Enam Dewa Kehidupan

Enam Dewa Kehidupan
Perjalan Benua Udara I


__ADS_3

.


.


.


Zunho yang sudah pulang dari Istana Tong segera bergegas menyiapkan dirinya untuk pergi ke Benua Udara yang berada di Timur Benua Tengah.


Zunho pun pamit dengan Lian dan Feng, kedua pasangan suami istri tersebut berkata kepada Zunho agar pergi dan kembali dengan selamat.


“Pergi dan pulanglah dengan selamat Zunho” Lian tersenyum.


“Tentu saja, kalau begitu aku pergi dulu paman & bibi, sampai bertemu lagi.” Zunho melangkahkan kakimya meninggalkan kediaman Lian dan Feng.


Lian dan Feng menatapi kepergian Zunho dengan senyum.


“Tidak terasa padahal aku menemukanya tersesat di hutan pada saat itu, kini ia sudah beranjak menjadi pemuda yang berani.” Ucap Lian.


“Ya jika aku dan Zunho berhadapan satu sama lain maka akan terlihat pantulan bayangan diri ku sewaktu muda” Feng mulai memuji diri sendiri.


“Aku kasihan kepadamu Feng haha” Lian tertawa.

__ADS_1


Lantas Feng pun ikut tertawa mendengar apa yang di ucapkan Lian, setelah bersenda gurau mereka pun masuk ke dalam rumah.


Zunho mulai memikirkan siasat yang akan ia gunakan saat berkunjung kediaman Kuan nanti, apakah dengan cara yang kasar atau dengan cara yang halus.


Zunho menimbang nimbang kedua bahan, saat berada di pasar Zunho mulai tertarik kepada sebuah gerobak yang menjual aneka ramuan.


Zunho mengujungi gerobak kemudian.


“Permisi apakah bapak menjual ramuan penyembuhan ?” Zunho berniat membeli ramuan penyembuhan untuk berjaga jaga.


“Kamu mau yang mana nak, kalo mau yang durasi penyembuhan nya sedikit cepat yaitu kisaran 5 menit maka harganya 3 koin emas, itu sudah termasuk luka dalam yang sangat parah sekalipun, apakah kamu tertarik ?” Tawar si penjual.


“Ini pak 3 koin emas, terima kasih” ucap Zunho.


“Terima kasih kembali nak, semoga ramuan yang bapak bikin itu bisa berguna disaat kamu sedang terdesak.” Balas penjual.


Zunho menyimpan ramuanya lalu kembali melanjutkan perjalanan menuju Benua Udara, Zunho perlu menuju Benua Tengah sebagai jalan penghubung Benua Udara.


Zunho meninggalkan desa dan mulai memasuki kota Sie, ia melihat banyak bangunan yang bertambah akhir akhir ini.


“Benua Daratan semakin maju sekarang ini” gumam Zunho di dalam hati.

__ADS_1


Tak lama kemudian Zunho melewati kerajaan dan rumah miliknya yang saat ini dalam kondisi berdebu, ia pun berhenti sejenak untuk mengecek keadaan rumah.


Kriettt\~


Zunho langsung masuk saat pintu sudah terbuka, ia pergi mengecek ruangan satu persatu mulai dari kamar tidur, dapur dan kamar mandi.


“Sangat berdebu, mungkin aku akan membersihkan rumah ini sekaligus memperbaikinya.” Zunho berjalan keluar dari kamar mandi.


Zunho mengunci pintu rumah saat ia berada di luar lalu kembali melanjutkan perjalananya, kini Zunho kembali memasuki Hutan Suci, kali ini pandangan Hewan Suci terlihat biasa biasa saja saat melihat Zunho masuk ke dalam hutan.


Hewan Suci sudah terbiasa melihat wajah Zunho yang beberapa kali memasuki hutan, Zunho berjalan dengan tenang menuju Benua Tengah, keadaan yang tenang dan tidak menunjukan bahaya sejauh mata memandang membuat perjalanan Zunho bisa terbilang lancar.


“Mari kita rehat sejenak dulu” Zunho berhenti di sebuah pohon lalu menyandarakan tubuhnya lalu mulai tidur.


.


.


.


Thanks for read

__ADS_1


__ADS_2