DUDA JANDA HOT

DUDA JANDA HOT
Aneh Dot Gak Nyambung


__ADS_3

Somat bangun pagi-pagi dia masuk ke dapur. Ada Emak Ino lagi memasak didapur. Somat penasaran Emak Ino sedang masak apa didapur. Dia menghampiri Emak Ino yang asyik mengiris balok tanah.


"Mak lagi bikin apa?"tanya Somat.


"Bikin coklat"ucap Emak Ino sambil mengiris balok tanah itu tipis-tipis.


"Emang Emak bisa bikin coklat?"tanya Somat.


"Bisa lah, tinggal nyari dikebon"ucap Emak Ino.


"Oh gitu, kok coklatnya diiris tipis-tipis kaya keripik"ucap Somat.


"Ini kripik coklat Mat"ucap Emak Ino.


"Nyobain ya Mak"ucap Somat.


Somat penasaran dengan coklat buatan Emak Ino. Dia memakan coklat itu dengan seksama.


"Mak kok rasanya bikin merinding Mak"ucap Somat.


"Oh...itu Emak ngambil tanah liatnya dari kuburan Mat"ucap Emak Ino.


"Apa Mak tanah liat dari kuburan?"tanya Somat.


"Iya, malah Mak ketemu pocong pas nyari tanah liatnya"ucap Emak Ino.


"Pocong Mak?"ucap Somat.


"Iya, Si pocong bilang tar kalau mateng bilang-bilang"ucap Emak Ino.


"Berarti pocong bakal kemari dong Mak?"tanya Somat.


"Lah yang tidur sama kamu semalam itu pocong"ucap Emak Ino.


"Ngapain pocong tidur ma aku Mak?"tanya Somat.


"Kan nungguin coklat varian tanah kuburan"ucap Emak Ino.


"Astaga semalam dikelonin pocong"ucap Somat.


"Udah gak usah dipikirin, mending cobain nih coklat varian lainnya"ucap Emak Ino.


Somat mencoba varian coklat lainnya. Dia mengunyah dengan seksama dan merasakannya perlahan-lahan.


"Mak yang ini kok seger ya Mak? apa rasa strawberry ya Mak?"tanya Somat.


"Bukan itu tanah liat deket WC Mat"ucap Emak Ino.


"Rasa mandi gebyur dong Mak, tapi enak sih"ucap Somat.


"Kira-kira mati gak ya Mak, Somat makan ini?"tanya Somat.


"Gaklah dari kecil kamu udah biasa makan coklat ini"ucap Emak Ino.


"Apa Mak dari kecil Somat makan ini?"tanya Somat.


"Iyalah malah tanah liat dari penjara"ucap Emak Ino.


"Kok tanah liat penjara Mak?"tanya Somat.


"Dulu waktu hamil kamu Mak sempet dipenjara terus mak jualan deh tuh coklat, lumayan penyambung hidup setelah keluar dari penjara"ucap Mak Ino.


"Kasihan Emak"ucap Somat sambil merangkul tubuh kurus Emak Ino.


"Itukan dulu tapi sekarang Emak sukses"ucap Emak Ino.


"Mak aku mau cerita"ucap Somat.


"Cerita apa Mat?"tanya Emak Ino.


"Kira-kira ada gitu yang mau sama Somat?"tanya Somat.


"Ya ada, nenek tukang rongsokan aja nitip salam buat kamu tiap hari"ucap Emak Ino.


"Ya jangan nenek-nenek juga gitu Mak, ekstrim amat"ucap Somat.


"Ada, Imas tukang jamu"ucap Emak Ino.


"Anaknya sebelas Mak, buat makan sendiri aja Somat masih ketar ketir apalagi ngempanin sebelas anak belum lagi nambah anak Somat"ucap Somat.


"Udah sama Ika aja"ucap Emak Ino.


"Sama gendutnya dong sama Somat. Gimana mau memperbaiki keturunan Mak?"ucap Somat.


"Direparasi aja anakmu Mat biar bagus"ucap Emak Ino.


"Sekalian aja bikin dari tanah liat ya Ma"ucap Somat kesal.


"Mat nikahin Maya aja diakan janda satu anak, cantik lagi"ucap Emak Ino.


"Mak apa dia mau sama Somat?"tanya Somat.


