
"Siang Bos Rafka" ucap Pak Sigit tersenyum melihat Rafka.
Rafka tidak menjawab salam dari Pak Sigit. Dia berdiri didepan Pak Sigit.
"Saya lupa apa Anda karyawan disini?" tanya Rafka.
"Saya Manager HRD Bos" ucap Pak Sigit.
"Saya tidak memiliki karyawan yang tidak berkualitas, yang kerjaannya hanya menggosip, menghina dan memaki orang" ucap Rafka.
Pak Sigit langsung malu dan menundukkan kepalanya.
"Maafkan semua ucapan saya Bos" ucap Pak Sigit.
"Saya tidak merasa Anda bicara hal buruk pada saya, tapi Anda tadi bicara hal buruk pada siapa? coba diulang biar saya paham" ucap Rafka.
"Maafkan semua ucapan saya Bu Azura" ucap Pak Sigit.
"Saya sudah memaafkan Anda Pak Sigit" ucap Azura.
Pak Sigit langsung ciut hilang nyalinya yang tadi berkobar-kobar. Bahkan untuk menatap wajah Rafka saja dia tak berani.
"Tolong ambil semua barang Anda yang tertinggal disini, saya harus mencari karyawan yang berkualitas, jadi untuk yang tidak berkualitas segera angkat kaki. Atau mungkin seharusnya saya melapor polisi atas tuduhan pencemaran nama baik. Tentunya Anda tahu berapa lama hukumannya" ucap Rafka.
"Ampun Bos Rafka...ampun...saya minta maaf sudah menggosip, menghina dan memaki istri Anda, saya menyesal. Tolong jangan laporkan saya ke polisi" ucap Pak Sigit.
"Kalau begitu, keluar!" ucap Rafka dengan suara yang keras.
"Baik Bos" ucap Pak Sigit.
Pak Sigit keluar dari ruangan kerja Azura. Dia menyesal sudah berbicara hal yang tak pantas pada Azura. Sekarang dia sendiri bingung mau kerja dimana setelah ini, Ijazah SI miliknya hanya dibelinya dari orang, dia sendiri kuliah asal-asalan. Jika mencari kerja ditempat lain tentunya akan sulit karena harus tes dulu. Sementara dulu dia bekerja di toko mainan itu dari sejak pemilik sebelumnya.
Azura tersenyum melihat suaminya bersikap bijak saat memarahi orang, Rafka bahkan tampak elegan dalam memaki orang tanpa harus merendahkannya.
"Sayang senyummu itu membuatku selalu rindu" ucap Rafka menghampiri Azura yang duduk dikursinya.
Azura langsung memeluk suaminya. Dia senang Rafka datang ke toko mainannya.
"Kok cuma dipeluk, upahnya mana?" tanya Rafka.
Azura melepas pelukannya dari Rafka.
"Kemarilah Mas" ucap Azura.
Rafka mendekatkan wajahnya pada istrinya. Azura langsung mencium Rafka dengan mesra.
Rafka membalas ciuman itu, mereka berciuman cukup lama. Lalu Rafka mengunci pintu ruangan itu.
__ADS_1
"Mas kok dikunci?" tanya Azura.
"Ada yang ku inginkan" ucap Rafka.
"Mas kau mulai nakal" ucap Azura.
Rafka mendekati istrinya, membelai pipi Azura.
"Kau menggodaku duluan, mana aku bisa tahan" ucap Rafka.
Azura tersenyum. Mereka melakukan hal romantis itu diruangan kerja Azura. Tak peduli tempatnya seperti apa, tapi cinta diantara keduanya tak bisa dibendung. Mereka sama-sama mencintai. Sudah sewajarnya sering bersama apalagi kini mereka sama-sama sibuk, waktu berduaan sangat diperlukan agar keharmonisan tetap terjaga.
Azura duduk dipangkuan Rafka setelah semuanya selesai. Dia menyandarkan kepalanya didada Rafka sambil memegang tangan suaminya.
"Mas, aku tak menyangka kita akan sejauh ini, padahal dulu kita hanya sebatas kenal" ucap Azura.
"Dulu aku sering melihatmu ditelevisi" ucap Rafka.
"Lalu pendapatmu gimana saat melihatku ditelevisi?" tanya Azura.
"Cantik dan anggun, apalagi saat kau berperan jadi seorang putri raja disalah satu filmmu, kau cantik sekali" ucap Rafka.
"Memangnya mas pernah nonton filmku? setahuku Mas jarang ke bioskop" ucap Azura.
"Radit yang mengajakku, dia bilang dia suka artis cantik lawan mainnya" ucap Rafka.
