DUDA JANDA HOT

DUDA JANDA HOT
Generation 2 : Bertemu Di Hotel


__ADS_3

"Sebenarnya apa Gista?"tanya Rara yang penasaran.


"Sebenarnya...., ini memang tamparan dari suamiku"ucap Gista.


"Ya Allah, tega sekali suamimu. Padahal kau sudah sangat baik tapi dia masih saja menyiksamu"ucap Rara.


"Itu karena aku tidak mengabarinya saat lembur kemarin, aku benar-benar lupa"ucap Gista.


"Bener-bener lelaki gak tahu diri. Udah lumpuh belagu"ucap Rara.


"Dia mengira aku berkencan dengan lelaki lain"ucap Gista.


"Kamu tuh udah kerja keras untuk menafkahi keluarga tapi masih dicurigai dan disiksa"ucap Rara.


"Aku sudah minta maaf dan menjelaskan tapi dia tetap memarahiku dan menamparku"ucap Gista.


"Terus mau sampai kapan kau bertahan, tak lelah seperti ini terus?"tanya Rara.


Gista langsung menunduk, hatinya begitu terluka jika harus mengingat apa yang dilakukan suaminya padanya.


"Mau sampai dia membunuhmu, lalu apa gunanya ada kata memperjuangkan keadilan"ucap Rara.


"Aku tidak tega meninggalkan suamiku dalam masa terpuruk seperti ini"ucap Gista.


"Yaudah, yang penting kau harus kuat dan sabar dalam menghadapi suami dan ibu mertuamu" ucap Rara.


"Iya, terimakasih Rara"ucap Gista.


***********


Rafka berjalan keluar dari perusahaannya. Dia naik ke mobilnya lalu mengendarainya keluar dari area perusahaan. Saat sedang mengendarai mobilnya, dia melihat Gista sedang berdiri dihalte bus. Rafka menghentikan mobilnya, lalu menurunkan kaca mobilnya.


"Presdir"ucap Gista.


"Gista masuklah ke mobilku, biar kuantar pulang"ucap Rafka.


"Terimakasih, tapi saya mau naik bus saja Presdir"ucap Gista.


"Yasudah, jaga dirimu. Semoga kau selamat sampai tujuan"ucap Rafka.


Mobil Rafkapun melaju ke pemakaman. Dia ingin berziarah ke makam istrinya.


Pemakaman Tanah Hitam


Rafka masuk ke dalam area pemakaman itu. Dia berjalan menuju ke nisan tempat istrinya bersemayam. Makam itu dipenuhi bunga yang sengaja dipesan Rafka agar setiap hari ada bunga untuk makam istrinya itu. Rafka duduk didekat nisan Diana.


"Diana aku datang mengunjungimu. Aku rindu padamu, semoga kelak kita bisa bersama lagi" ucap Rafka.


Kemudian Rafka membaca yasin dan beberapa surat pendek, setelah itu dia berdoa untuk Diana.


"Ya Allah yang Maha besar, ampunilah segala dosa-dosa istriku, ringankan lah sisa kubur, dan tempatkanlah dia ditempat yang terbaik"ucap Rafka berdoa.


Setelah itu Rafka berjalan keluar dari tanah makam itu. Dia masuk ke mobil dan mengendarai mobilnya menuju ke rumahnya.


Sampai dirumah Rafka langsung menyalami tangan kedua orang tuanya.


"Tumben kamu pulang sore nak"ucap Freya.


"Nanti malam ada acara kumpul dengan teman Mi"ucap Rafka.


"Oh....pantas"ucap Freya.

__ADS_1


"Ngumpul dimana Raf?"tanya Arian.


"Di Hotel Raflesia Pi"ucap Rafka.


"Biasa anak muda memang harus nongkrong sesekali dengan temannya"ucap Arian.


"Rafka masuk dulu ya Pi, Mi, mau mandi udah gerah"ucap Rafka.


"Iya nak"ucap Arian dan Freya.


Rafka berjalan ke kamarnya, dia mandi lalu berganti pakaian. Tak lupa sholat, Rafka selalu berusaha mendekatkan diri dengan Allah SWT yang membuat hatinya tenang. Dalam doanya selalu terselip doa orang-orang yang dicintainya.


************


Hotel Raflesia


Rafka masuk ke Hotel Raflesia. Dia menuju ke restoran dihotel itu. Teman-temannya sudah pada nongkrong direstoran itu. Rafka menghampiri teman-temannya.


"Assalamu'alaikum"ucap Rafka.


"Wa'alaikumsallam"ucap Teman-temannya.


"Duduk Raf"ucap Roy.


"Oke"ucap Rafka.


Rafka duduk bersama dengan teman-temannya.


"Minum Bro"ucap Fael menyodorkan gelas berisi minuman alkohol pada Rafka.