"Mau tapi nangis tujuh turunan, nyesel nikah ma kamu Mat. Makan aja sampai sebakul belum lagi tidur ngabisin lahan. Binimu mesti tidur dilantai"ucap Emak Ino.


"Yah Somat jomblo dong Mak"ucap Somat.

__ADS_1


"Nikah aja ma boneka manekin Mat. Dijamin nurut, gak banyak mau, gak perlu makan, dan tidur dilantai gak jadi masalah"ucap Emak Ino.


"Yah Mak itu mah Somat udah punya dua, malah tiap malam kaya hantu Mak. Masa senyum sendiri ngeliat Somat"ucap Somat.


"Ya senyum, kan dari sononya memang begitu. Tar kalau cemberut Somat bingung bikin dia senyum gimana coba"ucap Emak Ino.


"Mat sarapan sana sama tumis cabe dan tumis bayi belut"ucap Emak Ino.


"Mak gak ada yang bagusan gitu lauknya?"tanya Somat.


"Ada"ucap Emak Ino.


"Apa Mak?"tanya Somat.


"Dirumah makan banyak"ucap Emak Ino.


"Yah Mak, Somat gak punya duit. Makan sehari-hari aja masih kurang"ucap Somat.


"Tuh tahu"ucap Emak Ino.


"Mat tukang nagih hutang nyariin kamu tuh"ucap Emak Ino.


"Bilang Somat ga ada Mak"ucap Somat.


"Mau bilang gak ada gimana? kamu aja segede gitu mau disembunyiin dimana coba"ucap Emak Ino.


"Jadi inget kejadian kemarin malem Mak"ucap Somat.


"Kejadian apa Mat?"tanya Emak Ino penasaran dengan kejadian yang Somat alami.


Somat mengingat kejadian malam kemarin. Kejadian yang menyayat hati dan menguras pikirannya. Malam itu langit begitu gelap, tak ada bintang. Kebetulan malam bulan purnama hari jumat keliwon. Diluar tak sedang turun hujan dan angin bertiup kencang. Daun-daun berjatuhan terkena angin malam itu. Suara-suara benda terkena angin menambah suasana mencengkam itu ditambah lagi mati listrik. Apalagi Somat sendirian dirumah tanpa kawan ataupun teman. Hanya burung hantu yang setia menemani dikala kesepian.


Hauuuu...hu.....hauu......hu.........hauuuu......


Suara serigala terdengar menyeramkan membuat bulu kuduk semakin berdiri tak perlu di rebonding. Rasa ingin kencing semakin memuncak. Tapi ketakutan semakin menjadi-jadi. Waktu menunjukkan pukul tujuh malam tapi suasana sudah mencekam. Suara ketukan pintu semakin menambah parno. Somat tak berani membuka pintu tapi penasaran kira-kira manusia apa setan yang bertamu. Langkah demi langkah ditempuhnya demi rasa penasaran yang memuncak. Saat pintu dibuka sesosok astronot terdampar didepan pintu.


"Ampun.....alien, Somat bukan makananmu, emang sih Soma gempal tapi daging Somat rasanya gak enak. Kurang gizi, banyak hutang, belum kawin dan tukang tidur"ucap Somat ketakutan melihat sesosok aneh didepannya.


"Mas......"ucap Lelaki itu.


"Jangan......Somat masih ingin hidup. Belum sempat kurus masih penasaran. Pacar juga masih dipucuk daun pisang. Tidur masih ngorok dan ngiler"ucap Somat berusaha memohon pada sesosok aneh itu.


"Maaf Mas, apa ini kediaman Pak Somat Tersohor Bin Tobat Sambel?"tanya Lelaki itu.


"Kok alien bisa bahasa Somat ya"ucap Somat terkejut mendengar sosok aneh didepan matanya bisa bahasa manusia.


"Saya bukan alien tapi kurir pengiriman paket Mas"ucap Lelaki itu.


"Oh kurir kirain alien. Benar saya Somat Tersohor Bin Tobat Sambel"ucap Somat.


"Ada paket COD-an"ucap Lelaki itu.


"Ini jas hujan Mas, model terbaru plus anti corona melanda jadi bentuknya begini"ucap Lelaki itu.


"Oh begitu ya, kiraian alien"ucap Somat.


"Ini paketnya"ucap Lelaki itu memberikan paket punya Somat.


