
Arian dan Freya makan bersama Ibu Ruri,Karin dan Ceisya. Mereka duduk diruangan makan. Karin terus menatap Arian dengan tatapan menggoda.
"Arian,Karin ini masih jomblo,kamu juga jomblokan?"tanya Mama Ruri.
"Apa aku bilang saja sama Mama kalau aku sudah nikah"ucap Arian dalam hatinya.
Freya menepuk pelan paha Arian, seketika Arian memegangan tangan Freya. Kebetulan Arian duduk bersampingan dengan Freya.
"Arian...mama ngomong kok gak dijawab"ucap Mama Ruri.
"Iya Ma,lagi ngusir nyamuk dikolong meja gigitin pahaku"ucap Arian.
"Perasaan dirumah kita aman,gak ada nyamuk"ucap Mama Ruri.
"Nyamuknya cewek ya Om?"tanya Ceisya.
"Iya,....nyamuknya cewek montok habis gigitin Om"ucap Arian.
"Apa sih Arian aku dibilang nyamuk"ucap Freya dalam hatinya.
"Kak Arian biar Karin pukul nyamuknya mau gak?atau Karin garukkin paha Kak Arian yang digigit nyamuk biar gak gatel lagi"ucap Karin.
"Itu mah Karin yang gatel bukan Arian"ucap Freya dalam hatinya.
"Gak usah Karin,nyamuknya cuma satu,bentar lagi juga ku tangkap"ucap Arian.
Freya cemberut, Karin terus menggoda Arian tiada matinya. Bahkan terang-terangan didepan semua orang.
"Arian mana nyamuknya biar ku bantu menangkapnya"ucap Freya.
"Ih...nyebelin cewek yang namanya Freya ini,dia mau ngerebut Kak Arian dariku"ucap Karin dalam hatinya.
"Ini Freya dikolong meja"ucap Arian.
Freya memegang tangan Arian seolah memberinya kode agar tidak meladeni Karin.
"Kak Arian besok temenin Karin nyalon ya"ucap Karin.
"Maaf Karin aku gak bisa, besok sibuk"ucap Arian.
"Arian teminin lah Karin, sekalian ajak Ceisya"ucap Ibu Ruri.
Freya makin cemburu dia menepuk paha Arian.
Plaaak..........plaaak......plaaaak........
"Aw............"ucap Arian pelan.
"Kak Arian,kenapa?"tanya Karin.
"Ini tadi ada tikus ngelewatin kakiku"ucap Arian.
"Tikusnya cewek ya Om?"tanya Ceisya.
__ADS_1
"Nih bocah ngerti aja kalau tikusnya Freya"ucap Arian dalam hatinya.
"Iya Ceisya"ucap Arian.
"Arian tadi nyamuk sekarang tikus,perasaan rumah Mama sangat bersih,apa mungkin nyamuk dan tikus yang baru datang hari ini ya?"tanya Mama Nuri.
"Iya Ma,nyamuk dan tikusnya memang baru datang hari ini khusus buat Arian"ucap Arian.
"Kak Arian Karin mau kok ngusir tikusnya demi Kak Arian"ucap Karin.
"Kamulah yang harus diusir Karin"ucap Freya dalam hatinya.
Freya semakin kesal Karin terus saja menggoda suaminya.
"Arian aku jago nangkap tikus,mana tikusnya?"tanya Freya.
"Tikusnya udah pergi Freya"ucap Arian.
"Arian mau Mama ambilkan sapu buat mukul tikusnya?biar Karin bantu"ucap Mami Ruri.
"Gak usah Ma,tar kalau tikusnya denger bisa balik lagi"ucap Arian.
Karin meletakkan lauk pauk dipiring Arian sebagai tanda cinta supaya Arian luluh lantah dan terpikat padanya.Ayo Freya beraksi,pelakor sudah satu tangga didepanmu.
"Arian bukannya kau tak suka udang ya?nanti alergikan"ucap Freya lalu mengambil udang dipiring Arian dipindahkan ke piringnya.
"Iya Freya"ucap Arian.
"Arian memang alergi udang"ucap Mama Ruri.
"Kak Arian aaaak"ucap Karin menyodorkan sedok ke depan mulut Arian.
Freya menggunakan kipas tukang sate untuk menghempaskan tangan pelakor itu dari mulut suaminya.
