Enam Dewa Kehidupan

Enam Dewa Kehidupan
Pelatihan Dasar Dari Rein


__ADS_3

.


.


.


Mereka berdua akhirnya sampai di sebuah kamar, banyak buku yang tersusun rapi di rak menunggu untuk dibaca, Rein mempersilahkan Zunho untuk duduk di kursi, sementara Zunho duduk, Rein terlihat sibuk mencari sesuatu di rak.


“Nah ini dia”


FUHHHHH


Rein meniup debu yang menempel kuat di buku lalu menyerahkanya kepada Zunho, ia menerima buku Rein, Zunho mulai melirik buku dari sisi ke sisi dan membaca judul di buku.


“Energi kehidupan, apa maksudnya ini ?”


Rein duduk di sebelah Zunho, ia merangkul badan Zunho, Rein memberikan penjelasan kepada Zunho kemudian.


“Jadi begini muridku, buku energi kehidupan ini akan menentukan kekuatan alam yang ingin kau miliki, ada api, air, tanaman, hewan, es, angin”


Zunho tertarik dengan kata “angin” ia mulai membuka buku tebal bewarna hitam tersebut, ia melihat halaman satu persatu, Rein melepaskan rangkul lalu pergi ke dapur utuk menyiapkan teh, Zunho terus mencari elemen angin yang membuatnya sedikit tertarik.


“Angin, adalah suatu benda tak berbentuk yang bisa dirasakan namun tidak bisa dipegang, banyak pendekar hebat menggunakan elemen angin sebagai salah satu teknik andalan mereka”


Zunho mulai membaca penjelasan angin di buku, Rein datang dari dapur lalu meletakan teh di meja.


“Diminum dulu tehnya, mumpung masih hangat”

__ADS_1


“Terima kasih Master”


Zunho menunangkan teh untuk Rein dan untuk dirinya, mereka mulai berbincang bincang ringan mengenai satu sama lain, Zunho juga bertanya kepada Rein, dimana dia bisa menghasilkan keping koin.


“Master, apakah saya bisa mendapatkan koin dengan melakukan sesuatu ?”


Rein menatap ke kanan dan ke kiri, ia mulai berbicara pelan kepada Zunho.


“Sebenarnya kau bisa saja mendapatkan koin dari akademi jika kau memberikan hasil yang memuaskan namun kau hanya dapat 10 keping perunggu saja perbulan”


Zunho memainkan lidah di bibirnya, 10 keping koin perunggu tidak cukup untuk apa pun, sedangkan membeli beras sendiri harga yang perlu dirogoh sekitar 2 keping perak, Zunho kembali bertanya kepada Rein apakah para murid akademi boleh pergi berburu untuk mendapatkan uang tambahan.


“Apakah saya bisa memburu atau semacamnya agar bisa memperoleh koin lebih banyak ?”


Rein mengangguk sebelum kembali berbicara membalas pernyataan Zunho.


“Iya kau bisa, banyak murid akademi melakukan hal seperti yang kau ucapkan barusan, mereka melakukanya di hari sabtu dan minggu karena hari tersebut hari libur”


Rein meletakan tangan kanan di jidat sambil menyandarkan tubuhnya di kursi.


“Hutan Misteri” Rein berkata dengan semangat


Zunho menyipitkan matanya, ia bingung kenapa nama hutan di sini sangat membingungkan.


“Apa itu hutan misteri ?” Tanya Zunho sambil menggaruk kepala.


“Hutan Misteri terletak di barat Akademi Daratan Gao, banyak mahluk aneh yang tak terduga berdiam diri di sana” Rein berkata sambil mengosok dagu.

__ADS_1


“Baiklah, terima kasih penjelasanya Master, saya ingin meminjam buku ini, apakah boleh ?”


Rein menepuk bahu Zunho, ia tersenyum membalas pernyataan Zunho.


“Sama sama murid ku”


Zunho beranjak pergi menuju asrama, ia perlu menyiapkan alat berburu untuk hari sabtu dan minggu, Zunho melewati lorong demi lorong, jalan demi jalan menuju asrama sampai tangan seseorang hinggap di bahunya.


“Zunho ?” Ucap seseorang


Zunho memalingkan wajahnya, ia melihat Jiruo, Xiaona serta satu orang gadis yang tidak ia ketahui namanya.


“Halo Jiruo dan Xiaona”


Jirou sedikit kaget ketika Zunho mengetahui nama salah satu temanya, Zunho berjalan mendekati gadis yang tidak ia ketahui namanya, gadis itu sedikit tertunduk saat Zunho menghampirinya.


“Aku Xu Zunho, bisakah aku mengetahui nama mu ?”


Gadis itu mendongakan wajah nya, ia memandang wajah Zunho, gadis itu tersenyum lalu mengulurkan tanganya kepada Zunho.


“Aku Hu Yuan, salam kenal”


Zunho tersenyum tipis lalu menjabat tangan Yuan, mereka berempat mulai akrab satu sama lain, mereka juga pergi jalan jalan melihat akademi area akademi.


.


.

__ADS_1


.


Thanks for read


__ADS_2