
.
.
.
“Aku bisa membawa pisau dapur ini sebagai senjata”
Zunho memilah milah pisau dapur, ia sudah siap pergi ke Hutan Misteri untuk berburu demi koin, Zunho juga membawa sebuah karung yang didapatkanya saat membersihkan dapur, Zunho keluar dari asrama lalu mengunci pintu kamar, disaat yang bersamaan Xiaona ikut keluar dari kamar.
“Oh pagi Zunho, emm kamu ingin pergi ke mana ?”
Xiaona menyapa, Zunho melirik Xiaona lalu memberikan jawaban kepada Xiaona.
“Aku ingin berburu, mau ikut ?”
Xiaona menyipitkan matanya, ia langsung berlari menuju lantai dasar sambil berteriak.
“TIDAK”
Zunho sedikit membuka mulutnya, ia bingung kenapa tingkah laku Xiaona menjadi tak terduga seperti barusan.
“Biarkan saja, mungkin dia lagi bahagia hari ini”
Zunho berjalan menuruni tangga menuju lantai dasar, ia pergi ke arah barat saat berada di luar area akademi Gao.
Hutan Misteri.
__ADS_1
Zunho mengamati sebuah sapi dengan tanduk seperti banteng dan badan badak, mata sapi juga merah seperti warna darah, Zunho menyiapkan pisau dapur yang dia bawa sebelumnya, ia mulai mengendap endap mendekati Sapi lalu menerjangnya.
KRESEK
SWUSSHHH
GEDEBUKKK
Setelah keluar dari semak semak, Zunho langsung menerkam sapi tersebut, namun nahas dia malah terpental sekitar 5 meter karena sapi melayangkan ekor besarnya ke badan Zunho.
“Lebih mirip seperti badak ketimbang sapi”
Zunho kembali berlari menuju sapu, ia menghindari setiap ayunan ekor sapi yang mengarah ke tubuhnya.
SWUSHHH
SWUSHH
MOOOO
SRUSHHH
Zunho langsung mencipratkan pasir ke mata sapi lalu menusuk mata kanan sapi untuk membuatnya lumpuh, sapi semakin tak terkendali, hewan tersebut semakin menggila menyerang segala arah, Zunho memanfaatkan keadaan tersebut mencoba memotong kaki kanan sapi.
KRITTTT
“Ehm, bahkan pisau bisa jadi bengkok seperti ini, padahal aku hanya mencoba memotong kakinya”
__ADS_1
Zunho memandangi pisau dapur yang bengkok seperti huruf L, sapi kembali mendapat pandanganya, hewan tersebut langsung menanduk Zunho.
MOOOOOOO
GEDEBUK
Zunho tergeletak di tanah sambil memegang perutnya yang sakit, sapi berada di hadapan Zunho, hewan tersebut bersiap siap menendang wajah Zunho.
Zunho kembali menargetkan mata sapi, ia melempar pisau sekuat tenaga saat arah pisau sudah berada di posisi yang tepat.
SHUKKKKK
Sapi kehilangan kedua matanya, Zunho segera bangkit lalu menendang kepal sapi untuk membuatnya sedikit mundur, ia mengambil kembali pisau dapur lalu berlari menuju punggung sapi.
Zunho meloncat naik ke punggung sapi, ia menancapkan pisau dapur berulang kali di tengkuk leher sapi sampai hewan tersebut mulai mencipratkan darah segar, wajah serta badan Zunho terkena darah segar sapi, saat sapi mulai terjatuh ke tanah, Zunho melompat.
Zunho mulai memotong kepala, tanduk, sebagian daging sapi, bahkan ekor sapi.
“Ekor ini mungkin akan berharga sama seperti tanduk, siapa tau mereka bisa membuat sebuah ramuan dari ekor ini”
Zunho meletakan barang jarahanya di karung lalu berjalan mencari aliran sungai untuk membersihkan dirinya, banyak hewan pemangsa datang ke area pertempuran Zunho dengan sapi tadi, hewan hewan mulai memakan bangkai sapi dalam keadaan tak utuh.
Zunho menemukan sebuah telaga, ia meletakan karung lalu mengambil air secukupnya dan menyiramkan air ke baju serta mencuci muka, tangan dan kaki.
.
.
__ADS_1
.
Thanks for read