"Aduh maaf gak sengaja,jadi tumpah deh"ucap Freya menyenggol sendok itu hingga tumpah isinya ke meja.
"Gak papa"ucap Karin bertanduk dua,kesel sama Freya yang selalu menggagalkan usahanya.
"Freya coba rasain cumi ini enak deh"ucap Arian sambil menyuapi Freya.
Selesai makan Freya bermain dengan Ceisya diruang bermain.Ceisya memainkan boneka Barbie miliknya sambil mengobrol dengan Freya.Saatnya Tante dan keponakan pedekate nih.
"Tante Freya yang dulu di TK bermesraan sama Om Arian ya?"tanya Ceisya yang masih polos.
Bermesraan?orang pada berdebat beronde-ronde sampai bikin ibu-ibu manis manja group menggosip ini itu.
"Bukan Ceisya,Tante sama Om cuma ngobrol" ucap Freya.
"Ceisya Om Arian dimana?"tanya Freya.
"Itu ada dikamarnya lagi nonton film romantis katanya,Ceisya belum cukup umur,jadi gak boleh ngelihat.Main Barbie aja kata Om Arian"ucap Ceisya.
Freya langsung ke lantai atas. Dia masuk ke kamar Arian.
__ADS_1
"Sayang kamu lagi ngapain?"tanya Freya.
"Lagi nonton film romantis"ucap Arian.
"Mau kopi?"tanya Freya.
"Boleh sayang"ucap Freya.
Freya membuatkan Arian kopi lalu dia duduk disamping Arian.
"Sayang tadi Karin terus menggodamu"ucap Freya.
"Senengnya dicemburuin istriku"ucap Arian.
"Sayang, aku cemburu beneran"ucap Freya.
"Aku tidak mungkin tergoda sama Karin. Lagipula istriku lebih cantik dan lebih baik"ucap Arian.
"..........."Freya terdiam.
"Sayang, banyak wanita yang mendekatiku karena harta, tapi kau tidak. Itulah yang membuatku bangga padamu. Kau mau hidup bersamaku meskipun dikontrakkan yang sempit"ucap Arian.
"Sayang"ucap Freya memeluk Arian.
"Ayo sholat dhuhur berjamaah"ucap Arian.
Freya mengangguk, dia sholat berjamaah bersama Arian.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
Freya berjalan-jalan digarasi mobil milik Papanya Arian. Dia melihat ada beberapa mobil milik Pak Alex. Dari mobil modern sampai mobil jadul. Freya melihat sambil memegang body mobil. Disudut paling belakang garasi ada sebuah mobil tua. Freya penasaran dan melihat mobil itu dengan seksama. No plat yang ada dimobil itu, sama dengan no plat mobil yang menabrak orangtuanya beberapa tahun silam.
"Tidak..., tidak mungkin, apa Papanya Arian yang sudah menabrak kedua orangtuanku?" ucap Freya.
Air mata Freya menetes dipipinya. Dia tak percaya kalau Pak Alex yang telah menabrak orangtuanya. Freya langsung keluar dari garasi mobil itu, dia berlari sampai menubruk Arian.
Dug.......
"Sayang" ucap Arian.
Arian menatap wajah Freya yang berurai air mata.
Freya tidak berkata apapun, dia langsung berlari meninggalkan Arian. Freya keluar melewati gerbang pagar rumah besar itu. Dia terus berlari sambil menangis, dia tak percaya telah menikahi lelaki yang merupakan anak dari orang yang telah menabrak kedua orangtuanya. Arian terus menyusul Freya. Hujan pun turun cukup deras. Freya terus berlari, hatinya begitu sakit mengetahui kenyataan ini. Dia terduduk ditepi jalan hujan-hujanan. Arian datang menghampirinya. Dia langsung memeluk Freya.
"Sayang kau kenapa?" tanya Arian.
"Hik hik hik" Freya hanya menangis.
Arian memeluknya erat. Hujan terus mengguyur mereka berdua seakan langitpun tahu apa yang sekarang Freya rasakan.
"Katakan padaku apa yang terjadi?" tanya Arian.
"Hik hik hik" Freya hanya menangis.
__ADS_1
"Baiklah, menangislah mungkin itu bisa meringankan bebanmu" ucap Arian.