"Tunggu ya saya ambilkan uangnya"ucap Somat.


Somat masuk ke dalam mengambil sekarung uang koin untuk kurir pengiriman paket itu. Dia memberikan sekarung koin itu pada kurir paket itu.


"Nih uangnya"ucap Somat.


"Itu beras jatah ya Mas?"tanya Lelaki itu menperhatikan karung yang diberikan padanya.


"Bukan ini koin gopek-an hasil saya mulung dijalan selama bertahun-tahun lamanya"ucap Somat.


"Gak ada uang kertas saja Mas?"tanya Lelaki itu.


"Punya tapi belum sempet ngutang dulu"ucap Somat.


"Itu namanya gak punya Mas"ucap Lelaki itu.


"Yaaudah bawa saja Mas tinggal dihitung tiga hari tiga malam, kalau lebih saya ikhlas"ucap Somat.


Kurir itu pasrah, langsung membawa sekarung uang koin itu. Walaupun kesulitan membawanya, dia tetap optimis.


"Beratnya, udah tadi kehujanan, kena angin kencang, hampir kesamber petir, kepeleset, kecipratan air kubangan eh ini harus manggul duit koin sekarung, nasib. Sabar"ucap Lelaki itu.


***********


Somat segera menutup pintu rumahnya. Dia membuka paketannya yang berisi boneka manekin bergaya hantu menakutkan. Somat yang lagi takut makin takut. Dia melihat boneka manekin yang berbeda dari yang dia bayangkan. Suasana semakin mencengkam, hawa dingin membuat bulu kuduk berdiri. Lampu mati nyala, mati nyala. Suara token listrik berbunyi karena belum sempat diisi. Tapi Somat berusaha menghadapi itu semua.


"Kok kunti ya bonekanya, perasaan aku pesen Nona K berambut panjang dan berbaju putih"ucap Somat.


"Mungkinkah Nona K artinya Kunti, ih......serem. Emak cepet pulang....."ucap Somat.


Semakin malam semakin mencengkam. Suara berdeburan diluar rumah terdengar kencang. Suara jendela yang tak ditutup bolak-balik terbuka tertutup. Suara anjing menggonggong dimana-mana. Somat semakin takut, tiba-tiba muncul sesosok hitam didepan jendela kamarnya. Matanya melotot, tapi Somat tak berani menatapnya.


"Ampun....Somat anak Emak yang baik. Rajin berhutang, belum sempet bayar, gajian pas-pasan"ucap Somat menjelaskan semua penderitaan yang dia rasakan.


Lelaki berbaju hitam itu masuk ke kamar Somat.


"Damai perang sudah usai"ucap Somat.

__ADS_1


"Hantu jangan muncul dikamar Somat belum sempet dipel selama sebulan. Tikus ngekos belum bayar. Bungkus ciki belum laku dijual"ucap Somat.


Somat ketakutan gak tahunya.......


"Somat bayar hutangmu"ucap Pak Didin sambil mendekati Somat yang ketakutan.


"Oh....Pak Didin kirain hantu nyasar"ucap Somat.


Somat baru tahu sesosok hantu itu ternyata Pak Didin. Orang yang biasa Somat hutangin.


"Cepat bayar"ucap Pak Didin.


"Kok tengah malam gini Pak nagihnya?"tanya Somat.


"Habis kalau siang kamu selalu gak ada dirumah" ucap Pak Didin.


"Yaudah saya bayar nih Pak"ucap Somat.


Somat mengeluarkan dua karung koin uangnya. Dia memberikan dua karung koin uangnya pada Pak Didin.


"Somat ini gabah, saya butuh uang"ucap Pak Didin.


"Ini uang, tapi recehan seratus rupiahan Pak boleh ngumpulin"ucap Somat.


"Apa recehan seratus rupiahan, sampai kapan selesai menghitungnya?"tanya Pak Didin.


"Kira-kira sampai lebaranlah Pak"ucap Somat.


Pak Didin membawa dua karung uang recehan itu. Udah tengah malam bawa karung disangka maling, eh malah kena tonjok warga. Kasihan Pak Didin.


Somat selesai bercerita pada Emak Ino. Dia begitu sedih menceritakan kisah kelamnya dihari kemarin saat Emak Ino tak ada dirumah. Dia merasa malam itu begitu menakutkan hingga dia sendiri tidak berani menbayangkannya.


