Enam Dewa Kehidupan

Enam Dewa Kehidupan
Malam Yang Indah Di Aula Surgawi


__ADS_3

.


.


.


Kini Zunho tengah berada di kamar tamu Aula Surgawi, kamar yang sangat besar dan terlihat sangat menawan.


Zunho memutuskan membersihkan badanya yang telah berdebu, selama perjalan menuju benua tengah Zunho tak pernah membersihkan dirinya, setelah puas memandangi kamar dan mengingat ingat dimana lokasi kamar, Zunho keluar dari kamar untuk pergi ke kamar mandi.


Zunho juga bertanya kepada para pengurus Aula Surgawi saat berada di lantai dasar Aula, wajah Zunho benar benar menjadi pemandangan yang indah bagi mereka yang menemui Zunho.


“Em bisakah saya mengetahui lokasi kamar mandi atau semacamnya” tanya Zunho kepada salah satu pengurus Aula Surgawi.


“Biar saya antarkan anda, kebetulan ada pemandian air panas jika anda mau saya bisa mengantarkan anda ke sana” salah satu pengurus Aula menawar.


“Boleh” Zunho menerima tawaran dengan senang hati.


Zunho pun berjalan mengikuti pengurus yang menunjukan arah pemandian air panas, sesampainya disana Zunho melihat 5 pria tengah berendam menikmati hangatnya air.


“Terima kasih telah mengantarkan saya.” ungkapan terima kasih Zunho kepada pengurus.


“Senang membantu anda” pengurus pergi dengan perasaan riang.

__ADS_1


Zunho melepas pakaian yang dia kenakan dan menyisakan ****** ***** miliknya, Zunho juga meraih handuk, segera Zunho duduk di kolam.


Pandangan pria yang ada di kolam teralihkan ke arah Zunho, mereka semua memberikan senyum perkenalan kepada Zunho sebelum memejamkan mata mereka masing masing untuk menikmati hangatnya air kolam.


Setelah berendam cukup lama Zunho pun memutuskan keluar dari kolam, Zunho mengeringkan tubuhnya dengan handuk dan memakai kembali pakaianya.


Setelah Zunho selesai mengenakan pakaian nya lantas Zunho langsung bergerak menuju kamar, sepanjang perjalan Zunho menikmati lukisan yang terpajang di Aula Surgawi, semuanya berjalan lancar sampai seseorang menabrak Zunho dari depan


GEDEBUK\~


“Aduh, maafkan say-“ ucap seorang wanita.


Seketika wajah wanita itu mulai malu malu saat melihat orang yang dia tabrak.


Wanita yang tak lain Eunji langsung bangkit dan merapikan pakaianya, Eunji kembali meminta maaf untuk kedua kalinya.


“Ehm maafkan saya Zunho karena kurang hati hati saat berjalan.” Maaf Eunji kepada Zunho dengan nada bersalah.


“Tak perlu minta maaf, saya juga bersalah dalam kejadian ini karena terlalu fokus ke lukisan Aula, permisi” setelah mengakui kesalahanya, Zunho langsung pergi meninggalkan Eunji yang terlihat semakin tertarik kepada Zunho.


Sesampainya di kamar Zunho langsung menerjang kasur yang terlihat sangat empuk, baru beberapa menit berbaring di kasur Zunho sudah terlelap dan siap menjelajahi alam mimpi.


Zzzzz\~

__ADS_1


“Tuan, Penatua Qieqie dan petinggi lainya menunggu anda.” sebuah gerakan kecil mengguncang tubuh Zunho.


Zunho membuka paksa matanya dan melihat seorang pria kisaran 36 tahunan.


“Terima kasih.” Zunho beranjak dari kasurnya.


Sesampainya di ruang makan terlihat semua orang telah berkumpul dalam satu meja besar.


“Kami sudah menunggu mu Zunho, mari silahkan duduk” ucap Penatua Qieqie dengan hiasan senyum di wajahnya.


Zunho pun duduk di kursi yang kosong, mereka mulai menyantap hidangan malam, terlihat juga Penatua Qieqie dan Eunji mencuri pandang kepada Zunho.


Setelah selesai makan para pengurus dan petinggi Aula pergi kembali melakukan kegiatan masing masing.


Zunho memutuskan untuk kembali ke kamarnya dan tidur karena hal tersebut sudah menjadi kebiasaanya akhir akhir ini.


.


.


.


Thanks for read

__ADS_1


__ADS_2