
"Sayang kita balik kamar ya," ujar Kenan maju ke depan meraih tangan Renata namun Renata menangkisnya.
"Kau takut ketahuan berduaan dengan Laura?" tanya Renata.
"Sayang kau pasti salah faham," ujar Kenan.
Laura hanya diam mendengarkan mereka bicara.
"Salah faham? aku melihatnya sendiri apa ini salah faham?" tanya Renata.
"Nyonya, saya dan Tuan hanya mengobrol biasa, ini hanya salah faham," ujar Laura.
"Kalian pikir aku aku tidak tahu ada hubungan apa di antara kalian? aku bodoh gitu? sehingga kalian bisa berduaan tanpa sepengetahuanku," ungkap Renata.
"Sayang apa ku mohon percayalah, aku dan Laura hanya mengobrol biasa, kami tidak memiliki hubungan seperti itu," timbal Kenan.
"Lalu siapa Bagas? jawab?" tanya Renata.
Kenan dan Laura langsung terdiam.
"Anak kalian?" tanya Renata.
"Sayang," ucap Kenan.
"Iya kan? anak kalian?" tanya Renata.
Laura hanya diam. Dia tidak berani jujur karena memikirkan kehamilan Renata. Dia tak ingin Renata syok itu tidak baik untuk kehamilannya.
"Iya," jawab Kenan.
Laura dan Renata terkejut. Mereka tak menyangka Kenan akan mengakuinya. Padahal Laura berharap Kenan tidak mengakuinya demi kehamilan Renata sedangkan Renata takut dengan kenyataan bila Bagas itu anak Kenan.
"Jadi benar, Bagas anak kalian, selama ini kalian membohongiku, bersandiwara dan bermain di belakangku," ujar Renata.
"Tidak seperti itu sayang, aku dan Laura ...," ucap Kenan.
"Cukup, aku kecewa Kenan. Ku pikir kau berbeda dari lelaki lainnya tapi sama saja," ujar Renata.
__ADS_1
"Nyonya ku mohon dengarkan dulu penjelasan Tuan," ucap Laura.
"Ingin bekerjasama lagi untuk membohongiku? kompak juga kalian, pantas aku tidak tahu selama ini," kata Renata.
"Sayang," ucap Kenan coba meraih lengan Renata untuk memeluknya tapi Renata menolak dan menghindar.
"Dengarkan aku, ini tidak seperti yang kau pikirkan," ujar Kenan.
"Kau selingkuh, kau selingkuh Kenan," ujar Renata berusaha menampik tangan Kenan yang terus berusaha menangkap Renata.
"Tidak sayang, aku tidak pernah selingkuh, aku cinta padamu," ujar Kenan.
"Aku tak percaya, kau bohong, kau jahat," ujar Renata.
"Maafkan aku, aku tahu ini tak mudah, tapi kau harus percaya padaku," ujar Kenan.
Renata terus mundur hingga menjauh dari Kenan hingga perutnya terbentur besi yang menjadi pagar pengaman di tepi kapal.
Dug ...
"Aw ...," ucap Renata kesakitan.
"Sayang," ucap Kenan.
"Kenan aku tahu kau mencemaskan Renata, tapi sekarang yang dibutuhkannya adalah doa, agar ibu dan bayinya selamat," ujar Atnan.
"Iya Kak," ucap Kenan.
Atnan menepuk bahunya memberinya semangat kemudian meninggalkannya, kembali berdiri di samping Elina. Melihat Kenan terpuruk, Laura merasa bersalah, dia nenghampiri Kenan, duduk di sampingnya.
"Maafkan aku, seharusnya aku tak ada di hidupmu, tapi aku justru hadir dan membuat hidupmu jadi seperti ini," ucap Laura.
"Kau tidak salah Laura, semua salahku, aku yang sudah membuat kalian menderita," ucap Kenan.
"Aku berharap Renata dan bayinya selamat dan baik-baik saja," ucap Laura.
"Terimakasih Laura," ucap Kenan.
__ADS_1
Laura mengangguk. Dia tahu Kenan begitu mencintai anak dan istrinya termasuk Bagas. Dia suami dan ayah yang baik. Apa yang terjadi padanya di masa lalu sudah menjadi takdir hidupnya, Laura sudah ikhlas menerima semua itu.
Tak lama Dokter ke luar dari ruang operasi. Dia mengajak Kenan bicara empat mata. Kenan hanya duduk menunggu Dokter menjelaskan.
"Nyonya Renata mengalami pendarahan hebat sebelum sampai rumah sakit, kami sudah berusaha untuk menyelamatkan keduanya, bayi anda perempuan, sehat, tak kekurangan apapun, tapi ...," ucap Dokter.
"Tapi apa Dok?" pekik Kenan.
"Tapi kondisi Nyonya Renata drop," ucap Dokter.
"Dokter selamatkan istri saya, berapa pun akan saya bayar," ucap Kenan.
"Maaf, kami sudah berusaha, Nyonya Renata ingin bicara dengan anda dan Laura," ucap Dokter.
Kenan menangis. Dia syok mendengar kabar dari yang disampaikan Dokter. Dengan perlahan ke luar dari ruangan operasi menghampiri Laura yang berdiri tak jauh dari kursi tunggu.
"Laura ikut aku," ucap Kenan.
"Ke mana?" tanya Laura.
"Renata ingin bicara dengan kita berdua," ujar Kenan.
Laura mengangguk. Dia tak bertanya apa pun lagi. Dari wajah Kenan sudah menjelaskan apa yang sedang terjadi pada Renata.
Kenan dan Laura masuk ke ruang operasi. Mereka mengenakan baju operasi masuk ke dalam mrnghampiri Renata yang sudah sekarat. Wajahnya pucat, nafasnya mulai sesak, dia memegang dadanya sambil melihat ke arah Kenan dan Laura yang berdiri di depannya.
"Renata," ucap Kenan mendekat, memegang tangan Renata.
"Kenan maafkan aku," ucap Renata.
"Kau tidak salah sayang, aku lah yang salah," ucap Kenan.
"Aku tidak mendengarkanmu," ujar Renata.
"Tidak, aku mengerti apa yang kau rasakan, Bagas memang anakku, dulu saat masih lajang aku memperkosa Laura, saat itu mabuk dan tidak sadar kalau aku sudah melakukan hal buruk itu pada Laura, hingga dia hamil dan melahirkan Bagas tanpa sepengetahuanku, aku baru tahu Bagas satu tahun ini, antara aku dan Laura hanya sebatas orangtua Bagas, tak ada hubungan lainnya, maafkan aku sayang terlambat memberi tahumu," ucap Kenan.
Renata mengangguk. Dia melihat Laura yang menangis melihatnya.
__ADS_1
"Laura kemarilah!" pinta Renata pelan.