DUDA JANDA HOT

DUDA JANDA HOT
Generation 3 : Pergi Ke Kantor


__ADS_3

Atnan pulang kerumah dengan raut muka yang terlihat kesal. Elina menyambutnya didepan pintu. Melihat Elina Atnan hanya diam dan mengacuhkannya. Atnan berjalan menuju arah tangga disusul Elina yang membuntutinya.


"Kamu sudah pulang Mas"ucap Elina.


".........."Atnan hanya diam.


"Biar aku bawakan tasnya"ucap Elina mau mengambil tas Atnan.


"Jangan berani sentuh barang milikku"ucap Atnan sambil menghindari tangan Elina yang akan mengambil tasnya.


Elina terdiam mendengar ucapan suaminya. Atnan menaiki tangga menuju lantai atas masuk ke dalam kamarnya. Elina bingung harus bersikap seperti apa pada Atnan.


Hari sudah malam tapi Atnan belum juga turun kebawah untuk makan malam. Menu makanan yang sudah disajikan pelayan berjejer diatas meja menunggu dimakan.Elina berpikir untuk  mengajak Atnan makan. Dia naik keatas menuju kamar Atnan.


Tuk....tuk....tuk...


"Mas pelayan sudah menyiapkan makan malam, apa kau mau makan?"tanya Elina.


"......"Atnan diam didalam kamarnya.


"Mas...Mas...."ucap Elina berusaha memanggilnya.


Tapi Atnan tetap tidak memberikan jawaban. Elina turun ke bawah untuk makan sendiri. Meja yang besar dan kursi yang banyak tapi hanya Elina saja yang duduk makan sendirian disitu. Menu makanan yang banyak dimeja makan jadi tak termakan. Setelah makan Elina masih menunggu Atnan makan dimeja makan itu, sampai-sampai Elina ketiduran. Pelayan membangunkan Elina yang ketiduran.


"Nona Elina bangun....bangun...."ucap pelayan itu.


"Eh, aku ketiduran ya,jam berapa Bi sekarang?"tanya Elina.


"Jam 2 malam Nona Elina"ucap pelayan itu.


"Terimakasih sudah dibangunkan Bi"ucap Elina.


Elina naik ke atas untuk ke kamarnya. Dia melewati ruang kerja Atnan. Ruang kerja itu tidak ditutup pintunya jadi Elina melihat Atnan masih sibuk diruang itu.


"Sudah larut malam Atnan masih sibuk sepertinya, apa aku buatkan minuman hangat untuknya?"ucap Elina.


Elina membuatkan Atnan minuman jahe hangat. Dia berpikir minuman ini baik untuk kesehatan selain membuat tubuh hangat. Elina masuk keruang kerja Atnan. Atnan yang sibuk memperhatikan pekerjaan dilaptopnya tidak menyadari Elina masuk ke ruang itu. Elina mendekat ke meja kerja Atnan.


"Kamu ngapain disini?"tanya Atnan marah pada Elina yang tiba-tiba muncul didepannya.


"Aku...."Elina kaget.


Karena kaget gelas berisi minuman jahe hangat itu tumpah keatas meja kerja Atnan. Dimeja itu banyak berkas-berkas penting. Atnan yang melihat berkas-berkas itu basah,marah besar pada Elina.


"Sudah kubilang jangan urusi urusanku, kamu lihat ini berkas penting jadi basah, aku lebih senang kamu diam saja, bisa tidak?"ucap Atnan.


"Baik, maaf"ucap Elina.


"Sekarang keluar dari sini"ucap Atnan.

__ADS_1


Elina keluar dari ruang kerja Atnan. Elina yang tadinya berniat baik malah terlihat menyusahkan Atnan. Elina sangat sedih mendengar ucapan Atnan. Seolah Elina adalah patung yang harus diam dan jangan banyak bergerak.


Elina masuk ke kamarnya. Berhubung sudah sepertiga malam, Elina sholat tahajud. Dia berdzikir dan berdoa.


"Ya Allah luluhkanlah hati suamiku, izinkan aku bisa mengobati luka hatinya. Aku tahu dia begitu terluka karena ditinggal istri terdahulunya. Biarkan aku bisa mengisi hatinya dan membuatnya bahagia, amin" ucap Elina dalam doanya.


Elina berbaring diranjang, air matanya menetes disela-sela matanya. Lama-lama dia tertidur lelap.


Pekerjaan Atnan selesai, dia masuk ke dalam kamar hendak tidur, dia melihat air mata disudut mata Elina. Atnan mendekatinya dan berjongkok didepan Elina yang sedang tidur.


"Maafkan aku Elina, aku belum bisa melupakan Davina, dan justru menyakitimu" batin Atnan.


Atnan menyelimuti Elina dan tidur berbaring di sofa depan ranjang.


                             ********


Atnan sedang sarapan dimeja makan diruang makan bersama keluarga. Elina yang baru turun ikut duduk dan hendak makan dimeja makan itu. Atnan seketika menghentikan makannya dan segera pergi meninggalkan Elina.


"Atnan cepat sekali, duduklah sebentar temani Elina makan" ucap Rafka.


"Aku ada meeting pagi Pa" ucap Atnan.


"Paling tidak pamitlah pada Elina, seperti yang dilakukan Papa pada Mama nak" ucap Azura.


Atnan menghentikan langkahnya. Dia tetap berdiri membelakangi meja makan itu.


