DUDA JANDA HOT

DUDA JANDA HOT
Basah Semua


__ADS_3

Banjir adalah bencana alam yang terjadi hampir dimana saja. Manusia selalu menganggap itu kerugian dan menyebalkan. Tapi coba dilihat dari sudut pandang yang lain. Banjir disebabkan sampah terlalu lama pacaran digot-got gak mau pulang, udah betah mojok digot, dikali dan diberbagai tempat irigasi air. Tapi kata sampah ini ulah manusia yang membuat mereka berkerumunun tanpa jarak dan spasi, repot kalau tertular corona mereka kena semua, pemerintah akan memarahi sampah gara-gara membuat cluster baru yang menyebabkan corona semakin merajalela.


Oh sampah kau selalu disalahkan padahal sebenarnya kau tak ingin berbuat salah apalagi menyakiti orang. Kalau boleh minta mereka akan memilih tenang disurga bermain bersama sampah-sampah lainnya dan bilang kalau manusia selalu membuang kami setelah membuka bungkus kami, jadi habis manis sepah dibuang, nasib Derita Sampah Yang Terbuang.


Arian dan Freya bersiap pulang sore itu. Arian menghampiri Freya diruangan akunting.


"Sayang ayo pulang"ucap Arian.


"Oke sayang, aku bereskan barang-barangku dulu" ucap Freya.


"Sayang kayanya hujan deras nih"ucap Arian.


"Iya, kalau gitu kita harus segera pulang sayang, kasihan Rafka, takut banjir lagi"ucap Freya.


"Yaudah, ayo sayang turun"ucap Arian.


"Oke"ucap Freya.


Arian dan Freya turun ke lantai dasar menuju lobi perusahaan itu. Diluar hujan begitu deras, Arian dan Freya masih berdiri didepan lobi.


"Sayang dingin gak?"tanya Arian.


"Sedikit"ucap Freya.


Arian melepas jasnya, dia memakaikan Freya jas miliknya.


"Kau romantis banget sayang"ucap Freya.


"Iya dong, apa sih yang gak buat kamu sayang"ucap Arian.


"Sayang.....gombal banget"ucap Freya.


"Hanya sama kamu gombalnya sayang"ucap Arian.


"Sayang hujannya makin deres"ucap Freya.


"Ngeri banjir lagi"ucap Arian.


"Pak Direktur ini payung untuk Anda"ucap Satpam perusahaan itu.


"Berikan pada Lily saja, dia sedang hamil kasihan kalau kehujanan"ucap Arian melihat Lily yang berada disamping Freya dan Arian.


"Baik Pak Direktur"ucap Satpam itu.


Sungguh Arian author bangga, kau peduli pada sesama. Hidup memang harus begitu jangan ingetnya seneng sendiri. Sayangailah wanita lainnya sebagai sesama ya, jangan sebagai cadangan apalagi simpanan. Cukup punya simpanan di bank aja biar berbunga, pasti Freya senang deh. Tapi Tuyul deh yang gak senang, mau beraksi dompetnya isi tempe semua. Mau masuk ke lemari isinya tagihan listrik yang nunggak, malah ditulisin tolong bayarin sekali Yul kalau bisa, muter dulu buat saya sekalian itung-itung sodakoh.


Arian melepas rompi miliknya untuk menutupi Freya masuk ke dalam mobil.


"Sayang kau basah kuyup"ucap Freya.


"Yang penting kamu gak kebasahan sayang"ucap Arian.


"Sayang makasih ya"ucap Freya.


"Iya sayang"ucap Arian.


Mobil melaju menuju jalan raya. Sampai di perumahan tempat Arian tinggal jalanan banjir total. Arian memarkirkan mobilnya dijalan yang lebih tinggi. Dia dan Freya jalan kaki menelusuri jalanan yang banjir.


"Freya sayang pegang tanganku jalan dilepas, airnya deras dan dalam"ucap Arian.


"Iya sayang"ucap Freya.


Ada anak kecil tertawa diatas pagar sambil melihat jalanan banjir itu.


"Dek kenapa?"tanya Arian.


"Itu Om adik kesayangan saya lagi berenang"ucap Ica.


"Mana?"tanya Arian.


"Itu Om"ucap Ica.


"Lah itu bukan berenang tapi tenggelem, bisa mati adikmu"ucap Arian.


