DUDA JANDA HOT

DUDA JANDA HOT
Bersaing


__ADS_3

Rey mengadakan acara makan bersama dengan semua staf akunting sekalian merayakan jabatan barunya di Perusahaan Alexsandro Group dirumah besarnya. Arian, Freya dan Sari tiba duluan dirumah besar itu.


"Pak Rey, Anda tinggal sendirian kok sepi?"tanya Sari.


"Iya, orangtuaku tinggal diluar kota"ucap Rey.


Arian melihat-lihat setiap sudut ruangan itu.


"Pak Rey ini foto siapa?"tanya Arian.


"Oh itu foto mantan istri saya"ucap Rey.


"Anda sudah menikah, saya baru tahu"ucap Arian.


"Satu tahun lalu, tapi kami sudah bercerai"ucap Rey.


"Satu tahun lalu?"ucap Freya.


"Iya, istriku berselingkuh"ucap Rey.


"Berarti kita sama-sama duda ya"ucap Arian.


"Iya, tapi saya duda tersakiti, ingin rasanya punya istri yang setia"ucap Rey.


"Tenang saja, dikantor banyak yang jomblo kok"ucap Arian.


"Saya mau yang janda, biar sama-sama tahu rasanya kesepian dan sendirian"ucap Rey sambil melirik Freya.


"Wah selera kita sama ya Pak, saya juga lagi deketin janda bahkan satu kantor dengan saya"ucap Arian.


"Saya juga lagi deketin janda satu kantor dengan saya"ucap Rey.


"Pak Rey, dimana dapurnya, biar saya masak untuk semuanya"ucap Freya mengalihkan pembicaraan yang membuatnya tak nyaman.


"Disebelah sana"ucap Rey menunjuk ke kanan dari ruangan tamu itu.


"Baiklah aku masak dulu untuk semuanya"ucap Freya.


"Bu Freya saya ikut membantu"ucap Sari.


"Oke"ucap Rey dan Arian.


Freya menuju ke dapur rumah itu. Sementara Arian dan Rey masih mengobrol diruang tamu.


"Pak Rey, saya tahu siapa Anda, jadi jauhi Freya. Dia bukan mangsa yang cocok untukmu"ucap Arian.


"Anda ini bicara apa?"tanya Rey.


"Jangan pura-pura tidak tahu, Anda cerai dengan istri Anda karena Anda berselingkuh dengan teman istri Anda, iyakan?"ucap Arian.


"Anda sepertinya mengorek informasi tentang saya ya"ucap Rey.


"Itu karena Anda berani mendekati Freya, dia itu wanita baik-baik. Jadi jangan jadikan dia korban lelaki buaya sepertimu"ucap Arian.


"Bukannya Anda juga buaya sebelumnya"ucap Rey.


"Itu dulu, tapi aku tidak pernah mengulanginya lagi, bahkan aku diceraikan istriku karena harta bukan selingkuh sepertimu"ucap Arian.


"Aku hanya ingin serius dengan Freya, apa tidak boleh?"tanya Rey.


"Aku tidak ingin kau kambuh lagi dan menyakiti Freya, dia bukan bahan percobaanmu"ucap Arian.


"Baiklah mari kita bersaing mendapatkan Freya, kita lihat Freya akan memilih siapa"ucap Rey.


"Aku tidak akan membiarkanmu mendapatkan Freya"ucap Arian.


"Oke, kita buktikan saja nanti"ucap Rey.


Freya sedang memasak didapur untuk makan malam mereka bertiga. Arian menghampiri Freya ke dapur.


"Hai ladies mau ku bantu?"tanya Arian.


"Untuk apa? kita berdua juga bisa"ucap Freya.

__ADS_1


"Iya Pak Arian, rapikan tempat untuk makan bersamanya"ucap Sari.


"Gini-gini aku pintar masak"ucap Arian.


"Tidak perlu, pergilah"ucap Freya.


"Udahlah Pak Arian, biar kita memasak dengan tenang tanpa gangguan setan"ucap Sari.


"Maksudmu aku setan?"tanya Arian.


"Kalau saya dan Bu Freya berdua, berarti yang ketiga setan"ucap Sari.


"Iya sih tapi bukan berarti saya setannya juga kali"ucap Arian.


"Siapa yang bilang Pak Arian setan"ucap Sari.


"Tadi kau bilang yang ketiga setan"ucap Arian.


"Itu disamping Pak Arian, ada setan"ucap Sari.


Arian menengok ke sampingnya ada boneka manekin yang menyeramkan disampingnya.


"Iya ya, ini kok setan ada disini"ucap Arian.


"Itu lagi mandorin kita masak, pegang deh Pak Arian"ucap Sari.


Arian penasaran, dia memegang tangan kiri boneka manekin itu.


Tuk....tuk....tuk.....


Tangan kanan boneka itu memukul tangan Arian.


"Aw.....aw.....aw......ganas banget nih boneka"ucap Arian.


"Kamu genit....kamu genit....ke laut aje....."ucap Boneka manekin itu.


"Ha..ha....ha...."Freya dan Sari tertawa.


