
.
.
.
Sesampainya di benua Tengah, Zunho mengucapkan terima kasih kepada Tu Dong karena telah bersedia menjadi teman jalanya, tak lupa Tu Dong juga mengungkapkan rasa terima kasih kepada Zunho karena memperbolehkan dirinya mengantar Zunho sampai ke tujuan.
“Terima kasih banyak Tu Dong kau mau menemaniku selama perjalanan ke benua Tengah” ungkap terima kasih Zunho kepada Tu Dong.
“Sama sama, maaf aku hanya bisa mengantarkan mu di penghujung hutan Suci karena jika aku mengantarkanmu ke depan gerbang desa maka akan mengemparkan seisi desa hahaha” Tu Dong tertawa terbahak bahak.
Zunho ikut tertawa namun tidak mengelegar seperti Tu Dong yang mampu membuat sedikit getaran di hutan Suci, Zunho melambaikan tanganya lalu berjalan pergi meninggalkan Tu Dong.
Zunho berjalan keluar dari hutan, ia mendekati gerban desa yang dijaga beberapa prajurit, ia pun sampai dan diberikan 2 buah pertanyaan oleh salah satu prajurit.
“Apa tujuan mu datang ke desa Yie, siapa nama mu ?” Tanya prajurit dengan satu tarikan nafas.
Zunho menjawab dengan santai mengenai namanya dan tujuan dia datang ke benua Tengah.
__ADS_1
“Saya Xu Zunho, tujuan saya datang ke benua Tengah untuk sebuah pekerjaan di kota Yie” Zunho berbohong mengenai tujuanya datang ke benua Tengah.
Prajurit terlihat curiga dengan pernyataan Zunho sebelum mereka mengizinkan Zunho masuk ke dalam gerbang namun mereka juga memberikan ancaman kepada Zunho agar tidak melakukan tindakan yang merugikan kota Yie.
“Baiklah kami akan membiarkan mu masuk namun jika kami mendengar namamu membuat kekacauan di kota maupun desa maka kami pastikan mencari dan menemukan mu.” ucap prajurit memberikan peringatan kepadan Zunho.
Zunho mengangguk lalu berjalan melewati prajurit, ia masuk ke dalam desa yang pernah menjadi tempat singgahnya waktu berumur 10 tahun saat perjalanan menuju Benua Lautan.
Sekali lagi kehadiran Zunho banyak menarik perhatian warga setempat apalagi para gadis yang seumuran dengan Zunho, tatapan para gadis terlihat sangat liar.
Zunho terus berjalan sampai ia singgah di sebuah kedai untuk makan siang, tirai tirai terurai saat Zunho masuk ke dalam kedai, segera Zunho pergi ke meja pesanan untuk memesan makanan.
Wanita tersebut melamun sejenak sebelum Zunho melambaikan tanganya di depan wajah wanita itu membuat si wanita tersadar.
“Permisi” Zunho menyadarkan lamunan wanita.
“Ehm kami menyediakan berbagai macam hidangan, namun hidangan yang paling disukai warga desa adalah Sup Ikan Gurame, harga satu mangkuk nya adalah 5 koin perak” jelas wanita merekomendasikan hidangan yang paling disukai warga desa Yie.
“Baiklah saya pesan satu mangkuk” Zunho mengambil bingkisan kain yang selalu di bawa.
__ADS_1
Zunho meletakan 5 keping koin perak di meja, wanita meraih lembut keping koin dan meletakanya di laci lalu pergi ke dapur untuk menyiapkan pesana Zunho.
Sementara Zunho mencari tempat duduk, ia juga tak lupa bertanya kepada pengunjung sekitar untuk mengetahui dimana kediaman Gang Fu.
“Permisi maaf saya menganggu waktu kalian, apakah diantara kalian ada yang mengetahui alamat rumah Gang Fu ?” Tanya Zunho kepada 3 orang pria usia akhir 40 an.
“Tidak nak, bahkan kami tidak mengenal siapa dia” ucap ketiga pria tua secara bersamaan.
“Begitu ya, terima kasih, maaf sudah menggangu.” Zunho berjalan menjauhi ketia orang tersebut.
Setelah menanyai semua orang yang ada di dalam kedai dan mendapat jawaban yang sama yaitu “tidak tahu” Zunho memutuskan untuk makan terlebih dahulu.
Segera Zunho duduk di tempat duduk yang kosong, tak berselang lama kemudian datang wanita dengan sup di tanganya, Zunho berterima kasih dan memakan sup.
.
.
.
__ADS_1
Thanks for read