"Sayang cepet tolongin"ucap Freya.


"Superman siap beraksi"ucap Arian.


Byuuuuuur............byuuuuur........


Arian berlari menerjang air menyelamatkan anak kecil itu, saat diangkat aneh juga kok berasa dengerin


"Kaka....kaka....mama..mama....uuueeek....uuueeek" ucap boneka bayi itu.


"Capek-capek jadi superman ternyata boneka mirip banget sama bayi"ucap Arian.


"Mas tolong...tolong....."ucap Nining.


"Kasihan tuh neng semok"ucap Arian.


Arian mendekati cewek semok itu karena mendengarnya meminta bantuan.


"Minta tolong apa Neng?"tanya Arian.


"Tolong nikahin saya, gara-gara banjir saya kedinginan"ucap Nining.


"Yah mba permintaan yang berat, saya pria beristri yang setia"ucap Arian.


"Jadi simpanan dikala banjir saya mau Mas"ucap Nining.


"Maaf saya sudah dipatenkan, jika diteruskan melanggar hak cipta Neng"ucap Arian.


"Gimana dong saya belum punya selingkuhan yang ke 20 nih, mumpung suami saya merantau"ucap Nining.


"Buset deh selingkuhan ke 20, banyak amat simpananannya"batin Arian.


"Simpanan kok banyak amat Neng?"tanya Arian.


"Banyak dong, simpanan dikala musim buah, musim penghujan, musim kemarau, musim paceklik, musim kawin, musim gugur, musim panen dan musim libur Mas"ucap Nining.


"Oh....simpanan musiman ya"ucap Arian.


"Iya Mas biar variasi gak bosen gitu"ucap Nining.


"Alamak nih cewek punya simpanan disegala musim"batin Arian.


Apa Nining juga punya simpanan di musim corona ya. Kira-kira gimana nyarinya kan ditutup semua wajahnya pakai masker, pasti milihnya random. Syukur-syukur dapet yang ganteng tapi kalau ternyata ganteng matanya doang ya terima aja kalau dia ompong, maklum Dokter Gigi tutup sementara, jadi cabut gigi makai pintu, eh yang copot malah semuanya, sabar.....


Arian kembali menghampiri Freya didekat pagar.


"Nih dek, adikmu"ucap Arian.


"Om adikku masih idup gak?"tanya Ica.

__ADS_1


"Masih, ganti batreinya aja tar bisa ngomong Kaka..kaka...Mama...Mama...uuueeek....uuueeek...."ucap Arian.


"Berarti adikku masih sehat gak usah isi batre, hemat uang jajanku belum cukup buat beli nyawamu dek"ucap Ica.


Setelah membantu anak itu, Arian dan Freya berjalan kembali ke rumah mereka. Ditengah perjalanan, ada nenek-nenek minta tolong.


"Tolong....tolong....tolong......"ucap Nenek Winarsin.


"Sayang aku tolongin nenek itu dulu, kamu disini ya sayang"ucap Arian.


"Sayang, hati-hati, doaku selalu bersamamu"ucap Freya.


"Oke sayang"ucap Arian.


Arian berjalan menuju nenek-nenek itu.


"Nek minta tolong apa? mau ngungsi ya Nek?"tanya Arian.


"Bukan, gigi palsu nenek kayanya tenggelem tuh"ucap Nenek Winarsih.


"Oke, nenek diam disini, biar ke cari gigi palsu Nenek moga aja belum terbawa arus"ucap Arian.


"Oke Cu"ucap Nenek Winarsih.


Arian benar-benar baik terus menerus menolong meski permintaan yang ditolong aneh-aneh tapi semangat kepahlawanannya membara tiada akhir.


"Nek ini gigi palsu Nenek bukan?"tanya Arian.


"Bukan, itu gigi palsu sapinya Nenek"ucap Nenek Winarsih.


"Lalu gigi palsu Nenek yang mana, dari tadi saya nyariin belum ketemu"ucap Arian.


"Gigi palsu Nenek mungkin masih dijemur diatas genteng"ucap Nenek Winarsih.


"Ampun deh dari tadi lari sana sini diair yang banjir gak tahunya giginya diatas genteng"batin Arian.


Arian....Arian udah capek lari sana sini merogoh sana sini hingga ke lubang katak eh gigi palsu dijemur diatas genting.