Arian memasak tumis kangkung saus tiram. Sementara Freya mengoreng ikan. Saat hendak meletakkan ikan diwajan, ikan itu melompat hingga minyak gorengnya hampir menyiprat ke tubuh Freya tapi dihalangi tangan Arian.


"Aw..........."ucap Arian terkena cipratan minyak panas itu.


"Arian......"ucap Freya.


"Arian apa sakit?"tanya Freya.


"Gak, yang penting kamu aman Freya" ucap Arian.


"Arian kenapa kamu nekad sih, seharusnya aku yang kena minyak panasnya"ucap Freya.


"Freya, aku tidak mungkin membiarkanmu kena minyak panas itu"ucap Arian.


"Arian maafkan aku"ucap Freya.


"Freya kau tidak perlu minta maaf, tapi panas dan perih"ucap Arian.


"Panas dan perih ya"ucap Freya.


"Saya ambilkan obat luka dulu ya Bu"ucap Sari.


Sari keluar dari dapur mengambil obat luka. Kemudian dia membawa obat luka itu ke dapur.


Freya mengobati luka bakar ditangan Arian.


"Perih Freya pelan-pelan"ucap Arian.


"Olesin yang banyak Bu Freya"ucap Sari.


"Perih......aw....."ucap Arian.


Mendengar suara teriakan Arian, Rey mendekati Arian yang duduk didapur bersama Freya dan Sari.


"Kau kenapa Pak Arian?"tanya Rey.

__ADS_1


"Pak Arian terkena minyak panas karena menolong Bu Freya"ucap Sari.


"Oh.....kasihan sekali Anda sampai terkena minyak panas itu"ucap Rey.


"Tidak apa-apa dah enakkan sekarang kok"ucap Arian.


"Arian, aku dan Sari mau menata makanannya kedepan dulu ya"ucap Freya.


"Iya"ucap Arian.


Freya dan Sari membawa masakan mereka keluar dari dapur menuju halaman rumah. Sementara Rey mendekati Arian yang sedang duduk.


"Kau pintar juga membuat Freya memperhatikanmu" ucap Rey.


"Aku tulus pada Freya tidak sepertimu" ucap Arian.


"Aku juga tulus sama Freya"ucap Rey.


"Tulus? Bahkan jalan dengan wanita lain. Itu yang kau sebut tulus"ucap Arian.


"Masih tahap penjajakan boleh dong jalan dengan yang lain,untuk menentukan siapa yang akan dinikahi"ucap Rey.


"Jauhi Freya, jangan berani menyakiti hatinya"ucap Arian.


"Tak kusangka kau benar-benar menyukai Freya sampai melindunginya seperti ini"ucap Rey.


"Aku hanya tidak ingin dia jatuh kepelukan lelaki sepertimu"ucap Arian.


Setelah semua makanan tersaji ditikar dihalaman rumah Rey. Staf lain berdatangan, mereka semua duduk ditikar itu mengerumuni makanan yang ada ditengah tikar. Karena semuanya sudah berkumpul, mereka semua mulai makan bersama dihalaman rumah itu.


"Freya udang ini enak deh"ucap Arian meletakkan udang dipiring Freya.


"Freya ikan bakar ini juga enak"ucap Rey menaruh ikan dipiring Freya.


"Freya tempe goreng ini penuh protein" ucap Arian meletakkan tempe goreng dipiring Freya.


"Freya tahu goreng ini lebih banyak proteinnya"ucap Rey meletakkan tahu goreng dipiring Freya.


Freya hanya melihat kedua lelaki itu silih berganti meletakkan lauk pauk dipiring Freya hingga penuh. Sedangkan para staf hanya bengong melihat persaingan ketat itu. Akhirnya Freya memberi Arian dan Rey lauk pauk hingga piring mereka penuh.


"Nah sekarang kita impas, jadi ayo makan semuanya"ucap Freya.


"Aku tidak suka udang"ucap Rey.


"Aku alergi kedelai"ucap Arian.


"Pokoknya habiskan, tidak boleh mubadzir. Ingat diluar sana banyak orang yang kekurangan"ucap Freya.


Akhirnya semuanya makan dan menghabiskan makanannya.


"Pak Rey, sudah malam aku pulang dulu"ucap Freya.


"Freya, kita pulang bersama, kan satu arah"ucap Arian.


"Biar ku antarkan ya Freya"ucap Rey.


"Tidak usah, nanti naik bus saja"ucap Freya.


"Tapi ini sudah malam"ucap Rey.


"Tenang Pak Rey, ada saya yang akan menjaga Freya, jadi jangan khawatir"ucap Arian.


"Saya pulang dulu ya Pak, terimakasih atas makan malamnya"ucap Freya.


"Tapi Freya biar saya mengantarmu" ucap Rey.


"Bapak tak perlu repot-repot ya, ada saya yang siap menemani Freya"ucap Arian.


"Terimakasih atas kebaikan bapak, tapi saya pulang naik bus saja bersama staf lainnya, assalamu'alaikum"ucap Freya.


"Wa'alaikumsallam"ucap Rey.


Freya berjalan keluar rumah itu bersama beberapa staf dan dibuntuti Arian. Mereka semua naik bus untuk pulang.

__ADS_1


__ADS_2