
Atnan mengajak Elina pergi ke rumah sakit untuk mengecek kehamilannya. Selama diperjalanan Atnan memeluk Elina yang bersandar dibahunya. Elina senang didalam rahimnya ada buah cintanya bersama Atnan. Apalagi Atnan sudah membalas cintanya padanya. Sampai dirumah sakit Atnan dan Elina mengantri layaknya sepasang suami istri lainnya. Atnan melihat banyak pasangan yang begitu bahagia. Dia melihat ke arah Elina yang sedang duduk disampingnya. Atnan merasa Elina juga membutuhkan sedikit perhatiannya.
"Elina apa kau lapar?"tanya Atnan.
"Tidak, tapi aku sangat mual, aku ingin ke toilet Atnan"ucap Elina sambil menahan mual.
Elina berjalan menuju toilet dengan terburu-buru karena dia tidak tahan lagi ingin muntah. Atnan mengikutinya dari belakang. Elina terus berjalan dia tak tahan dengan mualnya yang semakin hebat. Dia mengencangkan jalannya, karena dia terburu-buru, sampai berpapasan dengan orang lain dan menyebabkannya hilang keseimbangan dan hampir terjatuh, untung Atnan menangkapnya. Mereka saling memandang satu sama lain.
"Atnan"ucap Elina.
"Elina"ucap Atnan.
Setelah itu Atnan melepas tangannya dari tubuh Elina. Elina berdiri dan kembali berjalan menuju toilet karena sangat mual. Dia muntah berkali-kali sampai tubuhnya lemas. Dia akhirnya keluar dari toilet itu dengan wajah yang pucat. Elina berjalan sempoyongan. Atnan yang melihat Elina berjalan sempoyongan, mendekatinya. Dia memapah Elina.
"Elina kau tidak apa-apa?"tanya Atnan.
"Tidak, tapi aku...."ucap Elina lalu pingsan.
Atnan langsung menggendong Elina, membawanya ke ruang UGD. Dokter memeriksa kondisi Elina. Atnan begitu mencemaskan Elina, dia takut terjadi sesuatu pada Elina dan bayi dalam kandungannya. Setelah Dokter memeriksa kondisi Elina lalu dia berbicara pada Atnan.
"Nona Elina baik-baik saja, ini biasa terjadi pada ibu hamil diawal trisemester kehamilan"ucap Dokter.
"Tapi dia sering mual dan muntah, apa tidak apa-apa?"tanya Atnan.
"Tidak, nanti setelah masa trisemester kehamilannya usai, akan kembali normal, yang terpenting jaga asupan makan, istirahat dan jangan stress itu tidak baik untuk ibu hamil "ucap Dokter.
"Iya Dok"ucap Atnan.
Setelah bicara dengan Dokter, Atnan menemui Elina. Elina sudah mulai sadar, dia melihat Atnan ada disisinya. Dia senang Atnan selalu berada disisinya.
Setelah Elina sadar, Atnan dan Elina kembali ke ruangan Dokter kandungan. Mereka memeriksakan kehamilan Elina.bDokter memberitahu pada mereka, kehamilan Elina sudah satu bulan, bayinya sehat, mereka melihat bayi yang masih sangat kecil saat diUSG. Atnan dan Elina begitu senang melihat bayi mereka. Atnan tersenyum melihat bayi itu, dan dia tersenyum pada Elina. Setelah itu Dokter meresepkan obat dan vitamin yang akan diminum Elina. Selesai dari ruangan Dokter, mereka menebus obat dan melakukan pembayaran. Lalu mereka pulang ke rumah.
*********
Pagi itu Elina jalan santai ditemani Atnan dihalaman rumah mereka, tangan Elina terus memegang tangan Atnan. Sekarang Atnan tidak begitu sedingin sebelumnya. Sikapnya menghangat pada Elina. Apalagi setelah mendapat nasihat dari dokter untuk menjaga Elina agar tetap bahagia dikehamilannya. Atnan juga sudah tidur bersama Elina selayaknya suami istri demi memberi kasih sayang pada bayi yang dikandung Elina.
"Elina, apa kau lelah?"tanya Atnan.
__ADS_1
"Aku haus"ucap Elina.
"Aku akan mengambilkanmu minum, kamu tetap disini ya"ucap Atnan.
"Iya Mas"ucap Elina.
Atnan mengambilkan Elina air minum dari dalam rumah lalu memberikannya pada Elina. Elina begitu senang dengan perhatian kecil dari Atnan. Dia merasa hidupnya sekarang begitu bahagia.
Atnan bersiap berangkat bekerja, Elina membawakan tas kerja Atnan padanya. Atnan mencium perut Elina. Dia tak lupa pamitan pada bayi yang ada didalam rahim Elina. Kemudian Atnan berangkat menggunakan mobil pribadinya.
Sampai diruangannya, Atnan mulai bekerja seperti biasanya. Dia sesekali memikirkan bayi yang dikandung Elina. Dia berpikir jika bayi itu sudah diluar mungkin sangat lucu. Atnan tersenyum-senyum sendiri, tak lama Sekretaris Yama masuk ke ruangan Atnan.
"Atnan kenapa? kau terlihat senang"ucap Sekretaris Yama.