Azura tersenyum malu. Dia ingat saat Radhitya sering mengatakan cinta padanya dan terus mengejar-ngejarnya.
"Dari aku masih gadis hingga menikah, dia masih mengejarku, meskipun aku sering menolaknya, tapi aku salut dengan kegigihannya" ucap Azura.
"Tapi kau milikku Azura, Allah mengantarmu padaku, bonusnya akulah lelaki pertama yang menyentuhmu" ucap Rafka.
"Iya Mas, aku milikmu" ucap Azura.
Rafka kembali mencium Azura dengan penuh cinta.
"I Love You Azura" ucap Rafka.
"I Love You too, Mas" ucap Azura.
Rafka mendekati Azura lagi. Sedangkan Azura sedikit gugup. Dia tahu suaminya mau apa.
"Mas sudah mau sore, sebaiknya kembali ke kantor" ucap Azura malu-malu.
"Aku sudah menyelesaikan semua pekerjaanku, lagi pula aku Bosnya, jadi aku bisa kembali kapanpun" ucap Rafka.
"Tapi apa kau tidak mau makan atau minum?" tanya Azura.
__ADS_1
Rafka tidak menjawab, dia langsung menerkam Azura lagi. Sore itu jadi sore yang bertabur cinta. Azura tak menyangka suaminya semakin romantis. Maklum saat menikah dulu mereka hanya empat bulan bersama sisanya terpisah cukup lama hingga lima tahun lamanya. Rafka bahkan kesepian dan tetap setia menunggu Azura kembali. Saat kini Azura ada disampingnya tentu dia ingin terus berduaan dan bermesraan.
***********
Gedung Orange Country
Radhitya dan Manda menggelar resepsi pernikahan disiang itu. Setelah akad nikah yang dilaksanakan pagi tadi. Mereka berdiri diatas pelaminan menyalami tamu undangan yang hanya dihadiri orang-orang terdekat. Mereka tidak menyebar undangan. Semua itu agar wartawan tidak meliput selama proses pernikahan itu belum selesai.
Nuansa silver-baby pink menghiasi semua ruangan itu. Begitupun dengan dekorasi dipelaminan. Radhitya mengenakan baju pengantin berwarna silver dan Manda mengenakan gaun pengantin berwarna baby pink. Begitupun dengan keluarga. Para lelaki mengenakan baju berwarna silver dan para perempuan mengenakan gaun berwarna baby pink.
Semua anggota keluarga bergantian berfoto dengan pengantin lalu mereka foto keluarga bersama. Hari itu jadi hari yang membahagiakan untuk Radhitya dan Manda. Akhirnya Radhitya melepas masa kesendiriannya sedangkan Manda melepas status jandanya.
Rafka dan Azura beserta kedua anak kembar mereka naik ke pelaminan mengucapkan selamat pada Radhitya dan Manda.
"Selamat ya atas pernikahanmu adikku, semoga malam ini sampai malam seterusnya kau tak kesepian lagi" ucap Rafka menggoda Radhitya yang selalu menggodanya.
"Iya kakakku, secara Kak Rafka udah tiga kali, tentunya Anda akan jadi mentor saya dalam seluk beluk pernikahan, khususnya menyangkut nasehat dibilik khusus" ucap Radhitya.
Plaaaak......
Manda menampar lengan Radhitya.
"Aw.....sayang belum juga malam pertama kenapa udah ngegas dulu" ucap Radhitya.
"Maaf ya Kak Rafka" ucap Manda tersenyum.
"Loh aku yang ditampar kenapa minta maaf sama Kak Rafka sih" ucap Radhitya.
"Sudah-sudah, tolong bagi amplopnya" ucap Rafka menggoda Radhitya.
"Gak salah, aku yang nikah nih Kak" ucap Radhitya.
"Oh kamu yang nikah, kirain aku dan Azura yang nikah" ucap Rafka.
"Udahan dong kak, giliran aku yang nikah. Masa jomblo terus, karatan tar" ucap Radhitya.
"Ha ha ha" semuanya tertawa.
Azura gantian mengucapkan selamat pada Radhitya dan Manda.
"Radit, Manda, selamat atas pernikahan kalian. Semoga jadi keluarga yang sakinah, mawadah, dan warohmah" ucap Azura.
"Makasih Azura" ucap Radhitya dan Manda.
"Selamat Om, Tante, semoga cepet punya dede bayi" ucap Biru dan Jingga.
Radhitya dan Manda langsung memeluk kedua keponakannya.
__ADS_1
"Makasih Biru, Jingga, gemesin deh" ucap Radhitya.
"Jadi pengen punya anak kembar kaya kalian" ucap Manda.