit sana sini.Untung Arian udah kuat imannya dari cewek cacingan itu.Secara cintanya ma Freya udah mentok gak bisa diganggu gugat atau ditawar.
Freya menghampiri Arian suaminya, dia mencium pipinya.
Cup
"Makasih sayang"ucap Freya.
"Iya sayang, sudah belanjanya?"tanya Arian.
Freya mengangguk dengan ucapan Arian.
"Ayo pulang, biar ku antar"ucap Arian.
__ADS_1
"Iya sayang"ucap Freya.