DUDA JANDA HOT

DUDA JANDA HOT
Generation 2 : Koma


__ADS_3

"Apa Mas?" tanya Gista.


"Aku ingin memilikimu seutuhnya" ucap Egi.


Gista mengangguk. Dia mencium bibir Egi. Karena mendapatkan ciuman sebagai tanda diizinkannya memiliki Gista, Egi membalas ciuman itu dengan penuh kelembutan. Mereka berlanjut ke hal lain yang lebih dalam. Meskipun ada rasa malu diantara keduanya karena ini kali pertama Egi dan Gista harus berhubungan sebagai suami istri tanpa pendekatan sebelumnya. Pernikahan mereka terhitung singkat. Tapi Egi berusaha membuat Gista nyaman dan tak risih karena Egi memberinya cinta.


"Sayang" ucap Egi menatap Gista.


"Iya Mas" ucap Gista.


"Mulai sekarang kau milikku, biarkan ada aku dihatimu" ucap Egi.


Gista memegang kedua pipi Egi dan menatapnya.


"Iya Mas, mulai malam ini aku milikmu dan akan mencintaimu" ucap Gista.


Egi mencium kening Gista. Mereka kembali melakukan hal romantis itu. Untung baby Gio anteng dan pules, dia tahu Papa dan Mamanya lagi malam pertamaan, dilarang mengganggu.


Setelah lelah, Egi dan Gista berbaring dan berpelukan.


"Sayang, aku tak menyangka akan berjodoh denganmu, Nathan sudah mempertemukanku denganmu" ucap Egi.


"Iya Mas, lewat Mas Nathan kita dipertemukan" ucap Gista.


Egi memeluk erat Gista. Dia begitu bahagia kini memiliki istri dan dua anak.


"Insya Allah aku akan berusaha membahagiakanmu dan anak-anak" ucap Egi.


"Iya Mas" ucap Gista.


"Pertama aku bertemu denganmu dipernikahan mantan istriku" ucap Egi.


"Menurutmu aku gimana Mas?" tanya Gista penasaran dengan tanggapan suaminya.


"Kau cantik, aku bahkan merasa Nathan beruntung bisa bertemu denganmu, kau setia dan bisa menerima Nathan apa adanya, itu sungguh luar biasa" ucap Egi.


"Mas juga ganteng" ucap Gista.


Egi membelai rambut panjang Gista. Dia menatap wajah cantik istrinya.


"Jadikah istri dunia akhirku Gista" ucap Egi.


Gista memeluk erat Egi. Suaminya itu sudah memberinya kehangatan sebuah keluarga kembali untuk Gista.


"Iya Mas" ucap Gista.


"Kau lelah?" tanya Egi.


Gista mengangguk. Egi menyandarkan kepala Gista didadanya. Gista begitu nyaman berbaring didada suaminya.


"Aku menemukan kebahagianku sendiri setelah proses panjang dan derita yang harus ku alami. Lelaki yang hanya akan melihatku dan mencintaiku" batin Gista.

__ADS_1


Egi mengelus kepala Gista hingga mereka berdua tertidur. Malam berganti, suara adzan shubuh mulai berkumandang. Gista membuka matanya, dia melihat Egi sedang menggendong Gio sambil sholawatan. Gista meneteskan air matanya. Pemandangan ini selalu dirindukannya. Dia beranjak dari ranjang langsung memeluk suami dan anaknya.


"Mas aku sayang kamu" ucap Gista.


Egi mencium kening Gista.


Cup


"Ayo sholat subuh berjamaah" ucap Egi.


"Iya Mas" ucap Gista.


Egi menidurkan Gio kembali diranjang. Gista mandi lalu sholat subuh berjamaah dengan Egi. Kini ada imam sholat yang akan terus bersamanya sampai akhir hayatnya. Selesai sholat Gista mencium tangan Egi begitu lama.


"Sayang jangan cuma tangan yang dicium" ucap Egi.


Gista melepas ciuman ditangan Egi. Dia menatap suaminya yang tersenyum padanya.


"Mas mau apa dong?" tanya Gista.


"Yang semalam" ucap Egi.


Gista tersenyum. Dia menanggalkan mukenanya lalu mengajak Egi ke ranjang. Mereka kembali menghabiskan pagi bersama dengan penuh cinta. Matahari sampai malu ingin terbit takut mengganggu. Kalau burung bertelor mah biarin aja tar matuk kalau diganggu. Apalagi siput yang gak nyampe-nyampe, udah naik kereta api aja cepet siput, dari pada ngerayap sejam cuma selangkah doang. Tar jodohmu keburu dijegokin anjing, ama digigit tikus berit, jomblo lagi deh.