"Ampun tinggi amat gentengnya, mana lagi giginya"ucap Arian.


"Nah ini giginya, kok bau ya"ucap Arian.


Pasti bau mungkin saja nenek lupa mencuci gigi palsunya. Kemudian Arian turun dari atap genteng dan memberikan gigi palsu pada nenek itu.


Arian kembali menghampiri Freya yang menunggunya.


"Sayang kau basah dan kotor"ucap Freya.


"Gak papa sayang demi menolong orang aku ikhlas, ayo kita jalan lagi, pelan-pelan ya licin"ucap Arian.


Arian memegang tangan Freya sambil jalan bersama. Tak lama terdengar suara ibu-ibu berteriak minta tolong. Arian dan Freya cus menghampirinya.


"Freya kau diam disini, aku tolong ibu hamil itu" ucap Arian.


"Sayang I Love You"ucap Freya.


"I Love You Too"ucap Arian.


Arian menghampiri Ibu hamil itu.


"Ibu mau melahirkan ya? saya panggilkan petugas bencana alam ya"tanya Arian.


"Tunggu Mas...."ucap Ibu Yuli.


"Ayo Ibu tidur ditandu"ucap Petugas bencana alam.


"Bukan ini maksudnya"ucap Ibu Yuli.


"Ibu mau melahirkan kan?"tanya Arian.


"Bukan, saya minta tolong jadi bapak anak saya, saya hamil tapi belum punya bapak yang cocok untuk anak saya"ucap Ibu Yuli.


"Ya ampun kirain mau ngelahirin Bu"ucap Petugas bencana alam itu.


"Lah suaminya kemana Bu?"tanya Arian


"Saya gak punya suami, ini anak boleh nabung duluan, eh yang nabung udah mati duluan jadi saya kesepian"ucap Ibu Yuli.


Ya ampun dia yang nabung, Arian mesti tanggungjawab. Sorry Arian tetap setia, nyari cowok lain aja.


Ibu Yuli ditandu menuju ke pukesmas dekat situ.


Dia akhirnya mendapatkan penanganan yang betul.


Arian dan Freya sampai juga dirumah mereka. Banjir masuk ke dalam rumah itu, hampir semua ruangan dilantai bawah kebanjiran.


"Sayang air dimana-mana"batin Freya


"Tenang sayang bentar lagi surut"ucap Arian.


"Mba TK B lagi ngapain?"tanya Freya.


"Lagi memunguti jengkol Nyonya pada hanyut"ucap Mba TK B.


"Rafka mana?"tanya Freya.


"Ada dikamar atas Nyonya"ucap Mba TK B.


"Makasih Mba"ucap Freya.


"Iya Nyonya"ucap Mba TK B.


Freya dan Arian naik ke atas melihat Rafka yang sedang mengoceh.


"Ca...ca ...ca....."ucap Rafka mengoceh.


"Sayang lihat Rafka mengoceh"ucap Freya.


"Lucu ya"ucap Arian menghampiri Freya.


"Sayang ganti bajumu basah semua"ucap Freya.


"Aku mandi dulu ya"ucap Arian.


"Iya sayang"ucap Freya.


Saat mau masuk kamar mandi, Arian kaget ada penghuni baru lagi kawin syantik. Duo tikus lagi mojok. Mereka mengungsi dari kebanjiran. Entah bagaimana nasib rumah mereka dibawah got. Kenangan semuanya terbawa banjir, hanya toilet ini tempat bernaung.


"Aduh tikus, bayar uang sewa gak?"ucap Arian.


"Enak aja numpang kawin disini, keluar gak? jangan minta gratisan"ucap Arian.


Cit....cit....cit......

__ADS_1


Tikus-tikus itu kabur.....menuju ke kamar, mereka berlari sana sini didalam kamar sampai naik ke tempat tidur Rafka.


"Sayang....tikus.....ih....sayang...."ucap Freya.


"Mana tikus kawin tadi?"tanya Arian.


"Itu lagi dipegang Rafka"ucap Freya.


"Wah sayang sepertinya tidak perlu khawatir, Rafka sudah menangkap tikusnya"ucap Arian.


"Ih...ih...., sayang geli. Kotor, ambil sana dari tangan Rafka"ucap Freya.


"Tenang sayang siap"ucap Arian.


Arian mengambil tikus itu dari tangan Rafka, eh malah merayap ditubuh Arian.


