DUDA JANDA HOT

DUDA JANDA HOT
Generation 3 : Perintah


__ADS_3

"Selamat pagi Presdir," sapa Yama.


"Pagi," sahut Atnan.


"Presdir? jadi dia pimpinan perusahaan ini, mati aku," batinnya.


"Presdir ini Ketrine Alisa, sekretaris pengganti sementara selama saya ke luar negeri," ujar Yama. Dia akan cuti selama dua bulan untuk merawat ibunya yang sakit. Tadinya Yama mau mengundurkan diri tapi Atnan melarangnya. Atnan menyuruhnya cuti atas kebijakannya. Setelah ibunya sembuh, Yama boleh kembali bekerja seperti biasa.


"Selamat pagi Presdir," sapa Ketrine.


"Pagi," sahut Atnan.


Yama menjelaskan semuanya tentang Ketrine pada Atnan. Setelah itu Yama ke luar dari ruangan.


"Tolong buatkan saya kopi!" perintah Atnan.


"Baik Presdir," jawab Ketrine.


"Sial, dia menyuruhku, seharusnya membuat kopi bukannya pekerjaan OB?" batin Ketrine. Dia ke luar dari ruangan Atnan dengan wajah kesalnya. Ketrine masuk ke pantri.


"Buatkan Presdir Atnan kopi!" perintah Ketrine pada OB yang ada di dalam pantri.


"Maaf Bu, biasanya Pak Yama yang membuatkan kopi untuk Presdir, karena kopi buatan Pak Yama khusus, berbeda dari yang lain," jawab OB.


"Maksudmu, aku disuruh kursus bikin kopi, supaya bisa bikin kopi khusus, emangnya aku mbak-mbak warteg apa?" ujar Ketrine. Dia ngomel-ngomel di pantri.


"Udah cantik gini suruh bikin kopi, nyebelin banget," ujar Ketrine.


"Bu kami mau kerja dulu," ucap OB.


"Enak aja panggil Bu, aku ini masih muda dan cantik," ujar Ketrine.


"Terus kami manggil apa?" tanya OB.


"Nona Ketrine," ucap Ketrine.


"Baik Nona Ketrine," sahut OB.


Ketrine membuat kopi untuk Atnan. Kemudian dia membawa kopi itu ke ruangan kerjanya. Ketrine meletakkan kopi di meja Atnan.

__ADS_1


"Kopinya Presdir," ucap Ketrine.


Atnan menghentikan pekerjaannya. Dia melihat kopi di atas mejanya, lalu mengambil cangkir kopi, meneguk kopinya.


"Kopinya pahit, terlalu banyak, gulanya kemanisan," ujar Atnan.


"Sial, dia pasti mau menyuruhku kembali membuat kopi," batin Ketrine.


Atnan meletakkan kopi kembali di atas meja.


"Membuat kopi saja kau belum bisa, bagaimana dengan pekerjaan lainnya, tolong buat kopi lagi sampai seenak kopi buatan Yama," ujar Atnan.


"Apa?" Ketrine terkejut.


"Kenapa? aku Bos di sini, siapa saja bisa ku perintah membuat kopi, apa kau masih ingin kerja?" tanya Atnan.


"Baik Presdir," jawab Ketrine terpaksa.


Ketrine kembali membuatkan kopi, dia ke luar dari ruangan kerja Atnan.


"Wanita seperti dia harus didisiplinkan, agar tak seenaknya sendiri," batin Atnan.


***


Ketrine masuk ke kamarnya. Membanting tasnya ke lantai, kemudian dia melompat ke ranjang, berbaring dengan posisi tengkurap. Tak lama ibunya masuk ke dalam kamar Ketrine.


"Kok lesu, hari inikan hari pertamamu kerja," ujar Soraya.


"Ibu tak tahu, hari ini sulit untukku," jawab Ketrine.


"Bukannya kau mau merayu Bos, supaya jadi kesayangannya," ujar Soraya.


"Boro-boro merayu, aku malah disuruh ini itu," ujar Ketrine.


Ibu Soraya belum paham apa yang dibicarakan Ketrine. Dia mengira Ketrine sudah berhasil mendapatkan Bos kaya yang mau memelihara putrinya.


"Disuruh gimana?" tanya Soraya.


"Bikin kopi, nyapu dan ngepel ruangan Bos, foto kopi, membereskan buku, file, barang-barang di dalam ruangannya," jawab Ketrine.

__ADS_1


"Gunakan kecantikanmu dong," saran Soraya.


"Udah, gak mempan," jawab Ketrine.


Ibu Soraya berpikir sejenak. Dia harus mencari cara supaya bos anaknya suka dan jatuh kepelukan anakanya.


"Tiap hari kau beri perhatian, pasti luluh juga, pakai dress minim, yang kebuka paha dan dadamu, paling kelojotan liat belahan dada dan paha mulus," saran Soraya.


"Iya ya Ma, lelaki jaman sekarangkan susah nolak kalau melihat yang seger-seger," ujar Ketrine.


"Mama aja udah berapa kali jadi simpanan Bos, enak pokoknya gak perlu capek kerja, duit ngalir," ucap Soraya menceritakan masa lalunya.


"Oke Ma, aku harus bisa jadi simpanan Bos," jawab Ketrine.


"Kalau cara halus susah, kita bisa gunakan cara lainnya," ujar Soraya.


Ketrine langsung bangun, memeluk ibunya.


"Mama memang hebat," puji Ketrine.


"Mama," jawab Soraya sambil memeluk Ketrine.


***


Sore itu Randi pulang lebih awal. Dia ingin bicara pada orangtuanya untuk membicarakan rencananya melamar Jingga. Randi masuk ke dalam ruang keluarga. Ayah dan ibunya sedang duduk di sofa sambil nonton televisi.


"Sore Pa, Ma," sapa Randi.


"Sore Nak," jawab Egi dan Gista.


"Tumben dah pulang?" tanya Gista.


"Iya Ma, sengaja," jawab Randi.


Egi dan Gista tersenyum. Mereka sepertinya tahu anak mereka ingin bicara padanya. Randi duduk di sofa bersama orangtuanya.


"Pa, Ma, aku ingin melamar Jingga," ujar Randi.


"Jingga?" Egi dan Gista terkejut.

__ADS_1


__ADS_2