DUDA JANDA HOT

DUDA JANDA HOT
Generation 3 : Mulai Jatuh Cinta


__ADS_3

Sepulang bekerja Atnan menyempatkan mampir ditoko bunga. Dia membeli bunga mawar untuk Elina. Meski belum menyadari sepenuhnya tentang perasaannya. Sejak malam indah itu membuat Atnan terus terbayang akan hal itu. Bahkan dia sering tersenyum sendiri saat bekerja memikirkan kejadian dimalam panjangnya bersama Elina. Sampai dirumah Atnan mencari keberadaan Elina. Dia mencari disekeliling rumah tapi Elina tidak ada. Atnan bertanya pada Azura.


"Ma, Elina kemana?" tanya Atnan.


"Gak tahu tuh, mungkin menginap dirumah ibunya" jawab Azura.


Padahal Azura tahu dimana keberadaan Elina. Dia sengaja membuat Atnan kecewa dan menunjukkan rasa rindunya pada Elina.


"Oh dia ke rumah ibunya" ucap Atnan.


"Ya dirumah kamu mengacuhkannya, lebih baik dirumah ibunya" ucap Azura sambil berusaha menahan senyumnya melihat Atnan kecewa.


"Yaudah Ma, aku ke kamar dulu" ucap Atnan.


"Iya" ucap Azura.


Atnan berjalan menaiki tangga. Dia masuk ke kamarnya dan meletakkan bunga mawar itu dimeja.


Atnan memandangi foto pernikahannya dengan Elina yang terpajang didinding kamar mereka.


"Elina maafkan aku, kau pasti tidak betah tinggal disini bersamaku karena sikapku yang sering acuh padamu" ucap Atnan.


Tak lama pintu kamar terbuka. Atnan menoleh ke arah pintu. Dia terkejut melihat Elina begitu cantik dengan dress seksi berwarna biru dongker. Rambutnya tergerai panjang. Kulit putihnya bersinar.


Atnan sampai bengong tak berkedip melihat Elina yang berjalan menghampirinya. Tangannya tanpa sadar meraih Elina dan memeluknya.


"Elina, aku rindu" ucap Atnan.


Cup


Sebuah ciuman mendarat dipipi Atnan. Segera Atnan membalasnya dengan ciuman yang lembut. Ciuman itu membuat Elina hanyut dalam cintanya pada Atnan.


"Elina bicaralah" ucap Atnan.


"Mas aku juga merindukanmu" ucap Elina.


Atnan membopong Elina ke ranjang. Dia membaringkan Elina. Matanya tak henti menatap wajah Elina. Dia membelai wajah Elina.


"Apa kau sengaja menyiapkan semua ini?" tanya Atnan.


"Tidak sepenuhnya aku, ini idenya Mama" ucap Elina.


"Kau menggodaku Elina, tanggungjawab" ucap Atnan.


"Mas setiap malam aku ingin bertanggungjawab tapi kau mengabaikanku" ucap Elina.


"Kalau begitu aku minta sekarang, bolehkah Elina?" tanya Atnan.


Elina mengangguk. Atnan beranjak dari ranjang, mengunci pintu kamarnya. Dia menghampiri Elina. Sore itu mereka merajut cinta untuk yang kedua kalinya. Tapi kali ini Atnan lebih bersungguh-sungguh melakukannya. Dia menikmati setiap detiknya. Elina pun tak hentinya memanggil nama Atnan disetiap cinta yang diberikan. Entah berapa kali jalinan cinta itu dirajut tapi kamar itu jadi saksi bisu cinta mereka yang baru saja tumbuh.


"Elina lelah?" tanya Atnan.


Elina menggeleng. Mereka terus merajut cinta hingga suara adzan magrib berkumandang.


"Mas sholat dulu" ucap Elina.


Atnan mengangguk. Mereka mandi lalu sholat berjamaah bersama. Kemudian Atnan mencium kening Elina usai sholat.


"Elina maafkan sikapku yang kemarin-kemarin" ucap Atnan.


"Iya Mas, aku senang sekarang Mas sudah mau menerimaku" ucap Elina.


Atnan berbaring dipangkuan Elina. Tangan Elina mengelus rambut Atnan.


"Elina aku tidak akan mengacuhkanmu lagi, aku mulai mencintaimu" ucap Atnan jujur.


