
Arian keluar dari kontrakannya. Tiba-tiba Nindi sudah didepan kontrakannya membawa kotak bekal makan siang untuk Arian. Arian bingung mau menerima atau tidak bekal makan siang itu soalnya Freya melihat ke arahnya dengan tatapan sinis penuh kecemburuan.
"Kak Arian....terima ya bekal makan siang dariku"ucap Nindi.
"Gak perlu repot-repot Nin, aku bisa makan dikantin kantor"ucap Arian.
"Gak repot kok Kak Arian, Nindi justru sedang membiasakan diri kalau nanti jadi istri Kak Arian"ucap Nindi.
"Sorry ya Nindi, aku sudah punya seseorang yang spesial"ucap Arian.
"Nindi gak masalah kok nunggu dudanya Kak Arian ronde kedua"ucap Nindi.
"Amit-amit, aku gak mau duda lagi Nin" ucap Arian.
"Kalau gitu nikahin Nindi aja biar awet" ucap Nindi.
Freya melihat Nindi berbicara dengan Nindi langsung pergi meninggalkan kontrakkannya.
Arian melihat ke arah Freya yang meninggalkan kontrakkannya.
"Nindi aku berangkat dulu ya tar kesiangan"ucap Arian.
"Kak Arian, Nindi antar sampai depan ya"ucap Nindi.
"Gak usah, bisa sendiri"ucap Arian.
"Kalau gitu terima bekal dari Nindi ya"ucap Nindi.
"Oke, aku berangkat dulu ya"ucap Arian.
Arian langsung berlari menyusul Freya yang berjalan ditepi jalan. Dia menghampiri Freya yang berjalan sambil cemberut.
"Freya kau cemburu?"tanya Arian.
"Cemburu? memang kita ini suami istri? kita hanya tetangga kontrakkan" ucap Freya.
"Insya Allah kita calon suami istri Freya"ucap Arian.
"Arian, aku dan kau sangat berbeda. Kau anak orang kaya sementara aku hanya anak yatim piatu"ucap Freya.
"Freya aku tidak peduli kau anak yatim piatu atau bukan, aku akan menikahimu"ucap Arian.
"Arian aku tidak mau bermimpi terlalu jauh, terimakasih"ucap Freya.
"Freya ini bukan mimpi, ayo ikut aku sore ini, aku ingin mengenalkanmu pada orangtuaku"ucap Arian.
Freya hanya diam tidak memperdulikan ucapan Arian.
"Arian aku berangkat duluan"ucap Freya.
Freya ragu, dia merasa perbedaan kasta diantara mereka terlihat jelas. Mana mungkin keluarga Arian akan setuju.
"Freya tunggu"ucap Arian.
Freya naik becak meninggalkan Arian ditepi jalan itu. Arian tidak tahu apa yang terjadi pada Freya.
"Apa Freya tidak menyukaiku?"ucap Arian.
Tak lama Arian handphone Arian berdering. Dia mendapat telpon dari Ibunya.
"Hallo Ma"ucap Arian.
"Hallo Arian"ucap Ibu Ruri.
"Ada apa kok nelpon pagi-pagi gini?"tanya Arian.
__ADS_1
"Besok pulanglah ke rumah, Budemu dari desa datang kemari nak"ucap Ibu Ruri.
"Oke Ma"ucap Ibu Ruri.
Arian menutup telponnya setelah selesai bicara dengan Ibu Ruri.
"Kok tumben Bude datang, ada apa ya?"tanya Arian.
Arian naik ke bus berangkat ke perusahaan tempatnya bekerja.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
Pagi itu Freya langsung naik ke dalam angkot, Arian mengikutinya masuk ke dalam angkot. Freya duduk disamping lelaki kekar, Arian duduk diseberang lelaki kekar itu. Saat angkot mulai jalan, tangan lelaki kekar itu meraba paha Freya. Melihat itu Arian langsung menginjak kaki lelaki kekar itu.
"Aw.............."ucap Lelaki kekar itu.
"Maaf mas gak sengaja"ucap Arian.
"Untung ada Arian, nyebelin nih cowok, pegang-pegang pahaku"batin Freya.
Lelaki kekar itu kembali meraba pinggang Freya. Melihat tangan itu nakal lagi Arian pura-pura menginjak kembali kaki lelaki itu lebih keras lagi.
"Aw............"ucap Lelaki kekar itu.
"Maaf mas sengaja habis tangan situ nakal"ucap Arian.
"Oh....kau berani sekali menginjak kakiku"ucap Lelaki kekar itu.
