
Andika sedang berada dirumah besar milik Maya. Dia sedang bersama istri kayanya dikamar. Semenjak menikah dengan Maya, Andika tinggal dirumahnya.
"Andika tolong ambilkan jepit rambutku"ucap Maya.
"Iya sayang"ucap Andika.
Andika mengambilkan jepit rambut milik Maya.
"Ini sayang"ucap Andika sembari memberikan jepit rambut itu.
"Ambilkan piyamaku dilemari,cepetan"ucap Maya.
"Iya sayang"ucap Andika.
Andika berjalan menuju lemari, dia mengambil piyama milik Maya. Andika yang arogan didepan Freya dan menghinanya ciut didepan Maya istrinya.
Dia merasa hanya menjadi babunya Maya.
"Ini sayang"ucap Andika sambil memberikan piyama pada Maya.
"Kamu ngerti gak sih,ini bukan piyama yang ku mau, ambil lagi cepetan"ucap Maya sambil melihat piyama ditangannya.
"Iya sayang"ucap Andika.
"Perasaan Freya gak kaya gini,dia itu baik dan selalu sayang padaku.Ini aku kok kaya babunya Maya.Diluar aja kelihatan jadi suami dan Direktur padahal dirumah jadi pesuruh"ucap Andika dalam hatinya.
Andika menyesal melepaskan Freya hanya demi menikah dengan Maya. Padahal Freya istri yang baik. Tapi Andika malah menyia-nyiakannya.
"Ini sayang piyamanya"ucap Andika.
"Aduh lecek, tolong digosok dulu"ucap Maya.
"Baik sayang"ucap Andika.
Andika menggosok piyama milik Maya. Sementara Maya asyik nelpon selingkuhannya. Andika tidak tahu kalau Maya punya selingkuhan dibelakangnya.
"Hallo sayang"ucap Maya.
"Hallo sayang"ucap Nicola.
__ADS_1
"Sayang apa kabar?"tanya Maya.
"Baik sayang"ucap Nicola.
"Terus kapan kau pulang dari luar negeri?"tanya Maya.
"Gak tahu sayang,terus anak kita gimana? sehat?"
tanya Nicola.
"Sehat,lagi tidur dikamarnya"ucap Maya.
"Udahan dulu ya,aku ada urusan"ucap Nicola.
"Oke"ucap Maya.
Selesai bicara Maya menutup telponnya.Andika gak tahu aja kelakuan Maya yang sebenernya,punya gebetan bule diluar negeri. Dia hanya dijadikan peliharaan Maya supaya ada yang mengakui anak yang dikandungnya.
"Nih sayang piyamanya dah rapi"ucap Andika memberikan piyama itu pada Maya.
"Bikinin aku susu ibu hamil"ucap Maya sambil menerima piyama yang diberikan Andika.
"Andika bodoh, anak itu bukan anakmu tapi anakku dengan Nicola. Aku menikah denganmu hanya untuk menutupi skandal kehamilanku dan hubunganku dengan Nicola yang sudah beristri"ucap Maya.
Andika meninggalkan Freya yang begitu baik demi Maya yang mengkhianatinya. Makanya jadi orang jangan serakah jadi UUDSO(Ujung-Ujungnya Dapet Sisaan Orang).
*********
Arian dan Freya masuk ke kamar bayi. Mereka melakukan musyawarah mufakat untuk menentukan cat dikamar bayi itu. Meskipun perutnya sudah besar tapi Freya tetap energik mengurus semua keperluan calon bayinya dan Arian selalu siaga disampingnya.
"Sayang kalau catnya warna Pink pasti cantik"ucap Freya.
"Warna biru lebih bagus dan keren"ucap Arian.
"Warna pink lebih feminim"ucap Freya.
"Warna biru lebih gentle"ucap Arian.
"Warna pink lebih indah dan penuh cinta"ucap Freya.
__ADS_1
"Warna biru lebih terang kaya langit diangkasa" ucap Arian.
"Udah warna pink aja"ucap Freya.
"Gak bisa,warna biru aja"ucap Arian.
"Gak boleh,pokoknya warna pink"ucap Freya.
"Warna biru pokonya"ucap Arian.
Tukangnya bingung,ini duo sejoli berdebat gak ada habisnya,ngeri seharian cuma buat nonton acara kuis cerdas cermat,takut cuma di PHP in sama duo sejoli, mas tukang langsung mengamankan situasi biar dompet terisi dapur tetap ngepul.
"Mas, mba tenang saya ada solusi dari segala jenis ke ragu-raguan dan ke bimbangan. Yang penting kamar ini mewakili keinginan kalian berdua"ucap Mas Tukang.
"Oke deh"ucap Arian dan Freya bersamaan.
Arian dan Freya keluar dari kamar itu masuk ke kamar. Arian membuatkan Freya susu ibu hamil.
"Sayang minum susunya dulu biar kau dan bayi kita mendapatkan nutrisi"ucap Arian.
Arian memberikan susu ibu hamil itu ke Freya.
"Makasih ya sayang"ucap Freya.
Arian mengelus perut buncit Freya. Dia tersenyum setiap kali bayi didalam perut Freya memberi respon.
"Sayang dede bayinya menendang"ucap Arian.
"Dia juga suka menonjok"ucap Freya.
"Sakit gak sayang?"tanya Arian.
"Gak sayang, tapi geli. Apalagi kalau dia bergeser atau bergerak rasanya geli banget"ucap Freya.
"Sayang terimakasih sudah mengandung anakku, kau sering kelelahan, sesak, sulit tidur, susah bangun, dan susah jalan"ucap Arian.
"Iya sayang, lagipula aku ikhlas. Buah hati kita inikan hadiah dari Allah untuk kita yang harus kita syukuri bukannya mengeluh. Masih banyak diluar sana yang belum dikaruniai buah hati"ucap Freya.
"Iya sayang, kita akan menjaga dan merawat anak kita bersama-sama"ucap Arian.
__ADS_1
Arian memeluk Freya, dia begitu mencintai istrinya. Wanita itu sudah menerima Arian apa adanya mau dia kaya ataupun miskin. Freya tetap mencintainya. Dari naik bus hingga naik mobil mewah. Dari tinggal dikontrakkan hingga tinggal dirumah megah.