DUDA JANDA HOT

DUDA JANDA HOT
Nikah Dadakan


__ADS_3

Freya keluar dari kontrakkannya. Dia melihat Arian juga keluar dari kontrakkannya. Rasanya seperti mimpi bertemu kembali dengan Arian setelah dua tahun lamanya.


"Pria arogan menyebalkan kau sudah kembali?" tanya Freya.


"Gadis keras kepala kau ada disini?"tanya Arian kembali.


"Kasihan ya istrimu harus tinggal dikontrakkan sempit ini"ucap Freya.


"Suamimu orang miskin ya sampai harus tinggal dikontrakkan sempit ini"ucap Arian.


"Aku gagal menikah"ucap Freya menundukkan kepalanya.


"Aku juga gagal menikah"ucap Arian.


Arian dan Freya saling terkejut karena mereka gagal menikah. Arian langsung menghampiri Freya.


"Freya ayo kita menikah?"tanya Arian.


"Arian aku mau berangkat kerja nanti kesiangan" ucap Freya.


"Kau kerja dimana?"tanya Arian.


"Diperusahaan lama"ucap Freya.


"Gampang bisa diakalin"ucap Arian.


"Apa maksudnya?"tanya Freya.


"Kita nikah dulu hari ini Freya setelah itu baru bekerja"ucap Arian.


"Tapi........"ucap Freya bingung.


Arian berusaha menyakinkan Freya, dia tak ingin kehilangan Freya lagi.


"Freya kalau besok-besok kita akan bertengkar, lalu ada orang ketiga terus gak jadi lagi nikah"ucap Arian.


"Gimana ya?"ucap Freya.


"Kamu masih cintakan sama aku Freya?"tanya Arian.


Freya mengangguk dengan ucapan Arian.


"Alhamdulillah"ucap Arian.


"Nikah ya?"tanya Arian.


"Iya"ucap Freya singkat.


Arian langsung sujud syukur, dia begitu bahagia akhirnya bisa bersama Freya. Mereka pun memanggil warga yang tinggal disekitar kontrakan untuk menyaksikan pernikahan mereka.


"Bapak-bapak, Ibu-ibu semua yang ada disini harap keluar dari kontrakkan. Pertunjukkan layar tancep akan segera diselenggarakan. Konsumsi sudah disediakan silahkan beli ke tukang bakso dan tukang somay"ucap Arian.

__ADS_1


"Arian ngapain?"tanya Freya.


"Kita mau menikahkan? jadi butuh saksi dan tamu undangan"ucap Arian.


Freya tersenyum dengan yang dilakukan Arian.


Para penghuni seluruh kontrakkan dan warga disekeliling kontrakkan berkumpul.


"Ada apa Arian? apa ada pembagian sembako gratis?"tanya Dadang.


"Jangan bilang jualan obat penuaan dini"ucap Nurdin.


"Gak mungkin jugakan mau dangdutan pagi-pagi"ucap Lilis.


"Pasti mau jualan kolor ijo ya"ucap Pak Udung.


"Apa udah waktunya senam ibu-ibu PKK ya"ucap Bu Nonong.


"Kak Arian mau ngajak Nindi cus nikah ya"ucap Nindi.


"Huh........."ucap Semua orang.


"Arian ada apa nih mengumpulkan kita semua para warga bahagia dan sejahtera?"tanya Pak RT.


"Arian kamu gak mendeklarasikan nunggak bayar kontrakan kan?"tanya Ibu Oyom pemilik kontrakkan.


"Tenang Bapak-bapak Ibu-ibu semuanya"ucap Arian.


"Wa'alaikumsallam"ucap Semua orang.


"Begini saya mau nikah dadakan dengan Freya. Kami membutuhkan wali dan saksi beserta tim sponsor dan tamu undangan"ucap Arian.


"Yah aku nyemonsorin apaan? paling pencabut bulu ketek banyak dirumah"ucap Lilis.


