
"Assalamu'alaikum"ucap Freya.
"Wa'alaikumsallam"ucap Semua staf.
"Selama beberapa bulan ini bekerja diruangan ini, banyak hal terjadi baik suka maupun duka. Suka saat kita bercanda, berbagi makanan, gajian dan dapat bonus. Duka saat kerjaan deadline, harus direvisi ulang, numpuk dan bertengkar sesama anggota yang diruangan ini. Tapi semua ini akan jadi kenangan yang tidak akan saya lupakan. Mulai besok saya tidak akan bekerja disini lagi. Mohon maaf apabila sebagai atasan kalian baik disengaja atau tidak telah melakukan kesalahan dan menyakiti hati kalian. Saya berharap kita tetap bisa bersilaturrahmi walau sudah tidak bekerja disini, semangat!!!!"ucap Freya.
Semua staf wanita memeluk Freya sedangkan staf laki-laki mengerumuninya. Mereka ikut bersedih dengan keluarnya Freya dari perusahaan itu. Mereka berfoto bersama Freya sebagai kenang-kenangan.
Freya kembali ke mejanya, dia melihat sebuah undangan dimejanya. Freya bertanya pada stafnya tentang undangan itu.
"Ini undangan punya siapa?"tanya Freya.
"Itu undangan dari Pak Arian, Bu Freya"ucap Sari.
"Undangan dari Pak Arian?"tanya Freya.
"Iya, Pak Ariankan mau nikah Bu"ucap Sari.
"Nikah?"ucap Freya kaget.
"Iya, Ibu belum tahu?"tanya Sari.
Freya seperti tidak percaya undangan itu dari Arian. Bahkan pertemuan yang terakhirpun dia tidak mengatakan akan menikah.
"Belum"ucap Freya.
"Semua orang dikantor sudah tahu kalau Pak Arian akan menikah"ucap Sari.
"........."Freya terdiam.
"Pak Arian tadi ada disini membagikan undangan" ucap Sari.
"Oya"ucap Freya.
"Iya, waktu Bu Freya ke ruangan Pak Nugi, Pak Arian mencari Ibu, katanya ada yang ingin dibicarakan"ucap Sari.
Freya langsung berjalan keluar ruangan akunting. Dia mencari Arian ke semua ruangan diperusahaan itu. Dia bertanya pada setiap staf yang ditemuinya tapi belum juga menemukan Arian. Freya sampai naik turun lift dari satu lantai ke lantai lain.
"Ya Allah dimana Arian? bisakah aku bertemu dengannya walau itu yang terakhir"ucap Freya.
__ADS_1
"Hah....hah....hah....."Nafas Freya tersengal-sengal.
Freya sampai jongkok didalam lift itu karena kelelahan. Dia sendirian didalam lift, tiba-tiba pintu lift terbuka , seorang OB masuk ke dalam lift.
"Bu Freya kenapa?"tanya Rohmat.
"Gak Papa"ucap Freya.
"Tadi saya melihat Pak Arian diatap gedung sedang menunggu Anda katanya"ucap Rohmat.
"Yang bener?"tanya Freya.
"Iya Bu, beneran"ucap Rohmat.
"Makasih ya Mat"ucap Freya.
"Sama-sama Bu"ucap Rohmat.
Freya naik ke lantai paling atas, lalu naik ke atap gedung. Dia melihat Arian sedang berdiri bersandar dipembatas atap gedung itu.
"Arian......"ucap Freya.
"Freya........ucap Arian.
"Selamat ya, aku dengar kau akan menikah"ucap Freya.
"Seharusnya kaulah pengantinku tapi mungkin kita tidak berjodoh"ucap Arian.
"Aku berharap kau bahagia bersama seseorang yang akan mendampingimu"ucap Freya.
"Aku tidak ingin membohongi perasaanku hari ini, aku mencintaimu Freya. Dan hati ini sakit saat aku tahu kau tidak mencintaiku"ucap Arian.
"Kita masih bisa bersilaturrahmi sebagai teman, bukan"ucap Freya.
"Freya sebelum aku menikah temui aku di Danau Teratai Merah, anggap saja itu pertemuanku terakhir denganmu sebagai orang yang mencintaimu"ucap Arian.
"..........."Freya terdiam.
"Aku berharap kau akan datang menemuiku"ucap Arian.
__ADS_1
"Bagaimana jika aku tak datang?"tanya Arian.
"Aku akan menunggu sampai kau datang"ucap Arian.
"Kenapa kau yakin aku akan datang?"tanya Freya.
"Karena jika kau tak datang berarti kau tidak mencintaiku"ucap Arian.
Freya terkejut dengan ucapan Arian, rasanya ingin mengatakan padanya kalau dia juga mencintainya.
"Arian seandainya kau tahu, aku sangat mencintaimu"batin Freya.
"Aku tidak akan datang, jadi jangan menungguku" ucap Freya.
"Aku akan tetap menunggu"ucap Arian.
"Aku keluar dari perusahaan hari ini"ucap Freya mengalihkan pembicaraan.
"Kenapa? apa karena aku tak ada diruangan akunting?"tanya Arian.
"Bukan, yang jelas bukan karenamu"ucap Freya.
"Kau sudah mendapatkan pekerjaan baru, iyakan?"tanya Arian.
"Iya"ucap Freya.
"Semoga kau betah dengan pekerjaan barumu"ucap Arian.
"Amin"ucap Freya.
"Selamat tinggal Freya, jaga dirimu"ucap Arian.
Arian berjalan meninggalkan Freya. Tinggal Freya sendirian diatap gedung itu.
"Arian......an.....an......."Freya berteriak memanggil nama Arian.
Freya langsung duduk bersimpuh dilantai atap gedung itu.
"Ya Allah kuatkan hati hamba, berilah hamba kesabaran dan keikhlasan Ya Allah hik....hik....." ucap Freya.
__ADS_1
"Tersenyum Freya, semangat, jalan hidupmu masih panjang. Jangan karena cinta pada manusia menghapus rasa cintamu pada Allah SWT hik....hik....."ucap Freya.
Sesungguhnya Allah sangat mencintai hambanya yang mencintaiNya. Karena cinta Allah tulus pada hambaNya.