**************


Rafka berbaring disebuah ranjang. Dia berada disebuah ruangan perawatan. Sudah satu bulan Rafka koma. Seorang wanita berdiri disampingnya. Dia bernama Selly. Pekerjaannya sebagai wanita malam. Satu bulan lalu dia menemukan Rafka tergetak ditengah jalan dengan luka disekujur tubuhnya. Selly biasa keluyuran untuk mencari pelanggan.


"Kalau kau tak sadar-sadar, aku harus menjadi mawar hitam yang super agar bisa membayar biaya perawatanmu" ucap Selly.


"Dia tidak memiliki identitas lagi. Aku terpaksa memberimu nama Damar" ucap Selly.


Selly keluar dari ruangan rawat inap itu. Dia menuju keluar rumah sakit. Selly berjalan diantara keramaian.


"Tuhan, aku ini kotor, setiap saat hanya jadi wanita murahan yang selalu direndahkan. Ingin rasanya bebas tapi..." ucap Selly.


Sebuah mobil berhenti, dua orang keluar dari dalam mobil membawa Selly masuk ke dalam mobil. Selly terkejut saat tahu didalam mobil adalah Mami Desti, seorang pemilik bilik merah.


"Mami" ucap Selly.


"Kemana saja kau selama ini, aku dengar kau mau tobat" ucap Mami Desi.


"Iya Mi, aku ingin tobat" ucap Selly.


Plaaak...


"Aw...." Selly kesakitan saat ditampar Mami Desti.


"Kau tambang emasku, jadi kau tidak boleh tobat. Kau harus bekerja untukku sampai kau tua nanti" ucap Mami Desti.


"Mi ku mohon bebaskan aku, aku ingin hidup normal seperti manusia pada umumnya. Punya keluarga dan bahagia" ucap Selly.

__ADS_1


"Wanita kotor sepertimu, mana mungkin memiliki keluarga dan bahagia" ucap Mami Desti.


"Tapi Mi, aku ingin hidup normal" ucap Selly sambil menangis.


"Kalau kau bisa membayarku dengan uang yang banyak, aku akan membebaskanmu" ucap Mamy Desi.


"Berapa yang harus ku bayar Mi?" tanya Selly.


"100 milyar" ucap Mami Desti.


"Apa? dari mana aku harus membayar sampai 10 Milyar?" ucap Selly.


"Kalau kau tidak bisa membayar maka ikuti semua perintahku" ucap Mami Desi.


"Tidak, aku ingin tobat" ucap Selly memohon.


Mami Desti tidak suka dengan ucapan Selly, dia langsung menjedotkan kepala Selly ke pintu mobil berkali-kali.


Dug


Dug


Dug


"Aw....sakit Mi" ucap Selly.


Kepala Selly sampai luka dan benjol tapi Mami Desti tidak peduli, baginya uang segalanya. Dia tak peduli Selly akan jadi sapi perahnya yang penting dia memiliki banyak uang.


"Makanya jangan macam-macam, klau kau melanggar aturanku, maka terimalah hukumannya" ucap Mami Desti.


Selly hanya diam. Dia tahu Mami Desi akan melakukan apapun untuk membuatnya tetap bersamanya. Dia bisa saja melukai siapapun yang dekat dengannya.


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


Azura duduk diranjang. Dia memperhatikan seluruh ruangan kamarnya. Dia rindu pada Rafka. Sudah satu bulan lebih tak bertemu dan tak tahu dimana keberadaannya. Azura hanya bisa memandangi foto suaminya. Saat Azura sedang memperhatikan foto suaminya didinding, handphonenya berdering.


Kriiing... kriiiing... kriiiing....


Azura mengambil handphone diatas meja.


"Telpon dari siapa?" ucap Azura masih kebingungan.


Azura memperhatikan nomor telpon yang masuk ke nomor telpon handphonenya. Dia segera mengangkat telpon itu. Suara lelaki yang terdengar ditelinganya.


"Hallo selamat siang" ucap Admin


"Siang" ucap Azura.


"Nona Azura, suami Anda sudah ditemukan, segera datang kesini" ucap Admin rumah sakit.


Azura langsung menutup telpon, dia bergegas mengenakan pakaian dan kaca mata hitam. Dia keluar dari rumah besar itu, mengendarai mobilnya menuju alamat yang dijanjikan.

__ADS_1


__ADS_2