"Eh....sayang geli nih....tolong pukul tikusnya"ucap Arian.


"Oke sayang"ucap Freya.


Plaaaak..........


Freya memukul paha Arian dengan sapu.


"Aw........sakit sayang"ucap Arian.


"Tadi kau minta dipukul bukannya"ucap Freya.


"Iya tikusnya, bukan aku yang dipukul"ucap Arian.


"Habis tikusnya ditubuhmu sayang"ucap Freya.


"Aduh sayang dipunggungku tikusnya"ucap Arian.


"Sabar sayang, pasti kena sekarang"ucap Freya.


Plaaaak.............


"Aw ........sakit sayang, kena tikusnya enggak"ucap Arian.


"Tikusnya ke itu ku sayang"ucap Arian.


"Tenang.....ku pukul ya"ucap Freya.


"Ja...."ucap Arian.


Plaaaaak..........


"Aw.......sakit, masa depan hancur deh"ucap Arian.


"Maaf sayang tapi lihat tikusnya kena jadinya"ucap Freya.


"Iya, selamat ya sayang hik...hik....."ucap Arian.


Kasihan Arian....Arian......sabar.......


Arian dan Freya menemani Rafka bermain dibalkon rumah mereka sambil melihat banjir yang merendam perumahan penduduk.


"Sayang kalau hujan terus banjirnya bakal tinggi"ucap Arian.


"Apa kita mengungsi aja"ucap Freya.


"Nanti kalau semakin tinggi kita naik ke lantai tiga, disanakan ada satu ruangan untuk beristirahat"ucap Arian.


"Iya betul sayang"ucap Freya.


"Kasihan banyak rumah penduduk yang kerendam banjir"ucap Arian.


"Tapi ini salah kita juga yang membuang sampah sembarangan, menebang pohon tanpa menanamnya kembali dan tidak mau kerja bakti membersihkan selokan"ucap Freya.


"Iya, banjir itu sebagian besar disebakan manusia" ucap Arian.


"Hujan nikmat dari Allah yang terkadang kita lupa mengucapkan rasa bersyukur"ucap Arian.


"Tak jarang kita malah menghujat dan tidak suka kalau hujan"ucap Freya.


"Padahal kalau seandainya Allah tidak memberi hujan bumi akan gersang"ucap Arian.


"Kau benar sayang"ucap Freya.


"Aku turun dulu ya sayang, bantuin Pak Mumun"ucap Arian.


"Iya sayang"ucap Freya.


Arian turun ke lantai bawah membantu Pak Mumun membereskan semua barang. Mereka merapikan barang agar tidak terendam air banjir.


"Tuan padahal saya bisa sendiri"ucap Pak Mumun.


"Gak papa Pak sekalian olahraga biar sehat"ucap Arian.


"Tuan rumah padat penduduk ditepi sungai terendam banjir, mereka semua mengungsi"ucap Pak Mumun.


"Kasihan juga ya"ucap Arian.


"Saya dengar dipengungsian mereka kekurangan makanan"ucap Pak Mumun.


"Kasihan juga"ucap Arian.


Arian meminta Mba TK B untuk memasak yang akan diberikan untuk korban banjir. Freya membantu Mba TK B memasak didapur.


"Nya padahal konsumsi korban banjir bukannya sudah ada pihak yang bertanggungjawab"ucap Mva TK B.


"Apa salahnya kita turut berpartisifasi membantu korban bencana banjir"ucap Freya


"Iya sih Nya"ucap Mba TK B.


"Bukannya sebagai manusia kita harus tolong menolong bukan?"tanya.


"Iya Nya"ucap Mba TK B.


"Tidak akan miskin dengan membantu orang lain" ucap Freya.


"Masya Allah, Nyonya baik banget"ucap Mba TK B.


"Lagian hidup kita didunia hanya sementara, apa yang sudah kita lakukan untuk bekal nanti"ucap Freya.


"Benar Nya, Mba jadi tertampar. Selama ini kalau nau nolong orang itung-itungan takut miskin"ucap Mba TK B.


"Justru kalau kita itung-itungan rejek kita sulit"ucap Freya.


"Bener juga Nya, memberi dengan ikhlas mencari ridho Allah"ucap Mba TK B.


"Betul, kita harus mencari ridho Allah"ucap Freya.

__ADS_1


__ADS_2