
"Ini tante kami sedang mencarikan tante suami."
Kenan berbalik melihat wanita yang disebut tante oleh anak-anak itu.
"Kau?" ucap Kenan terkejut saat tahu wanita itu adalah Renata.
"Kau ngapain dirumahku?" tanya Renata.
"Oh ini tante kalian? aku setuju menikah dengannya kalau perlu sekarang juga malam pertamanya," ucap Kenan sambil mendekati Renata.
"Ngapain? menjaulah! hus...hus...," ucap Renata.
Kenan terus mendekati Renata. Karena Kenan terus mendekatinya, Renata berlari ke kamarnya, Kenan mengejar Renata sampai kekamarnya, lalu mengunci pintu kamar Renata.
"Kau mau apa?" tanya Renata.
"Kitakan mau malam pertamaan langsung sekarang juga," ucap Kenan.
"Tidak, aku tidak mau," ucap Renata.
"Aku tidak peduli," ucap Kenan.
Kenan terus mendekati Renata sampai dia terjatuh diranjang. Dia menangkapnya dan memeluknya.
"Lepas!" ucap Renata.
"Tidak akan, enak saja. Kau sudah bikin aku kere tanggungjawab," ucap Kenan.
"Aku balikkin barangmu, lepas," ucap Renata.
"Aku butuh kehangatan sekarang," ucap Kenan menakuti Renata.
"Jangan, ku mohon," ucap Renata.
Kenan melepas pelukannya dan merobek baju Renata.
Srreeeek...
"Jangan, ku mohon hik hik hik." Renata menangis ketakutan. Dia berpikir Kenan akan memperkosanya.
"Ha...ha...ha..." Kenan tertawa.
"Kau mau memperkosakukan?" tanya Renata.
"Aku tidak sudi memperkosamu, kau itu gila. Aku hanya ingin memberimu pelajaran," ucap Kenan.
Braaak....
Pintu kamar terbuka. Beberapa warga berdiri didepan pintu.
"Itu Pak lelaki yang mau memperkosa tanteku," ucap salah satu anak kecil yang menunjuk ke arah Kenan.
"Astagfirullah, kenapa jadi banyak orang gini," batin Kenan.
"Tangkap dia jangan biarkan kabur," ucap salah satu warga.
Warga menangkap Kenan, sebagian menghajarnya. Mereka membawa mereka berdua ke rumah Pak RT.
"Pak RT, lelaki ini sudah melakukan pemerkosaan Nona Renata," ucap salah satu warga.
"Bebek dirumahnya saksinya Pak."
"Bebek gak bisa jadi saksi Bro."
"Oh gitu ya, kalau cicak atau ayam gimana?"
"Bisa-bisa, mana ayamnya?"
__ADS_1
"Ayamnya kawin dulu nanti nyusul"
Sementara warga berdebat masing-masing, Kenan dan Renata hanya diam terpaku. Mereka ketakutan dengan kemarahan warga.
"Udah Pak RT kita hajar aja biar kapok."
"Kita bawa ke kantor polisi aja Pak RT."
"Sate kambing aja Pak RT, enak."
"Bro gak ada hubungannya nyate kambing sama pemilihan umum ini."
"Oh ini pemilihan umum, kok aku belum dapet kaos gratis ya."
Sebagian warga malah asyik merumpi. Ada juga yang sedang mencari kutu dan pijat memijat sambil nonton hasil kerusuhan.
"Udah Pak RT kita nonton layar tancep aja gratis."
"Dilapangan aja mumpung terang, gelar tiker dan makan jagung bakar enak."
"Keluar topik Bro, kita ini lagi rapat kebersihan lingkungan."
"Itu ngawur, kita ini lagi nunggu Pak RT nyanyi tau, kasidahan sih tepatnya."
Beberapa warga semakin ngawur, tidak tahu duduk perkara, mereka mengira sedang pembagian bibit buah mangga untuk ditanam dipekarangan.
"Udah Pak RT bangun jalan tol aja biar bebas hambatan."
"Tunggu, kalian semua ini mulai ngawur. Bukannya tadi topiknya pemerkosaan ya," ucap Pak RT.
"Iya-iya lupa Pak RT."
"Kalau gitu nikahin mereka saja Pak RT."
"Nikahin Pak RT."
Pak RT coba menenangkan kemarahan warga. Dia coba untuk bicara baik-baik pada Kenan dan Renata mengenai kejadian yang sebenarnya.
"Pak RT lelaki ini mau memperkosaku hik hik hik," ucap Renata.
"Tidak benar Pak RT, saya hanya mau menakutinya saja," ucap Kenan.
"Pak RT tante kami mau diperkosa Om ini, nikahkan saja," ucap salah satu ponakan Renata.
"Sialan nih bocah sengaja banget," batin Kenan.
"Udah Pak RT nikahkan saja," warga berteriak.
"Tenang-tenang," ucap Pak RT.
Warga terus mendesak Pak RT. Kenan tak bisa berkelak dan membela diri.
"Pak RT wanita ini pencuri, dia mengambil semua barang saya. Itu sebabnya saya mau menakutinya," ucap Kenan.
"Huh alasan," ucap Warga.
"Tenang-tenang semuanya," ucap Pak RT.
"Karena warga sudah melihat sendiri dan baju Nona Renata sobek jadi Anda terbukti memperkosanya, oleh karena itu kamu harus menikahinya," ucap Pak RT.