"Aku obat panu banyak dirumah"ucap Siska.


"Nyemonsorin kotak amal aja biar ada isinya"ucap Dadang.


"Sponsor yang saya butuhkan hanya tempat untuk akad pagi ini"ucap Arian.


"Ada balai warga saja"ucap Pak RT.


"Terimakasih Pak RT, tenang konsumsi kami sediakan berupa bakso, somay dan cilok"ucap Arian.


"Alhamdulillah tanggal tua dapet makan gratis"ucap Nurdin.


"Jangan lupa ngamplop minimal tempe"ucap Arian bercanda.


"Ha....ha.....ha......"Semua orang tertawa.


Akhirnya Arian dan Freya menikah dibalai warga. Seluruh warga menyaksikan nikah dadakan mereka berdua pagi itu bagai menonton layar tancep bersama. Bahkan mereka begitu serius melihat nikah dadakan itu. Sebagian dari warga belum mandi, lupa kerja, dagang sambil nonton, masak disambil menyaksikan penyatuan duo sejoli ini biarin kompor sampai dibawa ke balai warga asalkan gak ketinggalan acara nikah dadakan ini.

__ADS_1


"Alhamdulillah kalian sudah menjadi suami istri" ucap Pak RT.


"Arian nih hadiah untuk pernikahan kalian"ucap Ibu Oyom memberikan sebuah brosur pada Arian.


"Lumayan"ucap Arian.


Arian membaca brosur yang diberikan Ibu Oyom.


"Kontrakan Ibu Oyom bersih, rapi, sehat dan asri.


Jangan lupa mampir pasti dapat jodoh dadakan.


Nikah dibalai warga gratis dan tamu undangan bisa dibicarakan. Warga kooperatif sebagai saksi dan tamu undangan yang menjanjikan"ucap Arian membaca brosur itu.


"Lah Bu, ini mah brosur kontrakkan"ucap Arian.


"Lihat dibelakangnya"ucap Ibu Oyom.


Arian membalik halaman dibelakangnya.


"Menginap gratis satu malam dikontrakan yang kosong"ucap Arian membaca brosur itu.


"Gimana? baguskan? gak perlu nginep dihotel mahal. Bayangin aja nginep dikontrakkan rasa hotel"ucap Ibu Oyom.


Arian dan Freya tersenyum. Walaupun tetangga kontrakkan mereka suka aneh-aneh tapi mereka bahagia. Akhirnya menjadi suami dan istri.


Arian dan Freya masuk ke kontrakkan Arian. Arian langsung mengajak Freya masuk kamar diruang tengah. Mereka duduk diranjang kamar itu.


"Alhamdulillah sekarang aku bisa memandangi wajahmu sepuasnya"ucap Arian memandangi wajah Freya.


"Aku juga bisa memandangi wajahmu sepuasnya" ucap Freya.


"Allah sudah menjadikanmu halal untukku"ucap Arian.


Freya memegang wajah Arian dengan kedua tangannya.


"Semoga ini bukan mimpi, Allah sudah menjodohkan kita meski banyak rintangan yang menghadang"ucap Freya.


"Iya Freya, aku mencintaimu"ucap Arian.


"Aku juga mencintaimu Arian"ucap Freya.


"Panggil aku sayang mulai sekarang"ucap Arian.


"Iya sayang"ucap Freya.


Arian mendekati wajah Freya dia menciumnya. Mereka berdua memadu kasih dan cinta setelah sekian lama terpisah. Pagi itu menjadi penyatuan cinta diantara mereka. Arian dan Freya begitu bahagia akhirnya mereka bisa saling memiliki.


Setelah lelah mereka berbaring diranjang, Arian memeluk Freya sambil berbaring.


"Terimakasih sayang, aku akan selalu menjagamu dan berada disisimu"ucap Arian.

__ADS_1


"Iya sayang"ucap Freya.


__ADS_2