"Aku berangkat dulu semuanya, assalamu'alaikum" ucap Atnan


Elina sarapan bersama kedua orangtua Atnan dimeja makan itu. Setelah sarapan Elina merapikan meja makannya. Saat merapikan meja makan itu ada file yang tertinggal dimeja makan itu. Elina berpikir ini pasti milik Atnan. Elina membuka file itu, ternyata berisi kontrak kerjasama yang belum ditanda tangani. Elina yakin itu pasti penting,dia berpikir untuk mengantarkan file itu ke perusahaannya Atnan.


Elina meminta tolong supir pribadinya untuk mengantarkannya ke perusahaan Atnan. Saat dijalan macet sekali, Elina menunggu berjam-jam dimobilnya. Elina berpikir harus segera mengantarkan file itu. Dia turun dari mobilnya dan mencari ojeg. Elina naik ojeg ke perusahaan Atnan. Hujan turun deras Elina berusaha menutupi File itu dengan bajunya. Sampai diperusahaannya Atnan, Elina bergegas naik ke ruangan Atnan. Dia bertemu dengan Sekretaris Atnan bernama Yama.


"Maaf,apa saya bisa bertemu Presdir Atnan,saya istrinya"ucap Elina.


"Oya bisa, Nona Elina silahkan ikut saya keruangan Presdir Atnan"ucap Sekretaris Yama.


Sekretaris Yama mengajak Elina menuju ke ruangan Atnan. Elina mengikuti Sekretaris itu masuk keruangan Atnan.


"Presdir maaf istri anda datang mencari anda"ucap Sekretaris Yama.


Sekretaris Yama dan Elina memasuki ruangan itu. Atnan yang melihat Elina tetap acuh dan mengabaikannya.


"Saya permisi keluar dulu Presdir"ucap Sekretaris Yama.


Sekretaris Yama keluar dari ruangan Atnan. Tinggal Atnan dan Elina yang ada di ruangan itu. Elina berusaha bicara duluan.


"Aku kesini untuk mengantarkan file ini"ucap Elina sambil memberikan file itu.


Atnan mengambil file itu tanpa berkata apapun. Dia membuka filenya dan memeriksanya. Saat dia dia memeriksa file itu ternyata basah. Sebagian file rusak terkena air. Melihat itu Atnan marah sekali karena itu berisi perjanjian kerjasama yang akan diajukan perusahaan Atnan.

__ADS_1


"Kamu lihat file ini jadi basah, kamu tahu ini penting"ucap Atnan.


"Tadi file itu tertinggal dimeja makan, karena aku merasa itu penting untukmu jadi aku mengantarkannya kesini"ucap Elina.


"Tidak kau antarkanpun, aku akan menyuruh orang untuk mengambilnya"ucap Atnan.


"Maaf"ucap Elina.


"Keluar!"perintah Atnan.


Elina keluar dari ruangan Atnan dengan sangat sedih dan merasa bersalah. Elina merasa apapun yang dia lakukan selalu salah dimata Atnan. Saat Elina sedang berjalan, Sekretaris Yama memanggilnya.


"Nona Elina tunggu"ucap Sekretaris Yama.


"Iya"ucap Elina.


"Ada yang saya ingin bicarakan"ucap Sekretaris Yama.


Sekretaris Yama mengajak Elina bicara dicafe depan perusahaannya. Elina tidak tahu apa yang akan dibicarakan Sekretaris Yama padanya.


"Nona Elina sabar-sabar ya menghadapi Atnan,dia memang begitu"ucap Sekretaris Yama.


"......"Elina diam.


Elina heran kenapa Sekretaris Yama memanggil Atnan dengan namanya seolah mereka kenal dekat.


"Aku dan Atnan teman satu SMA dan satu Kampus"ucap Sekretaris Yama.


"Oooo..."ucap Elina.


"Atnan memang tertutup dan bersikap dingin pada setiap orang. Seingatku dia pernah bersikap hangat pada satu orang saja, orang itu orang yang dia cintai"ucap Sekretaris Yama.


"Dia pernah bersikap hangat....., orang yang dicintainya....?"ucap Elina bingung.


"Atnan sangat mencintai gadis itu sampai dia rela melakukan apapun demi gadis itu bahkan merubah sikap dinginnya. Tapi gadis itu pergi meninggalkan Atnan dimalam pernikahan mereka begitu saja tanpa alasan. Sejak itu Atnan yang dingin semakin dingin dan tertutup"ucap Sekretaris Yama.


"Siapa gadis itu?"tanya Elina.


"Namanya Davina, teman SMA dan Kuliah Atnan, dulu kita bertiga sering bersama. Atnan begitu bahagia saat bersama Davina. Seolah Davina adalah mataharinya. Davina gadis yang sangat baik dan lembut. Dia juga sangat pintar. Tapi Davina menghilang dan tak tahu kemana. Atnan berusaha mencarinya selama bertahun-tahun lamanya tapi tak menemukannya. Davina sudah pindah dari rumah lamanya"ucap Sekretaris Yama.


"........."Elina diam.


"Nona Elina saya tahu anda orang yang sangat baik, saya mohon bersabarlah menghadapi Atnan. Saya yakin suatu saat nanti dia akan membuka hatinya untukmu"ucap Sekretaris Yama.


"Iya"ucap Elina.


"Saya ingin melihat teman saya itu kembali tersenyum dan melanjutkan hidupnya. Dan saya percaya pada Nona Elina mampu mewujudkan itu"ucap Sekretaris Yama.


"Saya akan berusaha"ucap Elina.

__ADS_1


Elina sebenarnya juga tidak mencintai Atnan. Tapi karena budi baik Pak Rafka, Elina berusaha mengabdikan hidupnya pada Atnan. Mungkin dengan begitu dia bisa membalas semua kebaikan Pak Rafka.


__ADS_2