"Iya, karena aku paling tidak suka lelaki yang suka cabul sepertimu"ucap Arian.
"Kau beraninya padaku"ucap Lelaki kekar itu.
Lelaki kekar itu mengepal tangannya dan hendak memukul muka Arian tapi tangannya ditangkap Arian lalu dipelintir.
"Masih kurang?"ucap Arian.
Lelaki kekar itu hendak memukul Arian dengan tangan kirinya tapi ditangkap tangan kiri Arian lalu dipelintir juga.
"Ampun....sakit....."ucap Lelaki kekar itu.
"Kalau kau berani cabul lagi pada siapapun aku tak segan-segan mematahkan tanganmu"ucap Arian.
"Oke tidak akan"ucap Lelaki kekar itu.
Arian lalu melepas tangan lelaki kekar itu. Dia secepatnya keluar dari angkot.
"Hore......."ucap Para penumpang angkot.
"Dia memang cabul Mas, setiap ke angkot kita selalu digangguin"ucap Ira.
"Udah gitu dipalakin"ucap Doni.
"Ibu juga ditodong"ucap Ibu Endah.
"Iya meresahkan pokoknya"ucap Santi.
"Terimakasih ya Mas"ucap Para penumpang.
"Iya sama-sama"ucap Arian.
Freya tersenyum bahagia melihat semua orang menyukai Arian yang menolong mereka dari lelaki kekar itu.
"Manisnya senyuman Freya"batin Arian.
Tak lama Arian dan Freya turun dari angkot. Mereka berjalan menuju ke perusahaan.
__ADS_1
Arian berjalan ke ruangan Papanya. Dia duduk didepan meja Papanya untuk melaporkan Rey pada Papanya.
"Pa, aku ingin Rey dipecat"ucap Arian.
"Dipecat? apa salahnya? kenapa dia harus dipecat?"tanya Pak Alex.
"Dia hampir saja memperkosa Freya kemarin"ucap Arian.
"Apa? Rey memperkosa Freya?"tanya Pak Alex kembali.
"Iya Pa, aku saksinya. Untung kemarin aku bisa menolong Freya"ucap Arian.
"Baiklah papa akan memecat dia"ucap Pak Alex.
"Terima kasih Pa"ucap Arian.
"Oke"ucap Pak Alex.
Arian keluar dari ruangan Papanya. Dia berpapasan dengan Rey. Ariana song berbicara pada Rey.
"Ternyata kau masih punya muka ya untuk berangkat ke kantor"ucap Arian.
"Aku mau mengundurkan diri"ucap Rey.
"Bagus, tadinya aku ingin melaporkan ke polisi"ucap Arian.
"Silakan aku tidak masalah"ucap Rey.
"Kalau kau berani mengganggu Freya lagi aku akan benar-benar memasukkanmu ke penjara"ucap Arian.
"Aku tidak mengganggu Freya lagi, Masih banyak wanita lain yang lebih menarik dari Freya"ucap Rey.
"Dasar laki-laki brengsek"ucap Arian mukul Rey dengan tangannya.
Dug ................
"Aw..........."ucap Rey.
"Itu pantas untukmu"ucap Arian.
"Kau dan aku sama-sama playboy apa bedanya"ucap Rey.
"Dulu aku memang brengsek, tapi tidak separah dirimu. Dan sekarang aku tidak pernah mengulanginya lagi"ucap Arian.
"Sekali brengsek tetap brengsek"ucap Rey.
"Kau masih ingin ku hajar"ucap Arian.
"Aku tak punya waktu untuk meladenimu"ucap Rey.
"Tanganku masih panas ingin rasanya menghajarmu"ucap Arian.
"Aku harus ke ruangan Presdir, sampai jumpa"ucap Rey.
Rey berjalan meninggalkan Arian menuju ke ruangan Pak Alex. Dia masuk ke dalam ruangan itu. Pak lek sudah menunggunya sendari tadi. Rey duduk menghadap Pak Alex.
"Rey mulai hari ini kau diberhentikan" ucap Pak Alex.
"Saya sudah tahu itu"ucap Rey.
"Baiklah karena kau paham, silakan tinggalkan ruangan ini"ucap Pak Alex dengan tegas.
"Terima kasih"ucap Rey.
Rey langsung keluar dari ruangan Pak Alex. Dia berjalan keluar dari perusahaan. Arian senang akhirnya Rey dikeluarkan dari perusahaan. Tidak akan ada lagi yang mengganggu Freya.
__ADS_1