
.
.
.
Zunho yang terlelap dibuat terbangun saat sebuah tendangan melayang ke pahanya, Zunho membuka mata dan mendapati salah satu anggota Bandit Kupu Kupu merah yang sebelumnya curi pandang kepada Zunho.
“Ini makanlah kamu pasti lapar kan, hari sudah menjelang malam, sebaiknya kamu makan agar tidak kelelahan saat memuaskan hasrat teman teman ku.” Ucap wanita tersebut sambil duduk bersila di hadapan Zunho.
Wanita itu membawa 2 buah jeruk, ia mengupas jeruk dan menyuapkanya kepada Zunho.
Zunho memakan jeruk yang diberikan wanita tersebut dengan terpaksa, wanita itu terlihat senang saat Zunho mau memakan jeruk yang dia bawa.
“Manis bukan, ini merupakan persedian terakhir kami, aku mencuri jeruk ini dari ruang penyimpanan secara diam diam agar tidak ketahuan.” ucap wanita sambil menyodorkan potongan jeruk lainya kepada Zunho.
Zunho hanya diam tak merespon apa yang di ucapkan wanita.
“Sudah cukup, aku merasa kenyang, bukankah kau dan teman teman mu senang melihat ku tersiksa seperti ini, kenapa kau mau membawakan makanan bahkan sampai harus mencuri persediaan terakhir ?” Zunho melemparkan pertanyaan.
__ADS_1
Wanita meletakan jeruk di tanah lalu menghela nafas.
“Pertama aku sudah bilang bahwa kau harus memiliki banyak energi untuk memuaskan teman teman ku, kedua ada sesuatu yang membuat ku tergerak melakukan ini” wanita mulai tertunduk.
Zunho diam mendengarkan jawaban si wanita lalu memejamkan matanya, wanita itu mengembalikan arah pandanganya kepada Zunho yang saat itu sedang memejamkan matanya.
“Kenapa bisa berdegup keras seperti ini, aku hanya menatap wajahnya saja !!” gumam wanita.
Wanita memutuskan berdiri dan pergi meninggalkan Zunho, kini perasaan wanita itu diselimuti rasa gugup setelah melihat wajah Zunho yang sedang memejamkan matanya.
Malam pun telah tiba, sesuai yang di ucapkan Bandit Kupu Kupu Merah bahwa mereka akan datang mengujungi Zunho saat matahari tenggelam, kini anggota Bandit Kupu Kupu Merah datang menghampiri Zunho dengan rambut basah mereka yang masih menyisakan harum yang wangi.
Zunho membuka matanya, mendapati 4 orang gadis dewasa dengan baju longgar serta satu wanita yang memberi Zunho makan.
“Tentu aku siap, namun kau harus melepaskan Rotan Energi ini agar aku bisa melepas pakaian ku, aku akan memberikan jus pisang yang terbaik untuk gua dan peach kalian.” Ucap Zunho dengan senyum yang dipaksakan.
“Baiklah, jika kau berusaha kabur maka aku tidak memiliki pilihan selain menghabisi mu di tempat” wanita bergerak ke arah Zunho lalu melepas ikatanya.
Zunho menggoyangkan tangan nya yang sakit, ia pun mulai melepas baju yang menutupi tubuh bagian atas, seketika para wanita itu dibuat terkejut dengan bentuk tubuh Zunho yang sangat mengesankan, segera wanita yang berdiri tepat di hadapan Zunho mulai mengelus roti sobek Zunho yang teriris 6 bagian.
__ADS_1
Zunho membiarkan wanita itu menikmati akhir kehidupanya sebelum mengeluarkan Tinju Belalang Sembah miliknya.
“Aku semakin bertekad ingin menguasai dirimu.” ucap wanita dengan lirih sambil menikmati perut Zunho.
“Bukalah, aku tidak akan melarang mu bertemu denganya, tidak ada salahnya melunak kali ini.” Zunho mengizinkan wanita itu membuka celana miliknya.
Wanita mengangguk pelan lalu menunduk, ia meraba raba tubuh bagian bawah Zunho yang sensitif sebelum bergerak menuju pisang Zunho.
“Ayo cepatlah, TINJU BELALANG SEMBAH !!” peluang yang bagus tercipta, segera Zunho mengeluarkan Tinju Belalang Sembah miliknya.
SLASHHHHHH
Wanita itu mendapatkan 2 capit tajam penuh energi kehidupan dari Zunho, dua capit bersarang di kepala wanita membuat dirinya harus berakhir sebelum merasakan kenikmatan dari Zunho.
.
.
.
__ADS_1
Thanks for read