"Apa? nikah?" Kenan terkejut.
************
Elina sedang tidur dikamar Atnan karena semalaman menangis dan ketiduran dikamarnya. Atnan baru sampai dari luar kota. Dia pulang lebih cepat karena sudah merindukan Elina. Atnan mencari Elina dilantai bawah dan dihalaman tapi tidak menemukan Elina. Dia bertanya pada pelayan yang ada dirumahnya.
"Pelayan dimana Elina?"tanya Atnan.
__ADS_1
"Nyonya Elina sepertinya belum bangun Tuan"ucap Pelayan itu.
Mendengar penjelasan pelayan itu, Atnan langsung naik ke lantai atas, dia masuk ke kamar Elina tapi Elina tidak ada. Atnan mencari lagi sampai ke kamar pribadinya. Dia melihat Elina sedang tidur diranjang kamarnya. Atnan langsung mendekati Elina yang sedang tidur dan mencium bibirnya.
"Atnan"ucap Elina.
"Kau jadi bangun Elina"ucap Atnan.
"Kau pulangnya cepat, harusnya beberapa hari lagi diluar kota ya?"ucap Elina.
"Iya, tapi aku menyelesaikan pekerjaanku lebih cepat, aku ingin cepat melihatmu dan bayi kita"ucap Atnan.
"Aku merindukanmu Mas"ucap Elina.
"Aku juga Elina"ucap Atnan.
Mereka akhirnya berpelukan melepas kerinduan. Elina menangis dalam pelukan Atnan. Hatinya begitu sakit, dia takut kelak Atnan akan melepas pelukan ini dan meninggalkan Elina dan anak mereka.
"Elina kenapa kau menangis?"tanya Atnan.
"Tidak aku hanya rindu padamu Atnan"ucap Elina.
"Elina aku juga merindukanmu"ucap Atnan.
"Atnan jika kau tau Davina ada, apa kau akan meninggalkanku," batin Elina.
"Mas sebenarnya..." ucap Elina.
"Sebenarnya apa sayang?" Tanya Atnan.
"Sebenarnya..." Elina ragu untuk memberitahu Atnan.
Atnan langsung mencium Elina. Dia mengira Elina menginginkannya, dia lebih dulu mengajaknya melakukan hal yang romantis itu. Atnan rindu pada Elina setelah 3 hari diluar kota. Elina menyambut Atnan dengan senang hati. Dia begitu mencintai Atnan suaminya. Atnan tak malu-malu lagi meminta pada Elina haknya sebagai suami. Dia begitu menikmati keromantisannya bersama Elina di pagi hari itu. Setelah selesai Atnan mandi dan berganti pakaian. Atnan turun ke bawah mengambil sarapan untuk Elina.
Atnan naik ke atas kamarnya dengan membawa sarapan untuk Elina. Elina masih beristirahat setelah melakukan hal yang romantis tadi. Atnan mencium kening Elina dan mengajaknya sarapan pagi.
"Elina bangunlah...ayo kita sarapan. Si kecil dalam perutmu pasti sudah lapar"ucap Atnan sambil membisikkan ucapan itu ditelinga Elina.
"Mas aku lapar"ucap Elina.
"Ini aku sudah membawakanmu sarapan Elina"ucap Atnan.
Elina bangun dan duduk diranjang, Atnan menyuapi Elina. Elina meneteskan air matanya,dia terharu melihat Atnan sekarang begitu memperhatikannya. Hal seperti ini yang selalu diinginkan Elina. Tapi disisi lain dia tidak ingin egois. Elina penuh kebimbangan dalam hatinya.
********
Pak Edi dan Eros sedang duduk disofa ruang tamu dirumahnya. Mereka sedang memikirkan cara mendapatkan Davina kembali. Mereka takut orang yang menolong Davina akan lapor ke polisi. Pak Edi dan Eros harus segera mencari jalan keluarnya.
"Eros bagaimana ini? gimana jika kedua orang itu lapor polisi melihat keadaan Davina?"tanya Pak Edi.
"Tenang pak, Davina itukan linglung bisa apa sih dia? paling ngomong juga gak jelas,mana bisa dia mengadu"ucap Eros.
"Tapi bukti kekerasan fisik ditubuhnya itu akan jadi bukti untuk menjerat kita"ucap Pak Edi.
"Kau benar juga Pak, kita harus menyingkirkan wanita itu dan laki-laki yang bersamanya, agar tidak ada yang melaporkan kita"ucap Eros.
"Kita culik saja, wanita itu lebih mudah"ucap Pak Edi.
"Benar juga, lalu dimana kita menemukannya?"tanya Eros.
"Dia sepertinya bukan orang sini,jadi dia datang kesini pasti ada yang didatangikan"?"ucap Pak Edi.
"Benar juga, diujung gang ada yang menggelar acara pernikahan, mungkinkah mereka datang kesini untuk datang ke acara pernikahan itu?"ucap Eros.
"Betul juga, berarti mereka kenal dengan tetangga kita"ucap Pak Edi.
"Sekarang kita tinggal mencari tahu siapa dia dari tetangga kita itu"ucap Eros.
__ADS_1
Mereka berencana untuk menculik Elina. Mereka ingin Davina kembali pada mereka agar mereka tidak dilaporkan ke polisi.