"Kira-kira kalau beli peralatan dan perlengkapan bayi, umur berapa bulan kehamilan ya?"tanya Atnan.
"Dulu sih istriku saat dia hamil 8 bulan sudah mempersiapkan perlengkapan dan peralatan bayi"ucap Sekretaris Yama.
"Jadi nunggu hamil 8 bulan ya"ucap Atnan.
"Memangnya Elina sudah hamil berapa bulan ya?"tanya Sekretaris Yama.
"Kalau begitu kau harus benar-benar menjaganya, awal semester pertama agak rentan. Selain itu asupan makanan dan kasih sayang sangat dibutuhkan ibu dan bayi yang dikandungnya"ucap Sekretaris Yama.
"Begitu ya, berarti aku harus menjaga Elina. Yama mulai hari ini aku akan mengurangi jam kerjaku. Aku akan pulang lebih awal, tolong semua urusan pekerjaan berikan pada Direktur Andi"ucap Atnan.
"Baik"ucap Sekretaris Yama.
Atnan meninggalkan ruang kerjanya, dia ingin segera pulang. Perkataan Yama ada benarnya, Elina harus diperhatikan asupan dan diberi kasih sayang darinya.
***********
Atnan pulang ke rumah besarnya, dia begitu senang karena mendengar cerita dari Yama. Atnan membawa salad buah yang dibelinya direstoran langganannya untuk diberikan pada Elina. Sampai didalam rumah, dia tidak menemukan Elina. Atnan naik ke lantai atas rumah besar itu. Atnan menuju kamar Elina. Dia melihat Elina sedang tidur diranjangnya. Elina tidur dengan posisi miring sambil memegang perutnya.
"Elina pasti lelah, akhir-akhir ini dia sulit tidur"ucap Atnan.
Atnan ke kamarnya, lalu mandi dan berganti pakaian. Kemudian dia kembali ke kamar Elina. Atnan berbaring disamping Elina sambil memeluknya. Dia juga mengusap dengan halus perut Elina. Karena sentuhan itu, Elina bangun.
__ADS_1
"Mas, kau sudah pulang?"tanya Elina.
"Iya, apa kau lelah Elina?"tanya Atnan.
"Tidak, hanya mudah mengantuk dan cepat lelah kalau beraktifitas"ucap Elina.
"Apa ingin aku pijat?"tanya Atnan.
"Tidak usah, Mas pasti lelah baru pulang kerja"ucap Elina.
Elina menengok ke belakang sambil memperhatikan wajah tampan Atnan. Atnan juga memerhatikan wajah Elina yang cantik meskipun dia sedang hamil. Atnan mencium bibir Elina perlahan lahan. Tak lama mereka merajut cinta.
"Elina, aku akan pelan-pelan melakukannya agar kau dan bayi kita tidak terganggu"ucap Atnan.
"Iya Mas"ucap Elina.
Atnan dan Elina menjalani perpaduan dua jiwa itu dengan sempurna. Atnan yang dulu sulit disentuh Elina walau hanya seujung jari kini seolah haus akan dekap hangat Elina. Tak jarang dia memulainya duluan. Elina sangat bahagia, dia merasa Atnan mulai menerimanya dan juga sebentar lagi buah cintanya dan Atnan akan terlahir kedunia sebentar lagi.
Selesai merajut cinta, Atnan menggendong Elina ke toilet untuk memandikannya. Atnan membantu Elina mandi karena Elina sudah mulai kesulitan menggosok tubuhnya. Selesai mandi, Atnan menyisir rambut panjang Elina.Sesekali dia mencium kening Elina. Atnan merasa hidupnya kini mulai berwarna. Cintanya mulai tumbuh untuk Elina. Apalagi setelah melewati malam-malam indah bersama.
*************
Kenan berangkat ke bandara untuk pulang. Dia naik mobil menuju ke bandara. Ditengah jalan mobilnya tiba-tiba mogok. Supir pribadi berusaha memeriksa mesin mobilnya. Karena bosan, Kenan keluar dari mobil. Dia menunggu diluar. Sudah satu jam dia menunggu, akhirnya Kenan memutuskan naik bus yang lewat setelah taksi tak kunjung datang. Didalam bus dia meletakkan kopernya dilorong karena tak muat diletakkan diatas. Tiba-tiba seorang wanita duduk disampingnya. Kenan awalnya tak begitu memperhatikan tapi saat tak lama wanita itu tertidur dibahunya, dia memperhatikan dengan jelas wajah wanita itu.
"Ini bukannya wanita pelit itu" ucap Kenan.
"Apa sih? pelit pangkal elit tahu" ucap Renata sambil mengigau.
"Ampun pelitnya" ucap Kenan.
"Sayang juga, kalau bisa iler juga diuangkan buat jamuin suami yang demen selingkuh" ucap Renata.
"Aku gak selingkuh, gak mau minum jamu ilermu" ucap Kenan.
"Beli-beli saya jual pembalut baru sekali pakai, tusuk gigi second, dan tisu daur ulang, harga bisa dinego" ucap Renata.
"Iiih bekas semua, gak ada apa yang baru" ucap Kenan.
__ADS_1
"Ada yang baru, orang baru gila, dijual dengan harga diskon habis-habisan" ucap Renata.
"Gila beneran nih orang sampai jualan orang gila baru segala" ucap Kenan.