"Aku juga mulai mencintaimu Mas sejak dipulau itu" ucap Elina.

__ADS_1


Atnan bangun, dia menatap wajah Elina.


"Elina apa kau lelah?" tanya Atnan.


Seketika Elina tahu arah pembicaraan suaminya. Dia langsung menanggalkan mukenanya. Melihat itu Atnan membopong Elina ke ranjang. Mereka kembali merajut cinta yang tadi sempat bersambung sementara. Baru beberapa kali, pintu kamar mereka diketuk.


Tuk...tuk...tuk...


"Atnan, Elina, ayo makan" ucap Azura mengajak mereka makan malam.


Suara Azura terdengar sampai didalam kamar.


"Mas, Mama mengajak kita makan" ucap Elina.


"Apa kau lapar?" tanya Atnan.


"Belum sih, mungkin nanti saja aku makannya" ucap Elina.


"Aku juga" ucap Atnan.


Atnan memakai celana boxernya, berjalan menuju pintu dan membuka pintu kamarnya.


"Ada apa Ma?" tanya Atnan.


Azura memperhatikan tubuh Atnan. Sebagai seorang ibu dia paham tanpa harus bertanya.


"Tidak ada apa-apa, nanti kalau kau dan Elina lapar, dimeja makan sudah tersedia makanan ya. Papa dan Mama makan duluan" ucap Azura.


"Iya Ma, makasih" ucap Atnan.


"Iya nak, sama-sama" sahut Azura.


Azura segera meninggalkan tempat itu. Dia tak mau menganggu anaknya yang sedang merasakan manisnya jadi pengantin baru meskipun sudah tertunda beberapa bulan. Atnan secepatnya menutup pintu dan kembali ke ranjang. Dia kembali merajut cinta bersama Elina. Hingga pukul 11 malam mereka menyudahinya.


"Sayang kau lapar?" tanya Atnan.


Atnan memegang pipi Elina.


"Iya, sayang" ucap Atnan.


Elina langsung memeluk Atnan karena terharu. Usahanya membuahkan hasil.


"Makasih Mas" ucap Elina.


"Akulah yang harusnya berterima kasih karena kau sabar mendampingiku yang selalu mengacuhkanmu" ucap Atnan.


"Aku lapar Mas" ucap Elina.


"Aku sampai lupa, sayangku lapar ya" ucap Atnan.


Atnan dan Elina makan bersama dibalkon kamar mereka. Sambil menikmati indahnya malam.


"Suka gak sayang makan malam diluar gini?" tanya Atnan.


"Dimanapun, asalkan sama Mas, Elina suka" ucap Elina.


Setelah makan Elina duduk dipangkuan Atnan. Dia menyandarkan kepalanya didada suaminya. Kini Elina benar-benar memiliki suaminya.


"Mas malam ini terang ya" ucap Elina.


"Iya sayang, seterang cinta kita yang mulai bersemi" ucap Atnan.


Elina bangun dan berbalik mencium Atnan.


"Jangan menggodaku sayang, baru makan, tenagaku full" ucap Atnan.


Elina tersenyum malu-malu. Atnan membopong Elina kembali ke ranjang. Mereka merajut cinta kembali. Maklum ini menjadi malam pengantin baru untuk mereka meskipun sudah menikah beberapa bulan. Setelah lelah mereka berbaring. Atnan memeluk Elina. Dia benar-benar kecanduan dan tak bisa menolak keinginannya sekarang. Elina benar-benar membuatnya hanyut dalam indahnya cinta. Karena sudah lelah mereka memutuskan tidur.

__ADS_1


**************


Sebulan berlalu. Pagi itu Elina hendak pergi ke rumah ibunya. Dia diantar mobil pribadinya ke rumah ibunya yang masih berada satu kota dengannya. Elina turun dari mobil dan berjalan menuju rumah ibunya. Dia mengetuk rumah ibunya.


Tuk....tuk.....tuk...


Elina berkali-kali mengetuk pintu rumah itu. Dia juga memanggil-manggil ibunya dari luar. Ternyata ibunya berada tepat dibelakang Elina.


"Elina"ucap Ibu Tias.


"Ibu, ibu dari mana?"tanya Elina.


"Ibu dari pasar beli sayuran untuk dimasak"ucap Ibu Tias.