"Nah begitulah sepenggal kisah seram yang Somat rasakan"ucap Somat.


"Sudahlah Somat lupakan masa lalu sambut masa depan"ucap Emak Ino.


"Iya Mak"ucap Somat.


Setelah selesai bercerita dengan Emak Ino, Somat menuju ke kamar Maya. Dia mengajak Maya dan Remon makan bersama diruang makan. Somat makan dengan lahap meskipun lauknya hanya tumis cabe dan tumis baby belut. Tapi Maya dan Remon yang sudah terbiasa makan enak terlihat tak berselera saat makan.


"Kenapa gak dimakan, gak enak ya?"tanya Somat.


"Maaf ya Somat, aku belum terbiasa makan seperti ini"ucap Maya.


"Remon gak suka ini"ucap Remon.


"Gimana ya, Somat gak punya duit buat beliin lauk pauk yang lainnya"ucap Somat.


"Gak papa justru kami merepotkanmu Somat"ucap Maya.


"Gak papa"ucap Somat.


Maya dan Remon hanya diam saja memandangi nasi dipiringnya. Melihat itu Somat langsung menghabiskan makanannya lalu pergi ke belakang rumahnya. Dia menunggu ayam betina miliknya bertelur.


"Princess sayang cepetan bertelor, aku butuh telormu"ucap Somat.


Somat menunggu ayamnya Si Princess bertelor.


"Princess jangan marah cepetan bertelor"ucap Somat.


Somat terpaksa menyanyikan lagu cicak didinding, naik-naik ke puncak gunung dan lihat kebunku. Tak lama ayam itu bertelur juga.


Petok......petok......petok......


"Alhamdulillah Princess bertelor juga"ucap Somat.


Somat mengambil telor Princess lalu membawanya masuk ke dalam rumah. Dia menggoreng telur ayam itu hingga matang. Dia memberikan telor goreng itu pada Maya dan Remon.


"Nih telor gorengnya"ucap Somat sambil meletakkan telor goreng diatas meja.


"Terimakasih Somat"ucap Maya.


"Sama-sama, ayo makan"ucap Somat.


Maya dan Remon akhirnya makan dengan telor goreng itu. Setelah makan Somat mengobrol dengan Maya diteras rumahnya.


"Somat, dulu aku kaya raya. Aku sombong dan angkuh. Bahkan aku merebut suami orang demi kesenanganku tapi justru aku mendapatkan balasan atas perbuatan burukku"ucap Maya.


"Semua orang pernah melakukan kesalahan tapi yang terpenting kita mau memperbaikinya"ucap Somat.


"Aku ingin memperbaiki semua kesalahanku dimasa lalu dan hidup lebih baik lagi"ucap Maya.


"Aku akan mendukungmu, kau harus semangat dan berusaha untuk lebih baik lagi"ucap Somat.


"Aku ingin buka usaha kecil-kecilan tapi aku tidak punya uang sedikitpun"ucap Maya.


"Nanti kalau Somat sudah gajian, Insya Allah Somat akan meminjamkanmu modal Maya"ucap Somat.


"Somat, aku jadi gak enak, kamu baik banget padaku"ucap Maya.


"Aku ikhlas menolongmu"ucap Somat.


"Terimakasih ya Somat, kau selalu menolongku" ucap Maya.


Maya merasa beruntung bisa dipertemukan dengan Somat. Walaupun perawakannya gemuk dan biasa saja tapi hatinya baik. Somat juga tulus tidak ada niatan lainnya pada Maya. Meskipun dia berharap Maya mau jadi istrinya tapi Somat tidak akan memaksakan kehendaknya. Dia percaya jodoh sudah diatur Allah SWT. Sebagai hambanya yang taat Somat hanya berusaha ikhlas.

__ADS_1


Maya melihat Somat dan Remon yang ikut sholat. Dia merasa malu, sudah lama dia meninggalkan Allah. Padahal Allah selalu memberinya kenikmatan yang tidak terkira, hingga akhirnya semua kembali padaNya. Maya mengambil wudhu dan ikut sholat bersama Somat dan Remon. Dia ingin bertobat atas semua kesalahannya dimasa lalu. Dia berdoa dan memohon ampunan pada Allah SWT.


.


__ADS_2