
.
.
.
“Jangan congkak, aku pun bisa tumbuh seperti mu.” suara Mabao benar benar mendominasi saat ia membesarkan tubuhnya.
Mabao berubah menjadi kucing besar penuh dengan bulu di persenjatai cakar terbungkus energi kehidupan yang sangat melimpah, Boyu tak tinggal diam, segera ia ikut memanggil raksasa miliknya, termasuk Yuan, Xiaona dan Jiaolin.
“RAKSASA PHOENIX” Boyu yang terbungkus api mulai diselimuti api merah.
“LEBAH BERACUN” Xiaona mengeluarkan energi kehidupan yang sangat banyak, mengubah energi tersebut menjadi raksasa lebah.
“BERUANG KUTUB” kini udara yang awalnya panas dengan pertempurna mulai berangsur angsur dingin.
“GURITA PENGUASA LAUTAN” Yuan mulai dibungkus air yang ganas sampai siluet gurita besar dengan trisula muncul.
5 raksasa penerus dewa kehidupan melawan satu raksasa bayangan tidak membuat Jirou gentar, ia pun mencoba menjatuhkan mental orang orang yang pernah mengukir masa indah bersama dirinya.
“Aku tidak menyangka jika kalian bisa melakukanya juga, benar benar menyenangkan.” Jirou sebagai pengendali raksasa mulai menggerakan raksasa besar tersebut, menyerang 5 raksasa lainya.
Semua orang mulai menjaga jarak mereka dari raksasa raksasa yang tengah bertarung hebat itu, agar tidak terinjak maupun salah sasaran dari kemampuan yang di lemparkan.
“TERIMA INI, PANAH API” Boyu mengarahkan panah raksasa miliknya pada raksasa Jirou.
__ADS_1
BWUSHHH…BWUSHHH…BWUSHH
Raksasa Jirou dibuat menghindar, Xiaona yang ada di samping Jirou mulai menusukan jarum.
“JARUM LEBAH”
SWUSHHHHH
Jirou kembali menghindari jarum lebah Xiaona, kali ini Yuan ikut menyerang Jirou yang lengah, ia dan raksasanya meloncat tepat di atas kepala Jirou.
“TRISULA DEWI AIR” Yuan menusuk kepala raksasa Jirou.
SRASHHHHH…BUMMM
Jirou meledakan energi spiritual nya agar trisula yang menempel di kepala raksasa bisa jatuh, Mabao yang secara tiba tiba berada di belakang raksasa Jirou langsung memberinya cakaran.
Raksasa Jirou pun melesat dan mendekati raksasa Jiaolin, langsung Jiaolin memberikan serangan miliknya yang berupa sabit es.
“TEBASAN SABIT ES.” sabit melayang dengan indahnya, menebas dada raksasa Jirou.
SLASHHHH…BUMMMM
Ledakan kembali terjadi saat tebasan menghantam tubuh raksasa Jirou, pemuda itu mulai terbang seperti burung dan berakhir beberapa meter dari raksasa lain.
KREKKKK
__ADS_1
Seketika banyak raksasa muncul dekat dengan raksasa Yuan, Boyu, Mabao dan Jiaolin, raksasa yang sama seperti milik Jirou.
“Jangan kira aku tidak bisa menyeimbangi jumlah kalian, serang” Jirou dengan santainya menyuruh raksasa menyerang raksasa penerus dewa kehidupan.
BUMMMM…BASHHHH…BRASSHHH
Pukulan, tangkisan dan lemparan tak terhitung jumlah nya, raksasa bertarung layaknya semut, mereka tidak memperdulikan tubuh mereka yang besar, satu tujuan saja saat ini yang ada pada Yuan, Mabao, Xiaona, Jiaolin dan Boyu yaitu memusnahkan Jirou dan Dewa Iblis.
Jirou benar benar menikmati pertarungan ini layaknya seorang iblis yang haus akan kemenangan, ia terus menghujani teman temanya serangan tanpa ampun sedikit pun, satu hal yang membuat Jirou sangat kesal saat ini, yaitu tidak hadirnya Zunho, teman masa kecilnya yang selalu menghabiskan waktu bersamanya.
“Aku akan mencari dan membunuh mu Zunho.” Jirou berkata dengan tenang di dalam raksasa nya.
Istana Tong
“Wah wah, tidak ku sangka jika kekuatan kalian sangat hebat.” Dewa He Jui melempar pujian pada 6 Dewa kehidupan.
“Bukan kekuatan kami yang hebat, melainkan karena kau lemah.” ejek Dewa Fi Hen dengan nada tenang.
BUMMMMMMM
.
.
.
__ADS_1
Thanks for read