Ibu Tias mengajak Elina masuk ke rumahnya. Elina mengikuti ibunya ke dapur untuk membantu ibunya memasak. Elina memotong-motong sayuran. Dan ibunya mulai menggoreng beberapa lauk.


"Elina, apa kau bahagia hidup bersama Atnan?" tanya Ibu Tias memastikan.


"Iya Bu, aku bahagia. Mas Atnan baik dan sayang padaku"ucap Elina.


"Syukurlah" ucap Ibu Tias.


"Ibu pasti kesepian tinggal sendirian disini" ucap Elina.


"Tidak juga, tetangga disinikan berdekatan dan sering ngumpul didepan tiap pagi dan sore jadi ibu tidak kesepian. Sesekali mengobrol dengan mereka" ucap Ibu Tias.


"Bu, aku ingin belajar memasak ayam betutu, Mas Atnan suka" ucap Elina.


"Gampang, nanti ibu ajari" ucap Ibu Tias.


Setelah siang hari Elina memutuskan untuk pulang. Dalam perjalanan pulang dia berpikir untuk ke pusat perbelanjaan membeli bumbu untuk memasak ayam betutu. Elina meminta supirnya untuk mengantarkannya ke pusat perbelanjaan. Sampai dipusat perbelanjaan Elina memilih-milih berbagai bumbu. Elina membeli beberapa bahan dan bumbu, dia meminta supirnya mengambil dan membawanya ke dalam mobil. Sementara Elina ingin membeli salad buah disebuah restoran favoritnya. Saat dia sedang berjalan menuju restoran tersebut, Elina bertemu dengan Randy. Randy langsung melihat wajah Elina dalam-dalam. Elina coba menghindar tapi Randy meraih tangannya dan mengajaknya bicara.


"Elina ayo kita bicara sebentar"ucap Randy.


"Maaf aku buru-buru, sepertinya tidak ada yang perlu dibicarakan"ucap Elina.


"Aku hanya ingin bicara sebentar saja Elina, aku mohon"ucap Randy.


Elina akhirnya setuju dengan permintaan Randy mantan pacarnya. Elina dan Randy bicara disebuah restoran favorit mereka saat dulu pacaran.


"Elina kau ingat dulu kita sering kesini"ucap Randy.


"Randy sekarang ini aku istri orang, tolong jika ada yang ingin dibicarakan jangan buang-buang waktu"ucap Elina.


"Elina aku tahu Atnan tidak mencintaimu, dia mencintai orang lain. Apa kamu bisa bahagia hidup bersamanya?"tanya Randy.


"Itu bukan urusanmu Randy, tolong jangan ikut campur dalam masalah rumah tangga kami"ucap Elina.


"Elina kenapa kau terus berpura-pura, kau sebenarnya tersiksa menikah dengan Atnan"ucap Randy.


"Cukup Randy, kita sudah membahas ini sebelumnya, apapun yang terjadi pada pernikahanku ini sudah menjadi pilihanku, ku mohon lupakan aku. Dan carilah wanita yang baik untukmu"ucap Elina.


Atnan, Sekretaris Yama dan klien bisnisnya masuk ke restoran yang sama dengan Elina. Atnan melihat-lihat meja yang akan ditempati dengan kliennya untuk makan siang bersama. Saat dia melihat ke sekeliling meja-meja itu, dia melihat Elina sedang duduk bersama seorang laki-laki. Atnan meminta klien bisnisnya duduk dulu dimeja yang dipilihnya. Dia langsung meminta Sekretaris Yama untuk menemani klien itu makan duluan. Sementara Atnan berjalan menuju ke meja Elina dan Randy.


"Elina ayo kita pulang"ucap Atnan.


"Atnan"ucap Elina.


"Perkenalkan saya Randy mantan pacar Elina"ucap Randy sambil mengulurkan tangannya.


"Saya Atnan suami Elina, senang berkenalan dengan Anda"ucap Atnan.


"........."Elina hanya diam.


"Atnan aku peringatkan jika ada kesempatan, aku akan mengambil Elina kembali"ucap Randy sambil berdiri.


Setelah bicara Randy pergi meninggalkan Atnan dan Elina. Sementara Atnan diam termenung mendengar ucapan Randy.

__ADS_1


"Mas, aku....aku tidak sengaja bertemu Randy"ucap Elina.


__ADS_2