Enam Dewa Kehidupan

Enam Dewa Kehidupan
Benua Udara Anian


__ADS_3

.


.


.


Zunho dan Khunyi melanjutkan perjalan mereka, tak jarang mereka bertemu hewan buas dan para bandit yang menginkan harta maupun Khunyi, namun Zunho dan Khunyi bisa mengatasi hal tersebut dengan mudah dan cepat.


“Oh jadi ini benua Udara, pantas saja dipanggil Benua Udara karena letaknya yang ada di dataran tinggi seperti ini” ucap Zunho saat ia dan Khunyi sampai di Benua Udara.


Terlihat Khunyi hanya diam seperti ada yang dia sembunyikan namun Zunho membiarkan gadis itu, melangkahkan kakinya masuk ke dalam gerbang desa dimana terdapat para penjaga sebanyak 5 orang.


Zunho dan Khunyi melewati pemeriksaan dengan baik, mereka di izinkan masuk ke dalam gerbang namun salah satu dari mereka merasa familiar dengan Khunyi.


“Sepertinya aku mengenal bentuk tubuh wanita itu tapi dimana ya ?” Ucap penjaga.


Sontak penjaga lainya yang merasakan hal sama muli menyahut.


“Ya mirip seperti.” Penjaga mulai mengira ngira.


Meninggalkan kegiatan tebak menebak penjaga, Zunho mendapatkan pandangan liar dari mata gadis yang ia temui sontak Khunyi melepas baju Zunho yang ada pada tubuhnya lalu memakaikanya kepada Zunho.


“Ini pakai jangan sampai kau di cap sebagai orang cabul” perintah Khunyi dengan nada yang terksesan cemburu.


Zunho memakai baju miliknya lalu bertanya kepada Khunyi mengenai lokasi kota, Khunyi menjelaskan bahwa jarak kota dan desa tidak terlalu jauhz

__ADS_1


“Dimana kota berada ? Tanya Zunho kepada Khunyi.


“Kota dan desa berdekatan, aku akan mengarahkan mu kesana” kali ini Khunyi terlihat gundah.


Zunho mengikuti langkah kaki Khunyi sebelum menarik Khunyi menuju sebuah gerobak yang menjual pakaian wanita, pada awalnya Khunyi memberontak namun setelah melihat kemana Zunho akan menuju ia langsung diam.


Zunho memilih pakaian yang akan di kenakan Khunyi yang saat ini sangat terbuka dan membuat para pria yang ia temui meneteskan air liur mereka, sampai pilihan Zunho jatuh pada pakaian tertutup bewarna putih.


“Bisakah saya mengetahui harga pakaian ini ?” Tanya Zunho kepada penjual.


Penjula menunjuk pakaian yang Zunho masksud.


“Ini, 30 perak” ucap penjual memberikan harga.


“Terima kasih nak, semoga cocok di badan istrimu ini” ucap penjual berharap pakaian yang Zunho beli pas dengan selera Khunyi.


Zunho meraih pakaian putih itu lalu memberikanya kepada Khunyi.


“Kau bisa memakainya namun kita harus mencari tempat yang sepi dulu.” Ucap Zunho.


Khunyi menerima pemberian Zunho dengan malu malu sebelum berlari seperti orang yang salah tingkah, Zunho mengikuti kemana gadis itu pergi, mereka terus melangkahkan kaki menuju kota, sampai pada akhirnya Zunho dan Khunyi sampai di kota.


“Mari kita mencari penginapan dulu.” Tawar Zunho.


Khunyi mengangguk setuju, mereka berdua langsung mencari penginapan, tidak lama waktu yang diperlukan Khunyi untuk menemukan penginapan.

__ADS_1


Setelah menemukan peginapan Zunho dan Khunyi masuk ke dalam penginapan untuk memesan kamar.


“Apakah ada yang bisa saya bantu ?” Tanya seorang pria penjaga meja pesanan.


“Saya ingin memesan 2 kamar apakah masih tersedia ?” Tanya Zunho.


“Tidak pak hanya tersisa satu saja lagi.” pria memberi tahu Zunho bahwa kamar yang tersisa hanya tinggal satu.


Zunho menghela nafas lalu memutuskan.


“Baiklah saya akan ambil kamar tersebut.” Zunho berbicara dengan serius.


Penjaga memberikan kunci kamar kepada Zunho, ia langsung menggiring Khunyi menuju kamar.


“Baiklah kau bisa tidur di kasur sedangkan aku tidur di lantai.” Zunho melepas tangan Khunyi saat mereka berada di kamar penginapan.


Khunyi mengangguk pelan lalu melepas cadar yang ia kenakan.


.


.


.


Thanks for read

__ADS_1


__ADS_2