Enam Dewa Kehidupan

Enam Dewa Kehidupan
Mempelajari Energi Kehidupan Angin


__ADS_3

.


.


.


Zunho membuka pintu rumah Lian dengan pelan agar tidak membangunkan mereka yang saat ini sedang tertidur, ia berjalan ke dapur untuk meletakan hasil tangkapan nya hari ini, Zunho teringat ada sebuah buku yang sangat ia ingin baca kemarin malam namun matanya tak memberikan izin untuk membaca buku tersebut.


Zunho mengambil buku di dalam kamar, setelah selesai mengambil buku ia pun kembalu keluar dari rumah Lian untuk pergi ke bagian belakang untuk berlatih di pohon pohon besar yang tumbuh menjulang.


Zunho duduk bersila lalu mulai membuka buku, ia melihat bab demi bab, Zunho membaca kesimpulan dari bab tersebut.


“Baiklah mari kita mulai”


Zunho memejamkan matanya sambil meletakan kedua tanganya di lutut, angin pagi menerpa tubuh Zunho yang saat ini sedang bermeditasi, daun daun pohon berguguran di sekitaran Zunho bahkan ada yang menutupi wajahnya, namun ia menghiraukan kehadiran daun tersebut.


Setelah bermeditasi sekitar beberapa menit, Zunho membuka mata, sesuatu yang menyilaukan kembali membuat Zunho bingung, ia lantas menoleh pundaknya dan melihat pelangi milik nya aktif.


Zunho mengerakan telapak tanganya ke arah dauh di sebelah nya, ia mulai menggerakan telapak tanganya di atas daun tersebut, Zunho kembali dibuat terkejut saat daun tiba tiba saja mengikuti gerakan tanganya.


“Mari kita tinggikan lagi”


Zunho menaikan telapak tanganya, daun mulai melayang mengikuti tangan Zunho, senyum bahagia keluar dari wajah anak tersebut, ia kemudian berdiri untuk membereskan bajunya dan berjalan menuju sebuah pohon besar, Zunho melihat pohon tersebut sambil menenangkan diri, ia mengambil langkah langkah meninju pohon, Zunho mulai memusatkan energi dalam tubuhnya menuju pohon tersebut.


“Mari kita coba, apakah aku benar benar menguasai energi kehidupan angin, aku akan menamai pukulan ini sebagai tinju angin”

__ADS_1


BAMMMMMM


BRUKKKK


Zunho meninju pohon dan alhasil batang yang terkena tinju miliknya mulai retak, pohon mulai tumbang ke arah belakang, ia segera berlari mengarah pohon tumbang tersebut.


“Tangan Angin”


SWUSSHHH


Setelah Zunho menenangkan pikiran dan menentukan apa yang ingin ia buat dengan angin yang berhembus mengitarinya saat ini, Zunho memfokuskan arah seranganya kepada pohon tumbang tersebut.


HAPPPP


Sebuah tangan raksasa bewarna hijau menangkap dan meremas batang pohon tersebut sampai hancur berkeping keping, Zunho kembali menarik nafas lalu membuangnya perlahan lahan.


Zunho memikirkan sesuatu saat ingin kembali ke kediaman Lian.


“Langkah Angin”


Zunho berkata sambil mulai berlari, ia bergerak dengan cepat sampai ia tiba di depan pintu rumah Lian.


“Aku juga akan menggunakan kemampuan ini bersama tinju angin, mungkin aku juga harus mengembangkan jiwa pedang seperti keinginan paman”


Zunho membuka pintu lalu masuk ke dalam rumah, saat ia berjalan menuju dapur, terlihat Lian dan Feng menatapi ikan di dalam ember, mereka menggaruk kepala karena bingung ada ikan secara tiba tiba, Feng juga menjelaskan lepada Lian bahwa bukan dirinya yang menangkap ikan tersebut.

__ADS_1


“Aku yang menangkapnya paman, bibi”


Lian dan Feng menoleh ke arah belakang dan mendapati Zunho sedang memandang mereka dengan senyum tipis.


“Kenapa kau bisa menangkap ikan spesies langka seperti ini, kau tahu jika orang orang di Desa Sei sangat kesusahan mendapatkanya, kata orang ikan ini sangat nikmat karena tekstur daginya sangat membuat ketagihan” ucap Feng sambil melirik ikan yang berada di ember.


“Aku tidak mengetahui hal tentang ikan ini paman, jadi apakah kau menyukainya ?” Tanya Zunho kepada Feng.


Feng berlari memeluk Zunho, ia mengelus pipnya ke rambut Zunho sampai rambut bocah tersebut berantakan.


“Ya pastilah aku menyukainya, kami akan makan enak setiap hari berkat kau terima kasih”


Lian datang mengarah Feng lalu memukul pundaknya untuk menghentikan pelukan Feng yang saat ini membuat Zunho batuk.


“Hentikan lah pelukan mu, lihat Zunho, ia terbatuk karena pelukan mu”


“Hehe maaf”


Zunho terlepas dari pelukan Feng, ia menarik nafas lalu membuangnya, ia terus mengulanginya sampai dirinya merasa lebih lega, Lian menyuruh Zunho untuk mandi sementara dirinya dan Feng menyiapkan makanan, Zunho mengangguk lalu berjalan masuk ke dalam kamar mandi.


.


.


.

__ADS_1


Thanks for read


__ADS_2