
Freya keluar dari kontrakannya. Dia melihat Arian yang mengenakan masker dan kaca mata hitam. Freya langsung menghampiri Arian, dia kepo dengan penampilan Arian yang agak aneh itu.
"Pria arogan menyebalkan, kau kenapa tiba-tiba aneh begitu?"tanya Freya.
"Ini namanya trend fashion model sekarang, misterius boy"ucap Arian.
"Bilang saja kau terkena virus mematikan yang akan menulari banyak orang"ucap Freya.
"Enak saja, kalau aku kena virus yang mematikan, kaulah orang pertama yang tertular"ucap Arian.
"Gak akan, aku selalu berjauhan darimu"ucap Freya.
"Semalam kita naik bus sama-sama"ucap Arian.
"Tapi aku duduk dengan Sari dan kau duduk didekat kakek-kakek yang tidur dibahumu sampai ngiler dikemejamu kau lupa" ucap Freya.
"Astaga jangan cerita bagian itu pada yang lainnya"ucap Arian.
"Oke tidak masalah"ucap Freya.
"Rasanya gatel banget"ucap Arian.
"Arian...coba buka masker dan kacamu biar kulihat terkena penyakit apa dirimu, jangan-jangan ketempelan ulet bulu yang ganas dan berumah dirambutmu"ucap Freya.
"Jangan Freya, nanti kau makin cinta sama aku repot"ucap Arian.
"Yang benar, jangan-jangan mukamu penuh koreng karena kau kena azab"ucap Freya.
"Sembarangan, mana mungkin aku kena azab, aku hanya ingin jadi misterius boy aja hari ini"ucap Arian.
Freya iseng menarik kaca mata dan masker Arian.
"Hah........kau kenapa Arian?"ucap Freya kaget melihat muka Arian bentol-bentol disekujur mukanya.
"Sudah tahu aku ini misterius boy ngapain juga kau kepo"ucap Arian.
"Habis gak biasanya kau aneh seperti ini"ucap Freya.
"Aku alergi kedelai, semalam aku makan tahu dan tempe yang kau taruh dipiringku"ucap Arian.
"Oh....kau alergi beneran"ucap Freya.
"Sudah kau tak perlu menutupi mukamu, biar kharismamu bersinar ha...ha...."ucap Freya.
Arian mengaruk-garuk tubuhnya yang gatal.
"Arian memang gatal ya"ucap Freya.
"Kau puas aku gatal semua seperti ini"ucap Arian.
"Maaf, nih jadi misterius boy lagi"ucap Freya.
"Aku izin ke rumah sakit ya"ucap Arian.
"Gak bisa, kemarinkan kau sudah izin sakit juga"ucap Freya.
"Terus gimana? rasanya gatel semua"ucap Arian.
__ADS_1
"Dulu kalau kata nenekku pakai daun aja nanti sembuh gitu"ucap Freya.
"Oh gitu"ucap Arian.
"Aku berangkat duluan, dah pria arogan menyebalkan, assalamu'alaikum"ucap Freya.
"Wa'alaikumsallam"ucap Arian.
Freya berjalan menuju halte bus. Dia menunggu bus yang akan dinaikinya. Tak lama bus itu berhenti dihalte bus itu. Freya naik ke dalam bus lalu duduk dibus itu, tak lama Arian masuk ke dalam bus memakai baju yang sudah dipenuhi daun-daunan yang diikat dengan benang. Semua orang dibus mentertawakannya.
"Ha.....ha....ha........"semua orang dibus tertawa.
"Mas mau latihan militer ya"ucap Andi.
"Masih waraskan mas, eneng mau kok" ucap Eneng.
"Aduh meni imut, kaya tarzan"ucap Ibu Odah.
"Mau syuting jadi orang utan ya Mas" ucap Pak Kodir.
Freya heran dengan tawa orang-orang dibus. Dia melihat Arian berjalan menghampirinya dan duduk diseberang tempat duduk Freya.
"Arian kamu kenapa? kok kaya orang gila gini"ucap Freya.
"Bukannya tadi kamu bilang obat alergi pakai daun ya"ucap Arian.
"Iya, tapi bukan berarti daunnya ditempel diseluruh bajumu"ucap Freya.
"Lalu diapain? rasanya kok makin gatel nih Freya"ucap Arian.
"Yah salah dong"ucap Arian.
"Makanya tanya dulu caranya jangan asal gini"ucap Freya.
Setelah turun dari bus Arian melepas daun-daun itu dari bajunya. Dia tak sadar beberapa ulet bulu nemplok dibaju bagian punggungnya. Dia dan Freya masuk ke perusahaan. Didalam lift begitu berdesakkan. Bulu-bulu ulat bulu itu berterbangan ke semua orang dilift itu.
Pintu lift terbuka Arian dan Freya keluar dari dalam lift. Orang-orang yang tersisa didalam lift gatal semua.
"Loh kok tiba-tiba gatel ya"ucap Susi.
"Iya nih kok gatel semua rasanya"ucap Ani.
"Nih muka aku udah pada bentol"ucap Didit.
"Leherku udah bentol semua"ucap Eri.
"Apa kita kena virus masal"ucap Susi.
"Aduh jangan dong, aku masih belum bayar utang diwarung Mpok Odah"ucap Ani.
"Aku belum lunas cicilan rumahnya"ucap Didit.
"Aku belum nikah dua kali"ucap Eri.
"Huh ........"ucap Semuanya.
Arian dan Freya masuk ke ruang akunting. Tak lama diadakan brifieng sebelum sebelum bekerja. Semua staf tiba-tiba gatal. Mereka semua garuk menggaruk muka, tangan dan leher.
__ADS_1
Freya merasa staf-stafnya aneh kaya orang utan yang garuk menggaruk.
"Kalian semua kenapa?"tanya Freya.
"Gatel Bu Freya"ucap Dedi.
"Minta digarukin masal nih Bu Freya"ucap Sari.
"Tiba-tiba bentol semua Bu Freya"ucap Toni.
"Iya Bu Freya"ucap Semua staf.
"Kok bisa gatal massal gini"ucap Freya.
"Mungkin mereka kebanyakan dosa"ucap Arian.
"Pak Arian jangan-jangan Anda menularkan virus gatal massal ini"ucap Freya.
"Saya hanya terkena alergi karena makan kedelai, bukan terkena virus"ucap Arian.
Tak sengaja Toni melihat beberapa ulat merayap dibaju bagian punggung Arian.
"Ih pantas gatal massal, dibaju bagian punggung Pak Arian ada ulet bulu"ucap Toni.
"Ih........."ucap Semua staf.
"Yang bener?"ucap Arian.
"Iya Pak, banyak lagi"ucap Semua staf.
"Tolong buang uletnya, saya jadi geli" ucap Arian.
"Maaf Pak saya gak berani"ucap Toni.
"Saya juga takut Pak"ucap Dedi.
"Betul...."ucap Semua staf.
"Yah siapa yang akan menolong saya, Bu Freya tolong"ucap Arian.
"Sorry Arian saya juga takut"ucap Freya.
Arian langsung melepas kemejanya kebetulan dia tak memakai baju dalam sehingga dadanya terlihat bidang tapi kok penuh bentol.
"Wow.............."ucap Semua staf.
"Badan saya macokan, dada bidang" ucap Arian dengan pede.
"Bukan"ucap Semua staf.
"Terus wow kenapa?"tanya Arian.
"Bentol semua"ucap Semua staf.
Arian langsung melihat bagian dadanya. Ternyata benar penuh bentol bukannya maco.
__ADS_1