Rafka yang tidak tahu langsung minum saja. Sebelumnya dia tak pernah sekalipun meneguk alkohol. Kali ini dia meminumnya dan tidak tahu kalau itu alkohol.


"Kenapa Raf?"tanya Muis.


"Ini minuman apa ya, kok rasanya begini?"tanya Rafka.


"Alkohol Bro"ucap Roy.


"Astagfirullahaladzim"ucap Rafka.


"Santai aja Bro, nikmati aja mumpung masih muda"ucap Fael.


"Tapi minuman ini haram"ucap Rafka.


"Lo alim banget sih Bro"ucap Muis.


"Udah jangan godain Pak Ustad"ucap Roy.


"Oya dah lama gak ngumpul pada kerja apa?" tanya Roy.


"Gue sih Bos"ucap Fael.


"Keren Bos"ucap Muis.


"Iya sih, tapi Bos nernak anak ayam warna-warni" ucap Fael.


"Kok nernak anak ayam warna-warni?"tanya Roy.


"Buat dijual didepan SD dan SMP, kadang aki-aki dan Nini-nini juga suka pada beli. Janda juga pada beli. Geli katanya kalau ditaroh didalam rok"ucap Fael.


"Oh......Lo Muis kerja apa?"tanya Roy.

__ADS_1


"Kerjaan gue bukan sembarang kerjaan"ucap Muis.


"Kerja apa? jadi penasaran"ucap Rafka.


"Jadi pawang buaya, kalau apes kena caplok" ucap Muis.


"Serem juga, emang lo pernah kena caplok?"tanya Fael.


"Pernah, nih tangan gue ilang satu dicaplok buaya. Ini tangan palsu lo, gue beli dari luar negeri"ucap Muis.


"Tragis"ucap Semuanya.


"Lo sendiri Roy kerja apa?"tanya Muis.


"Juragan"ucap Roy.


"Wah keren juragan apa?"tanya Fael.


"Juragan kawin"ucap Roy.


"Wow......"ucap Muis dan Fael.


"Juragan kawin? memang istrimu ada berapa?" tanya Rafka.


"Sampai hari ini sih total wife ada sebelas"ucap Roy.


"Kesebelasan dong"ucap Muis.


"Kok bisa sampai sebelas, gue aja satu bolak-balik minta cerai gara-gara dompet tipis, ayam warna-warni belum laku"ucap Fael.


"Masih untung bolak-balik minta cerai, lah gue hampir dikawinin buaya gara-gara jomblo abadi"ucap Muis.


"Itulah kalau lo bergaul dengan beda spesies, lama-lama lo makan, tidur, main sama buaya, jangan sampai belok juga bini lo buaya"ucap Roy.


"Amit-amit gue masih waras, mending nikah sama nini-nini dari pada buaya"ucap Muis.


"Muis, nenek gue janda mau nikahin gak?"tanya Fael.


"Nah lo Muis, mumpung ada nenek yang janda" ucap Rafka.


"Gimana ya, masih oke gak tar sekali garap masuk ICU gimana?"tanya Muis.


"Lo tinggal nikah lagi sama nenek gue janda juga" ucap Roy.


"Amit-amit, gue bercanda tadi. Mana mungkin gue nikah sama nenek-nenek, kan udah gak reproduksi, punah dong keturunan gue"ucap Muis.


"Ha.....ha.....ha..."Semua temannya tertawa.


Rafka meminta izin ke toilet dulu karena kepalanya agak pusing. Dia berjalan meninggalkan teman-temannya. Rafka yang tak pernah minum-minuman beralkohol kepalanya pusing dan mabuk. Dia sempat sempoyongan berkali kali. Tak sengaja dia juga bertemu seorang wanita yang juga terlihat sempoyongan seperti Rafka. Wanita itu menubruk Rafka hingga Rafka menangkapnya karena hampir terjatuh.


"Nona kau tidak apa-apa?"tanya Rafka.


"Kepala saya pusing, badan gak enak rasanya. Mau balik ke kamar hotel saya, tapi dari tadi gak ketemu"ucap Azura.


Azura bukannya gak menemukan kamar hotelnya tapi karena sakit dan sempoyongan jadi bingung sendiri.


"Yasudah saya antar, mana card-nya"ucap Rafka.


"Ini"ucap Azura.


Rafka mengantarkan Azura ke kamar hotelnya. Tiba-tiba Azura pingsan dilantai kamar hotel itu, Rafka membopongnya dan membaringkan diranjang hotel itu. Karena Raka terkena pengaruh alkohol yang tadi tidak sengaja diteguknya dia merasa pusing dan akhirnya Rafka pingsang diranjang persis disamping Azura.

__ADS_1


__ADS_2